This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, August 14, 2026

Pendidikan Anak, Jalan Sunyi Menuju Surga

Pesan dari Syekh Dr. Muhammad Ratib An-Nablusi untuk 0ara ibu muslimah.


Ada sebuah nasihat yang sering dikaitkan dengan keutamaan seorang perempuan dalam mendidik anak. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku orang pertama yang membuka pintu surga. Tiba-tiba seorang perempuan mendahuluiku dan ingin masuk surga sebelum aku. Aku bertanya kepadanya, siapa anda? Perempuan itu menjawab: Aku adalah seorang perempuan yang menahan diri (demi mengurus) anak-anak yatimku.


Islam menempatkan pendidikan anak sebagai amanah besar. Orang tua bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan pendidikan formal, tetapi juga membentuk akhlak, iman, kebiasaan, serta cara anak memandang kehidupan.


Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa salah satu pemberian terbaik orang tua kepada anak adalah adab dan akhlak yang baik. Sebab, harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi karakter yang dibentuk sejak kecil dapat menjadi bekal yang terus melekat dalam kehidupan seorang anak.


Mendidik anak memang tidak selalu terlihat sebagai amal besar. Tidak ada panggung, tidak selalu mendapat tepuk tangan. Kadang bentuknya hanya menemani belajar, mengajarkan doa, menegur dengan lembut, memberi contoh kejujuran, atau tetap sabar ketika anak melakukan kesalahan yang sama berulang kali.


Justru di situlah beratnya. Mendidik anak membutuhkan kesabaran yang panjang, keteladanan yang konsisten, dan hati yang terus belajar. Anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada sekadar mengingat apa yang mereka dengar.


Karena itu, mendidik anak dengan iman dan akhlak bukan sekadar urusan dunia. Ia adalah bagian dari tanggung jawab akhirat. Allah SWT mengingatkan, *“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”* (QS. At-Tahrim: 6).


Kasih sayang kepada anak bukan berarti selalu menuruti keinginannya. Kadang cinta justru hadir dalam bentuk batasan, nasihat, disiplin, dan ketegasan yang tetap dibalut kasih sayang.


Maka, jangan remehkan pekerjaan seorang ibu atau ayah yang setiap hari mendidik anak. Bisa jadi, doa yang diajarkan hari ini menjadi amal yang terus mengalir. Akhlak yang ditanamkan hari ini menjadi kebaikan yang tumbuh jauh setelah anak dewasa.


Sebab, membesarkan anak bukan hanya tentang membuat mereka sukses di dunia. Tugas yang lebih dalam adalah membantu mereka mengenal Allah, mencintai kebaikan, berakhlak mulia, dan memiliki bekal untuk kembali kepada-Nya.


Mendidik anak adalah amal yang sering sunyi dari pandangan manusia, tetapi semoga tidak pernah luput dari pandangan Allah.



Berikut adalah redaksi hadis yang menceritakan peristiwa tersebut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَنَا أَوَّلُ مَنْ يُفْتَحُ لَهُ بَابُ الْجَنَّةِ، إِلَّا أَنِّي أَرَى امْرَأَةً تُبَادِرُنِي، فَأَقُولُ لَهَا: مَا لَكِ؟ وَمَنْ أَنْتِ؟ فَتَقُولُ: أَنَا امْرَأَةٌ قَعَدْتُ عَلَى أَيْتَامٍ لِي

Artinya:

"Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: 'Aku adalah orang pertama yang dibukakan pintu surga. Namun, aku melihat seorang perempuan yang hendak mendahuluiku (masuk surga). Aku lalu bertanya kepadanya: Ada apa denganmu? Siapa engkau? Perempuan itu menjawab: Aku adalah seorang perempuan yang menahan diri (demi mengurus) anak-anak yatimku.'" (HR. Abu Ya'la dan Al-Khara'ithi). [, 3]

Penjelasan dan Fakta Hadis

Siapa yang Bertanya?
Di dalam teks asli hadis riwayat Abu Ya'la ini, Nabi Muhammad SAW sendiri yang langsung bertanya kepada wanita tersebut saat di pintu surga ("Aku lalu bertanya kepadanya..."), bukan bertanya kepada Malaikat Jibril. [, 2]

