Modal terbatas. Ilmu terbatas. Pengalaman terbatas. Network terbatas. Walhasil, ketika mau berbisnis, bingung mulainya dari mana. Itulah dilema seorang pemula. Betul?
Nggak apa-apa. Itu wajar. Saran saya, jual aja produk yang sudah jadi, sudah ready. Jangan kita yang sibuk-sibuk di produksi. Ingat, produksi itu makan biaya dan makan waktu.
Mulai aja dari marketing. Menjual. Menawarkan. Insya Allah langsung dapat cash.
Terus gimana dengan persaingan? Regulasi? Ilmu dan pengalaman terbatas nih. Satu lagi, kalau nggak laku, gimana? Apa iya dengan cara seperti ini bisa bertahan dan berkembang?
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang selalu berputar-putar di otak seorang pemula. Pertama, bersyukur karena masih punya otak, hehehe. Kedua, saran saya, jangan dipikirin semua.
Jalan aja dulu. Jualan aja dulu. Ntar juga ngerti. Apalagi kalau ada mentor yang membimbing. Sekali lagi, jangan dipikirin semua. Selagi legal dan halal, yah jual. Jajal!
Dan yang terpenting, ada Allah kok. Libatkan Allah selalu. Se-la-lu. Dalam arti, kita pasang niat yang benar, lakukan cara-cara yang benar, dan berdoa ke Allah setiap saat.
Tenang aja, kalau niat kita benar, kalau cara kita benar, Allah akan bantu. Nggak mungkin buntu. Ingat itu. Sekalipun jangan ragu, ayo bergerak maju.
Modal dan network kita mungkin terbatas. Tapi percayalah, rahmat dan kesempatan dari Allah itu tanpa batas. So, jangan lagi kita batas-batasi dengan prasangka dan keawaman kita.
Maaf, orang-orang yang bisnisnya ilegal aja pada berani kok. Buka perjudian. Buka prostitusi. Jual narkoba. Penyelundupan. Lha mereka aja berani, masak kita yang bisnisnya legal dan halal malah nggak berani?
Harus berani. Siaaaap?
Iphoo Santosa.
0 comments :
Post a Comment