This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, June 29, 2026

Rahasia Sembuh Saat Tidur

Mengapa Anda Dilarang "Menyebut Nama" Penyakit Anda Sendiri?

Pernahkah Anda menyadari bahwa hal pertama yang kita lakukan saat sakit adalah mencari tahu namanya? Kita googling gejalanya, mendiagnosis diri sendiri, lalu terus-menerus menceritakannya kepada siapa saja: "Aduh, asam lambungku kumat," atau "Migrainku datang lagi."


Kita mengira dengan mengenali namanya, kita bisa mengendalikannya. Namun, bagaimana jika hukum pikiran bekerja sebaliknya? Bagaimana jika menyebut nama penyakit Anda justru memberinya nyawa?


Ada sebuah kisah luar biasa tentang seorang psikolog klinis. Suatu hari, hasil rontgen (sinar-X) membawa kabar buruk untuknya: salah satu paru-parunya terinfeksi Tuberkulosis (TB) yang cukup parah.


Sebagai orang medis, ia tahu persis seberapa menakutkan penyakit itu. Namun, alih-alih panik atau mengeluhkan nasibnya, ia melakukan sebuah "Pembedahan Mental".


Setiap malam, tepat di detik-detik saat ia merasa kantuk mulai datang dan matanya terpejam, ia dengan sangat tenang membisikkan kalimat ini berulang-ulang: "Setiap sel, saraf, jaringan, dan otot di paru-paruku kini menjadi utuh, murni, dan sempurna. Seluruh tubuhku sedang dipulihkan menuju kesehatan dan harmoni yang sejati."


Satu bulan kemudian, ia kembali ke rumah sakit. Hasil rontgen terbarunya membuat dokter tertegun: paru-parunya bersih, pulih sempurna.


Ketika ditanya apa rahasia di balik keajaiban itu, sang psikolog membagikan dua aturan emas yang sering dilupakan manusia modern:


Aturan Pertama: Manfaatkan "Shift Malam"

Pikiran Anda 


Pikiran bawah sadar kita memiliki sifat kinetik—ia terus bergerak dan bekerja, bahkan (dan terutama) saat kita tertidur pulas. Jika sebelum tidur Anda memikirkan rasa sakit, kecemasan, atau ketakutan, Anda sedang memberikan "Tugas Buruk" untuk dikerjakan pikiran bawah sadar Anda semalaman suntuk. Sebaliknya, jika Anda memberikan afirmasi kesembuhan sebelum tidur, pikiran bawah sadar akan memproses "Tugas Baik" itu untuk memperbaiki sel-sel tubuh Anda hingga pagi tiba.


Aturan Kedua: Jadilah "Ahli Bedah Mental"


 Perhatikan baik-baik afirmasinya. Selama proses penyembuhan, psikolog ini tidak pernah satu kali pun menyebut kata "Tuberkulosis". Kenapa? 👉 Karena di mana ada perhatian, di situ energi mengalir. Mengeluhkan penyakit dan terus menyebut namanya sama dengan mentransfer energi kehidupan Anda kepada penyakit tersebut.


Jadilah seorang Ahli Bedah Mental. Potong masalah Anda seperti memangkas ranting mati dari pohon. Berhenti memberinya makan berupa ketakutan dan perhatian. Fokuslah pada cetak biru "Kesehatan", bukan pada cetak biru "Penyakit". Apa yang terus Anda imajinasikan, itulah yang akan bermanifestasi menjadi realitas fisik Anda.


 Sebuah Catatan Kecil untuk Anda...


Kisah nyata di atas bukanlah fiksi atau kebetulan medis. Ini adalah cara kerja mutlak dari hukum pikiran manusia. Kisah ini adalah salah satu dari ratusan studi kasus menakjubkan yang ditulis oleh Dr. Joseph Murphy dalam karya monumentalnya, The Power of Your Subconscious Mind.


Selama puluhan tahun, kita diajarkan untuk merawat tubuh fisik kita, namun jarang ada yang mengajari kita cara merawat, memprogram, dan "meng- hack" pikiran bawah sadar kita sendiri. Padahal, 95% realitas hidup kita—mulai dari kesehatan, keuangan, hingga keharmonisan hubungan—dikendalikan oleh software bawah sadar ini.


