This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, August 22, 2026

MENGEJAR VALIDASI

Sering kali kita terlalu lelah memikirkan penilaian orang lain. Padahal, kenyataannya mereka sedang sibuk dengan kehidupan mereka sendiri. Apa yang kita lakukan hari ini, belum tentu mereka ingat esok hari.


Lalu, mengapa harus mengorbankan ketenangan hati demi mengejar validasi yang begitu rapuh?


Jangan biarkan hidupmu dikendalikan oleh ekspektasi manusia. Sebab sekeras apa pun kita berusaha menyenangkan semua orang, akan selalu ada yang tidak puas. Sebaliknya, saat kita berusaha mencari ridha Allah, hati justru menemukan tempat untuk pulang.


Hiduplah dengan tulus. Berbuat baik karena Allah, bukan karena ingin dipuji. Melangkahlah dengan yakin, meski tidak semua orang bertepuk tangan. Karena pada akhirnya, yang akan kita pertanggungjawabkan bukanlah komentar manusia, melainkan amal di hadapan Allah.


Tidak semua mata harus melihatmu hebat. Cukup Allah yang mengetahui setiap perjuangan yang tak pernah diceritakan.


Friday, August 21, 2026

PENTINGNYA BELAJAR AGAMA 1

Sebuah tulisan di Internet, yang sayang jika terlewat begitu saja, agar kita bisa mengambil ibrah di balik sebuah peristiwa.

Temen kantor gue, Rendy, mendadak batalin akad nikah 2 minggu sebelum hari H. Padahal baju pengantin udah jadi dan katering udah DP 50%.

Calon istrinya PNS, cantik, dan keluarga mereka udah kenal dekat 3 tahun.

Semua orang ngira Rendy gila.

Tapi alesannya bukan karena ada orang melainkan satu lembar kertas rincian gaji yang ga sengaja dia liat di meja calon mertuanya.

Rendy itu tergolong cowok yang lurus-lurus aja. Kerja jadi Senior Graphic Designer di agency tempat gue kerja, gaji 8,5 juta sebulan.

Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Bapaknya udah pensiun dan ibunya ibu rumah tangga.

Dari gajinya, Rendy rutin nyisihin 2 juta per bulan buat bantu biaya hidup orang tuanya di kampung.

Posisinya aman, tabungan nikah juga udah terkumpul 60 jutaan hasil dia freelance tiap malam.

Calon istrinya, sebut saja Maya. Maya ini PNS di dinas lokal, gajinya sekitar 5 jutaan.

Selama 3 tahun pacaran, hubungan mereka adem ayem. Maya tau Rendy tiap bulan bantu orang tuanya, dan Maya selalu bilang, "Aku kagum sama kamu yang berbakti sama orang tua."

Rendy merasa beruntung banget nemu cewek yang pengertian. Sampai akhirnya, momen lamaran resmi dan persiapan nikah pun jalan.

Semua biaya pernikahan disepakati bagi dua Rendy pake tabungan 60 jutanya, Maya dan keluarganya nanggung sisanya.

Seminggu sebelum kejadian, Rendy main ke rumah Maya buat nganterin undangan yang baru jadi.

Maya lagi keluar sebentar beli konsumsi, dan Rendy disuruh nunggu di ruang tamu sama calon ibu mertuanya.

Di meja tamu, ada tumpukan berkas keuangan keluarga Maya yang keliatannya baru selesai dihitung.

Awalnya Rendy ga ada niat kepo sama sekali.

Tapi mata dia ga sengaja nangkep satu lembar kertas korat-coret bertuliskan:

"Rincian Keuangan Pasca Nikah Maya & Rendy" tulisannya rapi, bertulis tangan rapi khas tulisan ibu mertuanya.

Rendy iseng baca.

Dan di situlah jantung dia rasanya mau copot.

Di kertas itu tertulis anggaran bulanan rumah tangga mereka nanti.

Gaji Rendy (8,5 jt) dan Gaji Maya (5 jt) dijumlahkan total 13.5 iuta.

Lalu di bawahnya ada rincian alokasi:

Cicilan rumah & operasional: 6 jt

Tabungan bersama: 2 jt

Dapur & listrik: 2,5 jt

Jatah bulanan Orang Tua Maya: 3 juta

Jatah bulanan Orang Tua Rendy: 0 (Dicoret merah)

Di bawah coretan angka O itu, ada catatan keci!

bertulis tangan:

"Rendy harus stop kasih uang ke ibunya setelah nikah.

Beban keluarga Rendy bukan tanggung jawab rumah tangga baru.

Gaji Rendy diprioritaskan buat bantu adik Maya yang mau masuk kuliah."

Rendy gemeteran

Maya yang selama ini keliatan manis dan "pengertian", ternyata udah diskusiin ini dibelakangnya dan setuju sama ibunya.

Pas Maya pulang, Rendy ga langsung marah. Dia coba konfirmasi baik-baik di mobil.

"May, nanti kalau kita udah nikah, aku tetap boleh kan kirim 2 juta buat ibu di kampung?"

Respon Maya luar biasa dingin: "Duh, Ren... kita kan mau bangun rumah tangga.

Kamu harus realistis dong. Kebutuhan kita banyak, adekku juga mau masuk PTN. Masa kamu masih mau jatah ibumu?"

Di situ Rendy sadar. Maya bukan "pengertian", tapi cuma nunggu momen yang tepat buat mematikan peran Rendy sebagai anak.

Malam itu juga, Rendy ngambil keputusan paling berat di hidupnya.

Dia hubungi keluarga Maya, minta maaf, dan secara resmi membatalkan pernikahan.

Dia ikhlas rugi puluhan juta uang DP daripada seumur hidup harus mengorbankan ibunya demi menanggung keluarga orang lain.

Banyak temen kantor yang awalnya nyalahin Rendy karena dianggap impulsif cuma gara-gara urusan uang.

Tapi setelah Rendy cerita versi lengkapnya, ga ada satu pun yang bisa membantah.

Menikah itu emang menyatukan dua keluarga.

Tapi kalau salah satu keluarga menuntut kamu jadi "pahlawan" buat mereka sambil menyuruhmu jadi "anak durhaka" buat orang tuamu sendiri...

Run. It's not love, it's exploitation.


Moral dari kisah ini :

- perlunya belajar agama, baik orang tua, calon mertua dan kedua calon mempelai.

- dalam Islam, setelah menikah, sampai kapanpun anak laki laki bertanggungjawab terhadap orangtuanya,

- setelah menikah anak perempuan sudah lepas dari tanggungjawab orangtuanya, beralih yang bertanggung jawab adalah suaminya.

- jika diminta orang tua boleh memberikan saran kepada kedua mempelai. Tapi bukan untuk mengintervensi keduanya.

- tujuan menikah adalah Sakinah, artinya tebentuk keluarga yang tenang/tenteram. Jika istri tenang maka suami akan tenang, dan anak-anak akan 3 kali lebih tenang.



700+ KALI PERINTAH INI DIULANG DALAM ALQURAN, BEGITU PENTINGNYA

Perintah Allah yang paling sering diulang di dalam Al Quran itu bukan perintah sholat, bukan perintah zakat, bukan perintah puasa. Tapi perintah untuk berpikir. Sekarang mari kita sama-sama berpikir. 

Dari pertamakali wahyu turun kepada baginda nabi Muhammad Shalallhu alaihi wassalam di gua hira', ayat yang pertamakali turun bukan berpuasalah, bukan shalatlah, bukan juga taatilah gurumu, tapi IQRA' yang artinya Bacalah.

Di dalam Al Quran, Allah berulang kali bertanya kepada manusia, tidakkah kalian berpikir?, tidakkah kalian menggunakan akal, tidakkah kalian mengambil pelajaran.

Dan faktanya kalau setiap ayat yang memerintahkan manusia untuk berpikir menggunakan akal, memahami, memgambil pelajaran dijumlahkan totalnya jadi lebih dari 700+ ayat.

Kalau kita bandingkan dengan perintah shalat di dalam Al Quran, jumlahnya hanya 67 kali, perintah zakat sekitar 32 kali, dan perintah untuk berpuasa di bulan Ramadan hanya eksplisit disampaikan dalam satu ayat. 

