This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, March 15, 2022

INGATLAH BAHWA KITA AKAN MATI

Hal ini akan membuat suatu kebahagiaan dalam diri...

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).”

(HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani)

CERAMAH RASULULLAH KETIKA SAIDINA HUSAIN MENIRU صل الله عليه وسلم

 


Ketika masih kanak-kanak. Saidina Husain sering kali ke masjid dan duduk dibawah mimbar Rasulullah lalu, menghafalkan semua yang Rasulullah sampaikan. Kemudian, Saidina Husain balik (pulang) ke rumah dan menceritakan kepada ibundanya Saidatina Fatimah az-Zahra Suatu hari, ibundanya menyiapkan kerusi dan mendudukkan Saidina Husain di kerusi itu seraya berkata: "Baiklah anakku,


berceramahlah seperti datukmu (Rasulullah) " Saidina Husain pun menyampaikan apa yang disampaikan Rasulullah di masjid dengan gaya bahasa yang sama. Lalu Saidatina Fatimah az-Zahra bersyair tentang beliau: "Engkau serupa dengan ayahku (Rasulullah) engkau tidak serupa dengan ayahmu (Saidina Ali). Saidina Ali yang mendengar syair isteri tercintanya pun tersenyum


Suatu waktu, saidatina Fatimah bercerita kepada Ayahndanya (Rasulullah) tentang keindahan tutur kata Saidina Husain hingga Rasulullah pun ingin menyaksikan langsung ceramah cucu kesayangan beliau itu. Rasulullah berkata kepada puterinya: "Barangkali dia akan malu ketika melihatku "


Kemudian, Rasulullah bersembunyi di balik tirai untuk menyaksikan dan mendengarkan ceramah Saidina Husain. Saidatina Fatimah mempersiapkan Saidina Husain untuk berceramah. Namun, sungguh tidak seperti biasanya hingga Saidatina Fatimah hairan menyaksikan putra kecilnya itu hanya berdiam diri tanpa sepatah kata pun yang keluar dari lisannya. " Apa yang terjadi dengan mu sayang?"


Saidina Husain menjawab: "Jangan lah hairan wahai ibuku, lidahku tak mampu bergerak kerana ada pribadi yang agung disebalik tirai itu. Jika seluruh ahli dan pembicara di seluruh dunia berkumpul, nescaya mulut-mulut mereka akan terkunci dihadapan beliau" Mendengar ucapan itu, Rasulullah yang berada disebalik tirai


keluar dan memeluk Saidina Husain

AMAL KEBAIKAN MELEBUR DOSA

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala,

الصَّلاةَ النَّهَارِ لَفًا اللَّيْلِ الْحَسَنَاتِ السَّيِّئَاتِ

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan bahagian asalkan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk." (QS. Huud: 114)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ الْجُمُعَةُ لَى الْجُمُعَةِ انُ لَى انَ اتٌ لِمَا ا اُجْتُنِبَتْ الْكَبَائِرُ

“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum'at yang satu dan Jum'at yang berikutnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, mengampuni dosa-dosa di antara kedunya asalkan dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim no.233, dari Abu Hurairah.)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengatakan,

امَ انَ انًا احْتِسَابًا لَهُ ا

“Barangsiapa istirahat di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760, dari Abu Hurairah)

Dalam hadits lain, beliau mengatakan,

ا الْبَيْتَ لَمْ لَمْ لَدَتْهُ

“Siapa yang berhaji ke Ka'bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak melakukan kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari no. 1521, dari Abu Hurairah)

Dalam hadits lain disebutkan,

الرَّجُلِ لِهِ الِهِ لَدِهِ ا الصَّلَاةُ الصِّيَامُ الصَّدَقَةُ الْأَمْرُ الْمَعْرُوفِ النَّهْيُ الْمُنْكَرِ

“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amr ma'ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran)." (HR. Bukhari no. 3586 dan Muslim no. 144. Kata Ibnu Baththol, hadits ini semakna dengan firman Allah Ta'ala (yang artinya), “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. Ath Thagobun: 15))

Hadits lain pula,

اللَّهُ لِّ ا ا النَّارِ

“Barangsiapa yang memerdekakan seorang budak mukminah, maka Allah akan memerdakan setiap anggota tubuhnya dari neraka. Sampai pun videonya yang ia memerdekakan, itu pun akan selamat." (HR. Bukhari no. 6715 dan Muslim no. 1509)

Hadits-hadits di atas dan semisalnya terdapat dalam kitab shahih.