Jika satu kisah pendek tentang "Ahli Bedah Mental" di atas saja bisa meruntuhkan cara pandang lama Anda tentang penyakit, bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda memegang "buku manual"-nya secara utuh.


Mungkin, jawaban dari kelelahan mental, masalah finansial, atau penyakit fisik yang selama ini Anda cari tidak berada di luar sana. Semuanya sudah ada di dalam diri Anda, menunggu Anda untuk memberikan perintah yang tepat.


Sudah waktunya Anda mengambil alih kemudi pikiran Anda. Buku The Power of Your Subconscious Mind mungkin adalah investasi terbaik yang pernah Anda lakukan untuk diri Anda sendiri. 


Anda bisa menemukan buku ini di toko buku terdekat atau memesannya sekarang juga di WhatsApp +62 859-2034-1457.

Keterangan buku ada di komentar


Malam ini, perintah apa yang akan Anda berikan pada pikiran bawah sadar Anda sebelum tidur? 

Sunday, June 28, 2026

BERHENTI BERANTEM DENGAN GARIS HIDUP

Sejak lahir kita sebenarnya punya dua penulis cerita.


Penulis pertama adalah Tuhan. Dia yang bikin kerangka besarnya. Kapan kita lahir, di keluarga mana, badan kita seperti apa, rezeki yang sudah dialokasikan, orang-orang yang memang jalurnya akan ketemu kita. Kerangka ini tenang. Gak buru-buru. Ujungnya sudah jelas.


Penulis kedua adalah ego kita. Dia yang tiap hari coret-coret skenario di atas kertas Tuhan. “Seharusnya aku kurus sekarang”, “Seharusnya umur 30 aku sudah jadi direktur”, “Seharusnya dia jadi pasangan aku”. Ego ingin jadi sutradara. Ingin nulis ulang ending sesuai mau kita.


Masalahnya muncul pas ego maksa kertasnya lebih menang dari kerangka aslinya. Kita boleh belok, boleh muter, boleh bikin plot twist. Tapi jalur besarnya akan selalu narik kita balik. Pelan-pelan, kadang kasar. Karena semesta gak pernah kehilangan arah.


Bagian 1: Saat Kita Ngot Ngelawan Garis


Lihat aja di film. Manusia paling sering berantem bukan soal mati, tapi soal hidup sehari-hari.


Soal kesehatan. Di film _The Substance_, ada perempuan yang gak terima tubuhnya menua. Lalu dia pakai zat rahasia untuk menciptakan “versi muda” dari dirinya. Awalnya dia menang. Tapi lama-lama dua versi itu berantem. Saling ngancurin. Pesan filmnya sederhana: kamu boleh jaga tubuh, tapi kalau maksa ngelawan garis biologis, yang hancur justru dirimu sendiri. Tua, sakit, lelah itu bagian paketnya. Nerima badan apa adanya justru bikin kita lebih sehat, karena pikiran berhenti perang.


Soal kesuksesan dan rezeki. Di _The Wolf of Wall Street_, Jordan Belfort ngerasa garis “cukup” itu terlalu kecil. Dia gas terus. Uang, pesta, kuasa. Semuanya dilahap. Tapi makin tinggi dia naik, makin keras semesta narik balik. Ujungnya penjara, keluarga retak, dan kosong. Rezeki itu punya ritme. Dipaksa ngebut, mesinnya jebol. 


Soal pasangan dan cinta. Di _Eternal Sunshine of the Spotless Mind_, dua orang sakit hati setelah putus. Lalu mereka hapus ingatan biar bisa mulai dari nol lagi. Ngot mau nulis ulang cerita cinta. Lucunya, walau ingatan hilang, mereka tetap ketarik duduk bersebelahan di kereta yang sama. Garisnya bilang: kalian memang ditakdirkan ketemu, belajar, lalu selesai. Ngulang seribu kali pun polanya mirip. Maksa jodoh versi ego rasanya capek. Karena cinta manusia memang gak sempurna. Dipaksa sempurna, malah kehilangan manusia aslinya.