Konteks Perempuan Tersebut:
Kata "qa'adtu 'ala aytamin lii" berarti wanita tersebut memilih untuk tidak menikah lagi (menjanda) setelah suaminya wafat. Ia mengorbankan masa mudanya dan fokus bekerja mencari nafkah serta mendidik anak-anak yatimnya hingga dewasa. []

Pemberian Terbaik Orang Tua:
Peristiwa ini sejalan dengan hadis Nabi lainnya tentang keutamaan mendidik anak. Rasulullah SAW bersabda: [1]

"Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik daripada adab (akhlak dan pengajaran) yang baik." (HR. At-Tirmidzi). [1]

Mengasuh dan mendidik anak, terutama saat harus berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal, memiliki derajat yang sangat mulia sampai-sampai jalannya menuju surga beriringan dekat sekali dengan Rasulullah SAW.

INI FAKTA MARMER DI DUA MASJID SUCI MAKKAH DAN MADINAH

Marmer Thassos di Dua Masjid Suci

Masjid Nabawi (Madinah) dan Masjidil Haram (Mekah) dikenal memiliki lantai marmer putih yang menakjubkan dan tetap sejuk meski suhu padang pasir sangat panas. Menurut Arab News, sejak 1978 Kerajaan Saudi secara eksklusif mengimpor Thassos marble dari Yunani untuk dua masjid ini. Marmer Thassos memiliki warna putih murni dan pantulan cahaya tinggi, sehingga menyerap panas sangat rendah. Itulah sebabnya lantainya terasa dingin meski udara mencapai 50–55 °C. Berita resmi Saudi Gazette (2026) bahkan menyebut lebih dari 117.000 m² marmer Thassos dipasang di atap dan halaman Masjid Nabawi sebagai bagian dari sistem pendingin alami.


Keunikan Marmer Thassos

Thassos adalah pulau kecil di Yunani timur yang marmernya sangat istimewa. Studi internasional mencatat bahwa marmer Thassos adalah “heat-dissipating smart marble” karena kemurnian putihnya dan kandungan dolomit yang tinggi, sehingga dapat menyerap kelembapan dan suhu dingin di malam hari untuk dilepaskan saat siang. Uji laboratorium terbaru memperlihatkan marmer ini memantulkan sebagian besar radiasi matahari dan memiliki konduktivitas termal tinggi. Dengan tebal 5 cm (120×60 cm tiap keping), permukaan masjid dapat tetap teduh tanpa tambahan sistem pendingin buatan. Singkatnya, marmer Thassos membuat lantai masjid “ringan panas” secara alami.


Sejarah Penggunaan Marmer di Masjid Suci

Impor marmer Thassos mulai pertama kali dilakukan pada era Raja Khalid (1970-an) untuk mengganti lantai utama Masjidil Haram. Menurut Profesor Salma Hawsawi (King Saud Univ), pada 1978 Raja Khalid memerintahkan perluasan Masjidil Haram dan pemasangan lantai marmer tahan panas impor dari Yunani. Hawsawi mengonfirmasi marmer itu diangkut dalam blok besar ke Arab Saudi dan diproses di pabrik-pabrik milik Grup Bin Laden Saudi, kontraktor besar yang terlibat pembangunan masjid-masjid suci. Pada ekspansi berikutnya (1985–86), Raja Fahd juga memasang marmer putih serupa di halaman Ka’bah. Dengan kedua perintah raja tersebut, hampir setengah ‘gunung’ marmer Thassos dari Yunani sudah dipakai untuk Masjidil Haram.


