This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, September 24, 2026

TIPS BETAH NGOBROL

 Kamu bisa bikin siapa pun betah ngobrol hanya dengan 1 jurus ini: ubah pertanyaan “kenapa” jadi “apa yang bikin”. Tampak sepele, tetapi perubahan ini me-reset seluruh sirkuit otak lawan bicara. Kalimat “kenapa” otomatis mengaktifkan korteks prefrontal yang suka menghakimi, sehingga orang merasa sedang diperiksa. Sebaliknya, frasa “apa yang bikin” membuka jalur limbik, bagian otak yang menyimpan kenangan dan emosi; ia membuat orang bercerita alih-alih membela diri. Dalam waktu tiga detik, napas lawan bicara jadi lebih pelan, pupilnya sedikit membesar, dan obrolan pun berubah dari wawancara menjadi curhat berkelanjutan.


Lebih menarik lagi, jurus ini bekerja tanpa kita harus paham psikologi dalam-dalam. Cukup tahan diri untuk tidak menambahi kata “kan” di ujung kalimat—seperti “kenapa sih kamu betah kan?”—karena partikel itu justru membangun dinding superioritas. Setelah kalimat pembuka aman, kita bisa menyusup ke area emosional dengan teknik-teknik mikro berikut; semuanya berawal dari satu jurus tadi, tapi dipoles sedikit agar obrolan makin mengalir dan membuat orang betah berlama-lama.


1.  Tanya balik dengan kata “lalu”


Setelah ia menjawab, tukas “lalu apa yang bikin itu terasa berarti?” Kata lalu menandakan kita tak mengulang pertanyaan, tapi menaikkan level cerita; otaknya otomatis menggali memori yang lebih dalam agar cerita tetap utuh.


2.  Ulang tiga kata terakhirnya


Cukup ulang tiga kata paling akhir dari kalimatnya dengan intonasi naik, misalnya “...di taman ya?” Teknik ini disebut minimal encourager; ia memaksa otak menyambung cerita tanpa merasa disela, seolah kita memberi lampu hijau terus-menerus.


3.  Sisipkan jeda napas 0,6 detik


Sebelum menimpali, tarik napas lewat hidung selama 0,6 detik lalu hembus perlahan. Jeda ini menurunkan denyut jantung kita sendiri, sehingga suara keluar stabil; lawan bicara menangkap frekuensi itu sebagai rasa aman dan otomatis memperpanjang curhatnya.


4.  Angguk mikro di akhir frasa


Anak kepala 5 mm tepat saat ia selesai mengucapkan frasa emosional. Gerakan ini memicu pelepasan oksitosin, menandakan “saya mengerti” tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun, sehingga ia makin bersemangat meneruskan.


5.  Tahan pandang di dagu, bukan mata


Alih-alih menatap mata terus, fokuskan pandang pada dagunya selama dua detik, lalu kembali ke mata. Teknik ini menghindari efek menatap yang mengintimidasi, tapi tetap mempertahankan kontak visual; hasilnya, ia merasa diterima tanpa tekanan.


6.  Gunakan penutup “dan seterusnya?”


Ketika ceritanya mulai melambat, tukas “dan seterusnya apa yang bikin kamu lanjut?” Frasa ini bekerja seperti tombol refresh; otaknya kembali memindai folder memori untuk mencari episode berikutnya, sehingga obrolan tak gampang mandeg.


7.  Catat detail kecil di hape


Diam-diam ketik satu fakta kecil—misalnya nama anjingnya—di catatan hape. Menit berikutnya, sebutkan fakta itu dalam kalimat “tadi Boni bilang...” Efek kejutan bahwa kita menyimpan detailnya membuatnya merasa spesial dan otomatis memperpanjang suasana hangat.


8.  Akhiri dengan “makasih sudah mau cerita”


Sebelum bubar, ucapkan terima kasih spesifik: “makasih sudah mau cerita soal Boni, jadi tambah tahu cara pandang kamu.” Kalimat penutup ini memberi validasi penuh, menciptakan aftertaste emosional yang membuatnya merasa ngobrol dengan kita adalah pengalaman menyenangkan yang pantas diulang.

MULAABAH ALA GUS BAHA

 Saya menikah sejak tahun 2000 sampai sekarang resep yang saya pakai cuma satu hadits Nabi. Kalau berani menikah harus berani mula'abah. Mula'abah itu ngomong yang nggak penting, main-main, bercanda dengan istri." - Gus Baha


Dalam rumah tangga, ternyata kebahagiaan tidak selalu lahir dari percakapan yang serius. Ada kalanya justru obrolan sederhana, candaan kecil, atau sekadar saling menggoda menjadi hal yang membuat hubungan tetap hangat.


Gus Baha menjelaskan bahwa mula'abah adalah bermain-main, bercanda, atau mengobrol tentang hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Hal sederhana seperti inilah yang beliau jadikan salah satu resep dalam menjalani rumah tangga.