Bahkan di _The Time Machine_, tokoh utamanya bolak-balik waktu cuma untuk nyelametin satu orang yang dia cinta. Tiap dia ubah, semesta cari cara lain buat kejadian itu tetap terjadi. Ketusuk pisau diganti ketabrak kereta. Garisnya gak goyah. Yang goyah cuma hatinya yang capek berantem.


Bagian 2: Harga yang Kita Bayar


Kenapa rasanya berat banget kalau kita maksa ngelawan garis? Karena ada pertukaran energi.


Bayar pertama: pikiran. 24 jam penuh mikir “gimana caranya biar jadi begini”. Tidur jadi gak nyenyak. 


Bayar kedua: waktu. Tahun demi tahun habis buat ngejar versi hidup yang bukan milik kita. 


Bayar ketiga: diri sendiri. Stress datang, badan drop, hubungan sama orang retak. Kita jadi orang yang sibuk berantem sama realitas, bukan orang yang benar-benar hidup.


Itulah kenapa ujungnya kita tetap balik ke jalur Tuhan. Bukan karena kita kalah. Tapi karena melawan garis itu buang-buang energi. 


Bagian 3: Damai Ada di Sisi Penerimaan


Menerima bukan berarti nyerah dan diam. Menerima itu kalimat sederhana: “Oke, ini garisnya. Terus aku bisa jadi versi terbaik seperti apa di dalam garis ini?”


Badan segini, ya jaga sebaik-baiknya tanpa maksa sixpack. 

Rezeki segini, ya kelola dengan syukur tanpa iri ke orang lain. 

Pasangan seperti ini, ya belajar cinta tanpa maksa dia jadi orang lain.


Pas komplain berhenti, energi yang tadinya dipakai buat ngot langsung balik ke kita. Dipakai buat tumbuh. Dipakai buat nikmatin hari ini. Di sanalah damai masuk. Bukan karena hidup jadi sempurna. Tapi karena kita berhenti berantem sama Tuhan.


Film kasih kita simbol. Hidup kasih kita rasa. Dua-duanya ngajarin hal sama: kesehatan, rezeki, cinta, semua punya garis. Yang bisa kita pilih cuma satu. Mau jalan sambil berdarah-darah karena ngot, atau jalan sambil tenang karena menerima.

KENAPA UNTUK DUNIA KITA DISURUH JALAN, UNTUK AKHIRAT KITA DISURUH BERLARI?, INI INSTRUKSI ALQURAN

 Ada rahasia "kecepatan" yang

selama ini kita abaikan..


Urusan Rezeki:

"BERJALANLAH"

‎فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا


"Maka berjalanlah di segala penjurunya..."


(QS. Al-Mulk: 15).


Allah menggunakan kata فَامْشُوا (Famsyu) yang artinya jalan santai.


Pesannya: Rezeki itu sudah dijamin. Cukup jemput dengan sewajarnya, jangan sampai lari dan kehilangan arah.


Urusan Shalat:

"BERSEGERALAH"

‎فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ


...maka bersegeralah kamu mengingat Allah."


(QS. Al-Jumu'ah: 9).


Kecepatannya naik. Allah menggunakan kata (Fas'au").


Bukan lagi jalan santai, tapi melangkah dengan serius, penuh niat, dan prioritas tinggi.


Urusan Ampunan:

"BERLOMBALAH"

‎وَسَارِعُواْ إلَىٰ مَغْفِرَةٍ


"Dan bersegeralah (berlomba-lombalah) menuju

ampunan Tuhanmu..." 


(QS. Ali-Imran: 133).


Kecepatannya naik lagi. Kata سَارعُوا (Sari'ü)

berarti bergegas dalam kompetisi.

Jangan mau kalah sama orang lain dalam urusan tobat dan masuk surga.


Urusan Allah:

"LARILAH!"

‎فَفِرُّوا إِلَى اللهِ


"Maka berlarilah kamu menuju Allah."


(QS. Adz-Dzariyat: 50).


Ini level kecepatan tertinggi. Kata فَفِرُّوا

(Fafirrü) berarti lari dengan kecepatan

penuh seperti orang yang dikejar bahaya dan mencari perlindungan paling aman.


Kita Sering Terbalik...


Untuk dunia yang sudah

dijamin, kita sering Berlari (Fafirrü) sampai burnout dan lupa ibadah.