Muhammad Kamal Ismail, Arsitek Dua Masjid

Arsitek Mesir mualaf, Dr. Muhammad Kamal Ismail (1908–2008), adalah sosok jenius di balik desain dua masjid suci ini. Selain menciptakan teknik tata ruangnya, ia pula yang mengusulkan penggunaan marmer tahan panas dari Thassos. Kamal Ismail dikenal menolak bayaran untuk proyek pembaruan Masjidil Haram dan Nabawi sebagai dedikasi ibadah. Detik Properti dan sumber tulisan Al-Najjar menceritakan bahwa Raja Fahd dan manajemen Bin Laden Company sempat menawarkan upah besar kepadanya, tetapi ia menolak. Ia menyerahkan cek kosong dan menegaskan, “mengapa saya terima uang (di dua masjid ini)? Bagaimana saya bisa menghadapi Allah pada hari kiamat?”. Sikapnya ini sering diangkat media Indonesia dan Timur Tengah sebagai contoh amal jariyah.


Pencarian Marmer Ulang 15 Tahun Kemudian

Sekitar 15 tahun setelah pemasangan marmer di Haram, pemerintah Saudi menghubungi Kamal Ismail untuk memasang marmer serupa di Masjid Nabawi. Kamal kemudian terbang kembali ke Yunani untuk mengurus pembelian marmer baru. Namun dia terkejut menemukan stok marmer Thassos yang sama hampir habis terjual kepada pihak lain. Meski begitu, Kamal tidak menyerah. Ia berbicara dengan sekretaris penjual marmer dan meminta bantuan melacak siapa pembeli sisa marmer tersebut. Setelah menunggu beberapa jam, sekretaris itu berhasil menemukan alamat pembeli marmer itu – dan ternyata pembeli tersebut adalah sebuah perusahaan di Arab Saudi.


Penemuan Marmer di Gudang Saudi

Kamal Ismail segera kembali ke Arab Saudi dan langsung menuju kantor perusahaan tersebut. Menurut narasi Dr. Zaglool Al-Najjar (2019), sang direktur awalnya tidak ingat pembelian itu. Namun setelah menelusuri gudang stok, staf perusahaan menemukan bahwa seluruh marmer sisa tersebut masih utuh tersimpan dan belum pernah terpakai. Direktur itu mengonfirmasi bahwa jumlah marmer tersebut ternyata mencukupi kebutuhan lantai Masjid Nabawi. Fakta ini sesuai dengan penyataan Prof. Hawsawi yang mencatat bahwa marmer Thassos diolah oleh Grup Bin Laden Saudi. Jika perusahaan itu memang Bin Laden Group, maka kemungkinan besar merekalah yang membeli marmer puluhan tahun lalu.


Reaksi Emosional dan Cek Kosong

Mendapati kabar stok marmer masih ada, Kamal Ismail terharu hingga meneteskan air mata. Ia kemudian mengeluarkan sebuah cek kosong dan mempersilakan direktur perusahaan tersebut menuliskan harga marmer berapapun. Namun ketika direktur mengetahui marmer itu akan dipakai untuk Masjid Nabawi (Rasulullah SAW), ia pun menolak menerima bayaran sepeser pun. Ia berkata, “Saya tidak akan menerima satu rial pun. Allah Swt yang memerintahkan saya membeli marmer ini, mungkin memang ditakdirkan untuk Masjid Rasulullah”. Akhirnya semua marmer tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada Kamal Ismail untuk dipasang di Masjid Nabawi.


Marmer Thassos Baru untuk Masjid Nabawi

Berkat peristiwa itu, lantai baru Masjid Nabawi berhasil dilapisi marmer Thassos putih tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Kini lebih dari 117.000 m² marmer Thassos sudah menjadi bagian Masjid Nabawi (termasuk area atap dan halaman). Lantai ini terus dijaga kualitasnya melalui pemeliharaan rutin dan pembersihan khusus. Marmer tersebut terkenal sangat dingin bahkan saat siang terik, membuat jutaan jamaah yang beribadah merasakannya tetap sejuk. Dengan demikian, upaya berani Kamal Ismail memastikan masjid suci tetap nyaman bagi umat.


