This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, December 8, 2018

PERJUANGAN TERAKHIR

Tun Mahathir bin Mohamad

Aku sudah di penghujung nyawaku
Aku hanya mahu menghabiskan sisa-sisa hidupku dengan bersimpuh dan bersujud pada Yang Esa
Namun bagaimana aku bisa khusyuk dalam khalwatku
Kerana tika ku pejamkan mata
Aku melihat anak bangsaku dikotak-katikkan
Aku nampak hak generasi mudaku dirobek-robek
Dek tangan-tangan rakus yang berqiblatkan syaitan

Aku tahu aku perlu berbuat sesuatu
Aku bukan orangnya untuk diam berpeluk tubuh
Memerhatikan segala macam kemungkaran, segala macam salah laku dan segala macam noda
Yang dibuat tanpa sebarang rasa berdosa

Ya Allah Ya Tuhanku
Kini aku tahu kenapa Kau memanjangkan nyawaku
Dengan sifat Rahman dan RahimMu, pada usia 93 tahun aku masih boleh berdiri gagah, masih dikurniakan kesihatan yang baik, masih berfikiran waras dan masih bersemangat waja
Dalam menghadapi perjuangan terakhirku

Syukur Alhamdulillah
Dengan izinMu aku telah berjaya
Mempertahankan yang Haq, menundukkan yang Bathil
Mudah-mudahan selepas ini aku dapat memejamkan mataku dengan tenang
Semoga rohku dapat bertemu Penciptanya dengan aman

Cuma satu pintaku
Setelah aku pejam mata
Janganlah diperbesar-besarkan namaku
Jangan nukilkan apa-apa tentangku
Anggaplah segala-galanya jariahku
Sebagai bekalanku di akhirat kelak

Andai sudi, tika itu cuma hadiahkanlah Al-Fatihah untukku
Moga jadi pendinding menghadapi Munkar dan Nangkir
Moga jadi bekal bersoal-jawab di Mahsyar
Moga jadi modal bertemu Yang Khaliq

Amin.

Sumber :  internet

Keluhanmu itu

Karunia Allah lebih besar dan lebih banyak, daripada masalah-masalah yang kamu keluhkan.
Bahkan bisa jadi keluhanmu itu adalah solusi dari masalah orang lain dan menjadi keberhasilan seseorang.

Fakta tentang kekerabatan Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Muhammad Hasyim Al Asyhari

Tentu kita mengenal Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Muhammad Hasyim Al Asyhari, pendiri dua organisasi besar Islam yang ada di Nusantara yaitu Muhammadiyah dan NU, mereka adalah diantara orang-orang yang berpengaruh dalam penyebaran Islam di Nusantara dan faktanya ternyata mereka berdua masih saudara dari garis keturunan yang sama.

Berikut adalah beberapa fakta tentang kekerabatan Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Muhammad Hasyim Al Asyhari :

1. Kyai Muhammad Hasyim Al Asyhari, mendirikan Nahdlatul Ulama pada tanggal 31 januari 1926.

2. Kyai Ahmad Dahlan, nama aslinya Muhammad Darwisy, namun ketika pergi ke mekah oleh gurunya diberi nama menjadi Ahmad Dahlan,

3. Kyai Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah tanggal 18 november 1912

4. keduanya ini bersaudara, bertemu nasabnya(garis keturunan) disaudara jauhnya.

5. Garis keturunan Kyai Muhammad Hasyim Al Asyhari: Kyai Muhammad Hasyim Al Asyhari bin Abdul Wahid bin Abdul Halim(Pangeran Bernawa) bin Abdur Rahman(Sultan Hadiwijaya dikenal dengan Joko Tingkir) bin Abdul Fattah bin Abdul Aziz bin Abdullah bin Maulana Ishaq(Raden Ainul Yaqin yang dikenal sebagai Sunan Giri) bertemu nasabnya(garis keturunannya) dengan Kyai Ahmad Dahlan di Maulana Ishaq

6. Kyai Ahmad Dahlan garis keturunannya bersambung ke Maulana Ishaq, Kyai Ahmad Dahlan bin Abu Bakaar bin Ilyas bin Sulaiman bin Murtadho bin Demang Jurang Juru Kapindo bin Demang Juru Sapisan bin Kyai Gerbeg bin Maulana Ishaq.

