This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, May 27, 2026

Penyimpangan (Salafiyah / Wahabiyah) terhadap Rasulullah

 Yang buat posting ini di pastikan jenggotnya panjang, celana cingkrang, dan hafal Qur'an plus terjemahan dan seketul hadist sahih yang di disahihkan oleh Syaikh Al-Albani.

Hukum hanya ada 3: BID'ah, kafir, syirik.  

Mereka mengartikan bid'ah dengan arti lughowi yaitu: nabi tidak melakukannya. 

Bukan secara syar'i: nabi tidak mensyaritakan.  

Kalau kita artikan bid'ah secara syari maka merekalah the king of bid'ah.

1. Mencintai Nabi dengan cinta yang sempurna adalah kewajiban, dan mengeringkannya dengan alasan ghuluw adalah menyelisihi dalil.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

لا والَّذي نَفْسِي بيَدِهِ، حتّى أكُونَ أحَبَّ إلَيْكَ مِن نَفْسِكَ  

"Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri."  

HR. Bukhari no. 6632  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan berlebihan dalam mencintainya dan jangan ghuluw terhadapnya."


2. Kepemimpinannya telah tetap secara syar’i, dan melarang lafazh ‘sayyidina’ adalah menolak makna yang sudah tetap.  

✅ Rasulullah bersabda:  

أنا سَيِّدُ ولَدِ آدَمَ يَومَ القِيامَةِ ولا فخرَ  

"Aku adalah penghulu anak Adam pada hari kiamat, dan itu bukan untuk sombong."  

HR. Muslim no. 2278  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan ucapkan Sayyidina Muhammad."


3. Bertawassul dengan beliau itu tetap, dan mengharamkannya adalah pencampuran dalam akidah.  

✅ Rasulullah bersabda:  

اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ وأتوسَّلُ إليكَ بنبيِّكَ محمَّدٍ نبيِّ الرَّحمة  

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad, Nabi yang penuh rahmat."  

HR. Tirmidzi 3578, Ibnu Majah 1385, Ahmad 17279, An-Nasa’i 10495  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan meminta kepada Nabi dengan kedudukannya."


4. Ziarah ke kubur beliau disyariatkan dan lebih utama, tidak boleh dilarang.  

✅ Rasulullah bersabda:  

مَن زارَ قَبْري وَجَبَتْ له شَفاعتي  

"Barangsiapa menziarahi kuburku, maka wajib baginya syafaatku."  

HR. Al-Bazzar, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi  

ويقولﷺ: يامعاذ وَلَعَلَّكَ أَنَّ تَمُرَّ بِمَسْجِدِي وَقَبْرِي..  

"Wahai Mu’adz, mungkin saja engkau akan melewati masjidku dan kuburku..."  

HR. Ahmad 22052, Al-Bazzar 2647, Ibnu Hibban 647  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan niat ziarah kepadanya, cukup niat ke masjid saja, bukan ke kubur."


5. Istighatsah dengan sebab-sebab itu dibolehkan, dan mengkafirkannya adalah kebodohan terhadap agama.  

✅ Rasulullah bersabda:  

إذا أصاب أحدُكم عَرْجةً بأرضٍ فَلاةٍ فليُنادِ أعينوا عبادَ اللهِ  

"Jika salah seorang dari kalian kakinya terkilir di tanah yang sepi, maka hendaklah ia memanggil: ‘Wahai hamba-hamba Allah, tolonglah!’"  

HR. Al-Haitsami, Majma’ Az-Zawaid 10/135  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Istighatsah kepada orang shalih adalah syirik dan kufur."


6. Nabi bertawassul dengan para nabi itu tetap, dan mengkafirkannya adalah mencela sunnah.  

✅ Rasulullah bersabda:  

اللَّهمَّ اغفِر لأمِّي فاطمةَ بنتِ أسدٍ ولقِّنها حجَّتَها ووسِّع عليها مُدخلَها بحقِّ نبيِّكَ والأنبياءِ الَّذينَ من قبلي فإنَّكَ أرحمُ الرّاحمينَ  

"Ya Allah, ampunilah ibuku Fatimah binti Asad, ajarkan hujjahnya, luaskan tempat masuknya, dengan hak Nabi-Mu dan para nabi sebelumku, sesungguhnya Engkau Maha Penyayang."  

HR. Ath-Thabrani 24/351, Abu Nu’aim  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Tawassul dengan orang yang sudah meninggal adalah syirik dan kufur kepada Allah."


