This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, January 30, 2023

Tidak mendahulukan untuk berbicara kepada kedua orang tua

Adab ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata,


كُنَّا عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَأُتِىَ بِجُمَّارٍ فَقَالَ « إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً مَثَلُهَا كَمَثَلِ الْمُسْلِمِ » . فَأَرَدْتُ أَنْ أَقُولَ هِىَ النَّخْلَةُ ، فَإِذَا أَنَا أَصْغَرُ الْقَوْمِ فَسَكَتُّ ، قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « هِىَ النَّخْلَةُ »


“Dulu kami berada di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian didatangkanlah bagian dalam pohon kurma.  Lalu beliau mengatakan, “Sesungguhnya di antara pohon adalah pohon yang menjadi permisalan bagi seorang muslim.” Aku (Ibnu 'Umar) sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu adalah pohon kurma. Namun, karena masih  kecil, aku lantas diam. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, "Itu adalah pohon kurma." (HR. Bukhari no. 72 dan Muslim no. 2811)


Inilah sikap shahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. Di mana beliau tidak mau mendahulukan pembicaraan jika ada yang lebih tua umurnya di hadapannya. Padahal sebenarnya Ibnu 'Umar mampu menjawab ketika itu. Dari sini, tidak ragu lagi, demikian pula seharusnya beradab di hadapan orang tua.


WaLLAAHUa'lam

Di antara Bentuk Durhaka pada Orang Tua

Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,


إبكاء الوالدين من العقوق

”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”


Mujahid mengatakan,


لا ينبغي للولد أن يدفع يد والده إذا ضربه، ومن شد النظر إلى والديه لم يبرهما، ومن أدخل عليهما ما يحزنهما فقد عقهما


"Tidak sepantasnya seorang anak menahan tangan kedua orang tuanya yang ingin memukulnya. Begitu juga tidak termasuk sikap berbakti adalah seorang anak memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang tajam. Barangsiapa yang membuat kedua orang tuanya sedih, berarti dia telah mendurhakai keduanya.”


Ka'ab Al Ahbar pernah ditanyakan mengenai perkara yang termasuk bentuk durhaka pada orang tua, beliau mengatakan,


إذا أمرك والدك بشيء فلم تطعهما فقد عققتهما العقوق كله

“Apabila orang tuamu memerintahkanmu dalam suatu perkara (selama bukan dalam maksiat, pen) namun engkau tidak mentaatinya, berarti engkau telah melakukan berbagai macam kedurhakaan terhadap keduanya.”


WaLLAAHUa'lam

Thursday, January 26, 2023

Dosa Durhaka pada Orang Tua

Abu Bakrah berkata,


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟) ثَلاَثًا، قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : ( الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ ) وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا ( أَلاَ وَقَوْلُ الزُّوْرُ ) مَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتىَّ قُلْتُ لَيْتَهُ سَكَتَ


"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?" Para sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.”Beliau lalu bersabda, “(Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan [pada tangannya]. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), "Dan juga ucapan (sumpah) palsu." Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya berkata (dalam hati), "Duhai, seandainya beliau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Bakroh berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ مِنَ الْبَغِى وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ


"Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [diakhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)


WaLLAAHUa'lam

Wednesday, January 25, 2023

Amalan yang Paling Dicintai oleh Allah adalah Berbakti pada Orang Tua

Kita dapat melihat pada hadits dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Beliau mengatakan,


سَأَلْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ « الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا » . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ « ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ » .قَالَ ثُمَّ أَىّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قَالَ حَدَّثَنِى بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِى

“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah 'azza wa jalla?' Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, 'Kemudian apa lagi?' Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, 'Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.' Lalu aku mengatakan, 'Kemudian apa lagi?' Lalu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, 'Berjihad di jalan Allah'.”