Tapi untuk Allah yang belum tentu kita dapatkan

ridha-Nya, 


kita justru Berjalan santai (Famsyü), menunda-nunda, dan sering telat.

Wednesday, May 27, 2026

Penyimpangan (Salafiyah / Wahabiyah) terhadap Rasulullah

 Yang buat posting ini di pastikan jenggotnya panjang, celana cingkrang, dan hafal Qur'an plus terjemahan dan seketul hadist sahih yang di disahihkan oleh Syaikh Al-Albani.

Hukum hanya ada 3: BID'ah, kafir, syirik.  

Mereka mengartikan bid'ah dengan arti lughowi yaitu: nabi tidak melakukannya. 

Bukan secara syar'i: nabi tidak mensyaritakan.  

Kalau kita artikan bid'ah secara syari maka merekalah the king of bid'ah.

1. Mencintai Nabi dengan cinta yang sempurna adalah kewajiban, dan mengeringkannya dengan alasan ghuluw adalah menyelisihi dalil.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

لا والَّذي نَفْسِي بيَدِهِ، حتّى أكُونَ أحَبَّ إلَيْكَ مِن نَفْسِكَ  

"Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri."  

HR. Bukhari no. 6632  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan berlebihan dalam mencintainya dan jangan ghuluw terhadapnya."


2. Kepemimpinannya telah tetap secara syar’i, dan melarang lafazh ‘sayyidina’ adalah menolak makna yang sudah tetap.  

✅ Rasulullah bersabda:  

أنا سَيِّدُ ولَدِ آدَمَ يَومَ القِيامَةِ ولا فخرَ  

"Aku adalah penghulu anak Adam pada hari kiamat, dan itu bukan untuk sombong."  

HR. Muslim no. 2278  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan ucapkan Sayyidina Muhammad."


3. Bertawassul dengan beliau itu tetap, dan mengharamkannya adalah pencampuran dalam akidah.  

✅ Rasulullah bersabda:  

اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ وأتوسَّلُ إليكَ بنبيِّكَ محمَّدٍ نبيِّ الرَّحمة  

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad, Nabi yang penuh rahmat."  

HR. Tirmidzi 3578, Ibnu Majah 1385, Ahmad 17279, An-Nasa’i 10495  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan meminta kepada Nabi dengan kedudukannya."


4. Ziarah ke kubur beliau disyariatkan dan lebih utama, tidak boleh dilarang.  

✅ Rasulullah bersabda:  

مَن زارَ قَبْري وَجَبَتْ له شَفاعتي  

"Barangsiapa menziarahi kuburku, maka wajib baginya syafaatku."  

HR. Al-Bazzar, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi  

ويقولﷺ: يامعاذ وَلَعَلَّكَ أَنَّ تَمُرَّ بِمَسْجِدِي وَقَبْرِي..  

"Wahai Mu’adz, mungkin saja engkau akan melewati masjidku dan kuburku..."  

HR. Ahmad 22052, Al-Bazzar 2647, Ibnu Hibban 647  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Jangan niat ziarah kepadanya, cukup niat ke masjid saja, bukan ke kubur."


5. Istighatsah dengan sebab-sebab itu dibolehkan, dan mengkafirkannya adalah kebodohan terhadap agama.  

✅ Rasulullah bersabda:  

إذا أصاب أحدُكم عَرْجةً بأرضٍ فَلاةٍ فليُنادِ أعينوا عبادَ اللهِ  

"Jika salah seorang dari kalian kakinya terkilir di tanah yang sepi, maka hendaklah ia memanggil: ‘Wahai hamba-hamba Allah, tolonglah!’"  

HR. Al-Haitsami, Majma’ Az-Zawaid 10/135  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Istighatsah kepada orang shalih adalah syirik dan kufur."


6. Nabi bertawassul dengan para nabi itu tetap, dan mengkafirkannya adalah mencela sunnah.  

✅ Rasulullah bersabda:  

اللَّهمَّ اغفِر لأمِّي فاطمةَ بنتِ أسدٍ ولقِّنها حجَّتَها ووسِّع عليها مُدخلَها بحقِّ نبيِّكَ والأنبياءِ الَّذينَ من قبلي فإنَّكَ أرحمُ الرّاحمينَ  

"Ya Allah, ampunilah ibuku Fatimah binti Asad, ajarkan hujjahnya, luaskan tempat masuknya, dengan hak Nabi-Mu dan para nabi sebelumku, sesungguhnya Engkau Maha Penyayang."  

