This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, August 9, 2026

DETEKSI SISI GELAP SESEORANG

Deteksi sisi gelap seseorang, bagaimana mereka kontrol pikiran, perasaan, atau tindakan orang lain, memanipulasi psikologis: Usaha mengendalikan mental orang lain secara halus, pengendalian pikiran: Usaha mengubah cara pandang orang lain tanpa disadari.

Jika mereka membicarakan orang lain di hadapanmu, mereka 100% membicarakanmu saat kamu tidak ada.

Ketika seseorang berkata “Tidak peduli,” diamlah — keheninganmu akan membuat mereka lebih peduli daripada seribu balasan.

Ketika kamu ingin seseorang menyukaimu, minta bantuan kecil padanya — pikiran mereka akan tertipu untuk menyukaimu.

Jika seseorang terus-menerus melihat ponselnya saat kamu berbicara, hentikan ucapanmu — keheningan akan membuat mereka merasa bersalah dan mulai memperhatikanmu.

Keheningan membuat orang lain merasa takut.

Jarak mengendalikan perhatian.

Orang iri tersenyum paling manis.

Orang yang memberi selamat paling keras sering kali adalah orang yang paling iri dengan kesuksesanmu. Perhatikan matanya, bukan mulutnya.

Reaksi lambat membuat manipulator bingung

Banyak orang membantumu bukan karena peduli, tapi karena itu membuat mereka merasa lebih hebat dan berkuasa.

Saat seseorang marah, mereka berhenti menyaring pikirannya. Dengarkan baik-baik; mereka sedang memberi tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan tentangmu.

Marah menunjukkan warna aslimu.

Jika kamu ingin tahu siapa teman sejatimu, bagikan sedikit kabar buruk. Orang yang menghilang, tidak pernah ada sejak awal.

Orang yang terus-menerus menuduhmu tidak dapat dipercaya, biasanya adalah orang yang sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya sendiri.

Jika seseorang terlalu baik padamu dalam waktu singkat, kemungkinan besar mereka sedang menyembunyikan kepribadian manipulatif.

Jangan pernah mengulang kelemahanmu.

Orang yang paling banyak membicarakan "kehidupan mewah"-nya biasanya adalah orang yang paling tidak aman dengan kondisi keuangannya.

Membuat seseorang gugup: Tatap dahinya saat ia sedang berbicara.

Mengungkap kebohongan: Setelah ia selesai berbicara, tetap tatap dia dalam diam. Orang yang berbohong sering kali mulai memberi penjelasan berlebihan.

Menguasai perdebatan: Berbicaralah lebih pelan dan lebih tenang. Hal itu membuat lawan bicara lebih fokus mendengarkan.

Mengetahui siapa yang ia sukai: Saat semua orang tertawa bersama, perhatikan ke arah siapa ia melihat. Sering kali ia akan menoleh kepada orang yang paling ia sukai.

Meredakan orang yang sedang marah: Tatap matanya lalu katakan, "Sepertinya hari ini sedang berat untukmu, ya?" Kalimat ini sering membantu menurunkan emosi.

TITIP

Kita, bisa jadi mengenal Gontor baru beberapa tahun, apalagi saya, sering dengar pesantren Gontor disebut, tapi baru tahu bagaimana itu megahnya Gontor baru satu tahun yang lalu (tahun 2019) saat open house di Gontor Putri 1 Mantingan Ngawi bulan Syaewal eaktu itu, yang tadinya hanya mengetahui sedikit informasi tentang Gontor, setelah mendaftarkan, hingga putri saya di terima di GP3 itupun dari cerita-cerita wali santri di fb, ig, youtube, dan grup WA walsan.


Gontor bahkan sudah 100 tahun mengenal berbagai santri dengan beragam permasalahannya, bagaimana manajemen komunikasi, bagaimana sistem koordinasi, bagaimana psikologi di pesantren, bagaimana reward and punishment diterapkan, bagaimana penanganan kesehatan dan semua kebutuhan-kebutuhan santri selama mondok, bagaimana mencetak akhlakul karimah santri dan aspek-aspek detail lain pasti sudah dipertimbangkan ...


