Energi seseorang selalu berbicara, bahkan sebelum lisannya mengucapkan sepatah kata. Karena itu, datangilah setiap orang dengan rasa hormat. Hormat adalah awal dari lahirnya energi yang baik.
Jadilah pribadi yang memancarkan energi positif, bukan sekadar menarik perhatian. Energi yang tulus memiliki daya tariknya sendiri. Ia tidak memaksa, tetapi mengundang. Tidak berisik, tetapi menghangatkan hati.
Hal yang indah dari energi yang baik adalah ia akan kembali kepada pemiliknya. Kebaikan yang kita pancarkan sering kali menemukan jalannya untuk kembali, meski melalui orang atau cara yang tidak pernah kita duga.
Namun, energi yang baik tidak bisa dibuat-buat. Senyum bisa dipalsukan, kata-kata bisa dirangkai, tetapi hati tetap memancarkan apa yang sebenarnya ada di dalamnya. Ketulusan selalu memiliki bahasa yang mampu dikenali oleh jiwa.
Karena itu, jangan heran jika terkadang kita merasa nyaman dengan seseorang yang baru dikenal. Bisa jadi, jiwa yang baik memang saling mengenali. Hati yang bersih akan lebih mudah menemukan hati yang juga dipenuhi cahaya.
Semoga Allah menjadikan hati kita bersih, lisan kita lembut, dan kehadiran kita membawa ketenangan bagi siapa pun yang ditemui. Sebab, sebaik-baik pengaruh bukan berasal dari penampilan, melainkan dari hati yang dipenuhi iman dan akhlak yang baik.
0 comments :
Post a Comment