Bayangkan, 700 ayat dengan puluhan ayat, 

Kalau Allah sesering mengajak manusia untuk berpikir, di dalam Al Quran, kenapa kita malah takut menggunakan akal yang Allah berikan dam Allah perintahkan kita untuk menggunakan. Kenapa kita justru sering takut untuk berpikir. 

Agama tidak meminta kita untuk memilih antara berpikir dan beribadah. Justru harusnya keduanya itu jalan berdampingan. 

Karena tanpa akal kita tidak akan tahu esensi dari ibadah, dan tanpa ibadah akal tidak akan terbimbing, untuk mencari kebenaran.

Jadi jangan sampai kita mematikan akal, padahal Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk menghidupkannya.

Berpikir adalah cara untuk mengenal Allah, memahami tanda-tanda-Nya, dan membedakan yang benar dari yang salah dan Takwa adalah hasil yang diharapkan setelah seseorang menggunakan akalnya dengan benar.

Jadi berpikirlah untuk bisa meningkatkan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى


Wallahua'lam

Thursday, August 20, 2026

Keutamaan Maulid

Rabiul Awal atau biasa disebut bulan Maulid merupakan bulan ketiga dalam sistem penanggalan Hijriah, setelah bulan Muharram dan Safar. Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, bulan Rabiul Awal identik dengan perayaan Maulid Nabi, atau momen peringatan hari lahir Nabi Muhammad.

Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah, peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya.

Menurutnya, inilah momen efektif untuk mendakwahkan teladan akhlak Rasulullah, serta sejarah kehidupan, perjuangan, bisnis, politik, strategi kepemimpinan, dan cara ibadah Nabi Muhammad. Pada bulan ini bagus diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, dzikir, tahlil, kalimat thayyibah, dan juga sejarah dan perjuangan Rasulullah.

Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama Syafi’iyyah juga mengatakan, Maulid Nabi merupakan kegiatan positif yang mendatangkan pahala. Ia menganjurkan pada bulan Rabiul Awal umat Islam meluapkan kegembiraan dan rasa syukur dengan cara memperingati kelahiran Rasulullah, berkumpul, membagikan makanan, dan beberapa ibadah lain.

Bulan Rabiul Awal tergolong mulia karena di dalamnya terdapat sejarah kelahiran manusia paling mulia di muka bumi. Kenapa Rasulullah tak dilahirkan di bulan Muharram, Rajab, Ramadhan, atau bulan-bulan yang dimuliakan syariat?

Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki dalam kitabnya adz-Dzakhâir al-Muhammadiyyah menjelaskan, Nabi Muhammad tidak mulia karena sebab masa atau waktu. Namun justru masa atau waktu itulah yang menjadi mulia sebab Nabi Muhammad lahir. Artinya, Nabi-lah yang mengangkat derajat bulan tersebut, bukan sebaliknya.

Ya sayyidii, ya rasulallah!

Shollu 'alan Nabi Muhammad!

Wednesday, August 19, 2026

JODOH ITU RAHASIA ALLAH

Tentang jodoh, kita sering ingin tahu: siapa orangnya, kapan datangnya, dan bagaimana akhirnya.


Padahal, jodoh adalah bagian dari rahasia Allah.


Dalam hadits Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu disebutkan bahwa ketika manusia masih berada di dalam kandungan, “Kemudian diperintahkan para malaikat untuk menuliskan rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, kebahagiaan atau kesengsaraannya…”


Jodoh termasuk rezeki yang Allah tetapkan. Kita tidak diminta membongkar rahasia takdir, tetapi diminta untuk berjalan dengan ikhtiar.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Beramallah, masing-masing akan dimudahkan melakukan apa yang telah dituliskan baginya.” (Riwayat Muslim).


Maka jangan terlalu sibuk bertanya, “Siapa jodohku?”


Lebih baik bertanya,

“Sudahkah aku mempersiapkan diriku?”


Sebab bisa jadi, tugas kita bukan mengejar seseorang sampai lupa kepada Allah. Tugas kita adalah memperbaiki diri, menata niat, menempuh jalan yang halal, lalu menyerahkan hasilnya kepada-Nya.


Jodoh punya waktunya.

Rezeki punya jalannya.

Takdir punya ketentuannya.


Kita punya tugas: berusaha dan berdoa.


Selebihnya, biarkan Allah menyusun cerita dengan cara yang paling baik menurut-Nya. 


Tuesday, August 18, 2026

Hati-hati Kata-katamu berpengaruh sampai ke Gen

Sabda baginda Rasulullah ﷺ :
————— وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ .
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Ucapan dan Kalimat seseorang akan mempengaruhi perasannya -hormonnya,-akan mempengaruhi fisiknya,- akan mempengaruhi imannya-, akan mempengaruhi imannya, akan mempengaruhi qolbunya, jika ucapannya baik maka gen nya pun akan baik, demikian juga jika buruk ucapannya buruk maka gennya pun akan buruk

Banyak yang lupa bahwa manusia terdiri dari air dan air akan merespon dalam bentuk kristal, apapun yang diucapkan, ke air tersebut, maka kristal tersebut akan berubah

Jadi hati-hati dengan kata dan kalimat karena urusannya sampai ke gen.

Hati- hati dengan lisanmu dan apa yang kamu bathin, karena dengan ucapan Kobiltu saya terima nikahnya ... menjadikannya syah nya suami istri ... dengan syahadat menjadikanmu muslim ... dan apa yang di benakmu dan perkataanmu menjadi sebuah do'a dimana Alllah akan merespon dan mengembalikan do'a-doamu itu ... mari berhati-hati dalam menyusun kalimat,

DARK TRIAD

Dalam psikologi, dark triad (triad gelap) adalah istilah yang menggambarkan tiga sifat kepribadian manusia yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati. 


Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh peneliti Delroy L. Paulhus dan Kevin M. Williams pada tahun 2002. Ketiga sifat ini disebut "gelap" karena berpusat pada diri sendiri, manipulatif, dan minim empati. 


Tiga Komponen Utama Dark Triad


Narsisme:

  • Rasa bangga dan cinta diri yang berlebihan.
  • Haus akan pujian dan merasa paling unggul.
  • Menganggap diri memiliki hak istimewa di atas orang lain


Machiavellianisme:

  • Sikap sinis terhadap sesama.
  • Sangat manipulatif dan menghalalkan segala cara demi tujuan pribadi.
  • Pintar menyusun strategi licik tanpa memedulikan etika


Psikopati:

  • Minim atau tidak punya empati sama sekali.
  • Sering bertindak impulsif dan mengabaikan aturan sosial.
  • Tidak memiliki rasa bersalah atas kerugian yang ditimbulkan pada orang lain


Dampak dan Karakteristik Sosial


Manipulasi Interpersonal: Orang dengan sifat ini terlihat menawan, ramah, atau humoris di awal, tetapi itu dilakukan hanya untuk memperdaya orang lain.


Merugikan Hubungan: Sering memicu konflik, penindasan (bullying), atau masalah dalam lingkungan kerja, keluarga, maupun pertemanan


GANGGUAN MENTAL NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER (NPD)


NPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai oleh kebutuhan berlebihan akan pujian, kurangnya empati, dan pola hubungan yang tidak sehat.


ciri-ciri umum:


1.Merasa paling penting dan berhak mendapatkan perlakuan istimewa

2.Kurang empati dan sulit memahami perasaan orang lain

3.Manipulatif dan sering memanfaatkan orang lain

4.Sangat butuh pujian dan validasi terus menerus

5.Mudah marah saat tidak mendapatkan keinginannya

6.Sulit menerima kritik dan selalu menyalahkan orang lain


Gangguan mental seperti ini memiliki dampak pada diri terhadap orang disekitarnya, yaitu :


1. Merasa tidak dihargai dan selalu salah

2. Kehilangan kepercyaan diri dan merasa tidak berharga

3. Hubungan menjadi toksik, penuh drama dan tekanan emosional

4. Stres, cemas, hingga depresi

5. Sulit keluar dari hubungan karena manipulasi emosional


Memahami NPD adalah langkah awal untuk melindungi diri dan mencari bantuan yang tepat.



MACHIAVELLIANISME


Machiavellianisme adalah sifat kepribadian dalam psikologi yang ditandai oleh perilaku manipulatif, licik, egois, tidak beretika, dan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan atau kekuasaan. Istilah ini bagian dari konsep "Triad Gelap" (Dark Triad) bersama narsisisme dan psikopati.