Gontor bahkan dengan segala upaya bisa langsung menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terbaru. 


Dengan adanya pandemi Covid-19 Gontor bahkan langsung menyesuaikan diri dengan menyelenggarakan sitem pendaftaran online, pembayaran online, pembayaran SPP dan pengiriman uang melalui aplikasi sejak 2019, serta melibatkan IKPM (Ikatan Alumni) untuk mendampingi keberangkatan santri - tanpa diantar orang tua- dari dalam maupun luar negeri, melalui bandara, terminal keberangkatan, serta berbagai moda transportasi dikerahkan. IKPM inilah yang membimbing, mememani di perjalanan, menenangkan, memberi semangat calon santri yang sedang jauh dengan keluarga, sampai mengurus segala sesuatunya beli ember kasur, bantal, seragam, kerudung, baju, sendal sepatu, hingga mendampingi santri masuk ke pondok sampai rayon, kamar, kelas, masing-masing.


Kami baru mengenal Gontor baru beberapa tahun belakangan, tapi Jam terbang Gontor yang sudah 100 tahun bukan waktu sebentar untuk berproses, berpengalaman, mengetahui dan memahami dunia pesantren ...


Oleh sebab itu kami orang tua wali santri percaya kepada Gontor, dengan apa saja yang dilakukan kepada putra-putri kami. Semua yang dilakukan pondok adalah pasti yang terbaik untuk putra-putri kami.


Terimakasih Gontor berkenan kami Titip putra-putri kami, Bismillahirrahmanirrahim, Lillahi ta'ala kami ridho, kami mantap, Kepada Gontor kami T.I.T.I.P :

1. Tega

2. Ikhlas

3. Tawakkal

4. Ikhtiar

5. Percaya


Ritual tiap mudif Shalihah di pondok, setelah anak-anak masuk kelas, duduk dibawah pohon kedondong sambil menatap ke arah pondok, sambil bersholawat semoga Bapak Kyai, Bapak Wapim, semua para assatidz, santri Gontor sehat-sehat semua, Bapak Kyai ridho putri kami menuntut ilmu di Gontor hinggal Lulus dan menjadi Munzirul Qoum. Aamiin. Alfatihah untuk beliau semua.


Karangbanyu, 2020

Saturday, August 8, 2026

MENCUCI DENGAN MESIN CUCI AGAR SUCI

1. Pisah baju anak yg rentan terkena najis bersihkan dulu najisnya baru masukan.

2.taruh dulu bajunya kedalam mesin cuci, baru masukan air yg mengalir air mutlak hati hati jangan memasukan air yg bekas najis, karna syarat mensucikan itu dengan air yg suci

3. Kalau terlanjur mencuci dengan air yg sudah di pakai bekas mencuci baju yg lain maka hendaklah mengulangi atau membilasnya dengan air yg mengalir untuk mensucikannya kembali.

4. Sekarang ada detergen sekali bilas, sebaiknya jika ingin mempergunakannya cuci dulu baju dengan air mengalir lalu buang airnya setelah itu masukan air suci kembali dan berilah sabun itu.

5. Sebaiknya mesin cuci berkala di bersihkan, karna terkadang banyak kerak dan kotoran yg mana tahu di sana ada najis dan saat memasukan air menjadi kotor lah air yg di pakai untuk mensucikan pakaian itu. Wallahualam


Berikut jenis jenis najis

Macam-macam najis, contoh, dan cara membersihkannya:

1. Najis mukhoffaffah atau ringan

Contoh: air kencing bayi laki-laki yang belum makan kecuali Air Susu Ibu (ASI).

Cara membersihkan: Najis bisa dibersihkan dengan memercikkan air pada pakaian, tempat, dan hal lain yang terkena najis mukhoffaffah.

2. Najis mutawasithah atau sedang (biasa)

Contoh: nanah, darah, kotoran yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang kecuali mani, dan bangkai.