7. Manfaat beliau setelah wafat itu tetap, dan menafikannya adalah meniadakan dalil.  

✅ Rasulullah bersabda:  

حياتي خيرٌ لَكم تُحدِثونَ ويَحدُثُ لَكُم ووَفاتي خيرٌ لَكُم تعرَضُ عليَّ أعمالُكم فما وجدت من خير حمدت الله لكم..  

"Hidupku lebih baik bagi kalian, kalian akan membuat sesuatu dan dibuatkan untuk kalian. Dan wafatku lebih baik bagi kalian, amal kalian diperlihatkan kepadaku. Jika aku lihat kebaikan, aku memuji Allah untuk kalian..."  

HR. As-Suyuthi, Al-Khashais Al-Kubra 2/281  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Nabi tidak bisa memberi manfaat kepada kita setelah wafat."


8. Tindakan beliau setelah wafat itu benar adanya, dan mengingkarinya adalah menolak atsar.  

✅ Rasulullah bersabda:  

للصحابي أئتِ عمرَ فأقرِئْه مني السلامَ وأخبِرْهم أنهم مُسْقَوْنَ وقل له عليك بالكَيْسِ الكَيْسِ  

"Datangilah Umar, sampaikan salamku kepadanya, dan kabarkan kepada mereka bahwa mereka akan diberi hujan. Katakan padanya: hati-hati, hati-hati."  

HR. Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wan Nihâyah 7/93  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Nabi tidak bisa memberi manfaat kepada kita setelah wafat."


9. Meminta dengan hak orang shalih adalah doa yang disyariatkan, tidak ada syirik di dalamnya.  

✅ Rasulullah bersabda:  

للصحابي قل : اللهمَّ إني أسألُك بحقِّ السائلين عليك..  

"Ucapkanlah: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan hak orang-orang yang meminta kepada-Mu..."  

HR. Ibnu Majah 778, Ahmad 11172  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Meminta kepada selain Allah adalah syirik dan kufur."


10. Mencintai Ahlul Bait dan menziarahi mereka adalah sunnah, bukan bid’ah.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ في أَهْلِ بَيْتي  

"Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul Baitku."  

HR. Muslim 2408  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Ziarah ke Ahlul Bait, wali, dan orang shalih adalah wasilah syirik."


11. Para nabi hidup secara barzakh, dan menafikan bahwa mereka mendengar tanpa dalil.  

✅ Rasulullah bersabda:  

الأنبياءُ أحياءٌ في قبورِهم يصلون  

"Para nabi itu hidup di kubur mereka, mereka shalat."  

HR. Al-Bazzar 6888, Abu Ya’la 3425, Al-Baihaqi  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Para nabi tidak mendengar doa kita."


12. Orang yang sudah meninggal bisa mendengar itu tetap, dan mengingkarinya menyelisihi hadits shahih.  

✅ Rasulullah bersabda:  

العَبْدُ إذا وُضِعَ في قَبْرِهِ، وتُوُلِّيَ وذَهَبَ أصْحابُهُ حتّى إنَّه لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعالِهِمْ..  

"Seorang hamba ketika diletakkan di kuburnya, dan teman-temannya telah pergi, sungguh ia mendengar suara sandal mereka..."  

HR. Bukhari 1338, Muslim 2870  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Orang yang sudah meninggal tidak mendengar di kubur mereka."


13. Amal yang diperlihatkan menunjukkan orang mati bisa memberi manfaat, dan menafikannya bertentangan dengan atsar.  

✅ Rasulullah bersabda:  

إنَّ أعمالَكم تُعرَضُ على أقاربِكم وعشائرِكم مِن أهلِ الآخرةِ فإنْ كان خيرًا فرِحوا واستبشَروا وقالوا اللَّهمَّ هذا فضلُكَ ورحمتُكَ فأتمِمْ نِعمتَكَ عليه وأَمِتْه عليها ويُعرَضُ عليهم عمَلُ المُسيءِ فيقولونَ اللَّهمَّ ألهِمْه عمَلًا صالحًا ترضى به وتُقرِّبُه إليكَ  

"Sesungguhnya amal kalian diperlihatkan kepada kerabat dan keluarga kalian dari ahli akhirat. Jika amal itu baik, mereka gembira dan berkata: Ya Allah, ini adalah karunia dan rahmat-Mu, sempurnakanlah nikmat-Mu atasnya dan wafatkanlah ia di atasnya..."  

