This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, September 17, 2026

KETIKA KAMU RAGU, BISA JADI ITU SINYAL DARI ALLAH AGAR JANGAN DITERUSKAN

Siapa sih yang gak pernah ngerasain di fase ini, semua orang pasti merasakan ragu terhadap calon pasangannya, ini bukan sekedar deg-degan biasa, tapi ada rasa berat, gelisah, bahkan hati kecilmu seperti terus berbisik "kayanya ada yang gak beres", banyak orang mengabaikan rasa ini, mereka bilang "ah gak mungkin cuma ovt, padahal sering seringkali, keraguan itu bukan pikiran, tapi hal ini alarm dari hati yang Allah titipkan. 

Ada 3 jenis keraguan yang sebaiknya jangan kamu abaikan, 

  1. kamu sering merasa tidak dihargai, pendapatmu dianggap remeh, perasaanmu sering disepelekan, 
  2. kamu melihat karakter yang jelas bermasalah tapi berharap dia berubah setelah menikah dengan harapan memperbaiki pasangan, padahal pernikahan justru memperjelas karakter aslinya, 
  3. setiap kali memikirkan masa depan dengannya, yang muncul justru rasa takut, bukan ketenangan, cinta yang baik memang tidak selalu mulus, tapi seharusnya menghadirkan rasa tenang, bukan kecemasan yang terus menghantui. 

Kadang Allah berbicara lewat kegelisahan yang terus menerus kamu rasakan, jangan memaksakan sesuatu hanya karena terlanjur merencanakan tunangan, atau sudah tunangan, atau bahkan yang mau langsung menjalani proses pernikahan.

Menunda atau membatalkan perencanaan tunangan atau nikah memanglah menyakitkan, tetapi hidup bersama dengan orang yang salah bisa menyakitkan seumur hidup, karena jodoh yang baik bukan hanya yang kamu cintai, tapi yang membuat hatimu merasa pulang ke tempat yang nyaman dan tenang,

Wednesday, September 16, 2026

KENAPA JABATAN SE-PENTING JUSTRU JATUH KE TANGAN ORANG YANG PALING TIDAK KOMPETEN?

Pernah heran kenapa posisi strategis justru kadang diisi oleh orang yang sering salah langkah, minim kemampuan, bahkan berulang kali melakukan blunder?

Jauh-jauh hari, akan adanya manusia ngawur dan berbahaya itu sudah diperingatkan oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

Dan fenomena seperti ini punya istilah yang sudah dikenal sejak 1636: kakistokrasi—sebuah sistem ketika kekuasaan justru berada di tangan orang-orang yang paling buruk atau tidak cakap.


Lalu, kenapa hal seperti ini bisa terjadi?


Salah satu penjelasan yang sering muncul adalah oligarki atau shadowy cabal—kelompok elite yang bekerja di balik layar dan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan politik.


Orang yang cerdas, mandiri, dan terlalu idealis bisa menjadi sulit dikendalikan. Sementara itu, bagi sebagian elite, pemimpin yang mudah diarahkan justru dianggap lebih menguntungkan.


Ketika kekuasaan hanya menjadi alat untuk melindungi kepentingan segelintir orang, negara bisa bergerak ke arah kleptokrasi—pemerintahan yang korup dan menggunakan kekuasaan untuk mengeruk kekayaan publik.


Di depan, sang penguasa menjadi wajah dan tameng.


Di belakang, kepentingan segelintir elite terus bermain.


Karena itu, orang yang haus jabatan tetapi miskin ilmu dan prinsip bisa menjadi target yang sangat mudah dikendalikan: cukup diberi kekuasaan, selama ia bersedia mengikuti permainan.


Pada akhirnya, masalah terbesar bukan hanya siapa yang duduk di kursi kekuasaan.


Tetapi siapa yang mengendalikan kursi itu dari belakang.


Dan sebagai masyarakat, kita perlu belajar membedakan antara pemimpin yang benar-benar berkuasa dan mereka yang sekadar menjadi alat bagi kekuasaan orang lain.


