Pesan dari Syekh Dr. Muhammad Ratib An-Nablusi untuk 0ara ibu muslimah.
Ada sebuah nasihat yang sering dikaitkan dengan keutamaan seorang perempuan dalam mendidik anak. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku orang pertama yang membuka pintu surga. Tiba-tiba seorang perempuan mendahuluiku dan ingin masuk surga sebelum aku. Aku bertanya kepadanya, siapa anda? Perempuan itu menjawab: Aku adalah seorang perempuan yang menahan diri (demi mengurus) anak-anak yatimku.
Islam menempatkan pendidikan anak sebagai amanah besar. Orang tua bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan pendidikan formal, tetapi juga membentuk akhlak, iman, kebiasaan, serta cara anak memandang kehidupan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa salah satu pemberian terbaik orang tua kepada anak adalah adab dan akhlak yang baik. Sebab, harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi karakter yang dibentuk sejak kecil dapat menjadi bekal yang terus melekat dalam kehidupan seorang anak.
Mendidik anak memang tidak selalu terlihat sebagai amal besar. Tidak ada panggung, tidak selalu mendapat tepuk tangan. Kadang bentuknya hanya menemani belajar, mengajarkan doa, menegur dengan lembut, memberi contoh kejujuran, atau tetap sabar ketika anak melakukan kesalahan yang sama berulang kali.
Justru di situlah beratnya. Mendidik anak membutuhkan kesabaran yang panjang, keteladanan yang konsisten, dan hati yang terus belajar. Anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada sekadar mengingat apa yang mereka dengar.
Karena itu, mendidik anak dengan iman dan akhlak bukan sekadar urusan dunia. Ia adalah bagian dari tanggung jawab akhirat. Allah SWT mengingatkan, *“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”* (QS. At-Tahrim: 6).
Kasih sayang kepada anak bukan berarti selalu menuruti keinginannya. Kadang cinta justru hadir dalam bentuk batasan, nasihat, disiplin, dan ketegasan yang tetap dibalut kasih sayang.
Maka, jangan remehkan pekerjaan seorang ibu atau ayah yang setiap hari mendidik anak. Bisa jadi, doa yang diajarkan hari ini menjadi amal yang terus mengalir. Akhlak yang ditanamkan hari ini menjadi kebaikan yang tumbuh jauh setelah anak dewasa.
Sebab, membesarkan anak bukan hanya tentang membuat mereka sukses di dunia. Tugas yang lebih dalam adalah membantu mereka mengenal Allah, mencintai kebaikan, berakhlak mulia, dan memiliki bekal untuk kembali kepada-Nya.
Mendidik anak adalah amal yang sering sunyi dari pandangan manusia, tetapi semoga tidak pernah luput dari pandangan Allah.
0 comments :
Post a Comment