This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, March 22, 2015

Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

‘Allahumma anta Rabbii. Laa ilaha illa anta. Kholaqtanii, wa ana ‘abduka. Wa ana ‘ala ‘ahdika wawa’dika mastatho’tu. A’udzubika min syarri ma shona’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abu’u bidzanbii, faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

(Ya Allah, Engkaulah Rabbku. Tiada Ilah yang hak kecuali Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah Hamba-Mu, dan aku senantiasa memegang teguh janji-Mu sekuat tenagaku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui anugerah nikmat-Mu bagi diriku dan aku juga mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.’”


"SAYYIDUL ISTIGHFAR"
BIASA DIBACA SAAT DZIKIR PAGI & PETANG.
.
 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، ㅤ
(Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta)
"Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau."
 خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، ㅤ
(Kholaqtani wa ana ‘abduka)
"Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu"
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، ㅤ
(Wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu)
"Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku"
أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
(A’udzu bika min syarri maa shona’tu)
"Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat"
 أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، ㅤ
(Abuu-u laka bini’matika ‘alayya)
"Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku"
وأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ
(Wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy) "dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku"
فإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
(Fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta)
"Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

(HR. Bukhari no. 6306)

Diriwayatkan dalam Hadits Bukhari dari Syaddad bin Aus ra, Rasulullah bersabda bahwa, Barangsiapa mengucapkannya (Sayyidul istighfar) di siang hari dengan meyakininya lalu dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan meyakininya lalu dia mati pada malam itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni surga.

Friday, March 20, 2015

SEANDAINYA ENGKAU MEMBONGKAR AIBKU...

Al-Imam Abu Muhammad Al-Qohthooni Al-Andalusi (ulama abad ke 7 hijriyah) dalam nuniyahnya berkata :

وزرعــــت لـــي بين القلوب محبة *** والعطف منك برحمة وحنان
Engkaulah (Ya Allah) yang telah menanamkan rasa mencintaiku di hati-hati manusia...
dan kelembutan dariMu serta rahmat dan kasih sayang

ونشرت لي في العالمين محاسناً *** وسترت عن أبصارهم عصياني
Engkaulah yang menebarkan di alam ini kebaikan-kebaikanku...
Dan Engkaulah yang telah menutupi kemaksiatan-kemaksiatanku dari pandangan-pandangan mereka...

وجعلت ذكــــري في البرية شائعاً *** حتى جعلت جميعهم إخواني
Engkau menjadikan diriku dikenang harum tersebar di kalangan manusia...
Hingga engkau jadikan mereka semuanya adalah saudara-saudaraku...

والله لو علموا قبيح ســــــــريرتي *** لأبى السلام علي من يلقاني
Demi Allah seandainya mereka mengetahui buruknya rahasia diriku...
Tentu setiap orang yang bertemu denganku enggan menyalamiku...

ولأعرضوا عني وملــــــوا صحبتي *** ولبؤت بعد قرابة بــــهـــــــــوان
Dan sungguh mereka akan berpaling dariku dan bosanlah mereka bersahabat denganku..
Dan sungguh aku akan kembali dengan membawa kehinaan setelah tadinya dekat dengan mereka...

لكن سترت معايبي ومثالبي *** وحلمت عن سقطي وعن طــغياني
Akan tetapi Engkau telah menutupi aib-aib dan kekuranganku.... Engkau telah bersabar atas terjatuhnya diriku dan sikap melampaui batas dari diriku...

فلك المحامد والمدائح كلها *** بخواطري وجوارحي ولســــــــــــاني
Segala pujian hanya untukMu demikian juga segala sanjungan dari hatiku, tubuhku, dan lisanku...

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa hamba, dan terimalah taubat hamba...aamiin...

Renungan khususnya untuk Istri dan kedua putriku.

Renungan khususnya untuk Istri dan kedua putriku.

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.