HR. Ahmad 12683, Ath-Thabrani  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Orang mati tidak bisa memberi manfaat kepada orang hidup."


14. Membaca Al-Qur’an untuk orang mati itu boleh, dan membid’ahkannya adalah perkara baru.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

اقْرَؤُوا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ  

"Bacakanlah Yasin untuk orang-orang yang meninggal di antara kalian."  

HR. Abu Dawud 3121, Ibnu Majah 1448, Ahmad 20301  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Membaca Al-Qur’an di kubur adalah bid’ah."


15. Berlindung kepada Rasulullah adalah tawassul, bukan ibadah.  

✅ Seorang sahabat berkata kepada Nabi ﷺ:  

أعوذُ باللَّهِ وبرسولِهِ أن أكونَ كوافِدِ عادٍ..والنبي لم يرده  

"Aku berlindung kepada Allah dan Rasul-Nya agar aku tidak menjadi seperti utusan kaum ‘Ad..." dan Nabi tidak menegurnya.  

HR. Ahmad 15996  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Berlindung kepada Rasulullah adalah syirik."


16. Mengkafirkan karena dosa adalah manhaj Khawarij, bukan sunnah.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

ثلاثٌ من أصلِ الإيمانِ الكفُّ عن من قال لا إلهَ إلّا اللهُ ولا تكفِّرْهُ بذنبٍ ولا تخرِجْهُ من الإسلامِ بعمل  

"Tiga perkara termasuk pokok iman: menahan diri dari orang yang mengucapkan La ilaha illallah, jangan mengkafirkannya karena dosa, dan jangan mengeluarkannya dari Islam karena amal."  

HR. Abu Dawud 2532  

❌ Sedangkan Wahabi mengkafirkan setiap orang yang menyelisihi mereka dari kalangan Ahlul La ilaha illallah.


✅ Maka siapa yang lebih berhak diikuti dan ditaati? Nabi atau wahabi?  

Rasulullah, teladan kita, imam kita, dan pemberi syafaat kita.


❌ Ataukah kaum Nawabit Wahabi, Khawarij zaman ini yang mengkafirkan setiap orang yang menyelisihi mereka, dan menamakan diri Salafiyah secara dusta dan bohong, padahal salaf shalih berlepas diri dari mereka?


Aswaja di indonesia jangan banyak ngudud dan ziarah kubur sementara pemahaman wahabi di biarkan begitu saja.


Nasihat saya kepada santri dan pelajar agama di indonesia:  

Ziarah kubur sholawatan itu baik. Tapi jaman sekarang menghafalkan dan membantah dalil wahabi itu lebih baik.

Fb, yout, tiktok itu semuanya hasil karya yahudi dan AS.  

Dengan politik sekarang yang terjadi, semua tahu kelompok islam mana yang mendukung israel dan As.  

Oleh sebab itu medsos akan di kuasai oleh faham-faham islam yang dekat dengan israel dan yahudi.

Indonesia Malaysia dari dulu anti syiah & wahabi.  

Tapi saya pun heran ketika pemikiran mereka kita serang mereka akan menuduh kita syi'ah.

Semoga anak cucu kita di jaga dari faham akidah wahabi syi'ah..

Waulahu alam

Monday, April 27, 2026

DOA SEBELUM TIDUR

 Alfatihah ...

Alhamdulillahirobbil Alamin,

Alhamdulillahirobbil Alamin,

Alhamdulillahirobbil Alamin 

Ya Allah, Ya Rabbal Alamin,

Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohim, Ya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Alhamdulillah hamba bersyukur, hamba berterima kasih kepadaMU Ya Allah, 

Atas kesehatan, atas kebahagiaan, ketenangan, yang sudah ENGKAU berikan kepada hamba hari ini Ya Allah.

Alhamdulillahirobbal Alamin, Terima kasih Ya Allah, 

Untuk nikmat makan, nikmat minum, nikmat menyentuh, nikmat melihat, nikmat mendengar, nikmat berjalan, nikmat terhindar dari segala marabahaya. 

Ya Allah hamba bersyukur, Ya Allah hamba berterima kasih kepadaMU ya Allah, 

Atas tempat tinggal yang begitu indah, yang begitu nyaman, yang begitu tenang, yang sudah KAU berikan pada hamba Ya Allah.

Pikiran hamba menjadi pikiran yang lebih positif, pikiran hamba menjadi pikiran yang selalu berpikir baik, memandang segala sesuatunya dengan penuh keindahan dan penuh kebaikan.

