Tuesday, January 19, 2021

Rahasia KH. Maimun Zubair Mendidik Anak Dan Santri Menjadi Kader Bangsa Dan Dunia Masa Depan.



Penulis hampir melakukan Riset tema di atas. Penulis kagum kepada Kiai Maimun Zubair yang berhasil mendidik Anak Dan santri-santrinya menjadi ulama Dan tokoh yang mendalam ilmunya, santun akhlaknya, Dan ikhlas perjuangannya di tengah masyarakat.

Hasil observasi sekilas Penulis terhadap tema di atas, Ada beberapa temuan sekilas:


1. Peran Ibu sangat sentral.

KH Maimun Zubair Selalu menekankan kepada para santrinya untuk mencari istri shalehah yang ahli riyadlah (tirakat). Istri Sholehah Tidak begitu kedonyan (Tidak tergila dunia), tapi menjadikan dunia sebagai wasilah (sarana) beribadah Dan berjuang.

Kiai Sadid Jauhari Jember pernah cerita kepada Penulis saat Munas Kombes NU 2012 di Kempek Cirebon, bahwa dari jalur ayah, keluarga Kiai Maimun orang biasa. Namun Ada Mbahnya yang ahli riyadhoh, seperti banyak puasa, shalat Malam istiqamah, banyak berdoa, Dan cinta Ulama.

Potret istri Kiai Maimun Zubair adalah perempuan yang cinta ilmu, ahli riyadhoh, Dan cinta Ulama sehingga anak-anaknya tumbuh sebagai generasi-generasi Islam yang cinta ilmu Dan cinta Ulama.


2. Rizki Halal, No Syubhat.

Rizki Halal menjadi keharusan. Darah yang dimasuki makanan Haram Akan membentuk karakter Dan kepribadian seseorang. Kiai Maimun dikenal Kiai yang sangat hati-hati (ihtiyath) dalam memberikan makan kepada Anak Dan santrinya.

Beliau membedakan rizki dari aktivitas politik, ceramah, amplop pejabat, Dan dari usahanya sendiri.

Rizki yang digunakan untuk makan keluarga Dan santrinya benar-benar dari usaha yang bebas dari Syubhat (samar-samar), apalagi jelas haramnya.


3. Memohon Berkah Kiai.

Kiai Maimun seperti yang beliau sampaikan Dan disampaikan putra-putrinya, mendapat berkah para Ulama. Air ludah Ulama misalnya adalah model kiai Pesantren untuk memberikan doa yang berujung berkah kepada generasi Muda.

Menurut Kisah KH Nashir Fatah, Tambak Beras Jombang, Kiai Maimun sering memanggil sebagian santrinya, masuk dalam kamar, untuk diberi ijazah khusus.

📸:Syaikhuna KH. Maimun Zubair dan Para putra- putra Beliau.


"Setelah orang tua wafat, jika anaknya menjadi ahlul khair (baik dan shaleh), insyaallah orang tua tinggal memetik buah kebaikannya saja."

K.H. Maimoen Zubair

0 comments :

Post a Comment