This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, August 6, 2026

AMBIL HIKMAH

 Allah saja pernah difitnah memiliki seorang putra, padahal Mahasuci Dia dari segala tuduhan itu (Q.S. Maryam ayat 88–92). Rasulullah ﷺ pun pernah dituduh sebagai tukang sihir (Q.S. Yunus ayat 2). Jika Allah dan Rasul-Nya saja tidak luput dari ucapan manusia, maka tidak ada alasan bagiku berharap semua orang akan selalu memahami atau menyukaiku.


Karena itu, tak perlu sibuk membalas setiap perkataan. Cukup percayakan semuanya kepada Allah. Sebab setiap kebaikan maupun keburukan yang ditanam, pada waktunya akan kembali kepada pelakunya.


Itulah sunatullah yang nyata, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al Isra' ayat 7. Tenanglah, karena Allah tidak pernah salah menghitung, dan tidak pernah terlambat menegakkan keadilan.


BAHAYA TAKHBIB

Al-Imam Abu Ath-Thayyib rahimahullah berkata,

أَيْ خَدَعَهَا وَأَفْسَدَهَا أَوْ حَسَّنَ إِلَيْهَا الطَّلَاق لِيَتَزَوَّجهَا أَوْ يُزَوِّجهَا لِغَيْرِهِ أَوْ غَيْر ذَلِك

“Maknanya, ia menipu (menggoda) istri orang dan merusaknya, atau merayunya sampai meminta cerai dari suaminya agar dapat ia nikahi atau ia nikahkan dengan orang lain, atau kepentingan selain itu.” [‘Aunul Ma’bud, 9/2448]

Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-’Abbad hafizhahullah berkata,

لأن من أسباب الطلاق تخبيب المرأة على زوجها حتى تتمرد عليه وتسعى إلى التخلص منه بسبب هذا الإفساد

“Karena diantara sebab perceraian adalah ulah pihak ketiga yang merusak istri orang agar sang istri tidak lagi menyukai suaminya, hingga sang istri membangkang dan berusaha untuk berpisah dari suaminya karena ulah orang ketiga tersebut.” [Syarhu Sunan Abi Daud, 12/189, Asy-Syaamilah]


BEBERAPA PELAJARAN

1. Ancaman yang terdapat dalam hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa merusak seorang pekerja sehingga membangkang kepada majikannya dan merusak seorang wanita sehingga membangkang kepada suaminya adalah dosa besar.

2. Waspadai pergaulan dan komunikasi dengan lawan jenis tanpa batasan-batasan syari’at. Terlebih di masa ini, komunikasi menjadi sangat mudah. Tidak sedikit hubungan terlarang berawal dari kontak medsos.

3. Merusak rumah tangga orang bukan hanya bisa dilakukan oleh lawan jenis, bisa saja seorang istri dirusak oleh teman wanitanya bahkan keluarganya sendiri.

4. Hendaklah seorang suami mendidik dan mengawasi istri. Sebagaimana istri berkewajiban menasihati suami dengan ilmu dan lemah lembut.

5. Pentingnya menjaga kelangsungan dan keharmonisan rumah tangga, dan menjauhi sebab-sebab yang dapat merusaknya.

Antara laki-laki dan perempuan tidak ada istilah "teman". Tidak ada teman baik apalagi sahabat.

Karena salah satu dari mereka akan tergelincir suka. Oleh sebab itu jauhi ikhtilat

Kini julukan pelakor (perebut laki orang) dan pebinor (perebut bini orang) begitu akrab di masyarakat. Julukan ini pun lekat dengan stigma negatif.


Merusak rumah tangga orang.

"Barang siapa yang merusak hubungan wanita dengan suaminya, maka dia bukan bagian dari kami (H.R. Ahmad)

Bentuk gangguan secara tidak langsung : 

- memberikan perhatian lebih kepada pasangan sah orang lain

 - menerima curhat

- sering kontak-kontakan

- menceritakan masalah internal keluarga

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“… dan siapa yang merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya. Maka ia bukanlah dari (golongan) kami” (Hadits shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibn Hibban, Al-Nasa-a dalam al-Kubra dan Al-Baihaqi).