Najis mutawasithah terbagi menjadi dua jenis dengan contoh dan cara membersihkan yang berbeda. Berikut penjelasannya:

a. Najis ‘aniyah yaitu kotoran yang nampak zat dan sifatnya misal warna, bau, dan rasa

Cara membersihkan: mencuci hingga sifatnya hilang kemudian dibasuh dengan air yang suci

b. Najis hukmiah yaitu najis yang tidak terlihat sifatnya, misal air kencing yang sudah kering

Cara membersihkan: membasuh atau mengalirkan air suci pada pakaian, tempat, atau hal lain yang terkena najis.

c. Najis mugholladhoh atau berat

Contoh: air liur anjing atau babi

Cara membersihkan: mencuci hingga tujuh kali dengan salah satunya dicampur debu atau tanah. Setelah itu dibasuh dan dialirkan air suci pada bagian yang terkena najis.

Cara lain. 2x cuci gelap terang pisah

  1. Giling cucian menggunakan air mutlak selama 45 menit (putaran full), setelah itu buang
  2. Giling cucian yang kedua menggunakan sabun cuci putaran full, selesai lngsung buang
  3. bilas menggunakan air bersih sampai 3x bilasan dan buang berurutan.
  4. dikeringkan dalam keadaan air mengalir disisi pengering selama 5 menit putaran,
  5. Dikeringkan lagi tanpa air mengalir,
  6. Lalu jemur


Sumber : kitab fathul qorib

Omelan Hal-Hal Kecil dari Orang Tua

Kisah berikut ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga. . .


Seorang putra tidak suka tinggal di rumah, karena Ayah dan Ibunya selalu ‘ngomel’; ia tak suka bila Ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini. . .

"Nak, kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."

“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton.

“Simpan pena di tempatnya, yang jatuh ke kolong meja ”

Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja. . .

“Dalam hati dia berkata: "Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri. Tidak akan ada lagi omelan Ibu dan Ayah," begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, Ayahnya berpesan:
“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu.
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri. . .” Ayahnya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara. . .

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, grendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel
Dia geser grendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah. Tapi ada air mengalir dari selang dan tidak ada seorang pun disekitar situ. Air meluap ke jalan setapak.
Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Tak ada seorang pun di area Resepsionis. Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. . . Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi. Peringatan Ayahnya terngiang di telinganya: "Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu !" Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima ?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" .
Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong,
Terdengar suara kipas angin, Dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong. . .

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Sehingga tidak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, Dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis. . .

Sesampainya di depan meja, pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata "Kapan Anda bisa mulai bekerja ?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu ?"
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan ?" tanya sang Boss lalu melanjutkan: "Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.
Sebab kalau hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun.
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut. . .
Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon. . .

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yang dilakukannya ketika melihat grendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", yang terbalik, kipas atau lampu yang tak perlu. . .

Anda satu-satunya yang melakukan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”

Hatinya terharu, dia ingat Ayahnya. . .
Dia yang selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan Ibu dan Ayahnya. Kini dia menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yang ditanamkan orang tuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya. . .
Kekesalan dan kemarahan pada Ayahnya seketika sirna. . .

. . . hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang Manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini. . .

Ayah, ma'afkan anakmu, bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kepada Ayahnya, dia akan ajak Ayahnya melihat tempat kerjanya. . .
Dia pulang ke rumah dengan bahagia. . .

Apapun yang orang tua katakan pada anaknya, adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik !

"Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tidak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya".

Untuk menjadi pribadi yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.
Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yang dipahat dan dibuang dari diri kita. . .

Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur. . .

Tetapi Ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya. . .

Ayah dan Ibu adalah pahlawan
yang kasih sayangnya, seperti layaknya guru yang mendampingi anak didiknya sepanjang kehidupan. . .

Perlakukanlah orang tua sebaik-baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan. . .