Sebab dalam Islam, jabatan bukanlah mahkota untuk dibanggakan.


Ia adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.


“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya...”

(QS. An-Nisa: 58)



Saturday, September 12, 2026

3 RAHASIA BESAR SAAT KITA SEDANG BERSHOLAWAT

Tiga rahasia besar di balik sholawat yang jarang diketahui, padahal setiap kali kita bersholawat ada kemuliaan luar biasa yang sedang terjadi. Banyak orang baca sholawat karena tahu bahwa ia berpahala, namun tidak banyak yang menyadari bahwa di balik sholawat terdapat rahasia-rahasia besar yang disebutkan dalam dalil-dalil yang shoheh.


Rahasia Pertama :

Ketika kamu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah membalasnya dengan bersholawat kepada dirimu. Rasulullah SAW bersabda: 


من صلي علي صلاة واحدة صلي الله عليه بها عشرا


"Barang siapa yang bersholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali."


Lalu apa makna sholawat Allah kepada seorang hamba? Abu Al-Aliyah Rahimahullah berkata:


صلاة الله علي عبده ثناؤه عليه عند الْمَلَائِكَةِ


 "Sholawat Allah kepada hamba-Nya adalah pujian Allah kepadanya di hadapan para malaikat."


Bayangkan saudaraku... saat lisanmu mengucapkan sholawat di bumi, Allah menyebut dan memuji namamu di hadapan para malaikat di langit. 


Rahasia Kedua :

Dengan sholawat namamu disebut di hadapan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di bumi yang menyampaikan kepadaku salam dari umatku." Dalam hadits yang lain beliau bersabda: 


فان صلاتكم معروضة علي


"Sesungguhnya sholawat kalian diperlihatkan kepadaku."


Artinya, sholawat yang engkau ucapkan tidak hilang begitu saja. Dengan izin Allah, para malaikat menyampaikannya kepada Rasulullah SAW. 


Di tengah milyaran manusia yang pernah hidup di muka bumi, namamu termasuk di antara orang-orang yang disebut ketika sholawat dan salammu disampaikan kepada beliau. 


Rahasia Ketiga :

Sholawat bukan hanya mendatangkan pahala, tatapi juga menjadi sebab hilangnya kegelisahan dan dicukupkannya kebutuhan. 


Ketika Ubay bin Ka'ab berkata, bahwa ia akan memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi SAW, beliau menjawab: 


اذا تكفي همك ويغفر لك ذنبك


"Jika demikian, niscaya kegundahanmu akan dicukupkan dan dosamu akan diampuni."


Betapa banyak manusia hari ini yang mencari ketenangan kemana-mana, tetapi melupakan amalan yang ringan ini. Padahal, lisan yang terbiasa membaca sholawat adalah lisan yang sedang menjemput rahmat Allah, dekat dengan Rasulullah SAW dan sebagai sebab datangnya ketenangan dalam hidupnya.


Mulai hari ini marilah kita perbanyak sholawat kepada Nabi kita Muhammad SAW.

Friday, September 11, 2026

Bacaan Sholat & Artinya

 Takbiratul Ihram ---> ALLAAHU AKBAR (Allah Maha Besar)


Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. 

(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi&petangemoticon-Wink.


Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.

(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit&bumi;, dgn penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)


Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin.

(Sesungguhnya shalatku, ibadah qurbanku, hidupku&matiku;, hny utk Allah Rabb Semesta Alam).


Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.

(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)


Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna

iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya.

Subhaanallaah.


Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.


Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)

(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)


Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin

(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)


Arrahmaan, Arrahiim

(Maha Pengasih, Maha Penyayang)


Maaliki, yaumiddiin

(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)


Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin

(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)


Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh

harap ketika membacanya.


(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)


Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim

(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)


Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.

(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)


Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.