HR. Ath-Thabrani 24/351, Abu Nu’aim  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Tawassul dengan orang yang sudah meninggal adalah syirik dan kufur kepada Allah."


7. Manfaat beliau setelah wafat itu tetap, dan menafikannya adalah meniadakan dalil.  

✅ Rasulullah bersabda:  

حياتي خيرٌ لَكم تُحدِثونَ ويَحدُثُ لَكُم ووَفاتي خيرٌ لَكُم تعرَضُ عليَّ أعمالُكم فما وجدت من خير حمدت الله لكم..  

"Hidupku lebih baik bagi kalian, kalian akan membuat sesuatu dan dibuatkan untuk kalian. Dan wafatku lebih baik bagi kalian, amal kalian diperlihatkan kepadaku. Jika aku lihat kebaikan, aku memuji Allah untuk kalian..."  

HR. As-Suyuthi, Al-Khashais Al-Kubra 2/281  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Nabi tidak bisa memberi manfaat kepada kita setelah wafat."


8. Tindakan beliau setelah wafat itu benar adanya, dan mengingkarinya adalah menolak atsar.  

✅ Rasulullah bersabda:  

للصحابي أئتِ عمرَ فأقرِئْه مني السلامَ وأخبِرْهم أنهم مُسْقَوْنَ وقل له عليك بالكَيْسِ الكَيْسِ  

"Datangilah Umar, sampaikan salamku kepadanya, dan kabarkan kepada mereka bahwa mereka akan diberi hujan. Katakan padanya: hati-hati, hati-hati."  

HR. Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wan Nihâyah 7/93  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Nabi tidak bisa memberi manfaat kepada kita setelah wafat."


9. Meminta dengan hak orang shalih adalah doa yang disyariatkan, tidak ada syirik di dalamnya.  

✅ Rasulullah bersabda:  

للصحابي قل : اللهمَّ إني أسألُك بحقِّ السائلين عليك..  

"Ucapkanlah: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan hak orang-orang yang meminta kepada-Mu..."  

HR. Ibnu Majah 778, Ahmad 11172  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Meminta kepada selain Allah adalah syirik dan kufur."


10. Mencintai Ahlul Bait dan menziarahi mereka adalah sunnah, bukan bid’ah.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ في أَهْلِ بَيْتي  

"Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul Baitku."  

HR. Muslim 2408  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Ziarah ke Ahlul Bait, wali, dan orang shalih adalah wasilah syirik."


11. Para nabi hidup secara barzakh, dan menafikan bahwa mereka mendengar tanpa dalil.  

✅ Rasulullah bersabda:  

الأنبياءُ أحياءٌ في قبورِهم يصلون  

"Para nabi itu hidup di kubur mereka, mereka shalat."  

HR. Al-Bazzar 6888, Abu Ya’la 3425, Al-Baihaqi  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Para nabi tidak mendengar doa kita."


12. Orang yang sudah meninggal bisa mendengar itu tetap, dan mengingkarinya menyelisihi hadits shahih.  

✅ Rasulullah bersabda:  

العَبْدُ إذا وُضِعَ في قَبْرِهِ، وتُوُلِّيَ وذَهَبَ أصْحابُهُ حتّى إنَّه لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعالِهِمْ..  

"Seorang hamba ketika diletakkan di kuburnya, dan teman-temannya telah pergi, sungguh ia mendengar suara sandal mereka..."  

HR. Bukhari 1338, Muslim 2870  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Orang yang sudah meninggal tidak mendengar di kubur mereka."