Sebab, setelah menikah, pasangan bukan hanya tempat berbagi tanggung jawab dan menyelesaikan persoalan. la juga menjadi teman untuk tertawa, bercerita, bercanda, dan menikmati hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.


Rasulullah sendiri pernah bersabda kepada Jabir bin Abdullah tentang menikahi pasangan yang bisa diajak tula'ibuha wa tula'ibuka-saling bercanda dan bermain bersama.


Rumah tangga tidak harus selalu diisi dengan pembicaraan yang berat. Kadang, candaan sederhana justru menjadi cara untuk menjaga kedekatan dan membuat pasangan merasa nyaman berada di rumah.

Tuesday, September 22, 2026

KAJIAN ILMIAH "MAJELIS TAKLIM"

 Profesor David Hawkins seorang ilmuwan merilis hasil risetnya paling mutakhir yang mengejutkan tentang manusia, ternyata sel paling takut dengan rasa CINTA KASIH.

Penelitiannya juga menemukan bahwa banyak orang sakit karena kurangnya/kekurangan cinta kasih.

Dia telah mengobati banyak orang sakit dari berbagai belahan dunia. Begitu seorang pasien memeriksa, dia sudah tahu mengapa orang itu sakit.di dalam tubuhnya TIDAK DAPAT MENDUKUNG TAHU CINTA SYUKUR DALAM dirinya, yang ada kedengkian, penderitaan, keluhan dan deraian air mata karena seluruh tubuh tubuh.

Profesor Hawkins mengatakan: 

"Kebanyakan orang sakit karena di dalam dirinya tidak ada hati yang penuh dengan CINTA, KASIH YG TULUS dan IKHLAS. Yang hanya ada dan deraian air mata. Getaran magnet kasih di bawah 200 hertz menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit."

Dia mendapati bahwa kebanyakan orang sakit SELALU menggunakan pikiran negatif.

Jika frekuensi CINTA KASIH seseorang di atas 200 hz, maka dia tidak akan sakit.

Pikiran atau emosi negatif mana yang ada di bawah getaran 200 hz?Yaitu :

• Suka berlagak

• Suka menyalahkan orang lain

• Suka dendam pada orang

Jika pikiran itu yang menguasai pikiran seseorang berarti magnet cinta kasihnya hanya ada di sekitar 30-40 hz saja.  

Proses tidak putus-putusnya menyalahkan orang lain telah menguras sebagian besar energi kehidupannya, sehingga frekuensi cinta kasihnya berada di bawah 200 hz. 

Orang seperti itu SANGAT MUDAH mengidap berbagai jenis penyakit.

Frekuensi paling tinggi ada di angka 1000 dan yang paling rendah berada di angka 1. 

Dia mengatakan di dunia ini dia telah melihat orang yang frekuensi positif di atas 700 hz maka kekebalan tubuh dan vitalitasnya sangat tinggi.

Jika orang seperti itu tampil di suatu tempat maka ia bisa mempengaruhi frekuensi positif di daerah itu.

Seorang yang berkebajikan tinggi, jika muncul di suatu tempat maka frekuensi di tempat itu pun menjadi positif dan sangat tinggi.

Semua orang yang hadir di tempat tersebut akan merasakan getaran cinta kasihnya yang sangat tinggi, semua orang merasa nyaman dan sangat tergugah di lingkungan terdekat.

Pada saat orang yang memiliki getaran aura positif tampil di suatu tempat, maka dia akan menggerakkan semua orang dan seluruh makhluk hidup yang ada di tempat itu menjadi tenteram, nyaman dan damai.

Namun saat orang memiliki pikiran negatif muncul di suatu tempat, bukan saja akan mencelakai dirinya sendiri tetapi juga bisa menyebabkan AURA POSITIF di tempat tersebut memburuk dan berubah menjadi negatif pula.

Professor Hawkins telah melakukan berpuluh kali riset kasus dan penelitian pada orang yang berbeda namun jawabannya serupa, yaitu:

Asal getarannya berada di bawah 200 hz, maka orang itu pasti sakit. Tapi jika berada di atas 200 hz maka orang itu sehat.

Mereka yang di dalam dirinya dipenuhi dengan hati yang welas asih, cinta kasih, suka beramal, gemar sedekah, mudah memaafkan, lemah lembut, santun, terbukti frekuensinya berada pada kisaran 400-500 hz.

Sebaliknya, mereka yang suka membenci, emosional, menyalahkan orang lain, marah, dendam, iri hati, menuntut orang lain, egois dalam semua hal, hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak pernah memikirkan perasaan orang lain; orang seperti itu punya frekuensi yang paling rendah. Hal inilah yang menjadi penyebab awal timbulnya penyakit kanker, penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Dia kepada kita dari sudut pandang medis bahwa pikiran itu sangat luar biasa pengaruhnya terhadap kesehatan dan penyakit seseorang.

SELAMAT MENCOBA DAN JANGAN LUPA BAHAGIA. SALAM SEHAT.