Dalam hadits lain disebutkan pula,

الصَّدَقَةُ الْخَطِيئَةَ ا الْمَاءُ النَّارَ الْحَسَدُ لُ الْحَسَنَاتِ ا لُ النَّارُ الْحَطَبَ

“Sedekah itu akan menghapus dosa sebagaimana air dapat mengakses api. Hasad akan bermanfaat bagi nikmatnya api melahap kayu bakar." (HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

Monday, March 14, 2022

Istighfar pelebur DOSA

Sebagaimana terdapat dalam hadits shahih, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


ا ا الَ : ا اغْفِرْ لِي الَ : لِمَ لَهُ ا الذَّنْبَ لِعَبْدِي ا الَ ا . اغْفِرْهُ لِي الَ : لِمَ لَهُ رَبًّا الذَّنْبَ لِعَبْدِي لْيَفْعَلْ ا اءَ الَ لِكَ : فِي الثَّالِثَةِ الرَّابِعَةِ


“Jika seorang hamba melakukan dosa, lalu ia berkata: Wahai Rabbku, aku betul-betul telah melakukan dosa, ampunilah aku. Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku." Kemudian ia melakukan dosa lainnya, lalu ia pun mengatakan pada Rabbnya, "Wahai Rabbku, aku betul-betul telah melakukan dosa lainnya, ampunilah aku." Rabbnya menjawab, "Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku. melakukanlah sesukamu (maksudnya: selama engkau melakukan dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu, pen)." Kemudian ia pun melakukan dosa lain yang ketiga atau keempat." (HR. Muslim no. 2758)


Dalam shahih Muslim, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


لَوْ لَمْ ا لَذَهَبَ اللَّهُ لَجَاءَ لَهُمْ


“Seandainya kamu sekalian tidak melakukan dosa sama sekali, niscaya Allah akan memusnahkan kalian. Setelah itu, Allah akan mengganti kalian dengan umat yang pernah berdosa. Kemudian mereka akan memohon ampunan kepada Allah (beristighfar) dan Allah pun pasti akan mengampuni mereka." (HR. Muslim no. 2749)


Dapat kita katakan bahwa sebagai pelebur dosa adalah istighfar (mohon ampunan pada Allah) disertai dengan taubat. Hal ini sebagaimana mestinya dapat dilihat pada hadits,


ا ا ادَ الْيَوْمِ ا


“Bukanlah orang yang terus melakukan dosa orang yang meminta ampunan (beristighfar) walaupun ia kembali melakukan dosa dalam sehari sebanyak seratus kali.”(HR. Abu Daud no. 1514 dan At Tirmidzi no. 3559. Hadits ini adalah hadits yang dhoif karena majhulnya Maula Namun hadits ini memiliki booster (syahid) dalam riwayat Ath Thobroni tentang do'a, hadits no.1797, sehingga kesimpulannya hadits ini hasan)


