This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, March 31, 2021

AL-WUTSQA

K.H. Hasan Abdullah Sahal mengingatkan, Jangan sampai kita menjadi orang yang ketika mendapat KENIKMATAN dan KEDUDUKAN yang tinggi mengatakan "Rabbi Akraman" (Tuhan Memuliakanku), dan ketika mendapat COBAAN berupa kesempitan rizki lalu mengatakan "Rabbi Ahanan" (Tuhan Menghinakanku). Karena semua itu hanya UJIAN dari ALLAH SWT.⁣

Tuesday, March 30, 2021

JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN RUMAH TANGGA ORANG

 Salah satu permasalahan yang kerap terjadi terhadap pasangan suami istri pada kehidupan setelah menikah adalah keterlibatan mertua dalam rumah tangga mereka. Hal ini memang sulit dihindari. Sekalipun memutuskan ngontrak atau membeli rumah sendiri, tapi itu tak menjadi jaminan. Mertua tetap bisa mengawasi. Bahkan berusaha selalu terlibat dalam setiap masalah yang terjadi.

Apabila mertua ikut campur dalam hal kebaikan, misalnya:

  • Menasehati menantunya tentang ilmu agama
  • Mengajari cara memasak atau mengurus anak
  • Menjelasakan tentang kewajiban suami terhadap istri dalam Islam tanpa menggurui
  • Menjelaskan peran wanita dalam Islam, fungsi ibu rumah tangga dalam Islam dan kewajiban wanita setelah menikah.
  • Sekedar memberikan saran atas masalah yang terjadi, tapi tidak memaksa
  • Serta menjadi tempat keluh kesah

Maka tindakan-tindakan tersebut diperbolehkan. Sebab pasangan yang baru menikah juga belum terlalu mengerti tentang kehidupan rumah tangga, jadi mereka butuh bimbingan untuk menghindari perceraian.

Sebaliknya, jika mertua ikut campur secara berlebihan. Misalnya saja setiap hari datang ker rumah anaknya, merasa berkuasa atas anaknya, merendahkan dan menganggap menantunya tidak becus, atau bahkan selalu terlibat dalam setiap masalah maka itu hukumnya tidak diperbolehkan.

Di dalam ajaran islam, pasangan yang telah menikah lebih dianjurkan untuk tinggal di rumah sendiri guna menghindari konflik dengan mertua. Tidak apa-apa walau hanya ngontrak rumah kecil, yang terpenting istri tidak tertekan. Dengan ngontrak rumah maka pasangan bisa belajar hidup mandiri, berjuang dari awal secara bersama-sama dan menciptakan kehidupan yang islami.

Tapi demikian anak tetap wajib berbakti pada orang tua. Jadi walau telah menikah tidak boleh melupakan orang tua. kewajiban anak laki-laki terhadap ibunya setelah menikah dan kewajiban anak perempuan terhadap orang tua setelah menikah adalah tetap harus sering mengunjungi dan memperhatikan kedua orang tuanya ataupun mertua.

Monday, March 29, 2021

WIRID

 Habib Umar Bin Hafidz meriwayatkan bahwa Habib Ali Ibn Hassan Al Attas berkata:

.

Ada tiga macam wirid yang tidak pernah berpisah dengan para auliya' solihin.

.

Dikarenakan manfaat dari wirid ini yang sangat besar dalam hidup, baik di dunia maupun akhirat :

.

1. Membaca 100 kali sebelum solat subuh:

.

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ،استغفرالله

.

Ini dikenal dengan sebutan istighfar para malaikat.

.

2. Membaca 100 kali sesudah shalat dzuhur:

.

لاإله إلا الله الملك الحق المبين

.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam bersabda, "Siapa saja yang membaca kalimat ini, akan selamat (dijauhkan) dari kemiskinan dan akan menenangkan serta menyenangkan di alam kubur dari rasa kesepian.

.

3. Dan membaca sebelum tidur :

.

33 سبحان الله

33 الحمدلله

34 الله اكبر

.

Dan menutupnya dengan :

.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

.