Berbagi pengetahuan... https://youtu.be/b7k1dxdv10g dikirimi oleh Prof Nyoman Nurjaya Ketua Program Pasca Sarjana Unibraw

Silahkan baca juga :

https://101mind.com/personal-development/power-vs-force-mengenal-tingkat-kesadaran-manusia/


          TETAP SEMANGAT

              8 MARET 2022

                     SN AS

Monday, September 21, 2026

SEBELUM TIDUR MALAM INI, LUANGKAN 7 MENIT UNTUK MENTIRAKATI ANAK.

Tidak perlu amalan yang banyak.

Cukup lakukan rangkaian sederhana ini dengan istiqamah.

 

 

1. ISTIGHFAR 100X

 

Duduk sebentar setelah sholat atau sebelum tidur.

Baca:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

 

"Astaghfirullah" 100X

 

Sambil niatkan dalam hati:

"Ya Allah, ampuniku segala ibu. Perbaiki diriku dan keluargaku."

Kalau sulit menghitung, gunakan tasbih digital.

 

Bisa dilakukan sambil menenangkan diri sebelum tidur.


 

2. SHOLAWAT 100X

 

Baca sholawat yang ibu hafal. Misalnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

 

"Allahumma shalli 'ala Muhammad."

 

Tidak perlu terburu-buru.

Jadikan beberapa menit ini sebagai waktu untuk menenangkan hati dan mengingat Rasulullah ﷺ.

 

 

3. SEBUT NAMA ANAK DALAM DOA

 

Setelah itu, jangan langsung tidur.

 

Sebut satu per satu nama anak. Misalnya:

"Ya Allah, aku titipkan anakku, Ahmad bin Fulan, kepada-Mu."

Lalu doakan apa yang paling ibu khawatirkan tentangnya.

 

 

4. BACA DOA INI UNTUK ANAK

 

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

 

Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samii'ud du'aa.

 

Artinya:

"Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."

QS. Ali 'Imran: 38

 

Jangan remehkan amalan yang dilakukan sedikit tetapi terus-menerus.

 

Ibu tidak harus menghabiskan malam dengan banyak amalan.

 

Yang penting:

- ada waktu untuk Allah,

- ada doa untuk anak,

- dan ada usaha untuk memperbaiki diri.

 

Karena kita tidak bisa mengawal seluruh perjalanan hidup anak.

Tapi kita bisa terus mentitipkannya kepada Allah. 

Saturday, September 19, 2026

ISTRI TERBIASA MEMBANTAH NASEHAT SUAMI

Kalau istri sudah terbiasa membantah nasehat suami, itu bukan suaminya yang salah, tapi karena hati istrinya itu sudah terlanjur keras. 


Ketika dinasehati ia membantah, diingatkan ia melawan, dibiarkan ia merasa paling benar, perlahan tapi pasti, yang lenyap bukan lagi sekedar adab, melainkan hilangnya keberkahan dalam rumah. 


Hati-hati awal dari retaknya rumah tangga bukan selalu soal masalah besar, tapi tentang ego dan  kesalahan kecil yang terus terusan diulang. 

Friday, September 18, 2026

BOCORAN ALLAH SEBELUM NIKAH

Sebelum menikah, Allah sebenarnya sudah memberi "bocoran" Bukan tentang kapan, tapi tentang siapa dan bagaimana.


Sayangnya, banyak yang terlalu sibuk mengejar status "halal", sampai lupa mempersiapkan diri Akhirnya, bukan bahagia yang datang... tapi penyesalan.


Apa saja bocoran dan bekalnya :


Pertama: Jodoh itu cerminan Kalau ibadah masih bolong, emosi belum terjaga, dan tanggung jawab sering dihindari - jangan kaget kalau yang datang pun serupa. Sebelum meminta pasangan yang baik, pastikan kita sedang berusaha menjadi baik.


Kedua: Standar syariat itu jelas Rasulullah menyebut empat kriteria: harta, rupa, keturunan dan agama. Jika tak bisa mendapatkan semuanya, maka agama adalah prioritas utama-karena itulah yang akan menjaga saat cinta diuji.


Ketiga: Kesepadanan itu nyata Allah berfirman, "Yang baik untuk yang baik" (QS. An-Nur:26). Kesamaan iman, nilai hidup, dan arah tujuan sering kali lebih menenangkan daripada sekadar "cocok" di awal


Keempat: Keluarga & rezeki ikut menyertai Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tapi dua keluarga. Dan jika pilihannya tepat, Allah akan memampukan urusan rezekinya (QS. An-Nur: 33).


Kelima: Bekal sebelum menikah itu wajib Menikah bukan cuma soal cinta. Tapi tentang ilmu, kesabaran, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Perbaiki akhlak, kuatkan ibadah, dan tata emosi-agar rumah tangga tidak rapuh di tengah jalan.