Friday, August 7, 2026

NAK, SEBELUM KAMU MENIKAH DISKUSIKAN HAL INI BAIK-BAIK

 Bismillahirrahmanirrahim

Menikah adalah ibadah paling lama, selamanya, oleh karena itu niatkan menikah karena ingin beribadah kepada Allah SWT, ga asal cepat atau asal dapat, atau sudah telat. Dalam pasang surut pernikahan tidak selamanya happy terus, kita ga tau ujian apa yang akan kita hadapi. 

Yang sudah direncanakan matang saja belum tentu berjalan mulus, apalagi yang tanpa perencanaan. Setidaknya perencanaan terutama diri pribadi, membuat kita bisa mengatur, mempersiapkan, menghadapi ujian. Sisanya Allah yang mengatur. Kita jadi punya GPS yang membawa kita ke koordinat awal (tujuan awal) jika kita melenceng dari track tujuan.

Tetaplah berbaik sangka pada Allah, serahkanlah semuanya pada Allah. Percayalah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat. Sebab, seindah-indahnya rencana yang telah kita rancang, rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita jalankan.

Kalian belajarlah ilmu fiqih berkeluarga. Mengetahui hak dan kewajiban masing-masing, belajar dari literasi syari.

Kunci sebuah hubungan adalah komunikasi, komitmen, dan menyatukan visi misi, karena hal tersebut menjadi kunci dari hubungan yang awet.

Ketika kalian menikah tidak serta merta komunikasi berjalan dengan lancar, butuh proses penyesuaian-penyesuaian dan proses, dan itu bisa diawali sejak sebelum menikah.

Hal-hal berikut ini adalah yang sangat penting untuk diomongkan, mendingan pahit di depan daripada pahit setelah kejadian, bicarakan sebelum kalian memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini jangan tanyakan sekaligus, tapi sampaikan satu persatu di beberapa kesempatan, agar pasangan kita tidak pusing atau bingung dengan banyaknya berondongan pertanyaan.


1. KEUANGAN

Percayalah, menikah itu membuka pintu rezeki, rezeki Allah yang mengatur, benar, dan membicarakan hal ini bukan lantas kamubdi cap matre, tapi keuangan adalah penting dibicarakan, karena harus punya perencanaan matang. 

Tapi jika masalah keuangan ini dianggap tabu atau takut menyinggung perasaan pasangan, dan takut dibilang matre. Ini bukan tentang matre atau tidak, ini adalah tentang level Money Quotient pasanganmu.

Yang kalian bicarakan apa saja ?

1. Siapa yang akan mengelola keuangan, suami atau istri?

2. Apakah kalian masing2 punya utang?, maukah ber azam setelah menikah kalian menghindari riba?

3. Keberatan ga kalau tiap bulan kalian kasih ke ortu atau saudara yang membutuhkan?

4. Jika kalian punya penghasilan masing-masing, apakah mau di gabung? Atau dipisah pengelolaannya?

5. Prioritas pengeluaran apa saja?

6. Kalau masing2 sudah punya rumah, mau menempati rumah siapa?

7. Kalau belum punya rumah, mau belum atau sewa / kontrak rumah?

8. Gimana kalau punya rumah dengan cara mencicil pemilikan rumah secara Syariah tanpa riba?

9. Pengeluaran wajib tiap bulan apa saja? 

10. Uang yang kalian punya nantinya diapain saja? Di tabung, investasi syariah?, sedekah 2,5 %, zakat, infaq, donasi.

10. Suami bertanggungjawab menafkahi keluarganya. Nafkah bukan cuma lahir, nafkah bathin juga.


2. HIDUP SETELAH MENIKAH

Ini penting untuk kesehatan rumahtangga

Mau hidup di mana, rumah mertua?, kontrak, atau cicil syariah sendiri?

Abi sarankan untuk Kontrak atau Cicil Rumah syariah sendiri, walaupun kecil atau sederhana dulu, tapi percayalah, lebih tentram kalian berdua mengelola keluarga sendiri, tanpa campur tangan orang tua, mertua atau orang lain.


3. KARIR

Setelah menikah nanti karir juga harus kalian bicarakan.

