This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, September 11, 2026

Bacaan Sholat & Artinya

 Takbiratul Ihram ---> ALLAAHU AKBAR (Allah Maha Besar)


Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. 

(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi&petangemoticon-Wink.


Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.

(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit&bumi;, dgn penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)


Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin.

(Sesungguhnya shalatku, ibadah qurbanku, hidupku&matiku;, hny utk Allah Rabb Semesta Alam).


Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.

(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)


Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna

iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya.

Subhaanallaah.


Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.


Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)

(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)


Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin

(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)


Arrahmaan, Arrahiim

(Maha Pengasih, Maha Penyayang)


Maaliki, yaumiddiin

(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)


Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin

(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)


Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh

harap ketika membacanya.


(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)


Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim

(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)


Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.

(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)


Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.


Ruku'

Lalu ruku', dimana ketika ruku' ini beliau mengucapkan

bermacam-macam dzikir dan do'a. Kadangkala beliau

mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :

1. Subhaana, rabbiyal, 'adzhiimi.

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)

---> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.

(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad Daaruquthni,

Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

---> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekatilama berdirinya.

2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.

(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) --> Riwayat Muslim

3. Allaahumma, laka raka'at, wa aamantu, wa laka aslamtu, (Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku'ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).

anta rabbiiy, khasa'a laka sam'iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa'adzhomii, wa fii riwaayah

(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)

wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil 'aalamiin.

(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allah, Tuhan semesta alam)

(HR. Ad-Dharuquthni)


Memperpanjang Ruku'

Diriwayatkan bahwa :

"Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku', sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya."

(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)


I'tidal

Rasululullaah Sallaahu 'alayhi wa sallaam mengangkat

punggungnya dari ruku' sambil mengucapkan,

"Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :

Sami'allaahu, li, man, hamida, hu

(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)

"Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan "sami'allaahu liman hamidah",

maka ucapkanlah "rabbanaa lakal hamdu", niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., "Mudah-mudahan Allah

mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Maka mari kita baca :

Rabbanaa, lakal, hamdu

(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :

mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba'du

(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)

Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu 'Uwanah)


Sujud

Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita

mengucapkan do'a-do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.

1. Subhaana, rabbiyal, a'laa

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)

Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

2. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh

(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)


Duduk antara dua Sujud

Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo'a sepertinya do'anya Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta'ala.

Di dalam duduk ini, Rasulullaah SAW mengucapkan :

Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, wahdinii, wa'aafinii, warzuqnii

(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah

kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).


Duduk At-Tasyaahud Awal

(Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.

Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan&kebaikan;.

Assalaamu 'alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi&beserta; rahmat Allah&berkatNya;.

Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.

Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu, anna muhammadarrasulullah.

Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya. * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :

Assalaamu 'alannabiy.

Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.

Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.

Dari Ibnu 'Abbas :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.

Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.

Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.

(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa,muhammadan, 'abduhu, warasulluh.)


Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.


Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.

Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.

Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.

Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.

Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.

Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.

Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Tuesday, September 8, 2026

Kenapa kita butuh sholat 5 x sehari

Karena tidak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati, atau kuat.

Kecuali Allah.

Allah tidak menyuruhmu menlepaskan semuanya. DIA hanya memanggilmu untuk bersujud.

  • Saat ingin menyerah
  • Saat diri lelah
  • Saat hati terasa capek
  • Saat semua pintu terasa tertutup

Dia tetap mempersilahkanmu datang

Saat semua telinga lelah mendengar, DIA tidak pernah bosan mendengarkan.

Dan andai malam ini tidak ada lagi yang menguatkanmu, menangislah jika memang ingin menangis, tapi jangan sampai air matamu menjauhkanmu dari sajadah.

Karena seringkali jawaban atas luka terdalam, lahir dari sujud yang paling lama.

Bahkan ketika kau lupa mengingat-NYA, DIA masih memberìkanmu kesempatan untuk kembali.

Mungkin dunia tak selalu mengerti lelahmu.

Tapi Allah selalu tahu alasan di balik setiap air matamu.

Sujudlah, biarkan Allah yang menenangkan sisanya.


Monday, September 7, 2026

Mereka yang RIYA "atau" kita yang HASAD?


Akhir-akhir ini sering masuk ke messenger baik itu bbm, wa, line, telegram, fb, quote-quotes seperti di atas, dan kita jadikan untuk menyindir ketika ada teman yang posting status di medsos kegiatannya habis ibadah, langsung judge, nih orang riya' (pamer) banget sih. Ibadah aja ampe diumumin segala di medsos.