Nikah itu bukan acara sehari, tapi perjalanan seumur hidup. Kalau "bocoran" ini dipahami dari awal, kamu tidak akan bingung di tengah jalan. Mungkin... jawaban yang kamu cari selama ini, sudah Allah tunjukkan sejak sekarang

Thursday, September 17, 2026

KETIKA KAMU RAGU, BISA JADI ITU SINYAL DARI ALLAH AGAR JANGAN DITERUSKAN

Siapa sih yang gak pernah ngerasain di fase ini, semua orang pasti merasakan ragu terhadap calon pasangannya, ini bukan sekedar deg-degan biasa, tapi ada rasa berat, gelisah, bahkan hati kecilmu seperti terus berbisik "kayanya ada yang gak beres", banyak orang mengabaikan rasa ini, mereka bilang "ah gak mungkin cuma ovt, padahal sering seringkali, keraguan itu bukan pikiran, tapi hal ini alarm dari hati yang Allah titipkan. 

Ada 3 jenis keraguan yang sebaiknya jangan kamu abaikan, 

  1. kamu sering merasa tidak dihargai, pendapatmu dianggap remeh, perasaanmu sering disepelekan, 
  2. kamu melihat karakter yang jelas bermasalah tapi berharap dia berubah setelah menikah dengan harapan memperbaiki pasangan, padahal pernikahan justru memperjelas karakter aslinya, 
  3. setiap kali memikirkan masa depan dengannya, yang muncul justru rasa takut, bukan ketenangan, cinta yang baik memang tidak selalu mulus, tapi seharusnya menghadirkan rasa tenang, bukan kecemasan yang terus menghantui. 

Kadang Allah berbicara lewat kegelisahan yang terus menerus kamu rasakan, jangan memaksakan sesuatu hanya karena terlanjur merencanakan tunangan, atau sudah tunangan, atau bahkan yang mau langsung menjalani proses pernikahan.

Menunda atau membatalkan perencanaan tunangan atau nikah memanglah menyakitkan, tetapi hidup bersama dengan orang yang salah bisa menyakitkan seumur hidup, karena jodoh yang baik bukan hanya yang kamu cintai, tapi yang membuat hatimu merasa pulang ke tempat yang nyaman dan tenang,

Wednesday, September 16, 2026

KENAPA JABATAN SE-PENTING JUSTRU JATUH KE TANGAN ORANG YANG PALING TIDAK KOMPETEN?

Pernah heran kenapa posisi strategis justru kadang diisi oleh orang yang sering salah langkah, minim kemampuan, bahkan berulang kali melakukan blunder?

Jauh-jauh hari, akan adanya manusia ngawur dan berbahaya itu sudah diperingatkan oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

Dan fenomena seperti ini punya istilah yang sudah dikenal sejak 1636: kakistokrasi—sebuah sistem ketika kekuasaan justru berada di tangan orang-orang yang paling buruk atau tidak cakap.


Lalu, kenapa hal seperti ini bisa terjadi?


Salah satu penjelasan yang sering muncul adalah oligarki atau shadowy cabal—kelompok elite yang bekerja di balik layar dan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan politik.


Orang yang cerdas, mandiri, dan terlalu idealis bisa menjadi sulit dikendalikan. Sementara itu, bagi sebagian elite, pemimpin yang mudah diarahkan justru dianggap lebih menguntungkan.


Ketika kekuasaan hanya menjadi alat untuk melindungi kepentingan segelintir orang, negara bisa bergerak ke arah kleptokrasi—pemerintahan yang korup dan menggunakan kekuasaan untuk mengeruk kekayaan publik.


Di depan, sang penguasa menjadi wajah dan tameng.


Di belakang, kepentingan segelintir elite terus bermain.


Karena itu, orang yang haus jabatan tetapi miskin ilmu dan prinsip bisa menjadi target yang sangat mudah dikendalikan: cukup diberi kekuasaan, selama ia bersedia mengikuti permainan.


Pada akhirnya, masalah terbesar bukan hanya siapa yang duduk di kursi kekuasaan.


Tetapi siapa yang mengendalikan kursi itu dari belakang.


Dan sebagai masyarakat, kita perlu belajar membedakan antara pemimpin yang benar-benar berkuasa dan mereka yang sekadar menjadi alat bagi kekuasaan orang lain.


Sebab dalam Islam, jabatan bukanlah mahkota untuk dibanggakan.


Ia adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.


“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya...”

(QS. An-Nisa: 58)



Saturday, September 12, 2026

3 RAHASIA BESAR SAAT KITA SEDANG BERSHOLAWAT

Tiga rahasia besar di balik sholawat yang jarang diketahui, padahal setiap kali kita bersholawat ada kemuliaan luar biasa yang sedang terjadi. Banyak orang baca sholawat karena tahu bahwa ia berpahala, namun tidak banyak yang menyadari bahwa di balik sholawat terdapat rahasia-rahasia besar yang disebutkan dalam dalil-dalil yang shoheh.


Rahasia Pertama :

Ketika kamu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah membalasnya dengan bersholawat kepada dirimu. Rasulullah SAW bersabda: 


من صلي علي صلاة واحدة صلي الله عليه بها عشرا


"Barang siapa yang bersholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali."


