This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, September 4, 2020

Semangat Mencari Rizki Halal

Cari lah dan usaha kan lah cari harta cari duit cara rizki yang halal dengan cara yang halal

Kalau anda bilang.. Coach hari gene cari yang haram aja susah apa lagi yang halal, maka saya saran kan anda segera bertaubat

Rizki itu sudah ada kok ALLAH sudah menjamin itu tinggal kita bagaimana menjemput nya, kalau pakai cara yang haram anda dapat dosa dan tidak berkah kalau cara yang halal maka anda dapat pahala dan keberkahan

Keberkahan itu adalah bertambah nya kebaikan bukan keburukan

Jadi Semangat ya cari nafkah nya buat istri dan anak anak di rumah dengan cara yang halal, mau sampai kapan kasih anak istri yang haram 

Coach Riki Permana


Carilah Rezeki dengan Cara yang Halal


Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ


“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).

Dalam hadits disebutkan bahwa kita diperintah untuk mencari rezeki dengan cara yang baik atau diperintahkan untuk *"ajmilu fit tholab"*. Apa maksudnya?

Janganlah berputus asa ketika belum mendapatkan rezeki yang halal sehingga menempuh cara dengan maksiat pada Allah. Jangan sampai kita berucap, “Rezeki yang halal, mengapa sulit sekali untuk datang?”

Jangan sampai engkau mencelakakan dirimu untuk sekedar meraih rezeki.

Dalam hadits di atas berarti diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal. Janganlah rezeki tadi dicari dengan cara bermaksiat atau dengan menghalalkan segala cara. Kenapa ada yang menempuh cara yang haram dalam mencari rezeki? Di antaranya karena sudah putus asa dari rezeki Allah sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Intinya karena tidak sabar. Seandainya mau bersabar mencari rezeki, tetap Allah beri karena jatah rezeki yang halal sudah ada. Coba renungkan perkataan Ibnu ‘Abbas berikut ini. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

ما من مؤمن ولا فاجر إلا وقد كتب الله تعالى له رزقه من الحلال فان صبر حتى يأتيه آتاه الله تعالى وإن جزع فتناول شيئا من الحرام نقصه الله من رزقه الحلال

“Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas ia tempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.”


WaLLAAHU'alam

Mak Jum dan Al Quran


Seorang ibu pedagang keliling tengah membaca Al-Quran di pinggir jalan.

⁣Mak Jum berjualan hingga malam hari dengan mengayuh sepedanya. Biasanya Mak Jum berkeliling selepas Isya sampai pukul 9 malam⁣

⁣Namun setiap kali berhenti, Mak Jum segera membuka Al-Quran dan membacanya di pinggir jalan⁣

⁣Ibu ini berjualan hingga malam hari. Tak henti dia mengayuh sepedanya dalam mencari rezeki yang sudah Allah tetapkan untuknya. Dan saat dia berhenti mengayuh sepedanya hanya untuk membuka lembar-lembar Al-Quran.⁣

⁣Mak Jum ini sangat menggugah setiap orang, terlebih bagi muslim yang sehari-sehari tidak pernah sempat membaca Al-Quran karena kesibukan duniawi.⁣

⁣Apakah dunia telah melalaikan kita dari akhirat? Apa lagi yang kita lakukan di dunia ini kalau bukan mencari bekal perjalanan abadi?

Semoga yang Like, Komentar & Save postingan ini senantiasa dikaruniai kebahagiaan dan keberkahan..Aamiin

Thursday, September 3, 2020

Doa untuk Suami Istri

 Doa Muhammad bin Munkadir (seorang Tabi’in, perowi hadits yang tsiqoh, murid-murid Beliau di antaranya Umar bin Abdul Aziz, Imam Malik, dll)

bahwa Muhammad bin Munkadir berdoa dalam shalatnya: Allohumma qowwi lii dzakarii, fainna fiihi sholaahan liahlii. "Ya Allah kuatkanlah untukku (alat) kejantananku, karena sesungguhnya padanya ada kebaikan untuk istriku." (doa Muhammd bin Mukadir dalam shalatnya, kitab I’tilal al-qulub oleh al-Kharaithi 1/106/ maktabah syamilah).

SEKILAS BIOGRAFI Muhammad Ibn Al-Munkadir

Beliau adalah dari kalangan Tabi’in, seorang perowi hadits yang tsiqoh, murid-murid Beliau di antaranya Umar bin Abdul Aziz, Imam Malik, dll.