Manipulatif: Sering memanfaatkan kelemahan atau informasi orang lain demi keuntungan pribadi.


Rendah Empati: Cenderung dingin secara emosional dan tidak peduli pada dampak perbuatannya terhadap orang lain.


Berorientasi Hasil: Menganggap tujuan menghalalkan segala cara, termasuk berbohong atau berkhianat.


Sinis: Memandang dunia serta orang lain sebagai pihak yang egois dan tidak bisa dipercaya.


PSIKOPATH


Psikopat adalah gangguan kepribadian di mana seseorang tidak punya empati, tidak punya rasa bersalah, dan sering menipu orang lain. Dalam dunia medis, kondisi ini dekat dengan gangguan kepribadian antisosial. Orang dengan sifat ini sering terlihat ramah di luar, tetapi dingin di dalam.


Ciri-Ciri Utama :


Suka berbohong dan pandai menipu

Tidak punya rasa penyesalan atau iba

Sangat percaya diri dan egois

Suka melanggar aturan atau norma

Dingin dan sulit terikat secara emosional


Penyebab :

Kelainan fungsi atau struktur pada bagian otak pengatur emosi

Faktor keturunan dari keluarga

Trauma atau pola asuh buruk di masa kecil l


PSIKOPAT


Psikopat adalah gangguan kepribadian di mana seseorang tidak punya empati, tidak punya rasa bersalah, dan sering menipu orang lain. Dalam dunia medis, kondisi ini dekat dengan gangguan kepribadian antisosial. Orang dengan sifat ini sering terlihat ramah di luar, tetapi dingin di dalam.


Ciri-Ciri Utama : 

Suka berbohong dan pandai menipu

Tidak punya rasa penyesalan atau iba

Sangat percaya diri dan egois

Suka melanggar aturan atau norma

Dingin dan sulit terikat secara emosional.


Penyebab ;

Kelainan fungsi atau struktur pada bagian otak pengatur emosi

Faktor keturunan dari keluarga

Trauma atau pola asuh buruk di masa kecil


Sosiopat adalah gangguan kepribadian antisosial yang membuat seseorang sulit berempati, tidak punya rasa bersalah, dan sering melanggar aturan atau norma sosial. Mereka cenderung bersikap egois, impulsif, dan manipulatif demi keuntungan pribadi.


Ciri-Ciri Sosiopat


Tidak punya rasa penyesalan saat menyakiti orang lain.

Sangat manipulatif dan sering berbohong.

Emosi labil dan mudah marah.

Bertindak impulsif tanpa memikirkan akibatnya.

Sulit mempertahankan hubungan dekat atau pekerjaan. 


Perbedaan Sosiopat dan Psikopat


Sosiopat: Cenderung emosional, mudah marah, bertindak impulsif, dan sulit berinteraksi sosial sehingga kerap mengasingkan diri.


Psikopat: Cenderung tenang, dingin, sangat terencana, serta bisa tampak sangat menawan atau karismatik untuk menipu orang lain


Monday, August 17, 2026

TERIAKAN ITU MEMATIKAN ROH

Di kepulauan Solomon, sebuah negara di tengah Melanesia, salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan ini, kebiasaanya adalah "meneriaki pohon".

Penduduk yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik. Kebiasaan itu adalah "meneriaki pohon". Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan, apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat. Pohon yang kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak, atau benda tajam lainnya.

Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu, perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu, dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan, apa yang dilakukan oleh penduduk Solomon ini sungguhlah aneh. Namun, kita bisa belajar satu hal dari mereka.

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.

Nah. Sekarang, yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? orang dikeliling anda atau siapapun?
Ayo cepat !
Dasar lelet !
Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?
Jangan main-main disini !
Berisik !

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?
Suami/istri seperti kamu nggak tahu diri!
Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa!
Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget sih!? Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :
Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ! Kapan kamu jadi pinter?! 

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :
Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel !
Ada banyak yang bisa gantiin kamu !
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini.

Mereka mengajari kita sesuatu yang penting. Bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita, perlahan -lahan dna pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan anda.

Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya. Benar?

Kisah Lainnya: Kisah Sales Batu Intan

Nah, mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter.
Mudah menjelaskannya.

Pada realitanya, meskipun secara fisik, dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak!

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki.

Kita berteriak karena kita ingin melukai. Kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang, jika tetap ingin roh pada orang yang anda sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan - teriakan.

Saatnya sekarang kita ciptakan kehidupan yang damai, tanpa teriak. Berhentilah berteriak. Teriakan itu mematikan roh

Untuk Anak-Anakku

Bismillahirrahmaanirahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu wassalamu 'ala asrofil ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wasohbihi aj ma'in. Amma ba'du.
Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

Untuk anak-anakku kaka, teteh dan Adek ustadzah. Abi dan Umi bangga dan sangat menyayangimu nak.

Abi dan Umi selalu bahagia seraya memanjatkan syukur Alhamdulillahirabbil 'Alamin, melihat kalian tumbuh dewasa. Melihat kalian sholeh sholehah, sing balageur nya kaka, teteh, dan Adek ustadzah...

Anak-anakku Rahimakumullahu, ketika engkau lahir, itu adalah saat dimana pertama kalinya Abi dan Umi mendengar tangis kebahagiaan. Tangisan yang memecahkan heningnya dunia, tangisan yang akan selalu kami rindukan, tangisan yang menumbuhkan harapan. Tangisan itu adalah tangisanmu, anakku. Saat kami memelukmu untuk pertama kalinya, engkau putih bagaikan kertas. Hanya ucapan rasa syukur Alhamdulillahirabbil'alamiin dan senyuman beriring linangan air mata bahagia yang dapat kami berikan ketika itu kepadamu. Kami terpaku memandang matamu yang bulat. Abi dan Umi tersenyum bahagia melihatmu telah hadir di dunia ini, anakku. Ketika itu kami berjanji, nak, janji tentang suatu kebahagiaan yang menentramkan bagimu. Engkau kebahagiaan yang dititip oleh Allah pada kami, engkau cahaya dan bunga yang memberikan kedamaian yang amat sangat kepada kami. Abi dan Umi sangat menyayangimu, anak-anakku.

Saat engkau masih kecil dulu, anakku, kami berdoa dan mengusap ubun-ubunmu, kami menyuapkan makanan padamu, kami menggantikan bajumu, kami pula yang membersihkan kotoranmu. Sekarang, engkau telah dewasa, anakku. Engkau telah mampu melakukan semua itu tanpa bantuan Abi dan Umi lagi. Dan nanti, seiring bertambahnya umurmu, ketika kami tidak lagi sanggup menopang badan ini dengan kaki kami sendiri, nak. Ketika Abi dan Umi tak lagi dapat mencarikan makan untukmu. Ketika kami juga sudah tak mampu menggendongmu seperti dulu. Oleh karna itu, disaat kami sudah tak sanggup lagi menopang tubuh ini, disaat Abi dan Umi sudah tak lagi mampu berdiri dan berjalan. Jangan engkau hiraukan, nak. Pergilah anak-anakku, besarkan dirimu, jadilah seseorang yang berguna. Jadilah seorang pribadi yang menawan, anakku. Kami, Abi dan Umi, hanya ingin melihatmu tumbuh menjadi seorang insan yang sholeh, sholehah dan menawan.

Saat ini engkau telah lebih kuat, kini engkau telah lebih mengerti arti hidup nak. Dunia telah mengajarimu tentang banyak hal. Kecerdasanmu tentu jauh lebih hebat dibanding ketika kami masih membelai-belai hangat kepalamu dulu. Sekalipun mungkin Abi dan Umi terlalu bodoh untuk memahami apa yang telah engkau dapatkan di dunia ini, jangan pernah malu memiliki kami, nak. Sayangilah kami walaupun tak sebesar kasih sayang yang pernah kami curahkan untukmu. Cintailah Abi dan Umi ini, sekalipun itu tak sebesar cinta yang kami berikan dalam setiap tidurmu. Ceritakan kepada kami apa yang telah engkau lihat diluar sana seolah itu adalah cerita yang jauh lebih hebat dibanding cerita saat pertama kali engkau dapat berjalan dulu.

