This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, September 24, 2014

Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban



  1. Hewan Qurban di giring / dipisahkan dengan yang lainnya ke tempat penyembelihan dengan tenang.
  2. Dianjurkan diberikan minum sekedarnya untuk menenangkan hewan qurban .
  3. Penyembelihan hewan qurban dilakukan sendirian, tidak dilihat oleh hewan yang lain.
  4. Tempat Penyembelihan hewan qurban diberikan pembatas agar tidak terlihat oleh hewan lain.
  5. Hewan Qurban tidak diperbolehkan melihat pisau yang aka di pakai untuk menyembelih.
  6. Apabila hawan qurban panik, kembalikan dulu ke kawanan, jangan disembelih dulu.
  7. Tajamkan pisau untuk menyembelih hewan qurban.
  8. Hadapkan hewan Qurban ke arah kiblat, dan penyembelih juga menghadap ke kiblat.
  9. Penyembelih mengucapkan "Bismillahi Allahu Akbar".
  10. Penyembelihan dilakukan dengan tenang dan tanpa mengangkat pisau dan dua arah kedepan dan ke belakang. Pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah pasti terpotong.
  11. Pengulitan dilakukan setelah hewan qurban benar-benar telah mati.
#qurban



Monday, August 25, 2014

Album Lagu Wisata Rembang - Rembang Kota Kelahiranku

Friday, August 8, 2014

Disewakan Rumah di Perum Abdi Negara Cileunyi

Lokasi : Perum Bumi Abdi Negara Blok F No 4 dekat Pintu Tol Cileunyi
Luas tanah 125 m2
Luas bangunan 70 m2:
1 ruang tamu
2 kamar tidur
1 ruang tv
1 dapur
2 kamar mandi
1 mushola
1 ruang makan
1 garasi
Harga Rp 6 juta per tahun

Hub Ibu Atik Agus +62 812 68121537









Friday, August 1, 2014

[Renungan] Kumpulkan kapas-kapas yang tersebar

Ada seorang pedagang yang sangat kaya raya dan berpengaruh di kalangan masyarakat dikotanya, dalam setiap kegiatannya berdagang mengharuskan dia sering banyak pergi keluar kota. Suatu saat, karena pergaulan yang salah, dia mulai terjerumus dengan berjudi.

Pada awalnya ia mulai dengan taruhan kecil-kecilan, tetapi karena tidak dapat menahan nafsu untuk menang dan mengembalikan kekalahannya, si pedagang semakin gelap mata, dan akhirnya uang hasil jerih payahnya selama ini banyak terkuras di meja judi. Istri dan anak-anaknya terlantar hingga akhirnya mereka jatuh miskin.

Orang luar tidak ada yang tahu tentang kebiasaannya berjudi, maka untuk menutupi hal tersebut, dia mulai menyebar fitnah, bahwa kebangkrutannya karena orang kepercayaan, sahabatnya, mengkhianati dia dan menggelapkan banyak uangnya. Kabar itu semakin hari semakin menyebar, sehingga sahabat yang setia itu, jatuh sakit. Mereka sekeluarga sangat menderita, disorot dengan pandangan curiga oleh masyarakat disekitarnya dan dikucilkan dari pergaulan.

Si pedagang tidak pernah mengira, dampak perbuatannya demikian buruk. Dia bergegas datang menengok sekaligus memohon maaf kepada si sahabat “Sobat. Aku mengaku salah! Tidak seharusnya aku menimpakan perbuatan burukku dengan menyebar fitnah kepadamu. Sungguh, aku menyesal dan minta maaf. Apakah ada yang bisa aku kerjakan untuk menebus kesalahan yang telah kuperbuat?”

Dengan kondisi yang semakin lemah, si sahabat berkata, “Ada dua permintaanku. Pertama, tolong ambillah bantal dan bawalah ke atap rumah. Sesampainya di sana, ambillah kapas dari dalam bantal dan sebarkan keluar sedikit demi sedikit “.