Belakangan ini film dan sinetron mengenai perselingkuhan sudah menjadi hal yang biasa saja. Orang ketiga (selingkuhan) yang menjadi wanita atau pria perusak rumah tangga orang lain seolah sudah tidak terdengar asing lagi.

Padahal ancaman hukumannya sungguh-sungguh amat berat dalam ajaran Islam. Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah mengatakan tentang hukum merusak hubungan wanita dengan suaminya:

“Perbuatan ini termasuk salah dosa besar. Sebab, jika syari’at melarang meminang pinangan saudaranya, maka bagaimana halnya dengan orang yang merusak isterinya, serta berusaha memisahkan di antara keduanya sehingga dia bisa berhubungan dengannya.

Perbuatan dosa ini tidak kurang dari perbuatan keji (zina). Walaupun tidak melebihinya, dan hak lain tidak gugur dengan taubat dari kekejian. Meskipun taubat telah menggugurkan hak Allah, namun hak hamba masih tetap ada.

Menzalimi seseorang (suami) dengan merusak isterinya dan kejahatan terhadap ranjangnya, hal itu lebih besar dibandingkan merampas hartanya secara zalim. Bahkan, tidak ada (hukuman) yang setara disisinya kecuali (dengan) mengalirkan darahnya.” (al-manawi dalam Faaidhul Qadiir)

Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain. (yang menjadi istrinya). dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’. Sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).

Ada kisah nyata yang terjadi di Lebanon, seorang istri yang terpikat seorang laki-laki yang dikenalnya ketika chatting di internet. Laki-laki ini sungguh jauh berbeda dengan sosok suaminya.

Ia sangat perhatian, suka bercanda, enak diajak ngobrol, hingga akhirnya sang istri tidak lagi berminat melayani suaminya dengan baik.

Ketika suaminya menjual komputer rumahnya, karena sang istri keranjingan chatting, istrinya malah marah-marah dan menggugat cerai. Karena suaminya begitu menyayangi sang istri, awalnya suaminya menolak menceraikan, tapi didesak terus-menerus, akhirnya mereka bercerai.

Sang istri mencari lelaki yang di dalam chatting senantiasa berjanji akan menikahinya jika ia berpisah dengan suaminya. Akan tetapi begitu ditemui, ternyata lelaki itu menolak untuk menikahinya.

“Aku tidak suka dengan istri yang tidak setia pada suami, sepertimu. Selama ini, aku hanya menguji sejauh mana kamu setia dengan suamimu”

Maka sungguh merugilah apa yang telah diperbuat sang istri, karena mengkhianati suaminya. Dan terpedaya bujuk rayu laki-laki lain yang memang suka merusak rumah tangga.

1. Hukum Ukhrowi

Para ulama bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram. Maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merusak seorang wanita. Agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Alasannya, hadîts nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam di atas menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau. Dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).


2. Hukum Duniawî

Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

1. Jika ada seorang lelaki yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya. Lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya.

Atau jika ada seorang lelaki merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan istrinya. Lalu sang lelaki yang merusak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perusak dengan wanita korban tindakan perusakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perusak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perusakannya harus dibatalkan. Baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perusakan seorang lelaki. Menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perusak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini. Walaupun secara hukum fiqih pendapat Jumhur lebih kuat. Akan tetapi pendapat Mâlikiyyah perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

2. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?

Para ulama berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini jika ada yang melakukan maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr.(hukuman) yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia. (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dan dipublikasikan perbuatannya. Agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî).

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, aamiin.

Orang yang berselingkuh itu diciptakan oleh keadaan bukan bawaan lahir. Atasi masalah yang mendasarinya sebelum pasangan kita berselingkuh. Dan tanamkan pada diri kita untuk selalu bisa menahan diri dengan terhormat agar tak masuk jurang perselingkuhan.

Solusi yang menyenangkan tidak selalu ada, tapi kita selalu bisa menunjukkan kesediaan untuk berkompromi dan membuat hubungan jadi lebih baik.

MENYERAP ENERGI SEKITAR

Pernah nggak, tiba-tiba mood di hati terasa turun tanpa sebab yang jelas?


Kadang, bukan kamu yang berubah. Bisa jadi kamu sedang menyerap energi dari sekitar.