Abi dan Umi sadar bahwa kami bukanlah manusia yang sempurna, kami punya kekurangan, kami juga melakukan kesalahan, kami punya kelemahan. Maafkan Abi dan Umi yang dulu pernah memarahimu. Maafkan Abi dan Umi jika dulu pernah memukulmu. Maafkan semua kesalahan yang pernah kami lakukan padamu. Maafkan Abi dan Umi jika bernada bicara agak tinggi saat mengingatkan engkau agar tidak telat sholat, maafkan Abi dan Umi jika bernada bicara agak tinggi jika melihat dan merasa apa yang kamu lakukan kurang benar atau ataupun tidak benar, maafkan jika Abi atau Umi ini tak mampu untuk senantiasa memenuhi permintaanmu untuk membeli sepatu yang bagus, sepeda yang bagus, atau sepatu skateline seperti teman-temanmu punya, sehingga jika ingin sesuatu kalian harus nabung dulu, maafkan kami jika Umi hanya membuatkan roti atau es krim instan tepung pondan buatan umi sendiri, untuk dibagikan ke teman-temanmu saat engkau ulang tahun. Itu semua kami lakukan hanya karna demi kebaikanmu, anakku. Sekali lagi maafkan kami nak ...

Adalah kebahagiaan yang tak terkira saat kalian salim tangan dan mencium pipi kami setelah selesai sholat dan pulang mengaji, mengucap salam waktu keluar dan masuk rumah, Abi dan Umi senaaang sekali tiap mendengarkan kalian membaca Alquran. Terimakasih kaka Daffa nderes Qurannya, Terimakasih teteh waktu abi sakit, teteh  membacakan Quran disamping Abi, terimakasih juga untuk adek ustadzah yang dari TK kecil sudah hafal surah Al-Kursi, Subhanallah sungguh suatu kebahagiaan yang tak terkira ....., Abi dan Umi senang saat melihat kalian di dapur menggoreng telur, membuat nasi goreng, membantu menanak nasi di magic jar,

Kebahagiaan tak terkira, Alhamdulillah Adek bisa mondok di Gontor dengan tekad dan keinginan sendiri, hingga sampai jadi Ustadzah, dan mewakafkan diri ke Gontor. Raih Ridho Bapak Kayai, Bapak Wapim, serta para Asatidz, sehingga menjadi Munzirul Qoum, Rabbanaa anzilna munzalan mubaarakan. 

Anak-anakku, kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal, dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini... seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32: ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...

Pesan dari Abi dan Umi, jalankan sholat 5 waktu, baca Alquran, jalankan sunnah tahajud dan dhuha, jagalah hati, pegang teguh iman, selalu ingat bahwa Allah selalu melihatmu, selalu ingat Allah dalam keadaan suka maupun duka, jemputlah janji Allah yang banyak dan tesebar dalam kitabNya, berfikir positif dan lakukanlah hal yang baik, jalin silaturahim, datangilah majelis taklim,  berkumpul dengan orang sholeh atau teman-teman yang baik,  rutinkan bersedekah, jangan lupa zakat, berhati-hatilah dalam melangkah, ukur tiga kali sebelum memotong sekali, hati-hati dalam berbicara, sertakanlah Allah dalam setiap langkah-langkahmu anak-anakku. 

 Jangan takkabur dan sombong, cita-cita boleh setinggi langit tetapi kaki kita harus tetap menginjak bumi. Ingat-ingat pesan Umi nak, Hirup mah kudu optimis. Dituntun ku santun. Diasuh ku lungguh. Dipiara ku rasa. Diasah ku kanyaah. Dijaga ku du'a kanu kawasa. Santun ka saluhureun. Hormat ka sasama. Someah ka semah. Akur jeung papada dulur. Hirup sauyunan...

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali ‘Imran [3]: 139).

Ingat, jika sedang ada masalah apapun di hidup kalian, jangan lupa buka Alquran dan terapkan metode Garputala. Tunjuk satu ayat, kemudian cari terjemahannya. Allah akan tunjukkan penyelesaiannya di Ayat itu.

Anak-anakku, air mata kami ini takkan lagi dapat engkau artikan sebagai sebuah harapan akan kebahagiaanmu kelak. Kini, kami dapat melihat dan menatapmu dari jauh. Kau sudah besar sekarang nak, jadilah orang yang berguna bagi agama, keluarga, dan bagi orang lain, anak-anakku.

Kami tidak boleh berharap kepada selain Allah, Kini, Dalam kedewasaanmu, anakku, kami tak lagi dapat memarahimu, kami tak lagi dapat memukulmu, kami tak lagi dapat memberikan nasihat yang bijak padamu. Abi dan Umi hanya berusaha memberikan contoh kepadamu, Abi dan Umi tidak akan pernah menuntutmu untuk memberikan sebuah tempat tidur yang nyaman. Kami tidak akan meminta tempat bernaung padamu, anakku, karena ketika engkau telah berbahagia, ketika engkau telah merasakan ketentraman, maka itulah kebahagiaan hakiki yang juga akan kami rasakan, itulah ketentraman yang amat menenangkan bagi kami. Engkau tak perlu khawatir mengapa kami harus menangis, engkau tak perlu cemas melihat keadaan kami. Berbahagialah anakku, berbahagialah! Engkau pantas untuk mendapatkan itu.

Anakku-anakku yang tersayang, Abi dan Umi tidak tahu kapan ajal itu datang, tapi pasti datang. Kelak jika nanti Abi dan Umi meninggalkan dunia ini, mohon jangan engkau menangis ya nak. Lepaskanlah kami dengan hati yang ikhlas. Tersenyumlah, anakku, senyummu menenangkan kami. Tersenyumlah seperti yang pernah engkau berikan ketika engkau dilahirkan dulu. Jangan lupakan Abi dan Umi. Ingatlah nasihat-nasihat baik dan contoh yang baik yang selalu kami berikan kepadamu, jangan tiru contoh buruk dan hal bodoh yang kami lakukan, dan ingatlah ketika kami memarahimu dulu. Kelak, ketika Abi dan Umi takkan pernah dapat melihatmu lagi, ketika Abi dan Umi tak bisa mengawasimu lagi, ketika Abi dan Umi sudah tak bisa memegang tanganmu lagi, ketika Abi dan Umi juga tak dapat mencium keningmu lagi, jagalah dirimu sebaik mungkin, anakku. Engkau anak-anak Abi dan Umi, harus senantiasa tersenyum dalam kebahagiaan yang menentramkan.

Ingat nak, Abi dan Umi ini hanya bertugas menjemput rizki, dan sama sekali tidak bisa memberi rizki. Jadi jangan khawatir, jika penjemput rizki pergi maka sesungguhnya pemberi rizki itu abadi yaitu Allah SWT.

Nak, sempatkankah waktu untuk mendoakan Abi dan Umi sehabis sholat, dan sempatkanlah waktu sejenak mendoakan kami disela-sela kesibukanmu, jika engkau mempunyai waktu, kelak datanglah ke pemakaman tempat Abi dan Umi tertidur untuk terakhir kalinya. Siramilah kami dengan doamu, berdo'alah kepada Allah untuk kami, anakku. 
Saat menulis ini, Abi dan Umi membayangkan anak cucu Abi dan Umi banyak yang hafal Al Quran dan setiap selesai dengan hafalannya selalu berdoa dan menghadiahkan kepada kami di alam kubur.

Sekali lagi, maafkan semua kesalahan yang pernah Abi dan Umi lakukan padamu, maafkan kami nak ... maafkan. Kami bangga mempunyai anak-anak sepertimu. Semua kesalahan yang pernah engkau lakukan pada Abi dan Umi telah lama kami maafkan. Engkau anak-anak Abi dan Umi, kami menyayangimu nak... kami menyayangimu....

‘Allahumma anta Rabbii. Laa ilaha illa anta. Kholaqtanii, wa ana ‘abduka. Wa ana ‘ala ‘ahdika wawa’dika mastatho’tu. A’udzubika min syarri ma shona’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abu’u bidzanbii, faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

(Ya Allah, Engkaulah Rabbku. Tiada Ilah yang hak kecuali Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah Hamba-Mu, dan aku senantiasa memegang teguh janji-Mu sekuat tenagaku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui anugerah nikmat-Mu bagi diriku dan aku juga mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.’”

Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yunin waj-’alna lil-muttaqîna imama.
Artinya,
"Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al Furqaan : 72)

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

dari Abi dan Umi ...