Walaupun tidak mengerti apa arti permintaan yang aneh itu, demi menebus dosa, segera dilaksanakan permintaan tersebut. Setelah kapas habis di sebar, dia kembali menemui laki-laki yang sekarat itu.

“Permintaanmu telah aku lakukan, apa permintaanmu yang kedua?” “Sekarang, kumpulkan kapas-kapas yang telah kau sebarkan tadi”, kata si sahabat dengan suara yang semakin lemah.

Si pedagang terdiam sejenak dan menjawab dengan sedih, “Maaf sobat, aku tidak sanggup mengabulkan permintaanmu ini. Kapas-kapas telah menyebar kemana-mana, tidak mungkin bisa dikumpulkan lagi”.

“Begitu juga dengan berita bohong yang telah kau sebarkan, berita itu takkan berakhir hanya dengan permintaan maaf dan penyesalanmu saja” kata si sakit

“Aku tahu. Engkau sungguh sahabat sejatiku. Walaupun aku telah berbuat salah yang begitu besar tetapi engkau tetap mau memberi pelajaran yang sangat berharga bagi diriku. Aku bersumpah, akan berusaha semampuku untuk memperbaiki kerusakan yang telah kuperbuat, sekali lagi maafkan aku dan terima kasih sobat”. Dengan suara terbata-bata dan berlinang air mata, dipeluklah sahabatnya.

Seperti kata pepatah mengatakan, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kebohongan tidak berakhir dengan penyesalan dan permintaan maaf. Seringkali sulit bagi kita untuk menerima kesalahan yang telah kita perbuat. Bila mungkin, orang lainlah yang menanggung akibat kesalahan kita.
Kalau memang itu yang akan terjadi , lalu untuk apa melakukan fitnah yang hanya membuat orang lain menderita. Sepatah kata bisa membuat orang menjadi pandai, sepatah kata bisa pula membuat orang menjadi bodoh, maka bijaksanalah dalam bertutur kata dan tentunya akan jauh lebih bijak bisa melakukan sesuatu yang membuat orang lain berbahagia.

http://l3anz91.blogspot.com/

Manajemen Amarah ala Rasulullah

Siapakah orang yang paling kuat itu? siapakah para pemenang itu? Nabi Muhammad SAW mempunyai versi sendiri tentang hal ini. Dalam sebuah hadis diriwayatkan ”Orang yang yang paling kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain dengan kekuatannya, tetapi orang yang mampu mengendalikan amarahnya.” (HR Bukhari)

Apabila seseorang mampu mengendalikan kemarahan, maka bisa dipastikan orang tersebut sangat istimewa. Pernahkah kita mendengar kisah Nabi Muhammad yang murka akibat dilecehkan? Bahkan ketika dengan rutin beliau dilempari kotoran oleh seorang Yahudi, dan kemudian si Yahudi lama menghilang karena sakit, Nabiullah pergi menjenguknya tanpa amarah sedikitpun di dalam dada.

Pun ketika beliau sedang shalat dan diserang oleh seseorang yang membencinya, beliau memilih untuk meneruskan shalat dan bukan menyerang balik. Kontrol emosi manalagi yang lebih sempurna dari itu semua?

Seorang laki-laki pernah menghadap Nabi Muhammad dan meminta nasihat. Ia berkata, ”Nasihati aku.” Nabi SAW bersabda, ”Jangan mudah marah.” Orang itu berkata lagi beberapa kali dan Nabi bersabda, ”Jangan mudah marah.”

Mengapa Nabi Muhammad Saw meyarankan hal ini? Tentu bukan tanpa alasan. Dari sisi medis ternyata orang yang mudah marah gampang terkena penyakit. Di dalam darah orang marah terkandung banyak hormon adrenalin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal ini akan dilepaskan ke dalam darah ketika ada rangsangan emosi. Akibatnya adalah denyut jantung akan bertambah cepat dan tekanan darah meninggi, keadaan ini yang mengakibatkan penyakit mudah datang.