Kita sering lupa, energi itu bisa berpindah lewat kata, tatapan, bahkan suasana yang kita hadapi setiap hari. Kalau terus dibiarkan, hati jadi mudah lelah, pikiran kehilangan tenang, dan jiwa pelan-pelan ikut goyah.


Karena itu, penting untuk punya energetic boundary.

Tetap peduli, tanpa harus ikut tenggelam.

Tetap hadir, tanpa harus menyerap semua energi yang bukan milikmu.


Tarik napas perlahan, tenangkan hati, hembuskan nafas perlahan, lalu serahkan semuanya kepada Allah.

Ada hal-hal yang cukup kamu doakan, lalu lepaskan.

ENERGI POSITIF

Energi seseorang selalu berbicara, bahkan sebelum lisannya mengucapkan sepatah kata. Karena itu, datangilah setiap orang dengan rasa hormat. Hormat adalah awal dari lahirnya energi yang baik.


Jadilah pribadi yang memancarkan energi positif, bukan sekadar menarik perhatian. Energi yang tulus memiliki daya tariknya sendiri. Ia tidak memaksa, tetapi mengundang. Tidak berisik, tetapi menghangatkan hati.


Hal yang indah dari energi yang baik adalah ia akan kembali kepada pemiliknya. Kebaikan yang kita pancarkan sering kali menemukan jalannya untuk kembali, meski melalui orang atau cara yang tidak pernah kita duga.


Namun, energi yang baik tidak bisa dibuat-buat. Senyum bisa dipalsukan, kata-kata bisa dirangkai, tetapi hati tetap memancarkan apa yang sebenarnya ada di dalamnya. Ketulusan selalu memiliki bahasa yang mampu dikenali oleh jiwa.


Karena itu, jangan heran jika terkadang kita merasa nyaman dengan seseorang yang baru dikenal. Bisa jadi, jiwa yang baik memang saling mengenali. Hati yang bersih akan lebih mudah menemukan hati yang juga dipenuhi cahaya.


Semoga Allah menjadikan hati kita bersih, lisan kita lembut, dan kehadiran kita membawa ketenangan bagi siapa pun yang ditemui. Sebab, sebaik-baik pengaruh bukan berasal dari penampilan, melainkan dari hati yang dipenuhi iman dan akhlak yang baik.

Wednesday, August 5, 2026

Mengantar Putra Putri Menyiapkan Ibadah Panjang

Banyak orang tua memberikan perhatian besar pada persiapan hari pernikahan putra/putrinya. Pelaminan harus indah, undangan harus elegan, seragam harus serasi, makanan harus premium, dan seluruh rangkaian acara harus berjalan sempurna. Namun, ada satu hal yang justru sering luput dipersiapkan yaitu : bekal ilmu untuk menjalani kehidupan setelah akad.


Menikah dan Berumahtangga


Menikah hanya butuh kedua mempelai, wali nikah dan ijab qobul. Adalah opsional untuk acara-acara yang menyertainya, baik sebelum maupun hari H.


Berumahtangga adalah ibadah terpanjang setelah menikah, seperti kita akan melakukan perjalanan panjang fan jauh pasti banyak bekal dan ilmu penting yang harus dioersiapkan dan diketahui.


Yanmg paling dibutuhkan calon pengantin bukan hanya pesta yang meriah, melainkan pemahaman tentang psikologi pernikahan, fiqih pernikahan, hukum perkawinan, psikologi perempuan, kesehatan reproduksi, parenting, visi dan peran, kecerdasan finansial, kedewasaan saat konflik, batasan dengan keluarga, hingga kemampuan menghadapi fase-fase awal rumah tangga yang penuh ujian.


Pengalaman saya, masa 1–5 tahun pertama pernikahan sering menjadi fase paling rentan. Di masa inilah dua pribadi belajar menyatukan ego, kebiasaan, cara berpikir, dan harapan. Tanpa bekal ilmu dan kesiapan mental, konflik kecil pun bisa berkembang menjadi masalah besar.


Ironisnya, masih banyak yang menjadikan kesiapan menikah hanya diukur dengan dua pertanyaan sederhana.


1. "Kamu cinta sama dia?"

"Iya."

2. "Sudah kerja?"

"Sudah."