Saturday, August 15, 2026

DIRGAHAYU NEGERIKU

Dirgahayu Negeriku, jangan merasa sudah aman, jangan terlena, PR mu masih banyak, etika, moral, adab, hipokritism, tone deaf, emphaty, shadowy cabal, blue curtain code, panem et circences, new world order dan gibberish. 


Dirgahayu negeriku, Semakin menjauh dan harus segera kembali kepada nilai-nilai Pancasila & UUD 45. Membangun manusia yang bukan sekadar menghafalnya, tetapi menghadirkannya dalam sikap, keputusan, dan kehidupan sehari-hari.


Dirgahayu ke-81 Negeriku. 🇮🇩


2026

PANCASILA DI ALQURAN

Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga memuat nilai-nilai luhur yang selaras dengan ajaran Islam. Meski Pancasila bukan bagian dari Al-Qur'an, setiap silanya memiliki nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam.


Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa


Nilai ketauhidan menjadi fondasi utama dalam Islam. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Ikhlas ayat 1:


"Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa."


Sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad ﷺ, syariat yang dibawa para nabi bisa berbeda sesuai kondisi umatnya. Namun, ada satu ajaran yang tidak pernah berubah, yaitu tauhid: mengesakan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.


Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


Islam mengajarkan keadilan tanpa memandang siapa pun. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 135:


“Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”


Ayat ini mengingatkan bahwa keadilan tidak boleh dipengaruhi kepentingan pribadi, hubungan keluarga, maupun status sosial.


Sila Ketiga: Persatuan Indonesia


Keberagaman adalah sunnatullah. Allah menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:


“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”


Indonesia dianugerahi beragam suku, budaya, dan bahasa. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan menguatkan persaudaraan.


Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan


Musyawarah merupakan bagian dari ajaran Islam. Allah berfirman dalam QS. Asy-Syura ayat 38:


"Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabb-nya, dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."


Islam mengajarkan bahwa keputusan terbaik lahir dari musyawarah yang dilandasi kebijaksanaan, saling menghargai, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.


Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Keadilan adalah salah satu perintah utama dalam Islam. Allah berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 90:


"Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran."


Mewujudkan keadilan sosial bukan hanya tugas negara, tetapi juga tanggung jawab setiap individu. Ketika keadilan ditegakkan dan kebaikan terus ditebar, masyarakat yang damai dan penuh keberkahan akan lebih mudah terwujud.


Pancasila dan Islam memiliki titik temu pada nilai-nilai universal: tauhid, keadilan, persaudaraan, musyawarah, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi untuk membangun bangsa yang kuat sekaligus diridhai Allah. Semoga kita mampu mengamalkannya, bukan sekadar menghafalnya.

Friday, August 14, 2026

Pendidikan Anak, Jalan Sunyi Menuju Surga

Pesan dari Syekh Dr. Muhammad Ratib An-Nablusi untuk 0ara ibu muslimah.


Ada sebuah nasihat yang sering dikaitkan dengan keutamaan seorang perempuan dalam mendidik anak. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku orang pertama yang membuka pintu surga. Tiba-tiba seorang perempuan mendahuluiku dan ingin masuk surga sebelum aku. Aku bertanya kepadanya, siapa anda? Perempuan itu menjawab: Aku adalah seorang perempuan yang menahan diri (demi mengurus) anak-anak yatimku.


Islam menempatkan pendidikan anak sebagai amanah besar. Orang tua bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan pendidikan formal, tetapi juga membentuk akhlak, iman, kebiasaan, serta cara anak memandang kehidupan.


Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa salah satu pemberian terbaik orang tua kepada anak adalah adab dan akhlak yang baik. Sebab, harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi karakter yang dibentuk sejak kecil dapat menjadi bekal yang terus melekat dalam kehidupan seorang anak.


Mendidik anak memang tidak selalu terlihat sebagai amal besar. Tidak ada panggung, tidak selalu mendapat tepuk tangan. Kadang bentuknya hanya menemani belajar, mengajarkan doa, menegur dengan lembut, memberi contoh kejujuran, atau tetap sabar ketika anak melakukan kesalahan yang sama berulang kali.


Justru di situlah beratnya. Mendidik anak membutuhkan kesabaran yang panjang, keteladanan yang konsisten, dan hati yang terus belajar. Anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada sekadar mengingat apa yang mereka dengar.


Karena itu, mendidik anak dengan iman dan akhlak bukan sekadar urusan dunia. Ia adalah bagian dari tanggung jawab akhirat. Allah SWT mengingatkan, “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).


Kasih sayang kepada anak bukan berarti selalu menuruti keinginannya. Kadang cinta justru hadir dalam bentuk batasan, nasihat, disiplin, dan ketegasan yang tetap dibalut kasih sayang.


Maka, jangan remehkan pekerjaan seorang ibu atau ayah yang setiap hari mendidik anak. Bisa jadi, doa yang diajarkan hari ini menjadi amal yang terus mengalir. Akhlak yang ditanamkan hari ini menjadi kebaikan yang tumbuh jauh setelah anak dewasa.


Sebab, membesarkan anak bukan hanya tentang membuat mereka sukses di dunia. Tugas yang lebih dalam adalah membantu mereka mengenal Allah, mencintai kebaikan, berakhlak mulia, dan memiliki bekal untuk kembali kepada-Nya.


Mendidik anak adalah amal yang sering sunyi dari pandangan manusia, tetapi semoga tidak pernah luput dari pandangan Allah.



Berikut adalah redaksi hadis yang menceritakan peristiwa tersebut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَنَا أَوَّلُ مَنْ يُفْتَحُ لَهُ بَابُ الْجَنَّةِ، إِلَّا أَنِّي أَرَى امْرَأَةً تُبَادِرُنِي، فَأَقُولُ لَهَا: مَا لَكِ؟ وَمَنْ أَنْتِ؟ فَتَقُولُ: أَنَا امْرَأَةٌ قَعَدْتُ عَلَى أَيْتَامٍ لِي

Artinya:

"Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: 'Aku adalah orang pertama yang dibukakan pintu surga. Namun, aku melihat seorang perempuan yang hendak mendahuluiku (masuk surga). Aku lalu bertanya kepadanya: Ada apa denganmu? Siapa engkau? Perempuan itu menjawab: Aku adalah seorang perempuan yang menahan diri (demi mengurus) anak-anak yatimku.'" (HR. Abu Ya'la dan Al-Khara'ithi). [, 3]

Penjelasan dan Fakta Hadis

Siapa yang Bertanya?
Di dalam teks asli hadis riwayat Abu Ya'la ini, Nabi Muhammad SAW sendiri yang langsung bertanya kepada wanita tersebut saat di pintu surga ("Aku lalu bertanya kepadanya..."), bukan bertanya kepada Malaikat Jibril. [, 2]

Konteks Perempuan Tersebut:
Kata "qa'adtu 'ala aytamin lii" berarti wanita tersebut memilih untuk tidak menikah lagi (menjanda) setelah suaminya wafat. Ia mengorbankan masa mudanya dan fokus bekerja mencari nafkah serta mendidik anak-anak yatimnya hingga dewasa. []

Pemberian Terbaik Orang Tua:
Peristiwa ini sejalan dengan hadis Nabi lainnya tentang keutamaan mendidik anak. Rasulullah SAW bersabda: [1]

"Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik daripada adab (akhlak dan pengajaran) yang baik." (HR. At-Tirmidzi). [1]

Mengasuh dan mendidik anak, terutama saat harus berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal, memiliki derajat yang sangat mulia sampai-sampai jalannya menuju surga beriringan dekat sekali dengan Rasulullah SAW.

INI FAKTA MARMER DI DUA MASJID SUCI MAKKAH DAN MADINAH

Marmer Thassos di Dua Masjid Suci

Masjid Nabawi (Madinah) dan Masjidil Haram (Mekah) dikenal memiliki lantai marmer putih yang menakjubkan dan tetap sejuk meski suhu padang pasir sangat panas. Menurut Arab News, sejak 1978 Kerajaan Saudi secara eksklusif mengimpor Thassos marble dari Yunani untuk dua masjid ini. Marmer Thassos memiliki warna putih murni dan pantulan cahaya tinggi, sehingga menyerap panas sangat rendah. Itulah sebabnya lantainya terasa dingin meski udara mencapai 50–55 °C. Berita resmi Saudi Gazette (2026) bahkan menyebut lebih dari 117.000 m² marmer Thassos dipasang di atap dan halaman Masjid Nabawi sebagai bagian dari sistem pendingin alami.