Subhanallah. ”Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’:107)

Namun amarah adalah sangat manusiawi. Apabila amarah telah datang menghampiri, maka Islam menawarkan cara-cara menghadapinya:

1. Membaca Ta'awwudz.
Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu
Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari setan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk
Dalam sebuah hadis dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (HR Abu Dawud).

4. Diam
Dalam sebuah hadis dikatakan, "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (HR Ahmad).

5. Bersujud
Artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadis dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (HR Tirmidzi)

Dengan meneladani Rasulullah SAW, semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mengelola energi negatif ini. Wallahualam

*) Penulis adalah sahabat Republika Online, Tinggal di Balikpapan

Wejangan

KETEKUNAN YANG MEMBERI KEKUATAN

Memang benar, ketekunan adalah kekuatan. Namun, kekuatan yang sebenarnya berada pada bagaimana anda menghayati setiap detil pekerjaan. Di sanalah anda menemukan kesenangan. Dan, di situlah anda memberikan rasa cinta dan penghargaan. Kekuatan ketekunan bukan hanya terletak pada kemampuan untuk melakukannya terus-menerus tanpa henti. Melainkan, pada tekad dan peleburan diri dalam setiap gerak waktu. Hargailah sebuah ketekunan dengan menghargai penyerahan diri yang ditunjukkan.

Hujan rintik-rintik yang turun setiap hari dapat meluapkan sungai hingga meruah banjir. Sedangkan kebocoran setetes demi tetes dapat mengeringkan
samudera menjadi gurun gersang. Ketekunan adalah kebijakan yang diajarkan di setiap jaman. Ketekunan pada akhirnya membawa anda pada tujuan besar.
Bukankah, sebagaimana kata pepatah, perjalanan seribu Li dilakukan dengan melangkah setapak demi setapak?


PIMPINLAH DENGAN KETELADANAN

Kepemimpinan itu dimulai dengan dada yang lapang. Karena, terlebih dahulu anda harus mengajari diri sendiri dan membenahi perilaku sehingga menjadi teladan; sebelum mengajari orang lain melalui ucapan lidah anda. Keteladanan bukanlah perintah, namun dipatuhi lebih dari kerasnya teriakan aba-aba komando. Memiliki dada yang lapang berarti menyediakan tempat yang luas bagi tindakan belajar. Dan, belajar adalah menangkap kebijakan dan hikmah dari mana pun; termasuk dari pihak-pihak yang anda anggap musuh anda.
Kesan pertama dinilai dari penampilan anda; namun kesan terakhir selalu dinilai pada kelapangan dada anda. Bila anda menaruh kepemimpinan anda pada kegagahan seragam, maka pastikan itu hanyalah pengetuk perhatian pertama orang-orang anda. Pastikan, anda dapat mewariskan sesuatu yang tak mudah lekang; yaitu keteladanan.


JAUHI SIKAP YANG DIBUAT-BUAT

Bergaullah secara wajar dan sehat. Jauhilah sikap yang dibuat-buat.
Kelanggengan hubungan dengan sesama terjalin oleh perilaku normal. Anda mungkin sedang belajar untuk memperindah gerak-gerik dan sikap tubuh anda. Atau, anda boleh saja sedang membenahi kepribadian diri. Namun, di atas semua itu, orang lain lebih menyukai dan menghormati anda sebagaimana adanya.
Berbicaralah dengan logat anda sendiri; tersenyumlah dengan keceriaan anda sendiri; berjalanlah dengan derap langkah anda sendiri. Benar-benar, jadilah diri anda sendiri.