"Kalau begitu, nikah saja.".


Cara berpikir seperti ini patut menjadi renungan. Sebab, cinta memang menjadi awal yang indah, tetapi tidak cukup untuk menjaga sebuah rumah tangga tetap kokoh. Pernikahan membutuhkan ilmu, kesabaran, tanggung jawab, dan komitmen yang terus dirawat setiap hari.


Investasi terbaik adalah memilih pasangan hidup. Semua investasi dihidupmu bisa saja tutup, bisa di cut loss, kecuali satu pasangan yang baik. Kalau salah entry di market ruginya cuma di angka. Tapi kalau salah entry di hidup, itu floating loss nya seumur hidup.


Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga membangun ibadah yang panjang menuju ridha Allah. Karena itu, jangan hanya mempersiapkan hari bahagia yamg satu hari, tetapi persiapkan juga kemampuan untuk mempertahankan kebahagiaan itu. Sebab, rumah tangga yang sakinah tidak lahir dari megahnya resepsi, melainkan dari hati yang dibimbing ilmu dan dikuatkan iman.


Sakinah adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian hati apapun kondisinya, baik itu sedang diatas angin, maupun sedang dalam kondisi di bawah. Sakinah juga ketenangan batin: Perasaan aman dan bebas dari rasa takut atau gelisah, merujuk pada Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Ar-Rum ayat 21.


Semoga Allah memudahkan mendampingi putra putri kita setiap langkah menuju pernikahan yang penuh keberkahan dalam ikatan suci Mitsaqqan Ghalidza, menjadikan ilmu sebagai fondasi, iman sebagai penguat, dan kasih sayang sebagai perekat hingga akhir hayat, Sakinah, Mawaddah, Warahmah dan Berkah Aamiin.


ALLAH MAMPUKANMU

Pernah suatu saat aku berkata,


"Ya Allah, aku tidak pernah memilih untuk melalui semua ini."


Lalu seakan hati ini mendengar jawaban yang begitu menenangkan,


"Engkau memang tidak memilihnya. Tetapi AKU yang memilihmu untuk menghadapinya. Dan jika hari ini engkau merasa tidak mampu, ketahuilah bahwa AKU pula yang akan memampukanmu."


Begitulah hidup.


Tidak semua jalan yang kita lalui adalah jalan yang ingin kita pilih. Ada masa ketika langkah terasa berat, dada sesak oleh ujian, dan hati lelah karena terus bertahan.


Namun di balik setiap takdir, ada hikmah yang sering kali baru kita pahami setelah semuanya terlewati.


Allah tidak pernah keliru memilih hamba-Nya. Jika sebuah ujian datang menghampirimu, itu bukan karena Allah ingin melihatmu jatuh, melainkan karena Dia mengetahui ada kekuatan dalam dirimu yang bahkan belum kamu sadari.


Maka jangan biarkan rasa putus asa mengalahkan keyakinanmu kepada-Nya.


Tetaplah bersandar kepada Allah. Saat jalan terasa gelap, biarkan cahaya petunjuk-Nya menjadi arah. Saat hati mulai goyah, gantungkan kembali seluruh harapan hanya kepada-Nya.


Karena janji Allah tidak pernah ingkar. Bersama setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Di balik setiap air mata, selalu ada hikmah. Dan dari setiap luka yang kita ikhlaskan, Allah sedang menuntun kita untuk semakin dekat kepada-Nya.


Barangkali hari ini kamu sedang lelah. Tapi jangan menyerah. Bisa jadi, ujian yang sedang kamu jalani adalah cara Allah mengangkat derajatmu, menghapus dosamu, dan mempersiapkanmu menjadi pribadi yang lebih kuat daripada yang pernah kamu bayangkan.


Tuesday, August 4, 2026

Kamu Masih Punya Orang Tua?

Kalau kamu masih punya orang tua?, tunjukin sama orang tua mu, kalau kamu mencintai mereka, selagi dia masih merasakan.


Jangan diem aja, nanti kayak aku, bisanya cuman doain aja.


Kalau masih ada keluarga yang mneyayangi kamu dan beberapa teman yang tulus, makanan sudah ada di meja, dan rumah untuk pulang, kamu lebih kaya daripada yang kamu kira.