Lalu apa makna sholawat Allah kepada seorang hamba? Abu Al-Aliyah Rahimahullah berkata:


صلاة الله علي عبده ثناؤه عليه عند الْمَلَائِكَةِ


 "Sholawat Allah kepada hamba-Nya adalah pujian Allah kepadanya di hadapan para malaikat."


Bayangkan saudaraku... saat lisanmu mengucapkan sholawat di bumi, Allah menyebut dan memuji namamu di hadapan para malaikat di langit. 


Rahasia Kedua :

Dengan sholawat namamu disebut di hadapan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di bumi yang menyampaikan kepadaku salam dari umatku." Dalam hadits yang lain beliau bersabda: 


فان صلاتكم معروضة علي


"Sesungguhnya sholawat kalian diperlihatkan kepadaku."


Artinya, sholawat yang engkau ucapkan tidak hilang begitu saja. Dengan izin Allah, para malaikat menyampaikannya kepada Rasulullah SAW. 


Di tengah milyaran manusia yang pernah hidup di muka bumi, namamu termasuk di antara orang-orang yang disebut ketika sholawat dan salammu disampaikan kepada beliau. 


Rahasia Ketiga :

Sholawat bukan hanya mendatangkan pahala, tatapi juga menjadi sebab hilangnya kegelisahan dan dicukupkannya kebutuhan. 


Ketika Ubay bin Ka'ab berkata, bahwa ia akan memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi SAW, beliau menjawab: 


اذا تكفي همك ويغفر لك ذنبك


"Jika demikian, niscaya kegundahanmu akan dicukupkan dan dosamu akan diampuni."


Betapa banyak manusia hari ini yang mencari ketenangan kemana-mana, tetapi melupakan amalan yang ringan ini. Padahal, lisan yang terbiasa membaca sholawat adalah lisan yang sedang menjemput rahmat Allah, dekat dengan Rasulullah SAW dan sebagai sebab datangnya ketenangan dalam hidupnya.


Mulai hari ini marilah kita perbanyak sholawat kepada Nabi kita Muhammad SAW.

Friday, September 11, 2026

Bacaan Sholat & Artinya

 Takbiratul Ihram ---> ALLAAHU AKBAR (Allah Maha Besar)


Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. 

(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi&petangemoticon-Wink.


Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.

(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit&bumi;, dgn penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)


Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin.

(Sesungguhnya shalatku, ibadah qurbanku, hidupku&matiku;, hny utk Allah Rabb Semesta Alam).


Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.

(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)


Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna

iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya.

Subhaanallaah.


Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.


Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)

(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)


Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin

(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)


Arrahmaan, Arrahiim

(Maha Pengasih, Maha Penyayang)


Maaliki, yaumiddiin

(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)


Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin

(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)


Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh

harap ketika membacanya.


(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)


Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim

(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)


Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.

(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)


Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.


Ruku'

Lalu ruku', dimana ketika ruku' ini beliau mengucapkan

bermacam-macam dzikir dan do'a. Kadangkala beliau

mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :

1. Subhaana, rabbiyal, 'adzhiimi.

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)

---> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.

(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad Daaruquthni,

Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

---> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekatilama berdirinya.

2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.

(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) --> Riwayat Muslim

3. Allaahumma, laka raka'at, wa aamantu, wa laka aslamtu, (Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku'ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).

anta rabbiiy, khasa'a laka sam'iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa'adzhomii, wa fii riwaayah

(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)

wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil 'aalamiin.

(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allah, Tuhan semesta alam)

(HR. Ad-Dharuquthni)


Memperpanjang Ruku'

Diriwayatkan bahwa :

"Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku', sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya."

(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)


I'tidal

Rasululullaah Sallaahu 'alayhi wa sallaam mengangkat

punggungnya dari ruku' sambil mengucapkan,

"Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :

Sami'allaahu, li, man, hamida, hu

(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)

"Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan "sami'allaahu liman hamidah",

maka ucapkanlah "rabbanaa lakal hamdu", niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., "Mudah-mudahan Allah

mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Maka mari kita baca :

Rabbanaa, lakal, hamdu

(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :

mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba'du

(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)

Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu 'Uwanah)


Sujud

Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita

mengucapkan do'a-do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.

1. Subhaana, rabbiyal, a'laa

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)

Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

2. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh

(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)


Duduk antara dua Sujud

Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo'a sepertinya do'anya Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta'ala.

Di dalam duduk ini, Rasulullaah SAW mengucapkan :

Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, wahdinii, wa'aafinii, warzuqnii

(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah

kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).


Duduk At-Tasyaahud Awal

(Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.

Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan&kebaikan;.

Assalaamu 'alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi&beserta; rahmat Allah&berkatNya;.

Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.

Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu, anna muhammadarrasulullah.

Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya. * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :

Assalaamu 'alannabiy.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.

Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.

Dari Ibnu 'Abbas :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.

Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.

Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.

(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa,muhammadan, 'abduhu, warasulluh.)


Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.


Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.

Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.

Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.

Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.

Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.

Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.

Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Tuesday, September 8, 2026

Kenapa kita butuh sholat 5 x sehari

Karena tidak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati, atau kuat.

Kecuali Allah.

Allah tidak menyuruhmu menlepaskan semuanya. DIA hanya memanggilmu untuk bersujud.

  • Saat ingin menyerah
  • Saat diri lelah
  • Saat hati terasa capek
  • Saat semua pintu terasa tertutup

Dia tetap mempersilahkanmu datang

Saat semua telinga lelah mendengar, DIA tidak pernah bosan mendengarkan.

Dan andai malam ini tidak ada lagi yang menguatkanmu, menangislah jika memang ingin menangis, tapi jangan sampai air matamu menjauhkanmu dari sajadah.

Karena seringkali jawaban atas luka terdalam, lahir dari sujud yang paling lama.

Bahkan ketika kau lupa mengingat-NYA, DIA masih memberìkanmu kesempatan untuk kembali.

Mungkin dunia tak selalu mengerti lelahmu.

Tapi Allah selalu tahu alasan di balik setiap air matamu.

Sujudlah, biarkan Allah yang menenangkan sisanya.


Monday, September 7, 2026

Mereka yang RIYA "atau" kita yang HASAD?


Akhir-akhir ini sering masuk ke messenger baik itu bbm, wa, line, telegram, fb, quote-quotes seperti di atas, dan kita jadikan untuk menyindir ketika ada teman yang posting status di medsos kegiatannya habis ibadah, langsung judge, nih orang riya' (pamer) banget sih. Ibadah aja ampe diumumin segala di medsos.

Trus coba bertanya ke orang yang ahli agama. Ternyata jawabannya makjleb.

"Apa yang orang lain lakukan, biarlah itu menjadi urusannya dengan TuhanNya. Kita ga berhak menentukan ia riya' atau tidak. Toh kita juga belum tentu lebih baik dari dia."
Sejak itulah, saya pribadi mulai memahami..kita itu mudah sekali menilai orang lain ini itu, tapi sedikit sekali introspeksi apakah kita sudah memperbaiki diri sendiri dulu ketimbang mengomentari urusan orang lain.

Coba membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan akan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Jadi apapun yang kita kerjakan bernilai ibadah kepada Allah.

Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana caranya menyembunyikan ibadah sholat berjamaah kita di masjid?
Bisa jadi setelah membaca quotes tersebut kita jadi enggan ke masjid agar tidak dikira Riya'

Bagaimana menyembunyikan betapa tawadu nya kita kita kepada orang tua, ajengan atau guru ?
Agar tidak dikira Riya, bisa jadi kita malu untuk menghormati otang tua, guru, ustadz ustadzah dll..

Apakah akan seperti itu?

Makanya...
>>saya ga pernah terganggu orang yg posting status habis tilawah nih, habis khatam quran nih, habis sedekah dll.
Bukan apa-apa, saya sendiri belum tentu bisa seperti dia. Malah jadi pemicu, tuh dia aja bisa lho memanfaatkan waktunya dengan baik.

>>saya ga pernah terganggu ketika orang posting habis beli barang mewah, beli ini beli itu.
Lha wong dia belinya juga pake duit dia ini. Beda halnya klo hasil ngutang ke saya.
Klo ada yang beli sesuatu yang kebetulan saya juga pengen, misalnya si A habis beli honda freed warna putih, paling cuma bisa bergumam aja..duh bagusnya tuh mobil. Suatu saat saya juga pasti bisa beli mobil kaya gitu. Aamiin.

>>saya ga pernah terganggu ketika liat foto teman yg sedang liburan ke luar negri atau sedang foto di depan kabah (umroh).
Malahan senang, oh ternyata ada yaa tempat seindah itu. Bisa jadi referensi tempat liburan nih.

Atau...Wah si A sudah umrah, semoga saya dan keluarga juga bisa umrah dan melihat kabah dari dekat. Sekarang ngebayangin dulu sambil liat foto nya.

Ga perlu pusing-pusing nilai orang..uhh dasar riya', tukang pamer, hobi show up dll. Jika pun ia benar memang riya', biarlah itu jadi urusannya dengan TuhanNya.

Apa klo mereka pamer, trus pahala kita jadi nambah? Kan ga juga yaa..jadi buat apa dipusingin..???

Akhirul kalam..ada baiknya kita yg coba berbicara ke hati masing2..
"Mereka yang riya' atau kita yang hasad (iri/dengki)?"

@Tuntunan hidup


Saturday, September 5, 2026

6 Ucapan Orang Tua yang Tanpa Sengaja Bisa Melukai Hati Anak di Pondok

1. "Kalau memang tidak kuat, berhenti saja." Kalimat ini dapat membuat anak mudah menyerah sebelum belajar menghadapi kesulitan.


2. "Kenapa selalu kamu yang membuat orang tua khawatir?" Anak bisa merasa kehadirannya hanya membawa masalah bagi keluarga.