Verifikasi Fakta & Kesimpulan

Cerita tentang marmer Thassos dan arsitek Kamal Ismail kini banyak tersebar di media. Kabar ini didukung sumber-sumber terverifikasi terkait marmer Thassos, yaitu artikel Arab News dan Saudi Gazette yang menjelaskan penggunaan marmer tersebut. Sumber sejarah (Prof. Hawsawi) memaparkan kronologi impor marmer sejak 1978, dan Saudi Gazette baru-baru ini mencatat luasan 117.000 m² marmer di Masjid Nabawi. Sementara kisah detail “cek kosong” berasal dari narasi Dr. Al-Najjar (ilmuwan geologi) yang kemudian disebarkan di blog dan media Indonesia. Tidak ada publikasi resmi yang menyebut nama perusahaan Saudi tersebut secara eksplisit, tetapi fakta bahwa marmer diolah oleh Grup Bin Laden terbukti dari pernyataan akademik. Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan: penggunaan marmer Thassos di Masjid Nabawi adalah kenyataan berlapis ilmu. Cerita mengharukan tentang Kamal Ismail dan marmer gratis berasal dari narasi berulang yang didukung oleh beberapa sumber (Arab News, Saudi Gazette) dan penelitian terkait, sehingga patut dianggap cukup meyakinkan meski elemen detailnya lebih bersifat anekdot.


Sumber: Fakta marmer Thassos dan kisah Muhammad Kamal Ismail diperoleh dari laporan Arab News dan Saudi Gazette, serta artikel sejarah dan jurnal komunitas (narasiliterasi, Detik, tulisan Dr. Zaglool Al-Najjar) yang mendokumentasikan narasi proyek perluasan Masjidil Haram dan Nabawi. Semua pernyataan penting dalam tulisan ini telah didukung bukti dokumenter.

Thursday, August 13, 2026

ISTIDRAJ

Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ


“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad 4: 145).


Allah Ta'ala berfirman,


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ


“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al An'am: 44)


Dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan, "Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”


Syaikh As Sa'di menyatakan, "Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.”


Disebutkan dalam surat Al Qalam kisah pemilik kebun berikut ini yang mengalami istidraj


إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19) فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ (20) فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ (21) أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ (22) فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ (23) أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ (24) وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ (25) فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ (26) بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (27) قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ (28) قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (29) فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ (30) قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ (31) عَسَى رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ (32) كَذَلِكَ الْعَذَابُ وَلَعَذَابُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (33)


17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari,

18. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin),

19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Rabbmu ketika mereka sedang tidur,

20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.

21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:

22. "Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.”

23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik.

24. "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.”

25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya).

26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),

27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)

28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)

29. Mereka mengucapkan: "Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela.

31. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas.”

32. Mudah-mudahan Rabb kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita.

33.Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (QS. Al Qalam: 17-33).


Syaikh As Sa'di rahimahullah menerangkan, "Kisah di atas menunjukkan bagaimanakah akhir keadaan orang-orang yang mendustakan kebaikan. Mereka telah diberi harta, anak, umur yang panjang serta berbagai nikmat yang mereka inginkan. Semua itu diberikan bukan karena mereka memang mulia. Namun diberikan sebagai bentuk istidraj tanpa mereka sadari.“


WaLLAAHUa'lam

Tuesday, August 11, 2026

RIDHA SUAMI

 (K.H. Maimoen Zubair) dhawuh ...

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya....


Ibu.: Mbah Mun, saya sudah ga kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...


Kyai. : lho, kenapa bu?


Ibu. : Ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin untuk anak-anak. Nanti gimana anak-anak saya kalau ayahnya modelan kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek-capek, eeh dia santai aja di rumah.


Kyai.: Oooh gitu ya?, cuma itu aja? 


Ibu.: Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.


Kyai.: Oooooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?


Ibu.: Boleh Mbah Mun.


Kyai.: Gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya tidak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudah ga muat banyak, tidak ada gantungan pakaiannya, tidak ada lacinya, tidak bisa dikunci, malah boros listrik...


Nah... itulah kalau kita pakai produk yang tidak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya tidak akan puas.


Ibu.: Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?


Kyai.: Ya... ibu sangat berharap suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya tidak dipakai.


Ibu.: Saya ga berharap lebih koq Mbah Mun. Saya cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.


Kyai.: Iya... itu kan cuma fungsi sampingan dari suami. Yo Sayang kalau suami cuma diharapkan jadi begitu aja to. Fungsi primernya yang paling utama malah tidak ibu harapkan dan kejar.