13. Amal yang diperlihatkan menunjukkan orang mati bisa memberi manfaat, dan menafikannya bertentangan dengan atsar.  

✅ Rasulullah bersabda:  

إنَّ أعمالَكم تُعرَضُ على أقاربِكم وعشائرِكم مِن أهلِ الآخرةِ فإنْ كان خيرًا فرِحوا واستبشَروا وقالوا اللَّهمَّ هذا فضلُكَ ورحمتُكَ فأتمِمْ نِعمتَكَ عليه وأَمِتْه عليها ويُعرَضُ عليهم عمَلُ المُسيءِ فيقولونَ اللَّهمَّ ألهِمْه عمَلًا صالحًا ترضى به وتُقرِّبُه إليكَ  

"Sesungguhnya amal kalian diperlihatkan kepada kerabat dan keluarga kalian dari ahli akhirat. Jika amal itu baik, mereka gembira dan berkata: Ya Allah, ini adalah karunia dan rahmat-Mu, sempurnakanlah nikmat-Mu atasnya dan wafatkanlah ia di atasnya..."  

HR. Ahmad 12683, Ath-Thabrani  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Orang mati tidak bisa memberi manfaat kepada orang hidup."


14. Membaca Al-Qur’an untuk orang mati itu boleh, dan membid’ahkannya adalah perkara baru.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

اقْرَؤُوا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ  

"Bacakanlah Yasin untuk orang-orang yang meninggal di antara kalian."  

HR. Abu Dawud 3121, Ibnu Majah 1448, Ahmad 20301  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Membaca Al-Qur’an di kubur adalah bid’ah."


15. Berlindung kepada Rasulullah adalah tawassul, bukan ibadah.  

✅ Seorang sahabat berkata kepada Nabi ﷺ:  

أعوذُ باللَّهِ وبرسولِهِ أن أكونَ كوافِدِ عادٍ..والنبي لم يرده  

"Aku berlindung kepada Allah dan Rasul-Nya agar aku tidak menjadi seperti utusan kaum ‘Ad..." dan Nabi tidak menegurnya.  

HR. Ahmad 15996  

❌ Sedangkan Wahabi berkata: "Berlindung kepada Rasulullah adalah syirik."


16. Mengkafirkan karena dosa adalah manhaj Khawarij, bukan sunnah.  

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:  

ثلاثٌ من أصلِ الإيمانِ الكفُّ عن من قال لا إلهَ إلّا اللهُ ولا تكفِّرْهُ بذنبٍ ولا تخرِجْهُ من الإسلامِ بعمل  

"Tiga perkara termasuk pokok iman: menahan diri dari orang yang mengucapkan La ilaha illallah, jangan mengkafirkannya karena dosa, dan jangan mengeluarkannya dari Islam karena amal."  

HR. Abu Dawud 2532  

❌ Sedangkan Wahabi mengkafirkan setiap orang yang menyelisihi mereka dari kalangan Ahlul La ilaha illallah.


✅ Maka siapa yang lebih berhak diikuti dan ditaati? Nabi atau wahabi?  

Rasulullah, teladan kita, imam kita, dan pemberi syafaat kita.


❌ Ataukah kaum Nawabit Wahabi, Khawarij zaman ini yang mengkafirkan setiap orang yang menyelisihi mereka, dan menamakan diri Salafiyah secara dusta dan bohong, padahal salaf shalih berlepas diri dari mereka?


Aswaja di indonesia jangan banyak ngudud dan ziarah kubur sementara pemahaman wahabi di biarkan begitu saja.


Nasihat saya kepada santri dan pelajar agama di indonesia:  

Ziarah kubur sholawatan itu baik. Tapi jaman sekarang menghafalkan dan membantah dalil wahabi itu lebih baik.

Fb, yout, tiktok itu semuanya hasil karya yahudi dan AS.  

Dengan politik sekarang yang terjadi, semua tahu kelompok islam mana yang mendukung israel dan As.  

Oleh sebab itu medsos akan di kuasai oleh faham-faham islam yang dekat dengan israel dan yahudi.

Indonesia Malaysia dari dulu anti syiah & wahabi.  

Tapi saya pun heran ketika pemikiran mereka kita serang mereka akan menuduh kita syi'ah.

Semoga anak cucu kita di jaga dari faham akidah wahabi syi'ah..

Waulahu alam

Monday, April 27, 2026

DOA SEBELUM TIDUR

 Alfatihah ...