Trus coba bertanya ke orang yang ahli agama. Ternyata jawabannya makjleb.

"Apa yang orang lain lakukan, biarlah itu menjadi urusannya dengan TuhanNya. Kita ga berhak menentukan ia riya' atau tidak. Toh kita juga belum tentu lebih baik dari dia."
Sejak itulah, saya pribadi mulai memahami..kita itu mudah sekali menilai orang lain ini itu, tapi sedikit sekali introspeksi apakah kita sudah memperbaiki diri sendiri dulu ketimbang mengomentari urusan orang lain.

Coba membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan akan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Jadi apapun yang kita kerjakan bernilai ibadah kepada Allah.

Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana caranya menyembunyikan ibadah sholat berjamaah kita di masjid?
Bisa jadi setelah membaca quotes tersebut kita jadi enggan ke masjid agar tidak dikira Riya'

Bagaimana menyembunyikan betapa tawadu nya kita kita kepada orang tua, ajengan atau guru ?
Agar tidak dikira Riya, bisa jadi kita malu untuk menghormati otang tua, guru, ustadz ustadzah dll..

Apakah akan seperti itu?

Makanya...
>>saya ga pernah terganggu orang yg posting status habis tilawah nih, habis khatam quran nih, habis sedekah dll.
Bukan apa-apa, saya sendiri belum tentu bisa seperti dia. Malah jadi pemicu, tuh dia aja bisa lho memanfaatkan waktunya dengan baik.

>>saya ga pernah terganggu ketika orang posting habis beli barang mewah, beli ini beli itu.
Lha wong dia belinya juga pake duit dia ini. Beda halnya klo hasil ngutang ke saya.
Klo ada yang beli sesuatu yang kebetulan saya juga pengen, misalnya si A habis beli honda freed warna putih, paling cuma bisa bergumam aja..duh bagusnya tuh mobil. Suatu saat saya juga pasti bisa beli mobil kaya gitu. Aamiin.

>>saya ga pernah terganggu ketika liat foto teman yg sedang liburan ke luar negri atau sedang foto di depan kabah (umroh).
Malahan senang, oh ternyata ada yaa tempat seindah itu. Bisa jadi referensi tempat liburan nih.

Atau...Wah si A sudah umrah, semoga saya dan keluarga juga bisa umrah dan melihat kabah dari dekat. Sekarang ngebayangin dulu sambil liat foto nya.

Ga perlu pusing-pusing nilai orang..uhh dasar riya', tukang pamer, hobi show up dll. Jika pun ia benar memang riya', biarlah itu jadi urusannya dengan TuhanNya.

Apa klo mereka pamer, trus pahala kita jadi nambah? Kan ga juga yaa..jadi buat apa dipusingin..???

Akhirul kalam..ada baiknya kita yg coba berbicara ke hati masing2..
"Mereka yang riya' atau kita yang hasad (iri/dengki)?"

@Tuntunan hidup


Saturday, September 5, 2026

6 Ucapan Orang Tua yang Tanpa Sengaja Bisa Melukai Hati Anak di Pondok

1. "Kalau memang tidak kuat, berhenti saja." Kalimat ini dapat membuat anak mudah menyerah sebelum belajar menghadapi kesulitan.


2. "Kenapa selalu kamu yang membuat orang tua khawatir?" Anak bisa merasa kehadirannya hanya membawa masalah bagi keluarga.


3. "Lihat temanmu, dia bisa lebih baik dari kamu." Membandingkan anak hanya akan membuatnya merasa tidak cukup berharga.


4. "Jangan sampai perilakumu mempermalukan keluarga." Anak akhirnya menjalani pendidikan dengan tekanan, bukan dengan kesadaran.


5. "Kalau sikapmu tetap seperti ini, percuma kamu mondok." Ucapan tersebut dapat membuat anak merasa seluruh prosesnya tidak dihargai.


6. "Biaya pondokmu besar, tetapi hasilnya belum kelihatan." Anak dapat merasa dirinya hanya menjadi beban dan mengecewakan orang tua.


Berhati-hatilah saat berbicara. Anak yang sedang jauh dari rumah membutuhkan dukungan, kepercayaan, dan doa, bukan kalimat yang melemahkan hatinya

ZIARAH KUBUR ATAU MENDOAKAN DARI JAUH

By Ustadz Saifudin Zuhri

Jujur, pertanyaan ini sering terlintas di benak. Kalau niatnya mendoakan, toh Allah Maha Mendengar dari mana saja. Kenapa harus datang langsung?