Inilah kalimat yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada anaknya tercinta , Sayyidah Fatimah R.Anha dan juga kepada Sayyidina Ali. Para ulama mengatakan ada rahasia yang sangat besar dalam tasbih ini.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” HR. Muslim no. 1893.

Silahkan disebarkan, mudah-mudahan anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Semoga bermanfaat. Aamiin

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

.

PERCERAIAN BISA TERJADI

Perceraian dalam rumah tangga disebabkan oleh banyak hal. Bisa jadi karena kasus berat seperti KDRT, tapi bisa juga terjadi karena kasus 'ringan' seperti ketidak mampuan pasangan suami istri untuk saling memahami satu sama lain.

Bagaimana bisa 'tidak mampu saling memahami' menyebabkan retaknya sebuah rumah tangga? Bukankah sebelumnya, dalam kehidupan sehari-hari, kita telah belajar untuk memahami orang lain?

Sikap saling memahami memang terlihat sebagai sesuatu yang sederhana untuk dilakukan. Tapi itu baru sebatas teorinya saja. Karena pada prakteknya, dibutuhkan kemauan kuat antara keduanya untuk terus menerapkan sikap sabar, sikap lapang dada, sikap memaklumi, sikap menerima, serta sikap bertanggung jawab atas amanah dari Sang Khalik.

Jika keduanya tak mau mengalah, atau justru kuat mempertahankan ego masing-masing, maka yang menang dalam hal ini adalah setan, karena dia berhasil mempengaruhi pasangan untuk saling bertolak.

Ingatlah selalu bahwa rumah tangga adalah tempat dimana pasangan suami dan istri bekerjasama untuk membentuk sebuah tim yang solid. Maka redamlah selalu egomu, karena mengalah demi keutuhan rumah tangga tak akan membuatmu menjadi seseorang yang lemah. (by nikahbutuhilmu)

Riba Nasi’ah

 Riba nasi’ah juga disebut riba jahiliyah. Riba ini adalah riba yang paling berbahaya dan paling diharamkan.

Riba nasi’ah adalah riba yang terjadi karena adanya pembayaran yang tertunda pada akad tukar menukar dua barang yang tergolong komoditi ribawi (emas, perak, kurma, gandum dan garam), baik satu jenis atau berlainan jenis dengan menunda penyerahan salah satu barang yang dipertukarkan atau kedua-duanya.

Dari enam komoditi ribawi dapat kita kelompokkan menjadi dua. Kelompok pertama adalah emas dan perak. Sedangkan kelompok kedua adalah empat komoditi lainnya (kurma, gandum, sya’ir dan garam).

Jika sesama jenis komoditi di atas dibarter -misalnya adalah emas dan emas- maka di sini harus terpenuhi dua syarat, yaitu kontan dan timbangannya harus sama. Jika syarat ini tidak terpenuhi dan kelebihan timbangan atau takaran ketika barter, maka ini masuk riba fadhl.

Jika komoditi di atas berbeda jenis dibarter, namun masih dalam satu kelompok -misalnya adalah emas dan perak atau kurma dan gandum- maka di sini hanya harus terpenuhi satu syarat, yaitu kontan, sedangkan timbangan atau takaran boleh berbeda. Jadi, jika beda jenis itu dibarter, maka boleh ada kelebihan timbangan atau takaran –misalnya boleh menukar emas 2 gram dengan perak 5 gram-. Maka pada point kedua ini berlaku riba nasi’ah jika ada penundaan ketika barter dan tidak terjadi riba fadhl.

Jika komoditi tadi berbeda jenis dan juga kelompok dibarter –misalnya emas dan kurma-, maka di sini tidak ada syarat, boleh tidak kontan dan boleh berbeda timbangan atau takaran.

Read more https://pengusahamuslim.com/1051-riba-an-nasiah.html

Sunday, March 28, 2021

10 Wasiat Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri

1. Durhaka pada orangtua itu bernasab, turun-temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak.

2. Seorang yang menghormati ulama besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah dan melalaikan yang wajib. Sama seperti orang memakai imamah tapi auratnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.

3. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Orang tua ada 3; yang melahirkan, yang memberi ilmu (guru), dan yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua).”

4. Pada saat kita kecil, orangtua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.

5. Syafaat Rasulullah Saw pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi rahmat oleh Allah.

6. Memutus silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang alim. Maka sambunglah silaturrahim sebelum kita mati dalam keadaan terlaknat dan sebelum kita masuk barzakh dengan amarah Allah selagi ada kesempatan.

7. Majelis ilmu lebih baik seribu kali daripada majelis maulid atau shalawat.

8. Orang yang hadir majelis ilmu akan mendapat rahmat Allah meski tidak paham atau tidak hafal apa yang telah disampaikan.

9. Banyak orang yang baru bisa merasakan manfaatnya hadir majelis ilmu ketika menjelang sakaratul maut.

10. Orang berakal bukanlah orang yang hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Tetapi orang berakal adalah orang yang mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mengerti mana yang jelek untuk dijauhi. Dan itu semua ada dalam majelis ilmu.

Disarikan daribeberapa ceramah beliau.

Lahul faatihah

Thursday, March 25, 2021

Amplop Kiai Abdullah Salam

Memang tidak boleh menerimakan zakat dan sedekah kepada Bani Hasyim dan Bani Abdil Muththolib. Dan mereka pun diharamkan menerimanya, demi keagungan dan kehormatan keluarga Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Mbah Dullah Salam, Kyai Abdullah bin Abdussalam rahimahullah, Kajen, Pati, diyakini juga dari Bani Hasyim. Wa qiila silsilah beliau menyambung sampai kepada Syaikh Sayyid Abdurrahman Basyaiban, Mbah Sambu, Lasem. Bertemu dengan silsilah Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Hamid Pasuruan, Kyai Achmad Shiddiq Jember, dan Gus Dur. Memang, catatan-catatan silsilah itu sebagian masih diperdebatkan. Tapi Mbah Dullah adalah seorang yang amat hati-hati. Lagi pula, beliau adalah Mbah Dullah Salam, lebih dari sekedar seorang kiai.

Seseorang bertamu, menyerahkan amplop tebal berisi segepok uang.

“Nuwun sewu, Mbah, ini sedekah saya”

“Untuk aku?”

“Iya”

Mbah Dullah manggut-manggut.

“Di kampungmu sudah nggak ada orang feqir (fakir)?”

Si tamu kaget dan serta-merta kecut hati, tapi berusaha menjawab hati-hati, “Yang di kampung saya insyaallah sudah semua, Mbah. Ini saya sediakan khusus untuk Simbah…” .

Sinar mata Mbah Dullah tidak berkurang tajamnya, “Jadi, aku ini kamu anggap feqir?”

Nyaris pingsan tamu itu! Lalu senyum mengembang di wajah Mbah Dullah. Membebaskan si tamu dari himpitan gunung.

“Pokoknya ini buat aku ya?” tanya Mbah Dullah.

“I… iya…,Mbah”

Tashorrufnya terserah aku ya?”

Tamu cuma mampu mengangguk lemah.

Mbah Dullah menengok ke halaman rumah. Santri-santri cilik berkeliaran dan bercengkerama. Mbah Dullah memanggil salah satunya, “Nak! Hei! Kamu! Ya! Sini kamu!” Kepada santri itu Mbah Dullah mengulurkan amplop pemberian tamu. “Nih! Bagi-bagi dengan teman-temanmu ya!” Santri melongo tak percaya. Tapi Mbah Dullah menggerakkan tangan memberi isyarat supaya dia lekas beranjak. Santri beringsut keluar rumah. Dan begitu lepas dari pintu, ia langsung teriak memanggili teman-temannya. Mbah Dullah tersenyum memandangi santri-santri berkejaran di halaman, berebut bagian.

"Lihat," kata Mbah Dullah, "duit sampean sudah bikin gembira anak-anak sebanyak itu!"

Dinukil dari tulisan K.H. Yahya Cholil Staquf