Alhamdulillahirobbil Alamin,

Alhamdulillahirobbil Alamin,

Alhamdulillahirobbil Alamin 

Ya Allah, Ya Rabbal Alamin,

Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohim, Ya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Alhamdulillah hamba bersyukur, hamba berterima kasih kepadaMU Ya Allah, 

Atas kesehatan, atas kebahagiaan, ketenangan, yang sudah ENGKAU berikan kepada hamba hari ini Ya Allah.

Alhamdulillahirobbal Alamin, Terima kasih Ya Allah, 

Untuk nikmat makan, nikmat minum, nikmat menyentuh, nikmat melihat, nikmat mendengar, nikmat berjalan, nikmat terhindar dari segala marabahaya. 

Ya Allah hamba bersyukur, Ya Allah hamba berterima kasih kepadaMU ya Allah, 

Atas tempat tinggal yang begitu indah, yang begitu nyaman, yang begitu tenang, yang sudah KAU berikan pada hamba Ya Allah.

Pikiran hamba menjadi pikiran yang lebih positif, pikiran hamba menjadi pikiran yang selalu berpikir baik, memandang segala sesuatunya dengan penuh keindahan dan penuh kebaikan.

Terima kasih, terima kasih Ya Allah, KAU jadikan tubuh hamba menjadi sehat, menjadi tambah Segar, menjadi tambah bugar, tambah subur, tambah makmur, tambah berlimpah semua harta-harta hamba, dan juga bertambah keberkahannya.

Ya Allah, ya Rabbal Alamin, Terima kasih untuk karunia keluarga yang KAU berikan kepada hamba yang baik.

Terima kasih untuk lingkungan yang positif, lingkungan yang baik, lingkungan yang mendukung hamba kepada sebuah kesuksesan, dan juga kakayaan yang besar.

Alhamdulillah, ENGKAU berikan kesempatan hamba untuk bersyukur, untuk berterima kasih, Ya Allah Allahu Akbar Laa Haula wala quwwata illa Billah.


Tidak ada daya dan upaya selain ENGKAU Ya Allah,

Tidak ada kekuatan selain kekuatan dariMu,

Tidak ada kekuasaan selain kekuasaanMu,

Allahuakbar, lahaula wala quwwata ilaa Billah.


Terima kasih untuk pasangan yang baik, yang sudah engkau berikan kepada hamba.

Terima kasih untuk orang tua yang selalu baik, 

Terima kasih untuk orang-orang yang hari ini bertemu dengan hamba, dan suka berbuat baik kepada hamba Ya Allah.

Terima kasih untuk ide-ide yang Brilian, yang KAU berikan pada hamba hari ini.

Terima kasih atas pelajaran berharga, pelajaran yang sangat bermakna, yang KAU berikan kepada hamba hari ini Ya Allah.

Otak hamba untuk selalu berpikir yang cerdas, berpikir yang baik, dan juga melakukan yang terbaik Ya Allah, ya Rabbal Alamin, 

Ya Allah terima kasih terima kasih Ya Allah untuk nikmat mulut, yang sudah KAU berikan sehingga hamba bisa berkata.

Terima kasih untuk pekerjaan yang halal, pekerjaan yang berkah, pekerjaan yang KAU Ridhoi, yang KAU peruntukan untuk hamba Ya Allah.

Terima kasih untuk Rizki berupa uang, Rizki berupa kesehatan, Rizki berupa kebaikan, yang KAU berikan pada hamba Ya Allah, begitu banyak sekali karunia kebaikan kebaikan, banyak keberkahan, yang sudah KAU berikan pada hamba hari ini Ya Allah


Alhamdulillahirobbil alamin, 

Alhamdulillahirobbil alamin, 

Alhamdulillahirobbilalamin,


Terima kasih untuk ilmu yang setiap hari ENGKAU tambah Ya Allah, terima kasih untuk pengetahuan yang setiap hari ENGKAU tambah, setiap hari hamba menjadi orang yang lebih baik lagi, meningkat keimanan, meningkat kebaikannya Ya Allah, 


Subhanallah Walhamdulillah

Walailahailallah Allahu Akbar 

Laa haula wala quwwata illa Billah 


Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad 

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad


Bismillahi Tawakkaltu Alallah,

La haula wala quwwata illa Billah,

Bismika Allahumma ahya wabismika amut.