3. "Lihat temanmu, dia bisa lebih baik dari kamu." Membandingkan anak hanya akan membuatnya merasa tidak cukup berharga.


4. "Jangan sampai perilakumu mempermalukan keluarga." Anak akhirnya menjalani pendidikan dengan tekanan, bukan dengan kesadaran.


5. "Kalau sikapmu tetap seperti ini, percuma kamu mondok." Ucapan tersebut dapat membuat anak merasa seluruh prosesnya tidak dihargai.


6. "Biaya pondokmu besar, tetapi hasilnya belum kelihatan." Anak dapat merasa dirinya hanya menjadi beban dan mengecewakan orang tua.


Berhati-hatilah saat berbicara. Anak yang sedang jauh dari rumah membutuhkan dukungan, kepercayaan, dan doa, bukan kalimat yang melemahkan hatinya

ZIARAH KUBUR ATAU MENDOAKAN DARI JAUH

By Ustadz Saifudin Zuhri

Jujur, pertanyaan ini sering terlintas di benak. Kalau niatnya mendoakan, toh Allah Maha Mendengar dari mana saja. Kenapa harus datang langsung?


Padahal, ziarah kubur terdapat keistimewaan besar. Mari kita kupas alasan indahnya secara ilmiah:


1. Membahagiakan Ruh dan Bukti Bakti Kedatangan seorang anak atau kerabat ke makam ibarat kunjungan nyata yg sangat dinantikan oleh ahli kubur. Kehadiran fisik kita di sisinya, mengirimkan tahlil dan doa, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka sekaligus menjadi bukti bakti tulus seorang anak meski orang tuanya telah tiada.


2. Berdasarkan riwayat Khatib Baghdadi, Rosul bersabda bahwa saat kita mendatangi makam saudaranya yang dikenal lalu mengucapkan salam, ahli kubur tersebut mengenali dan menjawab salam kita, ikatan batin langsung yg tak didapat dari rumah.


3. Obat Hati & Mengingat Kematian Imam Ghazali menegaskan ziarah adalah penawar agar kita tak terlena dunia. Melihat makam langsung meruntuhkan kesombongan dan melembutkan hati yang keras.


4. Pahala Setara Haji & Ampunan Dalam Hasyiyah Qulyubi, menziarahi makam orang tua di hari Jumat mendatangkan ampunan dosa, bahkan sebagian riwayat menyetarakan pahalanya dengan haji.


5. Meringankan Siksa Kubur Menaburkan bunga atau pelepah basah di atas makam mendatangkan tasbih dari tumbuhan tersebut yang berfaedah meringankan siksa kubur si mayit, seperti yang dicontohkan Rasul SAW.


Doa dari rumah itu memang sampai, tetapi datang langsung adalah paket lengkap: bagi mayit, ia mendapat kebahagiaan kunjungan fisik dan diringankan azabnya; bagi kita yang hidup, ziarah adalah vitamin iman agar hati kembali lembut & ingat akan kehidupan yang hanya sementara.


Ziarah kubur bukanlah tradisi asing, melainkan sunnah yang sanad amaliyahnya tersambung hingga zaman Nabi SAW, yang terus dirawat turun-temurun sampai hari ini.


Soal ziarah ke makam para wali atau orang sholeh, hakikatnya tetap murni memohon kepada Allah. Jadikan kedudukan orang saleh tersebut sebagai perantara karena kedekatan mereka dengan Allah, bukan meminta kepada yang ada di dalam kubur. Jangan sampai salah niat, ya!


Dulu Nabi SAW sempat melarang, namun kemudian beliau bersabda: "Dulu aku melarang kalian berziarah kubur. Tapi sekarang, berziarahlah, karena ziarah kubur dapat melunakkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan pada akhirat." (HR. Muslim)


Referensi: Shahih Muslim; Imam Ghazali, Ihya' Ulumuddin; Kitab Hasyiyah al-Qulyubi; Hadis Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi.


