Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah swt. Karena tak ada manusia yang lepas dari dosa, maka Allah menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya. Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dosanya.
Islam, Landasan dan Solusi dalam Rumah Tangga
Berikut cara Islami menyikapi ujian rumah tangga.
1.Husnuzhan kepada Allah
Seperti telah disinggung di atas, ujian juga merupakan bentuk perhatian Allah kepada hamba-Nya. Firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah swt mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).
2. Qana’ah dan bersabar
Ujian rumah tangga kadang datang berupa keterbatasan atau bahkan keterpurukan ekonomi keluarga. Di sinilah sifat qana’ah (menerima apa adanya dalam hal kebendaan atau duniawi) sangat dibutuhkan. Ia adalah rahasia kebahagiaan, yang tidak menjadikan kesempitan duniawi sebagai sumber percekcokan apalagi perceraian.
3. Hindari caci maki dan kekerasan fisik
Konflik juga bagian dari ujian rumah tangga. Rumah tangga tanpa konflik ibarat masakan tanpa bumbu. Tapi jika bumbu terlalu banyak, masakan jadi tidak enak. Agar konflik tak semakin memanas dan berkepanjangan, hindari caci maki dan kekerasan fisik pada pasangan.
4. Jangan menampakkan konflik
Salah satu dampak negatif media sosial adalah semakin mudahnya seseorang mengumbar masalahnya di muka umum. Sedang kesal dengan suami, ditumpahkan di Twitter. Bahkan ada suami istri yang bertengkar dan saling melempar cacian di Facebook. Mereka tidak peduli pada teman di jaringan mereka yang menonton ‘pertunjukan’ tersebut.
0 comments :
Post a Comment