Wednesday, April 15, 2026

AL QURAN DAN NEUROSCIENCE

 Seringkali kita mengira kecemasan itu “masalah pikiran”.

Padahal, dalam psikologi dan neuroscience,

yang pertama kali bereaksi justru sistem saraf kita.


Saat kamu overthinking, cemas, atau merasa tidak tenang,

tubuhmu sebenarnya sedang berada dalam kondisi fight or flight —

seolah-olah ada ancaman, padahal tidak selalu nyata.


Yang dibutuhkan bukan sekadar “berpikir positif”,

tapi menenangkan sistem saraf terlebih dahulu.


Dan di sinilah banyak orang tanpa sadar merasakannya:

saat membaca Al-Qur’an dengan perlahan, berulang, dan penuh penghayatan,

napas menjadi lebih teratur, pikiran melambat, dan tubuh mulai merasa aman.


Dalam psikologi, ini disebut sebagai

proses regulasi emosi dari bawah ke atas (bottom-up regulation) —

dimulai dari tubuh, lalu mempengaruhi pikiran.


Itulah kenapa ketenangan dari Al-Qur’an terasa “berbeda”.

Bukan hanya menyentuh pikiran,

tapi juga menenangkan sistem dalam diri kita.


“Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub”

(Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang)


Ar Ra’du ayat 28


Wednesday, February 4, 2026

Bertaubatlah, Bukan Menceritakan Dosa Yang Dibuat

Buraidah bin Hashib Radhiyallahu 'anhu pernah bercerita,


Suatu ketika Maiz bin Malik datang menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,


يَا رَسُولَ اللهِ، طَهِّرْنِي


"Ya Rasulullah, sucikan aku..."


Jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,


وَيْحَكَ، ارْجِعْ فَاسْتَغْفِرِ اللهَ وَتُبْ إِلَيْهِ


"Jangan lancang..., pulang dan memohon ampun kepada Allah, taubat kepada-Nya."


Pulanglah Maiz. Tidak berselang lama, dia datang lagi. Dia tetap melaporkan,


يَا رَسُولَ اللهِ، طَهِّرْنِي


"Ya Rasulullah, sucikan aku..."


Jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,


وَيْحَكَ، ارْجِعْ فَاسْتَغْفِرِ اللهَ وَتُبْ إِلَيْهِ


"Jangan lancang..., pulang dan memohon ampun kepada Allah, taubat kepada-Nya."


Pulanglah Maiz. Tidak berselang lama, dia datang lagi. Dia tetap melaporkan yang sama dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan jawaban yang sama sampai 3 kali. Hingga di kedatangan yang keempat, baru Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima pengaduan Maiz. (HR. Muslim 1695 dan Nasai dalam al-Kubro 7125).


Hadis ini dengan tegas menunjukkan bahwa BUKAN syarat taubat harus mengaku. Karena inti dari taubat adalah memohon ampun kepada Allah karena menyesali perbuatannya. Bahkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyarankan sebisa mungkin dirahasiakan.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ


"Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan." (HR. Malik dalam Al-Muwatha', no. 1508)


Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,


ويؤخذ من قضيته – أي : ماعز عندما أقرَّ بالزنى – أنه يستحب لمن وقع في مثل قضيته أن يتوب إلى الله تعالى ويستر نفسه ولا يذكر ذلك لأحدٍ . . .


Berdasarkan kasus ini – Sahabat Maiz yang mengaku berzina – menunjukkan bahwa dianjurkan bagi orang yang terjerumus ke dalam kasus zina untuk bertaubat kepada Allah – Ta'ala – dan menutupi kesalahan dirinya, dan tidak menceritakannya kepada siapapun.


Lalu beliau mengatakan,


وبهذا جزم الشافعي رضي الله عنه فقال : أُحبُّ لمن أصاب ذنباً فستره الله عليه أن يستره على نفسه ويتوب..


Dan ini juga yang ditegaskan as-Syafii Radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan,


Saya menyukai bagi orang yang pernah melakukan perbuata dosa, lalu dosa itu dirahasiakan Allah, agar dia merahasiakan dosanya dan serius bertaubat kepada Allah.


WaLLAAHUa'lam