This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, November 30, 2018

Nilai itu penting tapi Bernilai itu lebih penting


sekarang saja antrinya seperri ini Bisa dibayangkan 10 atau 15 tahun lagi ...

Mengajarkan murid agar bisa berhitung itu bagus, tetapi yang terbaik dan paling penting adalah mengajarkan mereka tentang hal-hal yang tidak bisa dihitung nilainya, seperti prinsip, kode etik, menghormati yang lebih tua, kejujuran, hidup kebaikan, EQ, SQ, nilai moral, pengabdian dsb
Nilai itu penting tapi bernilai lebih penting

Sunday, November 25, 2018

Sholawat Nabi


Anak-anakku ... dawamkan sholawat nabi ini di sela-sela waktu sibukmu, dan banyakkan membaca sholawat Nabi ini diwaktu luangmu, insya Allah mengundang keberkahan dan mengundang pertolongan Allah, dan sebagai pemberat amalan baik di akhirat kelak ...

Thursday, November 22, 2018

Law Kaana



Hafalin aja nih. Jadi shalawat keluarga.


Jika Dia Bersama Kita”


لَوْ كَانَ بَيْنَنَا الْحَبِيْب 
لَدَنَا القَاصِيْ وَالْقَرِيْب 
مِنْ طَيِّبَةٍ قَبْلَ الْمَغِيْب 
طَالِباً قُرْبَ الحَبِيْب


Jika Nabi masih bersama kita. 
Pastilah yang jauh maupun yang dekat akan datang kepadanya.
Mengharapkan kebaikannya sebelum dia pergi.
Memohon agar bisa dekat dengan Rasulullah.


بِقُرْبِهِ النَّفْسُ تَطِيْب 
وَتَدْعُوا الله فَيُجِيْب 
أَنْوَارُ طَهَ لاَ تَغِيْب 
بَلِّغْنَا لِقَاهُ يَا مُجِيْب

Berada dekat dengannya, akan membuat jiwa ini tenang.
Hingga doamu pada Allah pun akan diijabah.
Cahaya Thaaha (Muhammad) tak kan pernah sirna.
Wahai (Allah) yang Maha mengabulkan doa, pertemukanlah kami dengannya.


فَدَتْكَ رُوْحِيْ يَا حَبِيْب 
محمدٌ مُكْرِمَ الْغَرِيْب 
بِقُرْبِكَ الرُّوْحُ تَطِيْب 
ياَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن


Nyawaku menjadi tebusan untukmu duhai Nabi (al Habib). (Wahai Nabi) Muhammad, yang memuliakan orang asing. 
Berada dekat denganmu, akan membuat jiwa ini tenang.
Duhai (engkau) yang menebar kasih sayang kepada alam semesta.


Perdengarkan ke anak2, dan suruh pada pelajari dan hayati maknanya. Bismillaah walhamdulillaah.

Sumber : Ustadz Yusuf Mansur

Wednesday, November 21, 2018

Modal pemimpin, sosok istimewa penerima amanah

Pemimpin adalah sosok istimewa. Ia dipilih karena memang pantas dipilih. Ia diberi amanah karena memang layak menerima amanah.

Saking istimewanya, banyak yang memperebutkan menjadi pemimpin. Padahal, sejatinya tak perlu berebut karena pemimpin yang layak sudah pasti terlihat dari rekam jejak kehidupannya (track record).

Namun, karena aturan mainlah "yang memaksa" pemimpin selalu dipilih (diperebutkan). Nah, dari sinilah muara masalahnya. Karena pemimpin itu dipilih maka sangat bergantung siapa yang memilihnya bukan? Artinya, selera pemilih sangat menentukan kualitas pemimpin terpilih.

Di sinilah para calon pemimpin diuji. Seberapa hebatkah ia mampu menyakinkan para pemilih bahwa ia layak dan tepat untuk dipilih. Padahal, memilih pemimpin yang benar, perlu waktu panjang. Tidak bisa hanya ukuran hari dan bulan, melainkan tahunan.

Ia akan terlihat jelas rekam jejaknya sejak ia berkiprah di masyarakat. Ruang dan waktu inilah yang akan menempa pemimpin itu benar atau hanya karbidan.

Oleh karena itu, saat ini kita membutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu memimpin, bukan asal memimpin. Bukan pula pemimpin yang 'pura-pura' bisa jadi pemimpin. Kalau kita membaca sejarah, banyak pemimpin yang baik dan bisa menjadi teladan.

Sejarah kepemimpinan Nabi Muhammad, Khulafa ar-Rasyidin, para ulama, tokoh-tokoh dunia yang membawa perubahan kebaikan patut kita jadikan contoh.

Seorang pemimpin selalu dilahirkan tepat pada zamannya masing-masing. Tidak bisa zaman dahulu disamakan dengan zaman sekarang. Konteks inilah yang perlu dipelajari calon pemimpin. Karena itu, kita perlu belajar untuk terus belajar sesuai anjuran Nabi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.” (HR Bukhari).