7. Maulana Ishaq adalah salah satu dari dua anak Syeikh Ahmad Jumadil Qubro berasal dari Mesir

8. Syeikh Ahmad Jumadil Qubro mempunyai dua anak yaitu Maulana Ishaq dan Syarif Abdullah

9. Maulana Ishaq datang dengan 8 orang temannya atas perintah dari ke Khilafahan Turki agar datang ke Nusantara untuk memberikan nilai-nilai Islam.

10. Syarif Abdullah tinggal di Mesir tidak ikut ke Nusantara, tapi pada awal abad ke 15 akan bertemu dengan seorang perempuan yang luar biasa yang sudah masuk Islam anaknya prabu siliwangi(pamanah rasa)

11, Prabu Siliwangi mempunyai daerah kekuasaan yang sangat luas kurang lebih dari Cirebon batas Jawa Tengah sampai ke ujung wilayah Banten dan ibukotanya di Bogor, dahulu Pamanah Rasa melakukan inspeksi ke daerah Subang sampai ke Karawang, di daerah karawang tersebut beliau bertemu dangan perempuan yang cantik, taat, sedang membaca Al Quran muridnya Syeikh Hasanudin

12. Syeikh Hasanudin dahulu menimba ilmu Qurannya di Mekah dikenal dan beliau dikenal dengan Syeikh Quro,

13. Perempuan yang ditemui oleh Prabu Siliwangi di Karawang tersebut bernama Nyai Subang Larang

14. Prabu Siliwangi jatuh cinta dengan Nyai Subang Larang, kemudian mereka menikah

15. Setelah menikah, pada tahun 1423 memiliki keturunan pertama anak laki-laki bernama Walang Sungsang

16. Tahun 1426 memiliki anak yang ke dua anak perempuan bernama Nyai Rara Santang

17. Tahun 1427 memiliki anak yang ke tiga bernama Raja Sengara

18. Rara Santang dan Walang Sungsang kemudian pergi berhaji ke kota Mekah

19. Setelah berhaji kemudian mereka berganti nama Walang Sungsang menjadi Ki Abdullah Iman gelarnya Ki Samadullah

20. Rara Santang berubah nama menjadi Syarifah Mudaim, saat akan pulang bertemu dengan Syarif Abdullah(saudara Maulana Ishaq),

21. Syarif Abdullah langsung meminang Syarifah Mudaim untuk dijadikan istrinya, setelah menikah mereka tinggal di Mesir.

22. Di Mesir kemudian mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Syarif Hidayatullah

23. Syarif Hidayatullah, belajar Islam di mesir kurang lebih 20 tahun dengan para ulama besar.

24. Setelah cukup bekal kemudian beliau kembali ke Nusantara untuk menengok kakenya yaitu Prabu Siliwangi.

25. Kakenya yaitu Prabu Siliwangi pada saat itu tinggal di daerah jati, memiliki kekuasaan di daerah tersebut, kemudian Syarif Hidayatullah diberikan kekusaan didaerah tersebut dan kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

26. Sedangkan Ki Samadullah pergi ke suatu wilayah dikenal dengan Lemahwungkuk,Cirebon, beliau meminta izin kepada ayahnya untuk memajukan daerah tersebut.

27. Di Lemahwungkuk tersebut banyak sekali etnis campuran seperti cina, arab, lokal masih belum baik akhlaknya.

28. Campuran dalam bahasa lokal dikenal dengan istilah “caruban ”.

29. Setelah ditata, dikelola, dirawat dengan baik sampai tumbuh pesat, Ki Samadullah bertemu dengan seorang anak perempuan, putri dari seorang pembesar Syahbandar yang bernama Ki Gendeng Alang-alang mempunyai putri yang bernama Nyai Kencana Larang

30. Ki Samadullah dan Nyai Kencana Larang kemudian menikah.

31. Setelah menikah untuk mengabadikan namanya kemudian daerah Lemahwungkuk disebut caruban larang dan sekarang dikenal dengan cirebon.

32. Ibunya Ki Samadullah yaitu Nyai Subang Larang kemudian ingin menengok anaknya, disuatu daerah ajalnya tiba, untuk mengenangnya daerah tersebut kemudian diberi nama Subang

33. KH. Ahmad dahlan dan KH. Muhammad Hasyim Al Asyhari, satu keturunan yang sama yaitu Syeikh Ahmad Jumadil Qubra pergi menuntut ilmu bersama ke mekah berguru kepada syeikh Ahmad Khatib al Minangkabawiy, setelah selesai belajar dari syeikh tersebut, dua-duanya memiliki keunikan tersendiri.