Muhammad Ibn Al-Munkadir mempunyai hubungan darah dengan Abu Bakar Shiddiq. Hubungan darah keduanya bertemu pada kakek yang bernama Sa’ad Ibn Tamim. Pada suatu hari, hubungan kekeluargaan ini mendorongnya datang ke rumah Aisyah binti Abu Bakar untuk mengadukan keperluannya pada Aisyah dengan harapan barangkali Aisyah dapat membantunya menutup pedihnya kelaparan dan pahitnya kemiskinan.

Setelah ia mengutarakan penderitaannya kepada Aisyah, Aisyah berkata: “Andaikata aku mempunyai wang 10,000 dirham niscaya akan kuberikan kepadamu. Pada hari itu juga, tiba-tiba Muawiyah Ibn Abu Sufyan mengirim uang 10,000 dinar kepada Aisyah. Hingga Aisyah berkata pada dirinya sendiri: Alangkah cepatnya apa yang kamu angan-angankan wahai Aisyah.”

Akhirnya Aisyah segera mengutus seseorang untuk mencari Muhammad Ibn Al-Munkadir, kemudian ia memberikan uang 10.000 dirham dimaksud. Uang itu dipergunakan Muhammad Ibn Al-Munkadir untuk membeli seorang hamba wanita untuk dijadikan isterinya. Maka dia kemudian mengakhiri masa bujangnya dan menempuh hidup baru sehingga Allah memberi kurnia kepadanya 3 anak. Ketiganya bernama: Muhammad, Abu Bakar, dan Umar. Ia memberi nama mereka seperti nama Rasulullah dan dua sahabat baginda.

Bismillah..

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’”

Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38). Maksud do’a ini kata Ibnu Katsir rahimahullah, “Ya Rabb anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thoyyib yaitu anak yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54)

Wednesday, September 2, 2020

Bedong Bayi Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah

Ibn Qayyim al-Jauziyyah, tak hanya dikenal piawi dalam kajian hadis, tetapi pemilik nama lengkap Syamsu ad- Din Muhammad bin Abu Bakar bin Qayyim al-Jauziyyah (751 H) ini juga dianggap sebagai pendidik ulung. Ini setidaknya tampak dari kitabnya yang berjudul Tuhfat al-Wadud bi Ahkam al-Mulud.

Dalam kitabnya tersebut, Ibnu Qayyim berbagi tip praktis dalam mengurus dan mendidik anak. Menurut dia, tiap perlakuan yang diberikan oleh orang tua baik secara fisik ataupun nonfisik bisa memberikan dampak bagi pertumbuhan si buah hati. Ibnu Qayyim memberikan rambu-rambu merawat anak yang belum genap lima tahun (balita) sebagai berikut:

Hendaknya menahan diri tidak membawa anak keluar rumah ataupun bepergian jauh sebelum lewat usia tiga bulan atau lebih. Selain untuk lebih mendekatkan bayi dengan si ibu, kondisi fisik si bayi masih rentan karena masih terlalu lemah.

Pemberian asupan nutrisi bagi si bayi mesti dilakukan secara berjenjang sesuai dengan usianya. Nutrisi pertama yang baik diberikan adalah air susu ibu (ASI), lalu biskuit yang diseduh dengan air hangat, kemudian bisa berikan pula susu murni. Apabila kondisi telah memungkinkan, bisa diberikan menu masakan atau kuah. Hindari pemberian daging secara utuh karena pencernaannya belum sempurna. Daging bisa dikonsumsi setelah pencernaannya membaik.

Mendekati usia si bayi hendak berbicara namun masih mengalami kesulitan, bisa dioleskan madu dengan sedikit garam di lidah mereka. Baik madu ataupun garam, mempunyai zat yang bisa membantu memperlancar bicara.

Tradisikan mentalkin dan memperkenalkan kalimat tauhid atau syahadat sejak dini. Dengan memperkenalkan kalimat tauhid sejak awal, Allah senantiasa mendengar perkataan dan menjaga mereka. Dengan demikian, kelak ketika dewasa anak akan terbiasa dekat dan mengingat Allah. Inilah mengapa Bani Israel memberikan nama Imanuel bagi buah hati mereka. Imanuel berarti Tuhan bersama kami. Dan dalam Islam, nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.

Jangan mencegah balita berhenti menangis atau berteriak termasuk mencegahnya minum asi tatkala lapar. Menangis bagi bayi mempunyai manfaat yang baik, terutama untuk membugarkan raga, melebarkan dadanya, menjaga suhu badannya yang natural, serta menghindarai penumpukan dahak.

Jangan anggap remeh balita yang enggan belajar berjalan. Karenanya, latihlah selalu sekalipun misalnya, badannya belum bisa berdiri tegak karena hanya bisa duduk. Biasakanlah melatihnya perlahan.