Terima kasih, terima kasih Ya Allah, KAU jadikan tubuh hamba menjadi sehat, menjadi tambah Segar, menjadi tambah bugar, tambah subur, tambah makmur, tambah berlimpah semua harta-harta hamba, dan juga bertambah keberkahannya.

Ya Allah, ya Rabbal Alamin, Terima kasih untuk karunia keluarga yang KAU berikan kepada hamba yang baik.

Terima kasih untuk lingkungan yang positif, lingkungan yang baik, lingkungan yang mendukung hamba kepada sebuah kesuksesan, dan juga kakayaan yang besar.

Alhamdulillah, ENGKAU berikan kesempatan hamba untuk bersyukur, untuk berterima kasih, Ya Allah Allahu Akbar Laa Haula wala quwwata illa Billah.


Tidak ada daya dan upaya selain ENGKAU Ya Allah,

Tidak ada kekuatan selain kekuatan dariMu,

Tidak ada kekuasaan selain kekuasaanMu,

Allahuakbar, lahaula wala quwwata ilaa Billah.


Terima kasih untuk pasangan yang baik, yang sudah engkau berikan kepada hamba.

Terima kasih untuk orang tua yang selalu baik, 

Terima kasih untuk orang-orang yang hari ini bertemu dengan hamba, dan suka berbuat baik kepada hamba Ya Allah.

Terima kasih untuk ide-ide yang Brilian, yang KAU berikan pada hamba hari ini.

Terima kasih atas pelajaran berharga, pelajaran yang sangat bermakna, yang KAU berikan kepada hamba hari ini Ya Allah.

Otak hamba untuk selalu berpikir yang cerdas, berpikir yang baik, dan juga melakukan yang terbaik Ya Allah, ya Rabbal Alamin, 

Ya Allah terima kasih terima kasih Ya Allah untuk nikmat mulut, yang sudah KAU berikan sehingga hamba bisa berkata.

Terima kasih untuk pekerjaan yang halal, pekerjaan yang berkah, pekerjaan yang KAU Ridhoi, yang KAU peruntukan untuk hamba Ya Allah.

Terima kasih untuk Rizki berupa uang, Rizki berupa kesehatan, Rizki berupa kebaikan, yang KAU berikan pada hamba Ya Allah, begitu banyak sekali karunia kebaikan kebaikan, banyak keberkahan, yang sudah KAU berikan pada hamba hari ini Ya Allah


Alhamdulillahirobbil alamin, 

Alhamdulillahirobbil alamin, 

Alhamdulillahirobbilalamin,


Terima kasih untuk ilmu yang setiap hari ENGKAU tambah Ya Allah, terima kasih untuk pengetahuan yang setiap hari ENGKAU tambah, setiap hari hamba menjadi orang yang lebih baik lagi, meningkat keimanan, meningkat kebaikannya Ya Allah, 


Subhanallah Walhamdulillah

Walailahailallah Allahu Akbar 

Laa haula wala quwwata illa Billah 


Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad 

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad


Bismillahi Tawakkaltu Alallah,

La haula wala quwwata illa Billah,

Bismika Allahumma ahya wabismika amut.

Wednesday, April 15, 2026

AL QURAN DAN NEUROSCIENCE

 Seringkali kita mengira kecemasan itu “masalah pikiran”.

Padahal, dalam psikologi dan neuroscience,

yang pertama kali bereaksi justru sistem saraf kita.


Saat kamu overthinking, cemas, atau merasa tidak tenang,

tubuhmu sebenarnya sedang berada dalam kondisi fight or flight —

seolah-olah ada ancaman, padahal tidak selalu nyata.


Yang dibutuhkan bukan sekadar “berpikir positif”,

tapi menenangkan sistem saraf terlebih dahulu.


Dan di sinilah banyak orang tanpa sadar merasakannya:

saat membaca Al-Qur’an dengan perlahan, berulang, dan penuh penghayatan,

napas menjadi lebih teratur, pikiran melambat, dan tubuh mulai merasa aman.


Dalam psikologi, ini disebut sebagai

proses regulasi emosi dari bawah ke atas (bottom-up regulation) —

dimulai dari tubuh, lalu mempengaruhi pikiran.


Itulah kenapa ketenangan dari Al-Qur’an terasa “berbeda”.

Bukan hanya menyentuh pikiran,

tapi juga menenangkan sistem dalam diri kita.


“Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub”

(Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang)


Ar Ra’du ayat 28


Wednesday, February 4, 2026

Bertaubatlah, Bukan Menceritakan Dosa Yang Dibuat

Buraidah bin Hashib Radhiyallahu 'anhu pernah bercerita,


Suatu ketika Maiz bin Malik datang menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,


يَا رَسُولَ اللهِ، طَهِّرْنِي


"Ya Rasulullah, sucikan aku..."


Jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,


وَيْحَكَ، ارْجِعْ فَاسْتَغْفِرِ اللهَ وَتُبْ إِلَيْهِ


"Jangan lancang..., pulang dan memohon ampun kepada Allah, taubat kepada-Nya."


Pulanglah Maiz. Tidak berselang lama, dia datang lagi. Dia tetap melaporkan,


يَا رَسُولَ اللهِ، طَهِّرْنِي


"Ya Rasulullah, sucikan aku..."


Jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,


وَيْحَكَ، ارْجِعْ فَاسْتَغْفِرِ اللهَ وَتُبْ إِلَيْهِ


"Jangan lancang..., pulang dan memohon ampun kepada Allah, taubat kepada-Nya."


Pulanglah Maiz. Tidak berselang lama, dia datang lagi. Dia tetap melaporkan yang sama dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan jawaban yang sama sampai 3 kali. Hingga di kedatangan yang keempat, baru Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima pengaduan Maiz. (HR. Muslim 1695 dan Nasai dalam al-Kubro 7125).


Hadis ini dengan tegas menunjukkan bahwa BUKAN syarat taubat harus mengaku. Karena inti dari taubat adalah memohon ampun kepada Allah karena menyesali perbuatannya. Bahkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyarankan sebisa mungkin dirahasiakan.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ


"Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan." (HR. Malik dalam Al-Muwatha', no. 1508)


Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,


ويؤخذ من قضيته – أي : ماعز عندما أقرَّ بالزنى – أنه يستحب لمن وقع في مثل قضيته أن يتوب إلى الله تعالى ويستر نفسه ولا يذكر ذلك لأحدٍ . . .


Berdasarkan kasus ini – Sahabat Maiz yang mengaku berzina – menunjukkan bahwa dianjurkan bagi orang yang terjerumus ke dalam kasus zina untuk bertaubat kepada Allah – Ta'ala – dan menutupi kesalahan dirinya, dan tidak menceritakannya kepada siapapun.


Lalu beliau mengatakan,


وبهذا جزم الشافعي رضي الله عنه فقال : أُحبُّ لمن أصاب ذنباً فستره الله عليه أن يستره على نفسه ويتوب..


Dan ini juga yang ditegaskan as-Syafii Radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan,


Saya menyukai bagi orang yang pernah melakukan perbuata dosa, lalu dosa itu dirahasiakan Allah, agar dia merahasiakan dosanya dan serius bertaubat kepada Allah.


WaLLAAHUa'lam

Keutamaan Membaca Al Qur'an

Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : آلم حَرْفٌ ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ


مَن قرَأَ حَرْفًا مِن كتابِ اللهِ، كتَبَ اللهُ له به حَسنةً، لا أقولُ: (الم) حرْفٌ، ولكنِ الحروفُ مُقطَّعةٌ: الألِفُ حرْفٌ، واللَّامُ حرْفٌ، والميمُ حرْفٌ.


"Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh yang semisal. Aku tidak katakan alif laam miim itu satu huruf. Namun alif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf." (HR. Tirmidzi, no. 2910. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan sahih)

ISRA' MI'RAJ

Dari Sa'id bin Al Musayyib, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


« حِينَ أُسْرِىَ بِى لَقِيتُ مُوسَى – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – ». فَنَعَتَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِذَا رَجُلٌ – حَسِبْتُهُ قَالَ – مُضْطَرِبٌ رَجِلُ الرَّأْسِ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ – قَالَ – وَلَقِيتُ عِيسَى ». فَنَعَتَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِذَا رَبْعَةٌ أَحْمَرُ كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيمَاسٍ ».


– يَعْنِى حَمَّامًا – قَالَ « وَرَأَيْتُ إِبْرَاهِيمَ – صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ – وَأَنَا أَشْبَهُ وَلَدِهِ بِهِ – قَالَ – فَأُتِيتُ بِإِنَاءَيْنِ فِى أَحَدِهِمَا لَبَنٌ وَفِى الآخَرِ خَمْرٌ فَقِيلَ لِى خُذْ أَيَّهُمَا شِئْتَ. فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَشَرِبْتُهُ . فَقَالَ هُدِيتَ الْفِطْرَةَ أَوْ أَصَبْتَ الْفِطْرَةَ أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَخَذْتَ الْخَمْرَ غَوَتْ أُمَّتُكَ ».