34. Kyai Ahmad Dahlan sangat menyukai sekali Praktek, tidak terlalu banyak teoritis,

35. Begitu pulang ke Nusantara langsung mempraktekan ajaran-ajarannya dan membentuk persyerikatan yang bernama Muhammadiyah, "Muhammad" itu nama Nabi, "Yah" itu nisbah/mengikuti.

36. Tujuan beliau ingin memperbaiki keadaan Nusantara sesuai Sunnah Nabi, beliau membuat rumah sakit, sekolah dan yang lainnya sebagai praktek dakwah.

37. Kyai Hasyim Al Asyhari, beliau sangat menyukai menulis kitab, beliau mempunyai 19 karya tulis yang dihimpun ke dalam kitab besar .

38. Kitab-kitab beliau diantaranya tentang "adab menuntut ilmu, risalah ahlus sunnah wal jama'ah, Al-Nuurul Mubiin fi Mahabbati Sayyid al-Mursaliin" dan lain sebagainya.


Sumber : Kajian Ustadz Adi Hidayat. Lc, MA dengan tema "Tanya Jawab Keislaman".

indonesiana[dot]tempo[dot]co

Pendiri Muhammadiyah dan NU adalah bersaudara, nasabnya bertemu di Syekh Maulana Ishaq


Sejarah kita mulai dari ketika portugal masuk ke Indonesia melalui Selat Malaka pada tahun 1511 Masehi kemudian menjajah Sunda Kelapa setelah itu Raja atau Sunan yang menguasai Gunung Jati di Cirebon memerintahkan untuk menguasai daerah besar ini, setelah itu, ia mengirimkan pasukan besar, yang dipimpin oleh suami dari Putri keduanya namanya Fahullah untuk menaklukkan kota ini (Jaya Karta) dari penjajahan Portugal kemudian setelah itu ke Sunda Kelapa dan mengalahkan Portugal kemudian namanya diubah, dari Sunda Kelapa menjadi Jaya Karta. Seperti apa perubahan itu? Itu diambil dari Al Quran awal Surah Al-Fath.


Lalu Siapakah Fathullah itu?
  1. Fathullah ini, adalah suami putri kedua dari Sunan Gunung Jati nama Aslinya Syarif Hidayatullah .
  2. Syarif Hidayatullah adalah Putra dari Sarif Abdullah. Syarif Abdullah adalah Suami dari Syarifah Mudaim (Rarasantang),
  3.  Syarifah Mudaim (rarasantang) adalah putri kedua dari Prabu Siliwangi yang nama aslinya Manah Rasa, Prabu Siiwangi adalah suami dari Nyai Subanglarang dan dia adalah Raja dari Banten, Sunda Kelapa hingga Jawa. Kemudian ia mempersunting gadis  bernama Subanglarang,
  4. Subanglarang ini santri di pesantren Qur’an yang posisinya di Karawang yang pengasuhunya adalah Syekh Hasanuddin.
  5.  Syeh Hasanuddin belajar Qur’an di Ummul Qura Makkah Al Mukarramah kemudian kembali dan memimpin pesantren, setelah datang dari Makkah dan mengajar Al Quran Karim dan diantaranya adalah Nyai Subanglarang
  6. Nyai Subanglarang yang dinikahi Prabu Siliwangi, setelah itu lahirlah Syarifah Mudaim (Rarasantang),
  7. Kemudian Syarifah Mudaim ini dinikahi oleh Syarif Abdullah,
  8. Syarif Abdulah ini adalah putra dari Syekh Ahmad Jumadil Qubra,
  9.  Ahmad Jumadil Kubra mempunyai dua putra yang pertama Syekh Maulana Ishaq, bermukim di Indonesia, dari Syekh Maulan Ishaq ini, keturunannya Insya Allah sampai pendiri NU dan Muhammadiyah.


Nasab / Garis Keturunan Ahmad dahlan dan Hasyim bi Asyari
  1. Namanya Syeikh Ahmad Dahlan yang nama awalnya Muhammad Darwis , Syekh Ahmad Dahlan bin K.H. Abu Bakar, bin Kiyai Ilyas, bin Kyai Sulaiman, bin Demang Juru Kapindo, bin Demang Juru Kapisan, bin Kiai Grebeg, bin Maulana Ishaq.
  2. Dan saudaranya adalah pendiri Nahdatul Ulama (NU)  beliau adalah Sekh Hasyim bin Asyari, bin Abdul Wahid, bin Abdul Halim (nama aslinya Sunan Hadi Wijaya), bin Abdullah, bin Abdil Fattah, bin Abdurrahman (Jaka Tingkir), ayahnya dalah Maulana Ainul Yaqin anak dari yang bernama Maulana Ishaq.