Hindarkan balita dari suara-suara berisik dan keras yang mengagetkan. Begitu pula pemandangan dan gerakangerakan negatif yang mengganggu pikiran. Faktor kebisingan dan suara gaduh yang buruk tersebut bisa jadi berakibat pada ketidakseimbangan akal. Jika menemukan kondisi gaduh seperti ini, segerakan menyusui dan menenangkannya.

Perhatikan perkembangan perilaku anak. Perkembangan anak dipengaruhi oleh perlakuan orang tua kepada anak. Pola seperti apakah yang diterapkan dalam mendidik mereka? Kehangatan, sikap pemarah, kasar, atau terburu-buru kah? Kesemuanya bergantung pada pola didikan yang digunakan oleh pendidiknya. Karenanya tak sedikit anak yang gagal karena pola pendidikan keliru yang mereka terima. Termasuk pula hindarkan anak dari perkara tidak bermanfaat dan bathil. Jika tidak, anak akan terbiasa menikmatinya hingga dewasa kelak.


Pesan Guru Habib Luthfi, Syaikh Abdul Malik

Salah seorang cucu Syaikh Abdul Malik mengatakan, ada tiga pesan dan wasiat yang disampaikan beliau kepada cucu-cucunya.

Pertama, jangan meninggalkan shalat. Tegakkan shalat sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah SAW. Lakukan shalat fardhu pada waktunya secara berjamaah. Perbanyak shalat sunnah serta ajarkan kepada para generasi penerus sedini mungkin.

Kedua, jangan tinggalkan membaca Al-Quran. Baca dan pelajari setiap hari serta ajarkan sendiri sedini mungkin kepada anak-anak. Sebarkan Al-Quran di mana pun berada. Jadikan sebagai pedoman hidup dan lantunkan dengan suara merdu. Hormati orang-orang yang hafal Al-Quran dan qari'-qari'ah serta muliakan tempat-tempat pelestariannya.

Ketiga, jangan tinggalkan membaca shalawat, baca dan amalkan setiap hari. Contoh dan teladani kehidupan Rasulullah SAW serta tegakkanlah sunnah-sunnahnya. Sebarkan bacaan shalawat Rasulullah, selamatkan dan sebarluaskan ajarannya

Tuesday, September 1, 2020

Anak-anakku buku ini Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka

 "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian". (TQS al-Muddatstsir [74]: 42-47).

.

Dahsyatnya siksa neraka telah banyak diberitakan dalam al-Quran. Aneka siksa yang disediakan bagi penghuninya amat mengerikan. Dipastikan, tidak seorang pun yang kuat menghadapinya. Agar tidak terjerumus ke dalam neraka, kita harus mengenali sifat orang-orang yang dimasukkan ke dalamnya. Dalam Alquran cukup banyak ayat yang menggambarkan potret dan karakter mereka.

Ayat-ayat ini adalah diantaranya.

Tidak Shalat dan Tidak Bersedekah

Allah SWT berfirman: Mâ salakakum fî saqar ("apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar?"). Jika dilihat pada ayat sebelumnya, ini merupakan percakapan antara penghuni surga dengan peng-huni neraka di akhirat kelak. Bagaimana detail peristiwanya, walLâh a'lam. Yang diberitakan kepada kita hanya isi percakapan di antara mereka.

Para penghuni surga bertanya mengenai keadaan al-mujrimîn, para pelaku dosa dan kriminal. Menurut al-Razi dan dan al-Khazin, pertanyaan itu merupakan celaan dan mempermalukan. Tema yang mereka tanyakan adalah perkara yang menyebabkan para pelaku dosa itu dimasukkan ke dalam saqar. Saqar adalah nama salah satu neraka. Dalam ayat 29-30 disebutkan bahwa neraka saqar itu lawwahat[un] li al-basyar (pembakar kulit manusia). Di atasnya dijaga malaikat sebanyak sembilan belas.

NASEHAT EMAS DARI ; IMAM SYAFI'I

1. "Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan".

2. "Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu".

3. "Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia".

4. "Doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran".

5. "Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat".

6. "Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu".

7. "Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun".

8. "Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk matamu".

9. "Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing".

10. "Amalan yang paling berat diamalkan Ada 3 (tiga). 1. Dermawan saat yang dimiliki sedikit. 2. Menghindari maksiat saat sunyi tiada siapa-siapa. 3. Menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang diharap atau ditakuti".

11. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemeralatannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta".

12. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa ridha".

13. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang".

14. "Apabila engkau memiliki seorang sahabat yg membantumu dalam ketaatan kepda Allah, maka genggam eratlah ia, jangan engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorang sahabat yang baik adalah perkara yang sulit, sedangkan melepaskannya adalah perkara yang mudah".