"Ketika aku diisra'kan (diperjalankan), aku bertemu Musa 'alaihis salam." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mensifatinya dengan mengatakan bahwa ia adalah pria yang tidak gemuk yang berambut antara lurus dan keriting serta terlihat begitu gagah.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku pun bertemu 'Isa." Lalu beliau mensifati 'Isa bahwa ia adalah pria yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek dan kulitnya kemerahan seakan baru keluar dari kamar mandi.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku pun bertemu Ibrahim –shalawatullah 'alaih– dan aku adalah keturunan Ibrahim yang paling mirip dengannya. Aku pun datang dengan membawa dua wadah. Salah satunya berisi susu dan yang lainnya khomr (arak). Lantas ada yang mengatakan padaku, "Ambillah mana yang engkau suka." Aku pun memilih susu, lalu aku meminumnya." Ia pun berkata, "Engkau benar-benar berada dalam fithrah. Seandainya yang kau ambil adalah khomr, tentu umatmu pun akan ikut sesat." (HR. Muslim no. 168).


Beberapa faedah dari hadits di atas:


1- Hadits di atas menjelaskan pertemuan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Musa', 'Isa dan Ibrahim ketika peristiwa Isra'.


2- Ciri-ciri ketiga Nabi tersebut telah dijelaskan dalam hadits di atas. Dan menentukan ciri-ciri seperti ini mesti dengan dalil karena kita tidaklah melihat mereka secara langsung sehingga membuktikannya harus dengan berita dari Allah dan Rasul-Nya, yaitu dilihat dari dalil Al Qur'an dan As Sunnah.


3- Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam paling mirip dengan Nabi Ibrahim dibanding keturunan beliau lainnya.


4- Susu lebih nikmat dari khomr (arak).


5- Bahayanya meminum khomr, yaitu bisa membuat sesat.


6- Peristiwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa besar di mana ketika itu Rasul kita –shallallahu 'alaihi wa sallam– bertemu para nabi lainnya.


WaLLAAHUa'lam

TAKDIR

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


عَجِبْتُ لِلْمُؤْمِنِ، إِنَّ اللهَ لاَ يَقْضِي لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ


“Aku begitu takjub pada seorang mukmin. Sesungguhnya Allah tidaklah menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan pasti itulah yang terbaik untuknya.” (HR.Ahmad, 3:117)


Hadits Jibril yang membahas tentang rukun iman Menyebutkan,


Perlindungan Hutang


“Dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR.Muslim, no.8)


Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata, "Takdir itu tidak ada yang buruk. Yang buruk hanya pada yang ditakdirkan (al–maqdur, artinya manusia atau makhluk yang merasakan jelek). Takdir jika dilihat dari perbuatan Allah, semua takdir itu baik. serupa disebutkan dalam hadits, 'Kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu.' Jadi, takdir Allah itu selamanya tidak ada yang jelek. Karena ketetapan takdir itu ada karena rahmat dan hikmah. Kejelekan murni itu hanya muncul dari pelaku kejelekan.


Dalam salah satu doa iftitah yang terdapat dalam hadits 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu disebutkan,


وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ


“Kebaikan itu seluruhnya pada kedua tangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu.” (HR.Muslim, no.771)


Mengapa Allah menakdirkan kejelekan?

Karena ada hikmah di balik itu seperti:

1. agar kebaikan dapat diketahui;

2. supaya manusia menyandarkan diri kepada Allah;

3. supaya manusia bertaubat kepada-Nya setelah ia berbuat dosa;

4. banyak meminta perlindungan kepada Allah dari keburukan dengan berdzikir dan berdoa;

5. ada maslahat besar di balik kesulitan atau musibah yang menimpa.


Bisa Jadi yang Jelek itu Baik untuk Kita

Allah Ta'ala berfirman,


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


"Diwajibkan atas kamu tertawa, padahal menggetarkan itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi membenci kamu sesuatu, padahal dia sangat baik bagimu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal dia sangat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216)


Allah yang lebih mengetahui hasil terbaik setiap perkara. Allah yang Mahatahu yang paling maslahat untuk urusan dunia dan akhirat kita. Sedangkan kita sendiri tidak mengetahui yang terbaik dan yang jelek untuk kita.


WaLLAAHUa'lam