Friday, January 22, 2021

Toharoh Qolbi

Toharoh qolbi, menukil dari Imam al-ghozali dalam kitab ihya ulumiddin beliau menjelaskan tentang bersuci dengan beberapa kategori dan tingkatan;

Ada empat tingkatan dalam bersuci. Untuk mencapai tingkatan tertinggi, seseorang harus mampu mencapai tingkat satu, dua, dan tiga secara bertahap, hal ini juga tidak lepas dari perbedaan hall/ derajat manusia yang juga di katakan imam al ghozali berbeda-beda: 

1). abid, 

2). alim, 

3). mutaalim, 

4). muktasib (orang yang masih perlu bekerja untuk kebutuhan harian dan keluarga serta memiliki tangungjawab berlebih kepada orang lain).

Imam al-Ghazali menerangkan, tingkat pertama bersuci adalah mensucikan yang dzahir dari segala hadas, kotoran, dan benda yang menjijikkan. Tingkat kedua bersuci adalah mensucikan anggota bandan dari segala perbuatan jahat dan dosa. 

Tingkat ketiga bersuci adalah mensucikan hati dari segala pekerti yang tercela dan sifat-sifat rendah yang terkutuk. Tingkat keempat bersuci adalah mensucikan sirr atau batin dari sesuatu selain Allah Ta'ala.  

Hadist yang di diriwayatkan dari Imam Ad-Tirmidzi ra yang berisi pesan nabi kepada sahabat anas dengan redaksi يا بني dengan bentuk shighot tasghir yang berarti wahai anak kecilku, tanda bahwa nabi welas kepada anak kecil dengan tetap memberi nasihat pada nya dan kadang kami menganggap ini bentuk ilmu dari nabi bahwa murid dalam diberi welas bisa mencapai seperti putra, wa allahu a’lam atau memang dalam kontek sosial di arab juga biasa memangil seperti itu kepada anak kecil sekali lagi wa allahu a’lam.

Bila melihat Isi hadis di atas kurang lebihnya memiliki arti “ketika kamu mampu pagi dan sore, sedang di hati tidak terdapat perasaan ingin curang kepada orang lain maka lakukanlah, dan hal itu merupakan sunnahku dan barang siapa mengikuti sunahku maka akan masuk surga”, di sini kami melihat nabi sangat welas dan sangat cerdas melihat bagaimana beliau bisa mengkader dan menseleksi anak kecil hingga memilik yang cerdas dan memiliki jiwa kesungguhan yang kuat yaitu sahabat anas dengan menyampaikan nasihat yang tidak mudah di fahami bahkan di lakukan untuk umumnya anak kecil bahkan orang besar tentunya dengan redaksi perintah yang tidak memaksa tetapi anjuran yang pelan pelan bisa di lakukan.

@matan.terindah

0 comments :

Post a Comment