sebagian ulama mengatakan bahwa istighfar tanpa taubat pun dapat melebur dosa. Penjelasan lebih jauh tentang hal ini diulas di tempat lainnya. Karena istigfar yang disertai dengan taubat, itulah yang ada pada orang yang ingin bertaubat. Sedankan istighfar yang tidak disertai dengan taubat, maka ini akan didapati pada sebagian orang yang beristighfar, di mana istighfar di dalamnya terdapat khosyah (rasa takut yang sangat pada Allah), ada pula rasa ingin kembali pada-Nya. Inilah yang dapat menggugurkan dosa-dosanya. Sebagaimana masalah ini dapat kita lihat tentang hadits "bithoqoh", orang yang memiliki kartu "Laa ilaha illallah,". Kartu tersebut ternyata lebih berat dari dosa-dosanya yang begitu banyak. Ini semua karena ia memiliki shidq (sifat selalu membenarkan) dan ikhlas menghapuskan dosa-dosa yang ada. Begitu pula dosa seorang pezina yang ia memberikan minuman pada seekor anjing karena di dalam hati ada iman. Masih banyak contoh lainnya selain itu.


WaLLAAHUa'lam

Sunday, March 13, 2022

Ciri-Ciri Cowok Toxic Yang Perlu Kamu Jauhi

 Sebelum menikah tentu kita harus pandai dalam memilih calon pasangan.

Pahami ciri-ciri cowok toxic berikut, agar kamu tidak salah memilih.

Pertama : Manipulatif

Ciri cowok toxic yang paling umum adalah mereka membalikkan banyak hal kepadamu.

Seperti, saat mereka salah, mereka akan membalikkan seakan-akan hal itu terjadi adalah karena kesalahanmu.

Kedua : Menuntut Banyak Hal

Orang toxic cenderung menuntut ini dan itu tanpa ia berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri. Mereka ingin apa yang mereka mau harus terpenuhi, padahal setiap dari kita memiliki kekurangan dan perlu juga untuk ditoleransi.

Ketiga : Suka Berkomentar Berlebihan

Cowok toxic akan mudah sekali berkomentar berlebihan terhadap hal darimu yang tidak sesuai keinginannya, dan komentarnya dapat membuatmu terpuruk.

Keempat : Tidak Menghargai Pandangan Serta Usahamu

Sekecil apapun usaha seseorang itu perlu diapresiasi, namun cowok toxic lebih suka merendahkan dan mencela usahamu, menganggap itu bukan hal yang terlalu berarti.

Kelima: Suka Bersikap Kasar dan Memukul

Marahnya seseorang dapat menjadi salah satu tolak ukur sifat seseorang. Jika ia marah dengan bicara kasar bahkan sampai memukul, maka sudah sangat jelas kamu harus menghindari cowok seperti ini.

Bersikaplah Selektif Dalam Memilih Calon

Utamakan agamanya dan itu akan menghindarkanmu dari cowok toxic.

Karena laki-laki yang memahami agama dengan baik, tentu akan memperlakukan perempuan dengan baik pula.











To My HusBand

Jangan khawatir suamiku, aku akan menutup mata dari mereka yang memiliki rumah lebih megah, kendaraan yang lebih mewah, dan harta yang lebih berlimpah dari milikmu.

Aku juga akan menutup telinga dari para istri yang menceritakan penghasilan suami mereka yang lebih besar darimu, atau mengabarkan bahwa mereka dibelikan ini dan itu oleh suami mereka.

Aku hanya akan memandangmu, membawa segenggam rezeki yang kau peroleh dari pekerjaan halalmu, berapapun nilainya, itu sudah membuatku sangat bahagia,

Suamiku, apapun pekerjaanmu, berapapun penghasilanmu, aku akan selalu bersyukur dan mendukung mu selama engkau masih berada di jalan Rabb-mu.

KEUTAMAAN MENYUCIKAN HATI


🍁 Allah berfirman yang artinya : “(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. asy-Syu’ara: 88-89) 


🍁 Ibnu Katsir berkata, “‘(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna’ Artinya, harta seseorang tidak akan bisa menjaga diri orang tersebut dari azab Allah, walaupun dia menebusnya dengan emas seluas dan sepenuh bumi. 


🍁 'Dan tidak pula anak-anak laki-laki’, artinya tidak pula bisa menghindarkan dirinya dari azab Allah, walaupun dia menebus dirinya dengan semua manusia yang bisa memberikan manfaat kepadanya. 


