TES #1: RASA HORMAT SAAT MARAH
Perhatikan bagaimana sikapnya ketika ia sedang marah, bukan ketika ia sedang baik-baik saja.
Apakah ia:
- Menghina Anda?
- Mempermalukan Anda?
- Mengancam Anda?
- Berbicara tanpa kendali?
- Atau tetap mampu mengendalikan diri?
Kemarahan sering kali memperlihatkan sisi asli seseorang.
TES #2: UJIAN KETENANGAN
Jujurlah.
- Apakah kehadirannya membuat hidup Anda:
- Lebih mudah atau justru lebih sulit?
- Lebih fokus atau justru lebih penuh tekanan?
Pernikahan seharusnya menghadirkan ketenangan, bukan menambah masalah.
TES #3: KESETIAAN TANPA PENGAWASAN
Bagaimana sikapnya ketika Anda tidak berada di dekatnya?
Apakah ia tetap:
- Menghormati Anda?
- Menjaga privasi?
- Disiplin?
Atau justru mencari perhatian dari orang lain?
Jika kesetiaan harus terus diawasi, itu bukan kesetiaan.
TES #4: UJIAN MASA SULIT
Bayangkan sesuatu berkurang.
Lihat reaksinya.
Apakah ia tetap mendukung Anda?
Atau mulai menjauh?
Semua orang bisa bertahan saat keadaan mudah.
Yang penting adalah bagaimana sikapnya ketika keadaan sulit.
TES #5: KERJA SAMA
Mampukah ia mengikuti kepemimpinan Anda tanpa memperdebatkan setiap hal?
- Bukan karena dikendalikan.
- Bukan karena takut.
- Melainkan karena kerja sama.
Dua kapten dalam satu kapal dapat membuat kapal kehilangan arah.
- Kecantikan akan memudar.
- Ketertarikan akan memudar.
- Rasa antusias juga akan memudar.
- Karakter tidak.
Perceraian sebenarnya tidak dimulai setelah menikah.
Sering kali ia dimulai ketika tanda-tanda buruk (red flags) diabaikan selama masa pacaran.
Lalu berharap semuanya akan berubah.
Sering kali, itu tidak terjadi.
Renungkanlah.
Sebagian besar pria baru memahami sifat wanita ketika semuanya sudah terlambat.
- Setelah patah hati.
- Setelah dikhianati.
- Setelah bercerai.
Setelah bertahun-tahun yang tidak bisa dikembalikan.
Harga dari ketidaktahuan hampir selalu lebih mahal daripada harga sebuah pengetahuan.