Meski orang bijak mengatakan, “dunia adalah panggung sandiwara”, itu bukan berarti anda harus ber-”acting” sepanjang hayat. Anda mendapat suatu peran yang harus dimainkan. Maka, mainkan peran itu sebaik-baiknya. Jangan ambil alih peran orang lain; karena anda akan membuat-buat sikap anda. Hayati diri anda dan bersikaplah sewajarnya. Dimana pun sikap yang dibuat-buat itu membosankan; malah barangkali memuakkan.


CARILAH PERTOLONGAN DALAM SIKAP TABAH

Pada saatnya anda akan menghadapi persoalan menyangkut nama baik anda. Itu pertanda telah tiba waktunya bagi ujian ketabahan hati. Pergunjingan,
desas-desus atau fitnah mungkin menerpakan hawa panas yang memerahkan wajah anda. Bila anda yakin telah berusaha sebaik mungkin mengasah dan mengukir indah citra anda, maka tiada sesuatu yang patut ditakutkan. Ketakutan hanya untuk mereka yang belum membersihkan cela. Jauhi sikap cengeng, karena hanya akan menyenangkan “musuh-musuh” nama baik anda. Tetaplah tabah dan tegar.

Hujan lebat membasahi tubuh harimau, namun takkan bisa melunturkan lorengnya. Kesulitan boleh saja menghantam anda dari segala penjuru, namun
tak perlu melunturkan kekuatan anda. Yakinlah, persoalan yang tak menggoyahkan anda, justru menguatkan. Temukan pertolongan dari ketabahan
diri. Jangan biarkan kesulitan meluruhkan nama anda. Karena itu, pepatah mengatakan, harimau mati meninggalkan belang.


HANYA ADA SATU BUMI

Di jagat raya ini terdapat sebuah planet biru berkilauan indah. Itulah Bumi, tempat kita semua berpijak dan bernaung. Tangan-tangan Sang Maha Pencipta telah membentuk planet ini begitu cantik; tertimbang seimbang di gugusan bintang-bintang; dan terukur tepat di gerak derap sang waktu. Kehidupan tumbuh dan gugur silih berganti semenjak lima puluh milyar tahun kelahiran matahari; sebuah evolusi yang panjang, rapi dan berhati-hati. Planet elok dan jagat raya yang agung; semua itu hanya demi kehidupan manusia, maha karya yang menyimpan cahaya-Nya, yang diturunkan dua juta tahun lalu di Bumi ini. Sedangkan kini matahari masih menyisakan lima milyar tahun ke depan sebelum mendidihkan air di penjuru galaksi. Perjalanan manakah yang kau kan tempuh, wahai manusia?


Kita dapat melakukan perjalanan akbar ke angkasa menembus gelapnya alam raya; menyentuh tepiannya yang tak terbatas. Atau, perjalanan agung ke dalam diri sendiri menerobos kelamnya sang Aku; menyentuh cahaya gemilang yang ditiupkan Sang Maha Pencipta. Perjalanan manapun yang kita pilih, kita semestinya disadarkan bahwa tiada segala sesuatu ini tercipta tanpa rahmat dan cinta kasih yang melimpah-ruah. Karena itu, sesama kaki yang berpijak di bumi, sesama kepala yang menjulang ke langit, tiada benang pengikat yang pantas ditambatkan selain hidup saling memberi dan menerima; saling mengasihi.

Mari menghitung harga nafas kita

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik ?
Saat ini kurang lebih, +/- Rp 25rb/ltr,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?
Saat ini kurang lebih, +/- Rp 9.950/ltr.

Taukah kita Bahwa ?

-Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen-

2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-
---------------------------------------
Total biaya sehari - = Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,- (lima milyar !!!! per bulan !!!)

1 thn 365 hari maka biaya utk bernafas selama 1 th
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,- (enam puluh tujuh milyar!!! per tahun !!!)

Jika harus dihargai dgn Rupiah
maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup,
akan mencapai Rp.185.000.000 lebih/hr/manusia.

Gaji anda per bulan berapa?
trus, nikmat mana lagi yang engkau dustakan?
masih kurang bersyukur kah kita?