Ada banyak sisi dalam diri seorang laki-laki yang tak selalu terlihat oleh mata.
Sisi paling bingung seorang laki-laki adalah ketika ia tak punya uang, tetapi tanggung jawab terus menunggu untuk ditunaikan.
Sisi paling pengecutnya adalah ketika ia berani berjanji, tetapi tak sanggup menepatinya.
Sisi paling lucu terlihat saat ia jatuh cinta. Tingkahnya bisa berubah, senyumnya lebih sering muncul, bahkan hal sederhana terasa begitu istimewa.
Sisi paling kerennya terlihat ketika ia bekerja. Bukan tentang seberapa mewah penampilannya, melainkan tentang kesungguhannya berjuang dan mencari nafkah.
Sisi paling bijaksananya terkadang hadir dalam diam, ketika ia memilih menahan diri meski sedang disalahkan.
Sisi paling ikhlasnya terlihat saat ia mampu melepaskan sesuatu yang dicintainya, meski hatinya belum benar-benar rela.
Sisi paling bahagianya adalah ketika ia berhasil membuat orang-orang yang dicintainya tersenyum.
Sisi paling tulusnya ada pada kebaikan yang ia lakukan tanpa perlu diumumkan, tanpa menunggu pujian, apalagi balasan.
Dan mungkin, sisi paling indah seorang laki-laki justru baru benar-benar disadari ketika ia sudah tak lagi ada di sisi.
Sebab, tidak semua perjuangan laki-laki terdengar. Ada yang memilih diam, bekerja, berdoa, dan menyerahkan segala lelahnya kepada Allah.
Maka, jangan hanya melihat apa yang tampak hari ini. Belajarlah menghargai kehadiran, sebelum waktu mengajarkan arti kehilangan.
Karena sesuatu yang sering kita anggap biasa, bisa jadi adalah hal yang paling kita rindukan ketika sudah tiada.
0 comments :
Post a Comment