This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, May 18, 2021

Sholawat 1000 x sampai 15000 x

 Untuk mempercepat ijabah bagi hajat mendesak, dibaca 1000x dalam 1 majelis (1 kali duduk, tidak boleh berhenti). Dilakukan setelah sholat hajat 2 rakaat, yang sebaiknya, didirikan tengah malam.


Setelah selesai membaca 1000 X lalu membaca do’a tawassul:


أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ وَأَتَوَجَّهٗ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدْ, نَبِيِّ الرَّحْمَةْ. يَاسَيِّدِيْ يَامُحَمَّدْ إِنِّيْ أَتَوَسَّلُ بِكَ إلٰى رَبِّيْ فَشَفِّعْهُ فِيَّ لِقَضَاءِ حَاجَاتِيْ, وَهِيَ...


Allohumma innii as-aluka, wa-atawajjahu ilayka, binabiyyika Muhammad, Nabiyyir rohmah. Yaa Sayyidii yaa Muhammad, innii atawassalu bika ilaa robbii, fasyaffi’hu fiyya liqadhoo-i haajatii. Wahiya…. (disebutkan hajatnya)


Jika hajat anda dirasakan sulit dijangkau menurut ukuran kemampuan anda maka sholawat tersebut dibaca sebanyak 15.000 kali, dengan tata cara seperti di atas Setelah selesai, baca pula do’a tawassul”


Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua kita. Alfatihah..

Saturday, May 15, 2021

Nasihati Istri... Jangan Permalukan

"Sengajalah menasihatiku saat ku sendiri. Jauhkan aku dari nasihat di depan khalayak ramai. Karena nasihat di tengah manusia itu bentuk mempermalukan dan aku tidak rela untuk mendengarkan...

Dan jika perkataanku ini tidak engkau ikuti, maka jangan kaget bila nasihatmu tidak ditaati..."

(Syair Imam Syafi'i dalam Syarah Diwan Imam Syafi'i, 96)

Sekelas Imam Syafi'i rahimahullah saja, tidak mau mendengarkan nasihat yang disampaikan di hadapan manusia, maka bagaimana orang yang jauh di bawah beliau ketakwaan dan keikhlasannya, akankah mereka mau mendengarkannya?

Sebagian orang menampakkan diri sebagai penasihat, sebagai penjaga benteng agama, sebagai orang yang peduli untuk menjaga masyarakat dari kesesatan, dst. Tapi sayang, terselip di hati kecilnya, disengaja atau tidak, rasa ingin menjatuhkan saudaranya.

Allahul musta'an.

Jangan Umbar Problematika dalam rumah tangga

 Tujuan dari seseorang berumah tangga adalah agar mendapatkan ketenangan dan ketentraman di dalamnya dikarenakan adanya rasa saling mencintai, mengasihi, menyayangi, seperasaan dan senasib sepenanggungan di dalam menjalani kehidupan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum [30] : 21)

Untuk itu, islam telah menentukan hak-hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga serta kewajiban bersama mereka didalam mewujudkan berbagai tujuan diatas. Diantaranya adalah adanya upaya untuk saling menjaga kehormatan dan menutupi aib masing-masing.

“Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” (QS. An Nisa [4] : 34)

Islam melarang seorang suami atau istri mengungkapkan aib-aib masing-masing pasangannya kepada orang lain dengan tujuan yang tidak dibenarkan, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

“Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.” [HR. Ibnu Majah no.2536]

Sumber: islamidia.com

Friday, May 14, 2021

KEADAAN PEMAKAN RIBA DI NERAKA

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menuturkan ‘kunjungannya’ ke neraka,

ْ “Kami mendatangi sungai yang airnya merah seperti darah. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang yang berenang di dalamnya, dan di tepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu banyak sekali. Lalu orang yang berenang itu mendatangi orang yang telah mengumpulkan batu, sembari membuka mulutnya dan orang yang mengumpulkan batu tadi akhirnya menyuapi batu ke dalam mulutnya. Orang yang berenang tersebut akhirnya pergi menjauh sambil berenang. Kemudian ia kembali lagi pada orang yang mengumpulkan batu. Setiap ia kembali, ia membuka mulutnya lantas disuapi batu ke dalam mulutnya. Aku berkata kepada keduanya, “Apa yang sedang mereka lakukan berdua?” Mereka berdua berkata kepadaku, “Berangkatlah, berangkatlah.” Maka kami pun berangkat.” Dalam lanjutan hadits disebutkan,


وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يَسْبَحُ فِى النَّهَرِ وَيُلْقَمُ الْحَجَرَ ، فَإِنَّهُ آكِلُ الرِّبَا .

“Adapun orang yang datang dan berenang di sungai lalu disuapi batu, itulah pemakan riba.” (HR. Bukhari, no. 7047)

Sebelum terlambat, segera berhenti..

Allah Maha Pengampun semua dosa, termasuk pelaku RIBA.

“Ketahuilah bahwa sungguh Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. al-Maidah: 98).

“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)

Wednesday, May 5, 2021

FADILLAH MEMBACA "SHOLALLOHU ALA MUHAMMAD".