Keunikan Marmer Thassos

Thassos adalah pulau kecil di Yunani timur yang marmernya sangat istimewa. Studi internasional mencatat bahwa marmer Thassos adalah “heat-dissipating smart marble” karena kemurnian putihnya dan kandungan dolomit yang tinggi, sehingga dapat menyerap kelembapan dan suhu dingin di malam hari untuk dilepaskan saat siang. Uji laboratorium terbaru memperlihatkan marmer ini memantulkan sebagian besar radiasi matahari dan memiliki konduktivitas termal tinggi. Dengan tebal 5 cm (120×60 cm tiap keping), permukaan masjid dapat tetap teduh tanpa tambahan sistem pendingin buatan. Singkatnya, marmer Thassos membuat lantai masjid “ringan panas” secara alami.


Sejarah Penggunaan Marmer di Masjid Suci

Impor marmer Thassos mulai pertama kali dilakukan pada era Raja Khalid (1970-an) untuk mengganti lantai utama Masjidil Haram. Menurut Profesor Salma Hawsawi (King Saud Univ), pada 1978 Raja Khalid memerintahkan perluasan Masjidil Haram dan pemasangan lantai marmer tahan panas impor dari Yunani. Hawsawi mengonfirmasi marmer itu diangkut dalam blok besar ke Arab Saudi dan diproses di pabrik-pabrik milik Grup Bin Laden Saudi, kontraktor besar yang terlibat pembangunan masjid-masjid suci. Pada ekspansi berikutnya (1985–86), Raja Fahd juga memasang marmer putih serupa di halaman Ka’bah. Dengan kedua perintah raja tersebut, hampir setengah ‘gunung’ marmer Thassos dari Yunani sudah dipakai untuk Masjidil Haram.


Muhammad Kamal Ismail, Arsitek Dua Masjid

Arsitek Mesir mualaf, Dr. Muhammad Kamal Ismail (1908–2008), adalah sosok jenius di balik desain dua masjid suci ini. Selain menciptakan teknik tata ruangnya, ia pula yang mengusulkan penggunaan marmer tahan panas dari Thassos. Kamal Ismail dikenal menolak bayaran untuk proyek pembaruan Masjidil Haram dan Nabawi sebagai dedikasi ibadah. Detik Properti dan sumber tulisan Al-Najjar menceritakan bahwa Raja Fahd dan manajemen Bin Laden Company sempat menawarkan upah besar kepadanya, tetapi ia menolak. Ia menyerahkan cek kosong dan menegaskan, “mengapa saya terima uang (di dua masjid ini)? Bagaimana saya bisa menghadapi Allah pada hari kiamat?”. Sikapnya ini sering diangkat media Indonesia dan Timur Tengah sebagai contoh amal jariyah.


Pencarian Marmer Ulang 15 Tahun Kemudian

Sekitar 15 tahun setelah pemasangan marmer di Haram, pemerintah Saudi menghubungi Kamal Ismail untuk memasang marmer serupa di Masjid Nabawi. Kamal kemudian terbang kembali ke Yunani untuk mengurus pembelian marmer baru. Namun dia terkejut menemukan stok marmer Thassos yang sama hampir habis terjual kepada pihak lain. Meski begitu, Kamal tidak menyerah. Ia berbicara dengan sekretaris penjual marmer dan meminta bantuan melacak siapa pembeli sisa marmer tersebut. Setelah menunggu beberapa jam, sekretaris itu berhasil menemukan alamat pembeli marmer itu – dan ternyata pembeli tersebut adalah sebuah perusahaan di Arab Saudi.


Penemuan Marmer di Gudang Saudi

Kamal Ismail segera kembali ke Arab Saudi dan langsung menuju kantor perusahaan tersebut. Menurut narasi Dr. Zaglool Al-Najjar (2019), sang direktur awalnya tidak ingat pembelian itu. Namun setelah menelusuri gudang stok, staf perusahaan menemukan bahwa seluruh marmer sisa tersebut masih utuh tersimpan dan belum pernah terpakai. Direktur itu mengonfirmasi bahwa jumlah marmer tersebut ternyata mencukupi kebutuhan lantai Masjid Nabawi. Fakta ini sesuai dengan penyataan Prof. Hawsawi yang mencatat bahwa marmer Thassos diolah oleh Grup Bin Laden Saudi. Jika perusahaan itu memang Bin Laden Group, maka kemungkinan besar merekalah yang membeli marmer puluhan tahun lalu.


Reaksi Emosional dan Cek Kosong

Mendapati kabar stok marmer masih ada, Kamal Ismail terharu hingga meneteskan air mata. Ia kemudian mengeluarkan sebuah cek kosong dan mempersilakan direktur perusahaan tersebut menuliskan harga marmer berapapun. Namun ketika direktur mengetahui marmer itu akan dipakai untuk Masjid Nabawi (Rasulullah SAW), ia pun menolak menerima bayaran sepeser pun. Ia berkata, “Saya tidak akan menerima satu rial pun. Allah Swt yang memerintahkan saya membeli marmer ini, mungkin memang ditakdirkan untuk Masjid Rasulullah”. Akhirnya semua marmer tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada Kamal Ismail untuk dipasang di Masjid Nabawi.


Marmer Thassos Baru untuk Masjid Nabawi

Berkat peristiwa itu, lantai baru Masjid Nabawi berhasil dilapisi marmer Thassos putih tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Kini lebih dari 117.000 m² marmer Thassos sudah menjadi bagian Masjid Nabawi (termasuk area atap dan halaman). Lantai ini terus dijaga kualitasnya melalui pemeliharaan rutin dan pembersihan khusus. Marmer tersebut terkenal sangat dingin bahkan saat siang terik, membuat jutaan jamaah yang beribadah merasakannya tetap sejuk. Dengan demikian, upaya berani Kamal Ismail memastikan masjid suci tetap nyaman bagi umat.


Verifikasi Fakta & Kesimpulan

Cerita tentang marmer Thassos dan arsitek Kamal Ismail kini banyak tersebar di media. Kabar ini didukung sumber-sumber terverifikasi terkait marmer Thassos, yaitu artikel Arab News dan Saudi Gazette yang menjelaskan penggunaan marmer tersebut. Sumber sejarah (Prof. Hawsawi) memaparkan kronologi impor marmer sejak 1978, dan Saudi Gazette baru-baru ini mencatat luasan 117.000 m² marmer di Masjid Nabawi. Sementara kisah detail “cek kosong” berasal dari narasi Dr. Al-Najjar (ilmuwan geologi) yang kemudian disebarkan di blog dan media Indonesia. Tidak ada publikasi resmi yang menyebut nama perusahaan Saudi tersebut secara eksplisit, tetapi fakta bahwa marmer diolah oleh Grup Bin Laden terbukti dari pernyataan akademik. Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan: penggunaan marmer Thassos di Masjid Nabawi adalah kenyataan berlapis ilmu. Cerita mengharukan tentang Kamal Ismail dan marmer gratis berasal dari narasi berulang yang didukung oleh beberapa sumber (Arab News, Saudi Gazette) dan penelitian terkait, sehingga patut dianggap cukup meyakinkan meski elemen detailnya lebih bersifat anekdot.


Sumber: Fakta marmer Thassos dan kisah Muhammad Kamal Ismail diperoleh dari laporan Arab News dan Saudi Gazette, serta artikel sejarah dan jurnal komunitas (narasiliterasi, Detik, tulisan Dr. Zaglool Al-Najjar) yang mendokumentasikan narasi proyek perluasan Masjidil Haram dan Nabawi. Semua pernyataan penting dalam tulisan ini telah didukung bukti dokumenter.

Thursday, August 13, 2026

ISTIDRAJ

Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ


“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad 4: 145).


Allah Ta'ala berfirman,


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ


“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al An'am: 44)


Dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan, "Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”


Syaikh As Sa'di menyatakan, "Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.”


Disebutkan dalam surat Al Qalam kisah pemilik kebun berikut ini yang mengalami istidraj


إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19) فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ (20) فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ (21) أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ (22) فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ (23) أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ (24) وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ (25) فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ (26) بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (27) قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ (28) قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (29) فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ (30) قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ (31) عَسَى رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ (32) كَذَلِكَ الْعَذَابُ وَلَعَذَابُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (33)


17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari,

18. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin),

19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Rabbmu ketika mereka sedang tidur,

20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.