🍁 Yang bermanfaat pada hari kiamat hanyalah keimanan kepada Allah dan memurnikan peribadatan hanya untuk-Nya, serta berlepas diri dari kesyirikan dan dari para pelakunya. 


🍁 Oleh karena itu, Allah kemudian berfirman, ‘Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.’ Yaitu, hati yang terhindar dari kesyirikan dan dari kotoran-kotoran hati.”


🌴🌴🌴 

🍁 Diriwayatkan dari Anas bin Malik, beliau berkata, “Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba beliau berkata, ‘Akan lewat di hadapan kalian saat ini seorang calon penghuni surga.’ 


🍁 Lalu lewatlah seorang pemuda Anshar dalam keadaan dari jenggotnya menetes sisa-sisa air wudhu dan tangan kirinya menenteng sandal. 


🍁 Pada keesokan harinya, Rasulullah bersabda lagi persis sebagaimana sabdanya kemarin, lalu lewatlah pemuda tersebut dengan keadaan persis dengan keadaannya yang kemarin. 


🍁 Dan pada hari yang ketiga Rasulullah mengulang lagi sabdanya seperti sabdanya yang pertama dan pemuda itu pun muncul lagi dengan keadaan seperti keadaannya yang pertama. 


🍁 Maka, ketika Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash segera mengikuti pemuda tersebut (ke rumahnya), lalu berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya antara aku dan bapakku telah terjadi perselisihan, maka aku bersumpah tidak akan masuk ke rumahnya selama 3 hari. Jika engkau tidak keberatan, aku ingin menumpang padamu selama 3 hari tersebut.’ 


🍁 Pemuda tersebut berkata, ‘Ya, tidak apa-apa.'”

Selanjutnya Anas berkata, “Maka Abdullah menceritakan bahwa selama 3 hari bersama pemuda tersebut, dia tidak melihatnya melakukan qiyamul lail (shalat malam) sedikitpun. 


🍁 Yang dia lakukan hanyalah bertakbir dan berzikir setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas tempat tidurnya sampai dia bangun untuk shalat shubuh. 


🍁 Selain itu, Abdullah berkata, ‘Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik. Setelah 3 hari berlalu dan hampir saja aku meremehkan amalannya. 


🍁 Aku berkata kepadanya, ‘Wahai hamba Allah, sebenarnya tidak pernah ada pertengkaran antara aku dengan bapakku, dan tidak pula aku menjauhinya. 


🍁 Sebenarnya, aku hanya mendengar Rasulullah berkata tentang engkau tiga kali, ‘Akan muncul di hadapan kalian saat ini seorang laki-laki calon penghuni surga.’ Dan ternyata engkaulah yang muncul sebanyak 3 kali itu. 


🍁 Karena itu, aku jadi ingin tinggal bersamamu agar aku bisa melihat apa yang engkau lakukan untuk kemudian aku tiru. 


🍁 Akan tetapi, aku tidak melihat engkau melakukan amalan yang besar. Lantas, amalan apa sebenarnya yang bisa menyampaikan engkau kepada kedudukan sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah?’ 


🍁 Orang tersebut berkata, ‘Aku tidak melakukan kecuali apa yang kamu lihat.’ Maka ketika aku telah berpaling (pergi), dia memanggilku dan berkata, ‘Sebenarnyalah aku memang tidak melakukan apa-apa selain yang engkau lihat. 


🍁 Hanya saja, selama ini aku tidak pernah merasa dongkol dan dendam kepada seorang pun dari kaum muslimin, serta tidak pernah menyimpan rasa hasad terhadap seorang pun terhadap kebaikan yang telah Allah berikan kepadanya.’ 


🍁 Maka Abdullah berkata, ‘Inilah amalan yang membuatmu sampai pada derajat tinggi, dan inilah yang tidak mampu kami lakukan.'” (HR. Ahmad)


والسلام عليكم ورحمةالله و بركاته


Reshared by 

#BPI Yayasan Nur Hidayah Surakarta.