Nah, modal dasar pertama seorang pemimpin adalah ia harus disukai. Modal dasar level kedua diikuti. Level ketiga dicintai dan level keempat atau terakhir adalah dibela. Keempat formula tangga kepemimpinan ini (disukai, diikuti, dicintai, dan dibela) harus berurutan.

Tidak bisa pemimpin dibela kalau tidak disukai. Tidak mungkin pemimpin langsung lompat tangga ingin diikuti apa kebijakannya kalau belum disukai. Jadi, modal dasar pertama pemimpin sebelum naik ke level tertinggi adalah disukai. Bagaimana mungkin pemimpin bisa dibela, dicinta, dan diikuti kalau dari awal tidak disukai. Benar tidak?

Oleh karena itu, jangan sampai salah memilih pemimpin kita. Apalagi, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita pilih dan pimpin sesuai hadis Nabi: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR Bukhari Muslim). Di manapun Anda berada. Mulai dari lingkungan terkecil, keluarga, RT, RW, kelurahan, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, perusahaan, ormas, LSM, parpol, lembaga negara, perguruan tinggi, dan negara.

Apalagi, tahun 2018 ini adalah tahun politik, tahun diselenggarakannya hajatan besar pemilihan kepada daerah (pilkada) secara langsung. Salah memilih pemimpin sama saja kita 'bunuh diri' atas masa depan kita sendiri. Namun, jika sudah terpilih dengan cara yang baik dan benar maka ikutilah pemimpin itu dan jangan dirusak dalam perjalanan kepemimpinannya (QS an-Nisa: 59).

Sumber: Pusat Data Republika |



   

Tanda Anda Belum Dewasa

Tidak Melulu Soal Umur, Kamu Belum Dewasa Kalau Punya Tanda-tanda Ini (2)

1.Masih mengandalkan 'silent treatment

'Silent treatment' saat marah adalah tindakan pasif agresif yang biasa dilakukan orang yang belum dewasa secara emosional saat dihadapkan dengan masalah. Berbeda dengan orang yang telah matang, mereka tahu waktunya harus diam dan membicarakan soal masalah tersebut agar terselesaikan.

Kalau kamu masih mengandalkan diam saat marah dan menunggu permintaan maaf, sebaiknya ubah sikapmu dan gunakan kepala dingin untuk menyelesaikan persoalan.

2.Tidak punya teman dekat

Kamu merasa baik-baik saja tanpa adanya sahabat? Percayalah kawan, kamu tidak bisa hidup sebatang kara di dunia ini. Kalau kamu sadar bahwa orang-orang terdekatmu banyak yang meninggalkanmu mungkin ini saatnya berbenah diri.

Mungkin saja, ketidakdewasaanmu adalah sebab orang-orang tersebut memilih untuk menjauhimu. Tidak ada kata terlambat kok untuk memperbaiki sikapmu dengan mencoba memperbaiki jembatan persahabatan yang sebelumnya telah kamu coba bangun bersama sahabat.

3.Seolah kamulah korbannya
Setiap ada permasalahan kamu selalu bermain peran menjadi korban bukannya mendinginkan kepala dan melakukan evaluasi. Selalu mengaktifkan mode 'play victim' menandakan kamu orang yang menghindari tanggung jawab pribadi.

Satu lagi, bukan cuma tanda ketidakdewasaan, sikap kekanakan juga tidak menarik tahu. Yuk berbenah diri.

4.Kamu intoleran

Kamu tidak mau tahu apa yang orang lain butuhkan atau pikirkan, yang kamu tahu apa yang ada dipikiranmu dan sudah kamu rencanakan adalah hal terbaik yang pernah ada. Titik!

Sama seperti kamu ingin orang lain menghormatimu, kamu juga harus memastikan bahwa kamu juga telah memberikan rasa hormat yang sama kepada orang lain. Kamu tidak harus setuju, atau bahkan menyukainya, tetapi kamu harus mengizinkan orang untuk hidup sesuai keinginan mereka, selama itu

5.Mengandalkan segala sesuatu pada orang tua

Kalau kamu ingin dewasa jangan lagi bergantung pada orang tua. Jangan repotkan mereka dengan hal sederhana yang sebenarnya bisa kamu lakukan sendiri seperti misalnya menyediakan makan malam. Ugh.

Cobalah untuk melatih kemampuanmu memasak, jangan mengandalkan makanan cepat saji atau junk food. Orang dewasa adalah orang yang sadar bahwa pilihannya sekarang akan menentukan masa depan. Karena itu, cintai tubuhmu dan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

Dunia yang Terprediksi

Salah satu kebutuhan anak dan remaja, bahkan orang dewasa adalah rasa aman. Tapi mari fokus pada anak dan remaja...

Mereka, membutuhkan rasa aman. Dan bagaimana menciptakan rasa aman bagi mereka, maka anda perlu menciptakan kepastian. Dunia yang penuh kepastian.

Dunia anak dan remaja banyak didominasi oleh orangtuanya.

Apa yang perlu orangtua lakukan untuk menciptakan dunia yang bisa diprediksi?

Anda cukup belajar dari sekolah, sekolah adalah dunia yang bisa diprediksi oleh anak. Ada aturan dan ada konsekuensi yang jelas.