21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:

22. "Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.”

23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik.

24. "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.”

25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya).

26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),

27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)

28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)

29. Mereka mengucapkan: "Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela.

31. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas.”

32. Mudah-mudahan Rabb kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita.

33.Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (QS. Al Qalam: 17-33).


Syaikh As Sa'di rahimahullah menerangkan, "Kisah di atas menunjukkan bagaimanakah akhir keadaan orang-orang yang mendustakan kebaikan. Mereka telah diberi harta, anak, umur yang panjang serta berbagai nikmat yang mereka inginkan. Semua itu diberikan bukan karena mereka memang mulia. Namun diberikan sebagai bentuk istidraj tanpa mereka sadari.“


WaLLAAHUa'lam

Tuesday, August 11, 2026

RIDHA SUAMI

 (K.H. Maimoen Zubair) dhawuh ...

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya....


Ibu.: Mbah Mun, saya sudah ga kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...


Kyai. : lho, kenapa bu?


Ibu. : Ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin untuk anak-anak. Nanti gimana anak-anak saya kalau ayahnya modelan kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek-capek, eeh dia santai aja di rumah.


Kyai.: Oooh gitu ya?, cuma itu aja? 


Ibu.: Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama.


Kyai.: Oooooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?


Ibu.: Boleh Mbah Mun.


Kyai.: Gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya tidak bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudah ga muat banyak, tidak ada gantungan pakaiannya, tidak ada lacinya, tidak bisa dikunci, malah boros listrik...


Nah... itulah kalau kita pakai produk yang tidak sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya tidak akan puas.


Ibu.: Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?


Kyai.: Ya... ibu sangat berharap suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya tidak dipakai.


Ibu.: Saya ga berharap lebih koq Mbah Mun. Saya cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.


Kyai.: Iya... itu kan cuma fungsi sampingan dari suami. Yo Sayang kalau suami cuma diharapkan jadi begitu aja to. Fungsi primernya yang paling utama malah tidak ibu harapkan dan kejar.


Ibu.: Mmmmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?


Kyai.: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa-dosa ibu di neraka.


Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa-doaa ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu. 


Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dengan maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami. 


Dalam sebuah hadits shahih disebutkan “Ayyumam raatin maatat wa zaujuha ‘anha raadhin dakhalatil jannah”


Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”


Selebihnya, itu cuma fungsi-fungsi sekunder dari suami. Kejar dulu yang utama ini.


Suami tidak kerja ya tidak apa-apa... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng neraka saja untuk ibu.


Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa-dosa ibu tidak ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan sudah tidak ada dosa sama sekali.


Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau memang ibu yang cari nafkah ya tidak apa-apa. Semua harta yang ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.


Ibu.: koq bisa lebih mulia dari anak yatim?


kyai.: iya karena anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yang hukumnya sunnah. Sementara suami, sudah terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu. 


Silahkan dibagi sedekah untuk orang lain dengan sedekah untuk keluarga, tapi yang untuk keluarga, itu yang lebih utama.


Ibu.: Tapi... kalau suami zalim bagaimana? Bahkan sampai KDRT ke keluarga?


Kyai.: Ya tidak apa-apa juga... tetap pertahankan. Karena semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.


Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhanya suami.


Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi-bayi.


Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.


Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)


Ibu.: Ya Allah... Mbah Mun ... terimakasih atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?


Kyai.: Ibu mau ikuti saran dari saya?


Ibu.: Apa itu Mbah Mun..?


Kyai.: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, Tanyakan ke suami, “Abang atau mas, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”


Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....


Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.


Ibu.: Baik Mbah Mun


Kyai.: Semoga Allah memuliakan ibu dan suami ibu.


Ibu.: Aaaamiin ya Rabb... terimakasih Mbah Mun...


*****

SELANG 5 HARI BERLALU, IBU ITU DATANG KEMBALI MENGHADAP KYAI


Ibu.: Mbah Mun.... ya Allah... terimakasih banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama Mbah Mun... terimakasih sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan Mbah Mun dan keluarga...


Kyai.: Alhamdulillah... ada kabar apa? Bagaimana?, saran saya, apakah sudah dijalankan?


Iby.: Iya Mbah Mun... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia Mbah Mun, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget Mbah Mun...


Kyai.: Alhamdulillah...


Ibu.: Saya mau terus lakukan saran Mbah Mun, ga cuma 7 hari..., tapi mau saya lakukan selama-lamanya boleh Mbah Mun...?


Kyai.: ya monggo, boleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan Husnul Khotimah...


Ibu.: Huhuhu... makasiiiiih Mbah Mun...


Kyai.: Sama2


Catatan:

KH. Maimoen Zubair

(yg sering dipanggil Mbah Mun)

Ulama besar dan Tokoh NU  dari Jawa Tengah.

Sunday, August 9, 2026

DETEKSI SISI GELAP SESEORANG

Deteksi sisi gelap seseorang, bagaimana mereka kontrol pikiran, perasaan, atau tindakan orang lain, memanipulasi psikologis: Usaha mengendalikan mental orang lain secara halus, pengendalian pikiran: Usaha mengubah cara pandang orang lain tanpa disadari.

Jika mereka membicarakan orang lain di hadapanmu, mereka 100% membicarakanmu saat kamu tidak ada.

Ketika seseorang berkata “Tidak peduli,” diamlah — keheninganmu akan membuat mereka lebih peduli daripada seribu balasan.

Ketika kamu ingin seseorang menyukaimu, minta bantuan kecil padanya — pikiran mereka akan tertipu untuk menyukaimu.

Jika seseorang terus-menerus melihat ponselnya saat kamu berbicara, hentikan ucapanmu — keheningan akan membuat mereka merasa bersalah dan mulai memperhatikanmu.

Keheningan membuat orang lain merasa takut.

Jarak mengendalikan perhatian.

Orang iri tersenyum paling manis.

Orang yang memberi selamat paling keras sering kali adalah orang yang paling iri dengan kesuksesanmu. Perhatikan matanya, bukan mulutnya.

Reaksi lambat membuat manipulator bingung

Banyak orang membantumu bukan karena peduli, tapi karena itu membuat mereka merasa lebih hebat dan berkuasa.

Saat seseorang marah, mereka berhenti menyaring pikirannya. Dengarkan baik-baik; mereka sedang memberi tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan tentangmu.

Marah menunjukkan warna aslimu.

Jika kamu ingin tahu siapa teman sejatimu, bagikan sedikit kabar buruk. Orang yang menghilang, tidak pernah ada sejak awal.

Orang yang terus-menerus menuduhmu tidak dapat dipercaya, biasanya adalah orang yang sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya sendiri.

Jika seseorang terlalu baik padamu dalam waktu singkat, kemungkinan besar mereka sedang menyembunyikan kepribadian manipulatif.

Jangan pernah mengulang kelemahanmu.

Orang yang paling banyak membicarakan "kehidupan mewah"-nya biasanya adalah orang yang paling tidak aman dengan kondisi keuangannya.

Membuat seseorang gugup: Tatap dahinya saat ia sedang berbicara.

Mengungkap kebohongan: Setelah ia selesai berbicara, tetap tatap dia dalam diam. Orang yang berbohong sering kali mulai memberi penjelasan berlebihan.

Menguasai perdebatan: Berbicaralah lebih pelan dan lebih tenang. Hal itu membuat lawan bicara lebih fokus mendengarkan.

Mengetahui siapa yang ia sukai: Saat semua orang tertawa bersama, perhatikan ke arah siapa ia melihat. Sering kali ia akan menoleh kepada orang yang paling ia sukai.

Meredakan orang yang sedang marah: Tatap matanya lalu katakan, "Sepertinya hari ini sedang berat untukmu, ya?" Kalimat ini sering membantu menurunkan emosi.

TITIP

Kita, bisa jadi mengenal Gontor baru beberapa tahun, apalagi saya, sering dengar pesantren Gontor disebut, tapi baru tahu bagaimana itu megahnya Gontor baru satu tahun yang lalu (tahun 2019) saat open house di Gontor Putri 1 Mantingan Ngawi bulan Syaewal eaktu itu, yang tadinya hanya mengetahui sedikit informasi tentang Gontor, setelah mendaftarkan, hingga putri saya di terima di GP3 itupun dari cerita-cerita wali santri di fb, ig, youtube, dan grup WA walsan.