Padahal, ziarah kubur terdapat keistimewaan besar. Mari kita kupas alasan indahnya secara ilmiah:


1. Membahagiakan Ruh dan Bukti Bakti Kedatangan seorang anak atau kerabat ke makam ibarat kunjungan nyata yg sangat dinantikan oleh ahli kubur. Kehadiran fisik kita di sisinya, mengirimkan tahlil dan doa, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka sekaligus menjadi bukti bakti tulus seorang anak meski orang tuanya telah tiada.


2. Berdasarkan riwayat Khatib Baghdadi, Rosul bersabda bahwa saat kita mendatangi makam saudaranya yang dikenal lalu mengucapkan salam, ahli kubur tersebut mengenali dan menjawab salam kita, ikatan batin langsung yg tak didapat dari rumah.


3. Obat Hati & Mengingat Kematian Imam Ghazali menegaskan ziarah adalah penawar agar kita tak terlena dunia. Melihat makam langsung meruntuhkan kesombongan dan melembutkan hati yang keras.


4. Pahala Setara Haji & Ampunan Dalam Hasyiyah Qulyubi, menziarahi makam orang tua di hari Jumat mendatangkan ampunan dosa, bahkan sebagian riwayat menyetarakan pahalanya dengan haji.


5. Meringankan Siksa Kubur Menaburkan bunga atau pelepah basah di atas makam mendatangkan tasbih dari tumbuhan tersebut yang berfaedah meringankan siksa kubur si mayit, seperti yang dicontohkan Rasul SAW.


Doa dari rumah itu memang sampai, tetapi datang langsung adalah paket lengkap: bagi mayit, ia mendapat kebahagiaan kunjungan fisik dan diringankan azabnya; bagi kita yang hidup, ziarah adalah vitamin iman agar hati kembali lembut & ingat akan kehidupan yang hanya sementara.


Ziarah kubur bukanlah tradisi asing, melainkan sunnah yang sanad amaliyahnya tersambung hingga zaman Nabi SAW, yang terus dirawat turun-temurun sampai hari ini.


Soal ziarah ke makam para wali atau orang sholeh, hakikatnya tetap murni memohon kepada Allah. Jadikan kedudukan orang saleh tersebut sebagai perantara karena kedekatan mereka dengan Allah, bukan meminta kepada yang ada di dalam kubur. Jangan sampai salah niat, ya!


Dulu Nabi SAW sempat melarang, namun kemudian beliau bersabda: "Dulu aku melarang kalian berziarah kubur. Tapi sekarang, berziarahlah, karena ziarah kubur dapat melunakkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan pada akhirat." (HR. Muslim)


Referensi: Shahih Muslim; Imam Ghazali, Ihya' Ulumuddin; Kitab Hasyiyah al-Qulyubi; Hadis Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi.


Thursday, September 3, 2026

OBAT GRATIS

1. PENGUAT JANTUNG → Jalan kaki & tepuk tangan rutin. Murah, sederhana, tapi dampaknya luar biasa.


2. RAHASIA KECANTIKAN ALAMI → Tidur cukup. Tidak ada krim yang bisa menggantikan kekuatan tidur berkualitas.


3. PENGUAT OTOT → Push-up. Latihan sederhana yang mampu menjaga kekuatan tubuh lebih lama.


4. SUMBER KALSIUM ALAMI → Sinar matahari pagi. Gratis setiap hari, tapi sering diabaikan.


5. PELANCAR ENERGI TERKUAT - Tertawa. Bisa mengubah suasana hati dan membuat tubuh terasa lebih hidup.


6. PENGUAT PARU-PARU → Tarik napas dalam-dalam. Semakin baik pernapasan, semakin baik pasokan oksigen tubuh.


7. PENGUAT LIVER → Jalan jinjit beberapa menit setiap hari untuk membantu tubuh tetap aktif.


8. PENGUAT LAMBUNG → Jauhi stres berlebihan. Pikiran yang tenang sering kali menjadi obat terbaik.


9. SUPLEMEN TERBAIK YANG JARANG DISADARI → Rendam kaki dengan air hangat sebelum tidur.


10. PENGUAT TUBUH PALING MURAH → Olahraga rutin. Tidak ada pil yang bisa menggantikan manfaat gerak.


11. SAAT DEMAM MENYERANG → Perbanyak minum air putih. Tubuh membutuhkan cairan lebih banyak untuk pulih.

Tuesday, September 1, 2026

HATI-HATI!, SANTRI YANG BELUM MENEMUKAN POTENSINYA, SERING MENCARI EKSISTENSI DENGAN CARA YANG SALAH

Remaja itu hubbuz zhuhur wa itsbatudz dzat

حُبُّ الظُّهُورِ وَإِثْبَاتِ الذَّاتِ

 

Keinginan untuk tampil, diakui, dan membuktikan keberadaan dirinya.