Ada aturan jam masuk, jika terlambat juga ada konsekuensi. Ada tugas yang kapan dikumpulkan, ada ujian yang perlu dihadapi dan ada cara menghadapi ujian itu. Ada waktu kapan liburan, jam istirahat dan banyak keteraturan yang sudah diprediksi

Sebenarnya kuncinya membuat anak merasa aman hanya 2... Apa itu?

1. Aturan yang jelas
2. Konsisten

Sudah itu saja.

Lalu, kenapa banyak anak yang masih saja tidak merasa aman dalam dirinya????

Ini disebabkan karena...

1. Tidak ada aturan yang jelas didalam rumah
2. Tidak ada konsistensi antara Ayah dan Ibu, atau figur otoritas lain dirumah

Ok , begini mudahnya. Jika Anda masih bekerja dan menerima gaji, lalu waktu gajiannya tidak jelas, bahkan kadang perusahaan lupa tidak menggaji anda, apa yang terjadi? Anda bisa tantrum kan

Lalu masalah jam kerja...
Biasanya minggu libur, tiba2 diminta kerja, lalu 2 minggu lagi hari minggu suruh kerja lagi, tanpa ada kepastian dapat lembur atau uang makan.

Anda merasa tidak aman
Dan rasa aman berdekatan dengan rasa Nyaman.

Sama....

Jika anda mau anak anda tumbuh dengan rasa nyaman, ciptakan Dunia yang bisa diprediksi.

Untuk sekarang, banyak anak yang kadang bertanya...

1. Ayahku pulang jam berapa ya
2. Ibuku kerja sampai jam berapa
3. Apakah kita makan bersama malam ini
4. Besok liburan ngapain ya...
5. Apakah Ayah dan ibu sayang..

Itu adalah 5 hal kecil yang anak butuhkan untuk bisa dipastikan, agar mereka tumbuh dengan rasa aman dan Nyaman.

Jika anak tidak tumbuh dengan rasa Aman ... Apa yang terjadi?

Terjadi gangguan dalam perkembangannya. Setidaknya ada 14 gangguan psikologis dalam perkembangan anak dan Remaja yang akan di bahas tuntas dalam kelas BPC, Building Professional Counsellor.

Bahkan, ini bisa berdampak hingga dewasa. Apa Dampaknya?

1. Takut kehilangan relasi, padahal relasi tidak sehat
2. Takut pendapat orang lain
3. Takut berhasil

Dan masih banyak ketakutan lainnya karena Tugas perkembangan saat masih anak dan remaja tidak teratasi dengan baik

Tapi 1 hal yang Pasti, tugas perkembangan yang terhambat atau tidak selesai... Tidak pernah terlambat untuk dipulihkan. Iya, tidak terlambat untuk di sembuhkan.

Bahaya Gadget Bagi Anak 0-5 Tahun!

Beberapa waktu lalu American Academy of Pediatric yang merupakan lembaga profesional spesialis anak di Amerika mengeluarkan sebuah Guideline atau panduan.

Yaitu Screen Time Guideline, apa sih Screen Time?

Screen Time merupakan waktu yang di habiskan untuk berinteraksi dengan gadget, seperti Tablet, iPad, Smartphone, Laptop, Komputer dan bahkan Televisi. Guideline tersebut berisi sebuah panduan, seberapa lama seharusnya anak berinteraksi dengan gadget

Dan berdasarkan penelitian mereka maka berikut panduan singkatnya:

Anak 0 1,5 Tahun sebaiknya TIDAK sama sekali berinteraksi dengan gadget.

Anak 1,5 2 Tahun hanya boleh berinteraksi jika ada pendamping mereka, dan pendamping harus menjelaskan semua konten yang di nikmati oleh anak.

Anak 2,5 Tahun sebaiknya tidak lebih dari 1 jam, lagi-lagi di butuhkan pendamping untuk bermain bersama mereka. Karena pada tahap ini mereka akan banyak belajar.


Mengapa perlu di batasi?

Hal ini merujuk pada penelitian terakhir bahawa usia 0,5 tahun merupakan USIA KRITIS perkembangan anak. Pada rentang usia tersebut perkembangan otak, tubuh, hubungan, interaksi dan prilaku sehat.

Anak di bawah 2 tahun butuh eksplorasi langsung dan interaksi sosial untuk mengembangkan ketrampilan kognitif, bahasa, motorik dan sosial emosi mereka.

Karena kemampuan simbolis, ingatan dan perhatian mereka belum sempurna, maka pengalaman tiga dimensi tidak mereka dapatkan melalui gadget dan layar televisi.

Terlebih konsumsi gadget berlebih dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Seperti gangguan tidur, obesitas dan lain sebagainya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua terutama?

Mulailah berinteraksi sedini mungkin dengan anak Anda.

Berinteraksi dengan mengenalkan berbagai objek di sekitar mereka.

Membaca dan merangkai cerita bersama buah hati Anda.

Perbanyaklah interaksi dengan buah hati Anda sesering mungkin, peran serta Anda sangat menentukan masa depan anak. Karena masa anak- anak tidak dapat di ulang kembali.