Jadi Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) pendirinya keduanya adalah saudara satu garis keturunan.

Nasab Maulana Ishaq
  1. Maulana Ishaq ini orang tuanya adalah Jumadil Kubra. Seorang alim yang termasuk dari Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa dan Nusantara di masa lampau. Siapakah dia?
  2. Dia adalah keturunan dari Ali Zainal Abidin al Kabir.
  3. Ali Zainal Abidin keturunan al Husain,
  4. Sedang saudaranya adalah al Hasan putra Abi Thalib, suami dari Fatimah az-Zahra’ putri Rasulullah Salallahu alaihi wasallam Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Muthalib, bin Hasyim, bin Abd Manaf, bin Qushai, bin Murrah, bin Kilab, bin Ka’ab, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin Mudhar, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas AS, bin Nizar, bin Mudhar, bin Maad, bin Adnan, bin ‘Addi, bin Adli, bin Muqawwam, bin Nahur, nin Tarih, bin ‘Abid, bin Kinan, bin Alfakhsad, bin Syam, bin Nuh AS, bin Mihlail, bin Kinan, bin Anusy, bin Tsis, bin Adam AS.


Ini meyakinkan kita bahwa nasab kita dan hubungan kita tidak hanya sekedar hubungan kedaerahan  sehingga kita seharusnya bersatu dan berpegang teguh dalam urusan Islam dan urusan sosial.Akan tetapi kita juga memiliki hubungan secara kawasan, hubungan bersama dengan tanah Haramain, hubungan persaudaraan yang ada di daerah timur Asia. Begitu pula hubungan persaudaraan dengan Afrika dll.

Sumber  : ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.
Disampaikan pada  pertemuan  Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa ke-V
di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat
pada 19-20 Syawal 1439 H / 3-6 Juli 2018

Youtube : https://youtu.be/9RONJ5vyxxE



Friday, December 7, 2018

Fathan Mubina


Jaya Karta = Jakarta = Fathan Mubina = Kemenangan Paripurna

Pada tanggal 22 Juni 1527, atas izin Allah, muslimin berhasil mengalahkan Portugis.

Kemudian dengan penuh kesadaran bahwa kemenangan berasal hanya dari Allah semata, Fatahillah mengubah nama Soenda Kelapa menjadi Jaya Karta yang berarti Kemenangan yang nyata.


إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا
Inna fatahna laka fathan mubiina

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, (Alquran Surah Al Fath ayat 1)


Jakarta adalah kependekan dari Jaya Karta, sedang Jaya Karta adalah bahasa lampau sekali terbentuk dari awal Surah Al Fath 48 :1 Alah bersabda Inna Fatahna laka fathan mubina, kata fathan mubina inlah tempat saat itu disebut Jaya Karta.
Dan itu ada sejarahnya, pada masa itu, ketika portugal masuk ke Indonesia melalui Selat Malaka pada tahun 1511 Masehi kemudian menjajah Sunda Kelapa setelah itu Raja atau Sunan yang menguasai Gunung Jati di Cirebon memerintahkan untuk menguasai daerah besar ini, setelah itu, ia mengirimkan pasukan besar, yang dipimpin oleh suami dari Putri keduanya namanya Fahullah untuk menaklukkan kota ini (Jaya Karta) dari penjajahan Portugal kemudian setelah itu ke Sunda Kelapa dan mengalahkan Portugal kemudian namanya diubah, dari Sunda Kelapa menjadi Jaya Karta. Seperti apa perubahan itu? Itu diambil dari Al Quran awal Surah Al-Fath.


Sumber : ustadz Adi Hidayat, Lc., MA.

Tuesday, December 4, 2018

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus, Allah penggenggam hati kami

Karena Allah kami lahir, untuk Allah kami hidup, Allah yang menyatukan hati kami, dan Allah tujuan akhir kami ...

"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana." (Qur'an surah Al Anfal ayat 63)








Ruhul Jihad dan Ghirah Islamiyah



Saturday, December 1, 2018

Bekingmu Siapa?