Ibu.: Mmmmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?


Kyai.: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa-dosa ibu di neraka.


Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa-doaa ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu. 


Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dengan maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami. 


Dalam sebuah hadits shahih disebutkan “Ayyumam raatin maatat wa zaujuha ‘anha raadhin dakhalatil jannah”


Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”


Selebihnya, itu cuma fungsi-fungsi sekunder dari suami. Kejar dulu yang utama ini.


Suami tidak kerja ya tidak apa-apa... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng neraka saja untuk ibu.


Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa-dosa ibu tidak ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan sudah tidak ada dosa sama sekali.


Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau memang ibu yang cari nafkah ya tidak apa-apa. Semua harta yang ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.


Ibu.: koq bisa lebih mulia dari anak yatim?


kyai.: iya karena anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yang hukumnya sunnah. Sementara suami, sudah terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu. 


Silahkan dibagi sedekah untuk orang lain dengan sedekah untuk keluarga, tapi yang untuk keluarga, itu yang lebih utama.


Ibu.: Tapi... kalau suami zalim bagaimana? Bahkan sampai KDRT ke keluarga?


Kyai.: Ya tidak apa-apa juga... tetap pertahankan. Karena semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.


Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhanya suami.


Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi-bayi.


Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.


Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)


Ibu.: Ya Allah... Mbah Mun ... terimakasih atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?


Kyai.: Ibu mau ikuti saran dari saya?


Ibu.: Apa itu Mbah Mun..?


Kyai.: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, Tanyakan ke suami, “Abang atau mas, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”


Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....


Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.


Ibu.: Baik Mbah Mun


Kyai.: Semoga Allah memuliakan ibu dan suami ibu.


Ibu.: Aaaamiin ya Rabb... terimakasih Mbah Mun...


*****

SELANG 5 HARI BERLALU, IBU ITU DATANG KEMBALI MENGHADAP KYAI


Ibu.: Mbah Mun.... ya Allah... terimakasih banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama Mbah Mun... terimakasih sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan Mbah Mun dan keluarga...


Kyai.: Alhamdulillah... ada kabar apa? Bagaimana?, saran saya, apakah sudah dijalankan?


Iby.: Iya Mbah Mun... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia Mbah Mun, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget Mbah Mun...


Kyai.: Alhamdulillah...


Ibu.: Saya mau terus lakukan saran Mbah Mun, ga cuma 7 hari..., tapi mau saya lakukan selama-lamanya boleh Mbah Mun...?


Kyai.: ya monggo, boleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan Husnul Khotimah...


Ibu.: Huhuhu... makasiiiiih Mbah Mun...


Kyai.: Sama2


Catatan:

KH. Maimoen Zubair

(yg sering dipanggil Mbah Mun)

Ulama besar dan Tokoh NU  dari Jawa Tengah.

Sunday, August 9, 2026

DETEKSI SISI GELAP SESEORANG

Deteksi sisi gelap seseorang, bagaimana mereka kontrol pikiran, perasaan, atau tindakan orang lain, memanipulasi psikologis: Usaha mengendalikan mental orang lain secara halus, pengendalian pikiran: Usaha mengubah cara pandang orang lain tanpa disadari.

Jika mereka membicarakan orang lain di hadapanmu, mereka 100% membicarakanmu saat kamu tidak ada.

Ketika seseorang berkata “Tidak peduli,” diamlah — keheninganmu akan membuat mereka lebih peduli daripada seribu balasan.

Ketika kamu ingin seseorang menyukaimu, minta bantuan kecil padanya — pikiran mereka akan tertipu untuk menyukaimu.

Jika seseorang terus-menerus melihat ponselnya saat kamu berbicara, hentikan ucapanmu — keheningan akan membuat mereka merasa bersalah dan mulai memperhatikanmu.

Keheningan membuat orang lain merasa takut.

Jarak mengendalikan perhatian.

Orang iri tersenyum paling manis.

Orang yang memberi selamat paling keras sering kali adalah orang yang paling iri dengan kesuksesanmu. Perhatikan matanya, bukan mulutnya.