Ruku'

Lalu ruku', dimana ketika ruku' ini beliau mengucapkan

bermacam-macam dzikir dan do'a. Kadangkala beliau

mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :

1. Subhaana, rabbiyal, 'adzhiimi.

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)

---> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.

(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad Daaruquthni,

Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

---> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekatilama berdirinya.

2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.

(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) --> Riwayat Muslim

3. Allaahumma, laka raka'at, wa aamantu, wa laka aslamtu, (Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku'ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).

anta rabbiiy, khasa'a laka sam'iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa'adzhomii, wa fii riwaayah

(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)

wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil 'aalamiin.

(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allah, Tuhan semesta alam)

(HR. Ad-Dharuquthni)


Memperpanjang Ruku'

Diriwayatkan bahwa :

"Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku', sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya."

(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)


I'tidal

Rasululullaah Sallaahu 'alayhi wa sallaam mengangkat

punggungnya dari ruku' sambil mengucapkan,

"Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :

Sami'allaahu, li, man, hamida, hu

(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)

"Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan "sami'allaahu liman hamidah",

maka ucapkanlah "rabbanaa lakal hamdu", niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., "Mudah-mudahan Allah

mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Maka mari kita baca :

Rabbanaa, lakal, hamdu

(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :

mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba'du

(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)

Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu 'Uwanah)


Sujud

Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita

mengucapkan do'a-do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.

1. Subhaana, rabbiyal, a'laa

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)

Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

2. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh

(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)


Duduk antara dua Sujud

Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo'a sepertinya do'anya Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta'ala.

Di dalam duduk ini, Rasulullaah SAW mengucapkan :

Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, wahdinii, wa'aafinii, warzuqnii

(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah

kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).


Duduk At-Tasyaahud Awal

(Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.

Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan&kebaikan;.

Assalaamu 'alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi&beserta; rahmat Allah&berkatNya;.

Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.

Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu, anna muhammadarrasulullah.

Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya. * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :

Assalaamu 'alannabiy.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.

Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.

Dari Ibnu 'Abbas :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.

Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.

Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.

(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa,muhammadan, 'abduhu, warasulluh.)


Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.


Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.

Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.

Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.

Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.

Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.

Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.

Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Tuesday, September 8, 2026

Kenapa kita butuh sholat 5 x sehari

Karena tidak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati, atau kuat.

Kecuali Allah.

Allah tidak menyuruhmu menlepaskan semuanya. DIA hanya memanggilmu untuk bersujud.

  • Saat ingin menyerah
  • Saat diri lelah
  • Saat hati terasa capek
  • Saat semua pintu terasa tertutup

Dia tetap mempersilahkanmu datang

Saat semua telinga lelah mendengar, DIA tidak pernah bosan mendengarkan.

Dan andai malam ini tidak ada lagi yang menguatkanmu, menangislah jika memang ingin menangis, tapi jangan sampai air matamu menjauhkanmu dari sajadah.

Karena seringkali jawaban atas luka terdalam, lahir dari sujud yang paling lama.

Bahkan ketika kau lupa mengingat-NYA, DIA masih memberìkanmu kesempatan untuk kembali.

Mungkin dunia tak selalu mengerti lelahmu.

Tapi Allah selalu tahu alasan di balik setiap air matamu.

Sujudlah, biarkan Allah yang menenangkan sisanya.


Monday, September 7, 2026

Mereka yang RIYA "atau" kita yang HASAD?


Akhir-akhir ini sering masuk ke messenger baik itu bbm, wa, line, telegram, fb, quote-quotes seperti di atas, dan kita jadikan untuk menyindir ketika ada teman yang posting status di medsos kegiatannya habis ibadah, langsung judge, nih orang riya' (pamer) banget sih. Ibadah aja ampe diumumin segala di medsos.

Trus coba bertanya ke orang yang ahli agama. Ternyata jawabannya makjleb.