1. Setelah menikah nanti yang bekerja Suami saja atau Istri jadi Ibu Rumah Tangga

2. Kalau istri ikut bekerja, pas punya anak nanti tetap bekerja atau resign?

3. Apa mimpi kalian 5 tahun ke depan?

4. Apa yang kalian lakukan dengan karir? Apakah menikah nanti karir jadi masalah? LDR misalnya?

5. Kalau Istri bekerja dari rumah misalkan menjalankan Online Shop, konten kreator atau Remote Working, dengan tanpa melupakan kewajiban sebagai istri, ibu dari anak-anak, dan ibu rumah tangga, apakah boleh?

6. Kemungkinan kuliah lagi bagaimana?


4. KESEHATAN

Pernah punya gejala atau sakit apa? Ini pertanyaan sensitif tapi krusial dan penting. Kalian perlu tahu, pasanganmu pernah sakit apa?, sebahaya apa itu?, kemudian jika sudah menikah nanti kalian berdua mengatasinya bagaimana jika penyakit itu muncul lagi?


5. PUNYA ANAK DAN MEMBESARKAN ANAK

1. Kalau mau menunda punya anak berapa lama?

2. Bagaimana kalau pihak istri mengandung hingga melahirkan?

3. Kalau kalian berdua bekerja, yang urus anak nanti siapa?

2. Pihak istri nanti yang pasti akan mengurus semua di rumah, bagaimana peran suami berkerjasama dalam hal ini nanti, apakah mau membantu pekerjaan istri sepulang kerja? Seperti mencuci?, menimang bayi?, memandikan?, menggantikan popok ketika pup?

3. Bagaimana pendidikan internalnya, pola asuh anak-anak nantinya? Bagaimana peran ibu membetuk psikologis, emosi dan spiritual anak? Dan apa saja peran bapak dalam pendidikan internal keluarga?

4. Nanti disekolah dimana? Atau di pesantren mana? Ataukah home schooling?

5. Mau gantian jaga anak? Misal pagi ketika suami bekerja anak dengan istri sampai sore. Sementara Istri memasak anak diasuh suami, Maghrib asuh barengan, isya diasuh suami, sementara istri mengerjakan pekerjaan, me time.

Jika tidak sesuai ekapektasi, misalkan ada jadwal suami lembur sehingga tidak biaa mengasuh anak, sehingga membuat istri badmood. Maka sampaikan saja,  dengan terbuka jangan main kode-kode, jika ada yang ga suka, langsung bicarakan saat itu juga, jangan nunggu besok, usahakan masalah selesai sebelum kalian tidur. Suami juga, komunikatif, responsif, turunkan tensi, tanggapi keluhan istri, urai dan selesaikan satu per satu. Kalian melihat level Emotional Quotient pasangan kalian.


6. KONTROL KONFLIK

1. Bicarakan kepada pasangan, bagaimana masing-masing kalian ketika menghadapi suatu masalah yang datang. Jangan sampai kalian dapati setelah menikah pasangan kalian yang suka kasar ketika menyelesaikan masalah, atau ga bisa kalau punya masalah inginnya lurus-lurus saja, atau lapor ke orang tua kalau punya masalah, atau lari ke teman tongkrongan?

2. Bicarkan bagaimana cara mengatasi ketika suami sedang marah? atau istri yang sedang marah?

3. Bagaimana kalian mengatasi situasi yamg sedang tegang atau genting?

4. Masing-masing kalian ketika muncul masalah apakah type diberi jeda untuk berfikir? Atau lebih suka diselesaikan langsung?

5. Maukah antara kalian saling mengerti, dan memahami satu dengan yang lainnya?

6. Maukah diantara kalian menerima kekurangan masing-masing?

Dengan tau bagaimana pasangan kalian mengontrol emosinya, dan kontrok emosi pasangan, itu menjadi point penting, untuk kelanggengan pernikahan kalian. Dan mengetahui level Physical Quotient pasanganmu.


7. URUSAN RUMAH TANGGA

Pembagian pekerjaan rumah tangga juga pemting, apalagi tidak ada yang membantu. Bicarakan siapa yang mencuci baju, seterika, mencuci peralatan makan, bersihkan rumah, menyapu, masak atau gofood? Misal kalau ga suka cuci piring ya masak atau yang pesan gofood. Kalau ga sempat cuci apakah bisa laundry?