Gontor bahkan sudah 100 tahun mengenal berbagai santri dengan beragam permasalahannya, bagaimana manajemen komunikasi, bagaimana sistem koordinasi, bagaimana psikologi di pesantren, bagaimana reward and punishment diterapkan, bagaimana penanganan kesehatan dan semua kebutuhan-kebutuhan santri selama mondok, bagaimana mencetak akhlakul karimah santri dan aspek-aspek detail lain pasti sudah dipertimbangkan ...


Gontor bahkan dengan segala upaya bisa langsung menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terbaru. 


Dengan adanya pandemi Covid-19 Gontor bahkan langsung menyesuaikan diri dengan menyelenggarakan sitem pendaftaran online, pembayaran online, pembayaran SPP dan pengiriman uang melalui aplikasi sejak 2019, serta melibatkan IKPM (Ikatan Alumni) untuk mendampingi keberangkatan santri - tanpa diantar orang tua- dari dalam maupun luar negeri, melalui bandara, terminal keberangkatan, serta berbagai moda transportasi dikerahkan. IKPM inilah yang membimbing, mememani di perjalanan, menenangkan, memberi semangat calon santri yang sedang jauh dengan keluarga, sampai mengurus segala sesuatunya beli ember kasur, bantal, seragam, kerudung, baju, sendal sepatu, hingga mendampingi santri masuk ke pondok sampai rayon, kamar, kelas, masing-masing.


Kami baru mengenal Gontor baru beberapa tahun belakangan, tapi Jam terbang Gontor yang sudah 100 tahun bukan waktu sebentar untuk berproses, berpengalaman, mengetahui dan memahami dunia pesantren ...


Oleh sebab itu kami orang tua wali santri percaya kepada Gontor, dengan apa saja yang dilakukan kepada putra-putri kami. Semua yang dilakukan pondok adalah pasti yang terbaik untuk putra-putri kami.


Terimakasih Gontor berkenan kami Titip putra-putri kami, Bismillahirrahmanirrahim, Lillahi ta'ala kami ridho, kami mantap, Kepada Gontor kami T.I.T.I.P :

1. Tega

2. Ikhlas

3. Tawakkal

4. Ikhtiar

5. Percaya


Ritual tiap mudif Shalihah di pondok, setelah anak-anak masuk kelas, duduk dibawah pohon kedondong sambil menatap ke arah pondok, sambil bersholawat semoga Bapak Kyai, Bapak Wapim, semua para assatidz, santri Gontor sehat-sehat semua, Bapak Kyai ridho putri kami menuntut ilmu di Gontor hinggal Lulus dan menjadi Munzirul Qoum. Aamiin. Alfatihah untuk beliau semua.


Karangbanyu, 2020

Saturday, August 8, 2026

MENCUCI DENGAN MESIN CUCI AGAR SUCI

1. Pisah baju anak yg rentan terkena najis bersihkan dulu najisnya baru masukan.

2.taruh dulu bajunya kedalam mesin cuci, baru masukan air yg mengalir air mutlak hati hati jangan memasukan air yg bekas najis, karna syarat mensucikan itu dengan air yg suci

3. Kalau terlanjur mencuci dengan air yg sudah di pakai bekas mencuci baju yg lain maka hendaklah mengulangi atau membilasnya dengan air yg mengalir untuk mensucikannya kembali.

4. Sekarang ada detergen sekali bilas, sebaiknya jika ingin mempergunakannya cuci dulu baju dengan air mengalir lalu buang airnya setelah itu masukan air suci kembali dan berilah sabun itu.

5. Sebaiknya mesin cuci berkala di bersihkan, karna terkadang banyak kerak dan kotoran yg mana tahu di sana ada najis dan saat memasukan air menjadi kotor lah air yg di pakai untuk mensucikan pakaian itu. Wallahualam


Berikut jenis jenis najis

Macam-macam najis, contoh, dan cara membersihkannya:

1. Najis mukhoffaffah atau ringan

Contoh: air kencing bayi laki-laki yang belum makan kecuali Air Susu Ibu (ASI).

Cara membersihkan: Najis bisa dibersihkan dengan memercikkan air pada pakaian, tempat, dan hal lain yang terkena najis mukhoffaffah.

2. Najis mutawasithah atau sedang (biasa)

Contoh: nanah, darah, kotoran yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang kecuali mani, dan bangkai.

Najis mutawasithah terbagi menjadi dua jenis dengan contoh dan cara membersihkan yang berbeda. Berikut penjelasannya:

a. Najis ‘aniyah yaitu kotoran yang nampak zat dan sifatnya misal warna, bau, dan rasa

Cara membersihkan: mencuci hingga sifatnya hilang kemudian dibasuh dengan air yang suci

b. Najis hukmiah yaitu najis yang tidak terlihat sifatnya, misal air kencing yang sudah kering

Cara membersihkan: membasuh atau mengalirkan air suci pada pakaian, tempat, atau hal lain yang terkena najis.

c. Najis mugholladhoh atau berat

Contoh: air liur anjing atau babi

Cara membersihkan: mencuci hingga tujuh kali dengan salah satunya dicampur debu atau tanah. Setelah itu dibasuh dan dialirkan air suci pada bagian yang terkena najis.

Cara lain. 2x cuci gelap terang pisah

  1. Giling cucian menggunakan air mutlak selama 45 menit (putaran full), setelah itu buang
  2. Giling cucian yang kedua menggunakan sabun cuci putaran full, selesai lngsung buang
  3. bilas menggunakan air bersih sampai 3x bilasan dan buang berurutan.
  4. dikeringkan dalam keadaan air mengalir disisi pengering selama 5 menit putaran,
  5. Dikeringkan lagi tanpa air mengalir,
  6. Lalu jemur


Sumber : kitab fathul qorib

Omelan Hal-Hal Kecil dari Orang Tua

Kisah berikut ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga. . .


Seorang putra tidak suka tinggal di rumah, karena Ayah dan Ibunya selalu ‘ngomel’; ia tak suka bila Ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini. . .

"Nak, kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."

“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton.

“Simpan pena di tempatnya, yang jatuh ke kolong meja ”

Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja. . .

“Dalam hati dia berkata: "Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri. Tidak akan ada lagi omelan Ibu dan Ayah," begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, Ayahnya berpesan:
“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu.
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri. . .” Ayahnya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara. . .

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, grendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel
Dia geser grendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah. Tapi ada air mengalir dari selang dan tidak ada seorang pun disekitar situ. Air meluap ke jalan setapak.
Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Tak ada seorang pun di area Resepsionis. Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. . . Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi. Peringatan Ayahnya terngiang di telinganya: "Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu !" Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima ?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" .
Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong,
Terdengar suara kipas angin, Dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong. . .

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Sehingga tidak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, Dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis. . .

Sesampainya di depan meja, pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata "Kapan Anda bisa mulai bekerja ?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu ?"
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan ?" tanya sang Boss lalu melanjutkan: "Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.
Sebab kalau hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun.
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut. . .
Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon. . .

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yang dilakukannya ketika melihat grendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", yang terbalik, kipas atau lampu yang tak perlu. . .

Anda satu-satunya yang melakukan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”

Hatinya terharu, dia ingat Ayahnya. . .
Dia yang selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan Ibu dan Ayahnya. Kini dia menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yang ditanamkan orang tuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya. . .
Kekesalan dan kemarahan pada Ayahnya seketika sirna. . .

. . . hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang Manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini. . .

Ayah, ma'afkan anakmu, bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kepada Ayahnya, dia akan ajak Ayahnya melihat tempat kerjanya. . .
Dia pulang ke rumah dengan bahagia. . .

Apapun yang orang tua katakan pada anaknya, adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik !

"Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tidak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya".

Untuk menjadi pribadi yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.
Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yang dipahat dan dibuang dari diri kita. . .

Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur. . .

Tetapi Ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya. . .

Ayah dan Ibu adalah pahlawan
yang kasih sayangnya, seperti layaknya guru yang mendampingi anak didiknya sepanjang kehidupan. . .

Perlakukanlah orang tua sebaik-baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan. . .