Reaksi lambat membuat manipulator bingung

Banyak orang membantumu bukan karena peduli, tapi karena itu membuat mereka merasa lebih hebat dan berkuasa.

Saat seseorang marah, mereka berhenti menyaring pikirannya. Dengarkan baik-baik; mereka sedang memberi tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan tentangmu.

Marah menunjukkan warna aslimu.

Jika kamu ingin tahu siapa teman sejatimu, bagikan sedikit kabar buruk. Orang yang menghilang, tidak pernah ada sejak awal.

Orang yang terus-menerus menuduhmu tidak dapat dipercaya, biasanya adalah orang yang sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya sendiri.

Jika seseorang terlalu baik padamu dalam waktu singkat, kemungkinan besar mereka sedang menyembunyikan kepribadian manipulatif.

Jangan pernah mengulang kelemahanmu.

Orang yang paling banyak membicarakan "kehidupan mewah"-nya biasanya adalah orang yang paling tidak aman dengan kondisi keuangannya.

Membuat seseorang gugup: Tatap dahinya saat ia sedang berbicara.

Mengungkap kebohongan: Setelah ia selesai berbicara, tetap tatap dia dalam diam. Orang yang berbohong sering kali mulai memberi penjelasan berlebihan.

Menguasai perdebatan: Berbicaralah lebih pelan dan lebih tenang. Hal itu membuat lawan bicara lebih fokus mendengarkan.

Mengetahui siapa yang ia sukai: Saat semua orang tertawa bersama, perhatikan ke arah siapa ia melihat. Sering kali ia akan menoleh kepada orang yang paling ia sukai.

Meredakan orang yang sedang marah: Tatap matanya lalu katakan, "Sepertinya hari ini sedang berat untukmu, ya?" Kalimat ini sering membantu menurunkan emosi.

TITIP

Kita, bisa jadi mengenal Gontor baru beberapa tahun, apalagi saya, sering dengar pesantren Gontor disebut, tapi baru tahu bagaimana itu megahnya Gontor baru satu tahun yang lalu (tahun 2019) saat open house di Gontor Putri 1 Mantingan Ngawi bulan Syaewal eaktu itu, yang tadinya hanya mengetahui sedikit informasi tentang Gontor, setelah mendaftarkan, hingga putri saya di terima di GP3 itupun dari cerita-cerita wali santri di fb, ig, youtube, dan grup WA walsan.


Gontor bahkan sudah 100 tahun mengenal berbagai santri dengan beragam permasalahannya, bagaimana manajemen komunikasi, bagaimana sistem koordinasi, bagaimana psikologi di pesantren, bagaimana reward and punishment diterapkan, bagaimana penanganan kesehatan dan semua kebutuhan-kebutuhan santri selama mondok, bagaimana mencetak akhlakul karimah santri dan aspek-aspek detail lain pasti sudah dipertimbangkan ...


Gontor bahkan dengan segala upaya bisa langsung menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terbaru. 


Dengan adanya pandemi Covid-19 Gontor bahkan langsung menyesuaikan diri dengan menyelenggarakan sitem pendaftaran online, pembayaran online, pembayaran SPP dan pengiriman uang melalui aplikasi sejak 2019, serta melibatkan IKPM (Ikatan Alumni) untuk mendampingi keberangkatan santri - tanpa diantar orang tua- dari dalam maupun luar negeri, melalui bandara, terminal keberangkatan, serta berbagai moda transportasi dikerahkan. IKPM inilah yang membimbing, mememani di perjalanan, menenangkan, memberi semangat calon santri yang sedang jauh dengan keluarga, sampai mengurus segala sesuatunya beli ember kasur, bantal, seragam, kerudung, baju, sendal sepatu, hingga mendampingi santri masuk ke pondok sampai rayon, kamar, kelas, masing-masing.


Kami baru mengenal Gontor baru beberapa tahun belakangan, tapi Jam terbang Gontor yang sudah 100 tahun bukan waktu sebentar untuk berproses, berpengalaman, mengetahui dan memahami dunia pesantren ...