Imam Asya'rony dawuhaken bahwa Rosululloh saw. telah bersabda:


‎من قال هذه الصلاة فقد فتح على نفسه سبعين بابا من الرحمة وألقى الله محبته في قلوب الناس فلا يبغضه إلا من في قلبه نفاق


"Barang siapa mengucapkan sholawat ini (sholallohu 'ala Muhammad) maka sugguh telah membuka tujuhpuluh rahmat untuk dirinya dan Alloh menjadikanya dicinta dalam hati manusia hingga tidak ada yg membencinya kecuali hanya orang yg dihatinya terdapat kemunafikan"


Syaih Ali alkhowas dawuh: "hadis ini dan hadis sebelumnya kami riwayatkan dari sebagian al-'Arifin dari Nabi khodlir AS. dari Rosululloh SAW. Kedua hadis tsb bagi kami tergolong sahih dg derajat kesahihan tertinggi walupun tidak ditetapkan oleh para ulama ahli hadis sesuai dg istilah mereka".Yang dimaksud hadis sbelumnya adalah sabda Nabi saw :


‎ أقرب ما يكون أحدكم مني إذا ذكرني وصلى علي


"Keadaan terdekat seseorang kepadaku adalah saat ia mengingatku dan bersholawat kepadaku"


Riwayat diatas sesuai dg dawuh

Imam Assamarqondi: aku mendengar Nabi Khodlir AS. dan Nabi Ilyas AS. berkata: Kami mendengar Rasulullah saw. bersabda:


‎ما من مؤمن يقول صلى الله على محمد إلا أحبه الناس وإن كانوا أبغضوه والله لا يحبونه حتى يحبه الله عز وجل


"Tiada seorang mukmin yg membaca sollallohu 'ala Muhammmad kecuali akan dicintai para manusia walaupun sebelumnya mereka membencinya. Demi Alloh, mereka tidak mencintainya kecuali karena Alloh mencintainya".


Kami (Nabi Khodlir dan Nabi Ilyas) juga mendengar Rosululloh saw. Bersabda diatas mimbar:


‎من قال صلى الله على محمد فقد فتح على نفسه سبعين بابا من الرحمة


"Barang siapa mengucapkan shollallohu 'ala Muhammad maka sungguh telah membuka untuk dirinya tujuhpuluh pintu rahmat"


NB: Disarikan dari kitab Afdlolussholawat vol: 37 cet DKI.


KENAPA HATIKU TAK MAU BERLAMA-LAMA MENIKMATI SHALAT ?

Diantara kesalahan fatal yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam shalat mereka adalah meninggalkan thuma’ninah, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapkan orang yang tidak melakukannya sebagai pencuri terjelek. Disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِى يَسْرِقُ مِنْ صَلاتِهِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: “لاَ يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلاَ سُجُودَهَا

.

‘Pencuri terjelek adalah orang yang mencuri (sesuatu) dari shalatnya.’ Para Shahabat Radhiyallahu anhum bertanya, ‘Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Bagaimana seseorang mencuri sesuatu dari shalatnya ?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Dia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.’


Dalam hadits ini, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap orang yang mencuri sesuatu dari shalatnya lebih buruk daripada orang yang mencuri harta.


Thuma’nînah dalam shalat itu termasuk salah satu rukun shalat. Shalat tidak dianggap sah tanpa ada thuma’nînah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada salah seorang shahabat yang melakukan shalat dengan buruk :


Jika engkau berdiri hendak melakukan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat al-Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu, ruku’lah sampai engkau benar-benar ruku’ dengan thuma’nînah. Kemudian, bangunlah sampai engkau tegak berdiri, setelah itu, sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan thuma’nînah. Kemudian, bangunlah sampai engkau benar-benar duduk dengan thuma’nînah. Lakukanlah itu dalam shalatmu seluruhnya !HR. al-Bukhâri,no. 757 dan Muslim,no. 397 dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu

.

Dari hadits ini, para ahli ilmu mengambil kesimpulan bahwa orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujudnya, maka shalatnya tidak sah dan dia wajib mengulanginya.


.

🌐 Almanhaj 📷 @ittiba.id

KESULITAN HIDUPMU KARENA DOSAMU

 Telah banyak dalil, baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta dari berbagai fakta di alam semesta, yang menunjukkan bahwa kemaksiatan adalah salah satu penyebab terjadinya berbagai petaka dan penyakit.


Allah SWT berfirman: “Dan sungguh-sungguh Kami akan menimpakan adzab kecil (di dunia) sebelum adzab yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajdah: 21).


Ibnu Abbas berkata, “Yang dimaksud dengan adzab dekat (kecil) ialah berbagai musibah yang terjadi di dunia, penyakit dan petaka yang Allah timpakan kepada hamba-hamba-Nya, agar mereka bertaubat.”


takwa kepada Allah akan mendatangkan rizki dan memudahkan urusan seorang hamba sebagaimana firman-Nya:


وَ مَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ


“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi orang tersebut jalan keluar (dari permasalahannya) dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2-3)


وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا


“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq: 4)


https://asysyariah.com/pengaruh-buruk-perbuatan-dosa/