"Apa yang orang lain lakukan, biarlah itu menjadi urusannya dengan TuhanNya. Kita ga berhak menentukan ia riya' atau tidak. Toh kita juga belum tentu lebih baik dari dia."
Sejak itulah, saya pribadi mulai memahami..kita itu mudah sekali menilai orang lain ini itu, tapi sedikit sekali introspeksi apakah kita sudah memperbaiki diri sendiri dulu ketimbang mengomentari urusan orang lain.

Coba membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan akan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Jadi apapun yang kita kerjakan bernilai ibadah kepada Allah.

Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana caranya menyembunyikan ibadah sholat berjamaah kita di masjid?
Bisa jadi setelah membaca quotes tersebut kita jadi enggan ke masjid agar tidak dikira Riya'

Bagaimana menyembunyikan betapa tawadu nya kita kita kepada orang tua, ajengan atau guru ?
Agar tidak dikira Riya, bisa jadi kita malu untuk menghormati otang tua, guru, ustadz ustadzah dll..

Apakah akan seperti itu?

Makanya...
>>saya ga pernah terganggu orang yg posting status habis tilawah nih, habis khatam quran nih, habis sedekah dll.
Bukan apa-apa, saya sendiri belum tentu bisa seperti dia. Malah jadi pemicu, tuh dia aja bisa lho memanfaatkan waktunya dengan baik.

>>saya ga pernah terganggu ketika orang posting habis beli barang mewah, beli ini beli itu.
Lha wong dia belinya juga pake duit dia ini. Beda halnya klo hasil ngutang ke saya.
Klo ada yang beli sesuatu yang kebetulan saya juga pengen, misalnya si A habis beli honda freed warna putih, paling cuma bisa bergumam aja..duh bagusnya tuh mobil. Suatu saat saya juga pasti bisa beli mobil kaya gitu. Aamiin.

>>saya ga pernah terganggu ketika liat foto teman yg sedang liburan ke luar negri atau sedang foto di depan kabah (umroh).
Malahan senang, oh ternyata ada yaa tempat seindah itu. Bisa jadi referensi tempat liburan nih.

Atau...Wah si A sudah umrah, semoga saya dan keluarga juga bisa umrah dan melihat kabah dari dekat. Sekarang ngebayangin dulu sambil liat foto nya.

Ga perlu pusing-pusing nilai orang..uhh dasar riya', tukang pamer, hobi show up dll. Jika pun ia benar memang riya', biarlah itu jadi urusannya dengan TuhanNya.

Apa klo mereka pamer, trus pahala kita jadi nambah? Kan ga juga yaa..jadi buat apa dipusingin..???

Akhirul kalam..ada baiknya kita yg coba berbicara ke hati masing2..
"Mereka yang riya' atau kita yang hasad (iri/dengki)?"

@Tuntunan hidup


Saturday, September 5, 2026

6 Ucapan Orang Tua yang Tanpa Sengaja Bisa Melukai Hati Anak di Pondok

1. "Kalau memang tidak kuat, berhenti saja." Kalimat ini dapat membuat anak mudah menyerah sebelum belajar menghadapi kesulitan.


2. "Kenapa selalu kamu yang membuat orang tua khawatir?" Anak bisa merasa kehadirannya hanya membawa masalah bagi keluarga.


3. "Lihat temanmu, dia bisa lebih baik dari kamu." Membandingkan anak hanya akan membuatnya merasa tidak cukup berharga.


4. "Jangan sampai perilakumu mempermalukan keluarga." Anak akhirnya menjalani pendidikan dengan tekanan, bukan dengan kesadaran.


5. "Kalau sikapmu tetap seperti ini, percuma kamu mondok." Ucapan tersebut dapat membuat anak merasa seluruh prosesnya tidak dihargai.


6. "Biaya pondokmu besar, tetapi hasilnya belum kelihatan." Anak dapat merasa dirinya hanya menjadi beban dan mengecewakan orang tua.


Berhati-hatilah saat berbicara. Anak yang sedang jauh dari rumah membutuhkan dukungan, kepercayaan, dan doa, bukan kalimat yang melemahkan hatinya