Oleh sebab itu kami orang tua wali santri percaya kepada Gontor, dengan apa saja yang dilakukan kepada putra-putri kami. Semua yang dilakukan pondok adalah pasti yang terbaik untuk putra-putri kami.


Terimakasih Gontor berkenan kami Titip putra-putri kami, Bismillahirrahmanirrahim, Lillahi ta'ala kami ridho, kami mantap, Kepada Gontor kami T.I.T.I.P :

1. Tega

2. Ikhlas

3. Tawakkal

4. Ikhtiar

5. Percaya


Ritual tiap mudif Shalihah di pondok, setelah anak-anak masuk kelas, duduk dibawah pohon kedondong sambil menatap ke arah pondok, sambil bersholawat semoga Bapak Kyai, Bapak Wapim, semua para assatidz, santri Gontor sehat-sehat semua, Bapak Kyai ridho putri kami menuntut ilmu di Gontor hinggal Lulus dan menjadi Munzirul Qoum. Aamiin. Alfatihah untuk beliau semua.


Karangbanyu, 2020

Saturday, August 8, 2026

MENCUCI DENGAN MESIN CUCI AGAR SUCI

1. Pisah baju anak yg rentan terkena najis bersihkan dulu najisnya baru masukan.

2.taruh dulu bajunya kedalam mesin cuci, baru masukan air yg mengalir air mutlak hati hati jangan memasukan air yg bekas najis, karna syarat mensucikan itu dengan air yg suci

3. Kalau terlanjur mencuci dengan air yg sudah di pakai bekas mencuci baju yg lain maka hendaklah mengulangi atau membilasnya dengan air yg mengalir untuk mensucikannya kembali.

4. Sekarang ada detergen sekali bilas, sebaiknya jika ingin mempergunakannya cuci dulu baju dengan air mengalir lalu buang airnya setelah itu masukan air suci kembali dan berilah sabun itu.

5. Sebaiknya mesin cuci berkala di bersihkan, karna terkadang banyak kerak dan kotoran yg mana tahu di sana ada najis dan saat memasukan air menjadi kotor lah air yg di pakai untuk mensucikan pakaian itu. Wallahualam


Berikut jenis jenis najis

Macam-macam najis, contoh, dan cara membersihkannya:

1. Najis mukhoffaffah atau ringan

Contoh: air kencing bayi laki-laki yang belum makan kecuali Air Susu Ibu (ASI).

Cara membersihkan: Najis bisa dibersihkan dengan memercikkan air pada pakaian, tempat, dan hal lain yang terkena najis mukhoffaffah.

2. Najis mutawasithah atau sedang (biasa)

Contoh: nanah, darah, kotoran yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang kecuali mani, dan bangkai.

Najis mutawasithah terbagi menjadi dua jenis dengan contoh dan cara membersihkan yang berbeda. Berikut penjelasannya:

a. Najis ‘aniyah yaitu kotoran yang nampak zat dan sifatnya misal warna, bau, dan rasa

Cara membersihkan: mencuci hingga sifatnya hilang kemudian dibasuh dengan air yang suci

b. Najis hukmiah yaitu najis yang tidak terlihat sifatnya, misal air kencing yang sudah kering

Cara membersihkan: membasuh atau mengalirkan air suci pada pakaian, tempat, atau hal lain yang terkena najis.

c. Najis mugholladhoh atau berat

Contoh: air liur anjing atau babi

Cara membersihkan: mencuci hingga tujuh kali dengan salah satunya dicampur debu atau tanah. Setelah itu dibasuh dan dialirkan air suci pada bagian yang terkena najis.

Cara lain. 2x cuci gelap terang pisah

  1. Giling cucian menggunakan air mutlak selama 45 menit (putaran full), setelah itu buang
  2. Giling cucian yang kedua menggunakan sabun cuci putaran full, selesai lngsung buang
  3. bilas menggunakan air bersih sampai 3x bilasan dan buang berurutan.
  4. dikeringkan dalam keadaan air mengalir disisi pengering selama 5 menit putaran,
  5. Dikeringkan lagi tanpa air mengalir,
  6. Lalu jemur


Sumber : kitab fathul qorib