 

Remaja sedang berada pada fase ketika ia mulai bertanya:

"Siapa saya?"

"Apa kelebihan saya?"

"Apakah saya dihargai?"

"Apa yang membuat saya berbeda dari yang lain?"

 

Karena itu, keinginan untuk tampil bukan selalu masalah.

Yang menjadi masalah adalah ketika kebutuhan untuk tampil tidak menemukan saluran yang sehat.

 

Dalam kehidupan asrama

Santri yang belum menemukan minat, bakat, atau peran positifnya bisa mencari cara sendiri untuk membuktikan dirinya.

 

.Bentuk Pencarian Eksistensi yang Salah

Kebutuhan yang Belum TerpenuhiDisalurkan Secara Salah
Ingin diakuiMenjadi paling berani melanggar aturan
Ingin dikenalMembuat keributan
Ingin pengaruhMenguasai/mengatur teman
Ingin dianggap hebatMenunjukkan keberanian berlebihan
Ingin punya kelompokIkut-ikutan perilaku negatif teman
Ingin perhatianSering mencari masalah


Ingin menunjukkan kemampuan tetapi belum tahu tempat menyalurkannya.

 

Maka kadang “kenakalan” yang terlihat di permukaan adalah cara yang keliru untuk mengatakan:

“Saya ingin dilihat. Saya ingin diakui. Saya ingin punya tempat.”


Di sinilah peran musyrif menjadi penting

Jangan hanya mengatakan:

“Kamu jangan cari perhatian!”

 

Tetapi bantu santri menemukan cara yang benar untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan.

 

Dari mencari eksistensi berubah menjadi kontribusi.

Dari ingin dikenal berubah menjadi bermanfaat.

Dari ingin terlihat hebat berubah menjadi pribadi yang berprestasi.

Dari ingin memimpin teman berubah menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

 

Maka, musyrif jangan hanya melihat perilakunya.

 

Ketika ada santri yang sering membuat masalah, jangan berhenti pada pertanyaan:

“Apa kesalahannya?”

 

Tetapi lanjutkan dengan pertanyaan:

“Apa yang sebenarnya sedang ia cari?”

“Kebutuhan apa yang belum terpenuhi?”

“Potensi apa yang belum tersalurkan?”

“Di mana ia bisa menunjukkan kemampuan secara positif?”

 

Karena bisa jadi masalah perilakunya bukan karena santri tidak memiliki potensi, tetapi karena potensinya belum menemukan tempat.

 

Prinsip penting untuk musyrif

Jangan hanya mematikan perilaku negatif santri. Berikan panggung bagi potensi positifnya.

Kebutuhan SantriJika Salah SaluranJika Disalurkan dengan Benar
Ingin memimpinMengatur temanDiberi amanah kepemimpinan
Ingin dikenalMembuat keributanDiberi ruang tampil
Ingin dianggap hebatMelanggar aturanDiberi tantangan/prestasi
Suka berbicaraBanyak menggangguMenjadi MC/tutor sebaya
Energi tinggiMengganggu temanOlahraga/kegiatan fisik
Suka bergaulMembentuk geng negatifMenjadi penggerak kegiatan
Suka berkreasiUsilSeni, desain, konten edukatif

  

Kalau kita tidak memberi santri panggung untuk menunjukkan potensi, jangan heran jika ia mencari panggung melalui pelanggaran.

 

Maka di pengasuhan perbanyak ruang pengembangan bakat dan minat.

Pengasuhan perlu memperbanyak ruang aktualisasi, bukan hanya memperbanyak aturan.

 

Jangan biarkan santri mencari panggung melalui pelanggaran karena kita tidak menyediakan panggung melalui prestasi.

 

Karena itu, tidak cukup hanya bertanya: ‘Bagaimana menghentikan perilaku santri?’ Tanyakan juga: ‘Di mana kita bisa memberi ruang agar ia bisa menunjukkan dirinya dengan cara yang benar?’