Karena bisa bikin badmood jika tidak dibicarakan secara terbuka.


8. ME TIME

1. Setelah menikah, masihkah main / nongkrong  / hangout sama teman-teman?

2. Butuh waktu buat diri sendiri ga? Kegiatan apa itu?

3. Sukanya ngapain kalau lagi me time? Aku harus ngapain biar bisa menghargai waktu privasi kamu?

Karena kalau ga diomongin suka kecele, ternyata masih suka nongkrong bareng temen atau ngemall bareng geng, padahal baru punya anak.

Being a parent is a full time job 24/7, ga peduli masih capek, ga bisa me time seenaknya. Kecuali kalau dalam asuhan babysitter atau punya asisten rumahtangga.


9. SPIRITUAL DALAM KELUARGA

Ke majelis taklim mana kalian akan menambah ilmu agama?, itu penting juga dibicarakan. Keluarga dengan fondasi agama (Spritual Quotient) diperlukan karena visi misi berkeluarga adalah sampai syurga.


10. PERBEDAAN NAFKAH ISTRI DAN UANG BELANJA ISTRI

Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan. Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam bersabda: “Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)

Dalam hadis ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri). Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)

Para istri juga harus memiliki sifat qanaah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasihatkan Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam bersabda: “Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori: 4945)


Istri adalah Anak Orang yang telah engkau Ambil dan Wajib Dijaga. Orang tuanya telah mengikhlaskan dan memberi amanah kepadamu. Dia dibesarkan oleh orangtuanya dan setelah menikah Ia meninggalkan orang tuanya demi ikut denganmu, Bahkan setelah Engkau ambilpun Ia Wajib taat kepadamu. Istri adalah Amanah, yang saat AKAD dulu engkau telah mengucapkan Janji di hadapan semua orang untuk memuliakannya, mencintainya dan menyayanginya dengan sepenuh hati. Maka janglah sekali engkau menyakitinya.

"Dari Nabi shallallahu ' alaihi wasallam bersabda : sebaik baiknya kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya (istrinya)." (H.R Ibnu Majah No.1978)

BERHENTI MENGATUR

Ada hal yang dari kecil tidak diajarkan kepada kita, bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu masalah yang tidak akan bisa terselesaikan walaupun kita sudah berusaha sangat keras. 


Sampai waktu mengajarkan


Berhwntilah mengatur, apa yang sudah diatur untukmu


" Aku Berhenti memaksa hidup mengikuti semua keinginanku. Aku lebih memilih, mengalir bersama takdir Allah. Tugasku hanya menjaga hati tetap positif, terus berikhtiar, dan memperbanyak rasa syukur."


Sebab semakin dewasa, aku sadar bahwa hidup bukan tentang memaksa semesta memenuhi semua harapan. 


Hidup adalah tentang mempercayai bahwa Allah selalu memberi apa yang benar-benar kita butuhkan, pada waktu yang paling tepat.

Thursday, August 6, 2026

AMBIL HIKMAH

 Allah saja pernah difitnah memiliki seorang putra, padahal Mahasuci Dia dari segala tuduhan itu (Q.S. Maryam ayat 88–92). Rasulullah ﷺ pun pernah dituduh sebagai tukang sihir (Q.S. Yunus ayat 2). Jika Allah dan Rasul-Nya saja tidak luput dari ucapan manusia, maka tidak ada alasan bagiku berharap semua orang akan selalu memahami atau menyukaiku.


Karena itu, tak perlu sibuk membalas setiap perkataan. Cukup percayakan semuanya kepada Allah. Sebab setiap kebaikan maupun keburukan yang ditanam, pada waktunya akan kembali kepada pelakunya.


Itulah sunatullah yang nyata, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al Isra' ayat 7. Tenanglah, karena Allah tidak pernah salah menghitung, dan tidak pernah terlambat menegakkan keadilan.