Thursday, September 3, 2026

OBAT GRATIS

1. PENGUAT JANTUNG → Jalan kaki & tepuk tangan rutin. Murah, sederhana, tapi dampaknya luar biasa.


2. RAHASIA KECANTIKAN ALAMI → Tidur cukup. Tidak ada krim yang bisa menggantikan kekuatan tidur berkualitas.


3. PENGUAT OTOT → Push-up. Latihan sederhana yang mampu menjaga kekuatan tubuh lebih lama.


4. SUMBER KALSIUM ALAMI → Sinar matahari pagi. Gratis setiap hari, tapi sering diabaikan.


5. PELANCAR ENERGI TERKUAT - Tertawa. Bisa mengubah suasana hati dan membuat tubuh terasa lebih hidup.


6. PENGUAT PARU-PARU → Tarik napas dalam-dalam. Semakin baik pernapasan, semakin baik pasokan oksigen tubuh.


7. PENGUAT LIVER → Jalan jinjit beberapa menit setiap hari untuk membantu tubuh tetap aktif.


8. PENGUAT LAMBUNG → Jauhi stres berlebihan. Pikiran yang tenang sering kali menjadi obat terbaik.


9. SUPLEMEN TERBAIK YANG JARANG DISADARI → Rendam kaki dengan air hangat sebelum tidur.


10. PENGUAT TUBUH PALING MURAH → Olahraga rutin. Tidak ada pil yang bisa menggantikan manfaat gerak.


11. SAAT DEMAM MENYERANG → Perbanyak minum air putih. Tubuh membutuhkan cairan lebih banyak untuk pulih.

Tuesday, September 1, 2026

HATI-HATI!, SANTRI YANG BELUM MENEMUKAN POTENSINYA, SERING MENCARI EKSISTENSI DENGAN CARA YANG SALAH

Remaja itu hubbuz zhuhur wa itsbatudz dzat

حُبُّ الظُّهُورِ وَإِثْبَاتِ الذَّاتِ

 

Keinginan untuk tampil, diakui, dan membuktikan keberadaan dirinya.

 

Remaja sedang berada pada fase ketika ia mulai bertanya:

"Siapa saya?"

"Apa kelebihan saya?"

"Apakah saya dihargai?"

"Apa yang membuat saya berbeda dari yang lain?"

 

Karena itu, keinginan untuk tampil bukan selalu masalah.

Yang menjadi masalah adalah ketika kebutuhan untuk tampil tidak menemukan saluran yang sehat.

 

Dalam kehidupan asrama

Santri yang belum menemukan minat, bakat, atau peran positifnya bisa mencari cara sendiri untuk membuktikan dirinya.

 

.Bentuk Pencarian Eksistensi yang Salah

Kebutuhan yang Belum TerpenuhiDisalurkan Secara Salah
Ingin diakuiMenjadi paling berani melanggar aturan
Ingin dikenalMembuat keributan
Ingin pengaruhMenguasai/mengatur teman
Ingin dianggap hebatMenunjukkan keberanian berlebihan
Ingin punya kelompokIkut-ikutan perilaku negatif teman
Ingin perhatianSering mencari masalah


Ingin menunjukkan kemampuan tetapi belum tahu tempat menyalurkannya.

 

Maka kadang “kenakalan” yang terlihat di permukaan adalah cara yang keliru untuk mengatakan:

“Saya ingin dilihat. Saya ingin diakui. Saya ingin punya tempat.”


Di sinilah peran musyrif menjadi penting

Jangan hanya mengatakan:

“Kamu jangan cari perhatian!”

 

Tetapi bantu santri menemukan cara yang benar untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan.

 

Dari mencari eksistensi berubah menjadi kontribusi.

Dari ingin dikenal berubah menjadi bermanfaat.

Dari ingin terlihat hebat berubah menjadi pribadi yang berprestasi.

Dari ingin memimpin teman berubah menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

 

Maka, musyrif jangan hanya melihat perilakunya.

 

Ketika ada santri yang sering membuat masalah, jangan berhenti pada pertanyaan:

“Apa kesalahannya?”

 

Tetapi lanjutkan dengan pertanyaan:

“Apa yang sebenarnya sedang ia cari?”

“Kebutuhan apa yang belum terpenuhi?”

“Potensi apa yang belum tersalurkan?”

“Di mana ia bisa menunjukkan kemampuan secara positif?”

 

Karena bisa jadi masalah perilakunya bukan karena santri tidak memiliki potensi, tetapi karena potensinya belum menemukan tempat.

 

Prinsip penting untuk musyrif

Jangan hanya mematikan perilaku negatif santri. Berikan panggung bagi potensi positifnya.

Kebutuhan SantriJika Salah SaluranJika Disalurkan dengan Benar
Ingin memimpinMengatur temanDiberi amanah kepemimpinan
Ingin dikenalMembuat keributanDiberi ruang tampil
Ingin dianggap hebatMelanggar aturanDiberi tantangan/prestasi
Suka berbicaraBanyak menggangguMenjadi MC/tutor sebaya
Energi tinggiMengganggu temanOlahraga/kegiatan fisik
Suka bergaulMembentuk geng negatifMenjadi penggerak kegiatan
Suka berkreasiUsilSeni, desain, konten edukatif

  

Kalau kita tidak memberi santri panggung untuk menunjukkan potensi, jangan heran jika ia mencari panggung melalui pelanggaran.

 

Maka di pengasuhan perbanyak ruang pengembangan bakat dan minat.

Pengasuhan perlu memperbanyak ruang aktualisasi, bukan hanya memperbanyak aturan.

 

Jangan biarkan santri mencari panggung melalui pelanggaran karena kita tidak menyediakan panggung melalui prestasi.

 

Karena itu, tidak cukup hanya bertanya: ‘Bagaimana menghentikan perilaku santri?’ Tanyakan juga: ‘Di mana kita bisa memberi ruang agar ia bisa menunjukkan dirinya dengan cara yang benar?’