Lalu Abdullah bin Mas'ud mengatakan, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya)." (HR. Bukhari dan Muslim)


WaLLAAHU'alam

Sunday, January 22, 2023

MAYIT BISA BICARA

Jauh sebelum mayit mengalami peristiwa-peristiwa di alam kubur, berupa pertanyaan malaikat, adzab dan nikmat kubur, dll. Mayit pun sudah mengalami hal-hal ghaib yang tidak mampu ditangkap oleh panca indera manusia. Pada saat jenazah akan dikebumikan, orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui apa yang dialami saudara mereka yang telah wafat tersebut. Rasulullah bersabda,


إذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ : قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي ، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ : يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا ، يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ


"Apabila jenazah telah dibawa oleh orang-orang di atas pundak-pundak mereka (menuju kubur pen.), seandainya pada masa hidupnya ia adalah orang yang shalih, ia akan mengatakan, "Segerakanlah aku!! segerakanlah aku!!" Namun jika ia dahulu orang yang tidak shalih, ia akan mengatakan, "Celaka! Hendak kemana kalian membawa jenazah ini! Seluruh makhluk mendengar suara tersebut kecuali manusia, andaikata seseorang mendengarnya, pasti dia akan pingsan." (HR. Bukhari, no. 1314)


Hadis ini dijadikan dalil bahwsanya seluruh makhluk mendengarkan perkataan mayat kecuali manusia.


Posisi mayit yang sangat dekat dengan orang-orang yang masih hidup yaitu dipikul di atas pundak-pundak pembawa jenazah tidak membuat orang di sekitarnya mendengarkan apa yang ia katakan disebabkan dimensi mereka sudah berbeda.


WaLLAAHUa'lam

Saturday, January 21, 2023

PERJALANAN RUH MANUSIA SETELAH KEMATIAN

Dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan,


Kami pernah mengiringi jenazah orang anshar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi, Rasulullah duduk menghadap kiblat. Kamipun duduk di sekitar beliau dengan khusyu, seolah di kepala kami ada burung.


Di tangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda,


استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا)


"Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur." Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur." (tiga kali).


Kemudian beliau menceritakan proses perjalanan ruh mukmin dan kafir.


Sesungguhnya hamba yang beriman ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah malaikat dari langit, wajahnya putih, wajahnya seperti matahari. Mereka membawa kafan dari surga dan hanuth (minyak wangi) dari surga. Merekapun duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut 'alaihis salam. Dia duduk di samping kepalanya, dan mengatakan, 'Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.' Keluarlah ruh itu dari jasad, sebagaimana tetesan air keluar dari mulut ceret, dan langsung dipegang malaikat maut. Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut.


Mereka memberinya kafan dan hanuth itu. Keluarlah ruh itu dengan sangat wangi seperti bau parfum paling wangi yang pernah ada di bumi. Para malaikat inipun naik membawa ruh itu. Setiap kali ketemu dengan malaikat yang lain, mereka akan bertanya: 'Ruh siapakah yang baik ini?' Mereka menjawab, 'Fulan bin Polan' – dengan nama terbaik yang pernah dia gunakan di dunia –. Hingga sampai di langit dunia. Mereka minta agar pintu langit dibukakan, lalu dibukakan. Mereka naik menuju langit berikutnya, dan diikuti para malaikat langit dunia. Hingga sampai di langit ketujuh. Kemudian Allah berfirman, 'Tulis catatan amal hamba-Ku di Illiyin.’


"Tahukah kamu Apakah 'Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis, Disaksikan oleh para malaikat”


"Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena dari bumi Aku ciptakan mereka, ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk kedua kalinya." Maka dikembalikanlah ruhnya ke jasadnya. Kemudian mayit mendengar suara sandal orang yang mengantarkan jenazahnya sewaktu mereka pulang setelah pemakaman.


Kemudian datanglah dua malaikat yang keras gertakannya. (dalam riwayat lain: warnanya hitam biru) Lalu mereka menggertaknya, dan mendudukkan si mayit.


Mereka bertanya: 'Siapa Rabmu?' Si mukmin menjawab, 'Rabku Allah.' 'Apa agamamu?', tanya malaikat. 'Agamaku islam' jawab si mukmin. 'Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?' Si Mukmin menjawab, 'Dia Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.' Sang malaikat bertanya lagi, 'Bagaimana amalmu?' Jawab Mukmin, 'Saya membaca kitab Allah, saya mengimaninya dan membenarkannya.’


Pertanyaan malaikat: 'Siapa Rabmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?' Inilah ujian terakhir yang akan diterima seorang mukmin. Allah memberikan keteguhan bagi mukmin untuk menjawabnya, seperti firman-Nya,


يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ


“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.." (QS. Ibrahim: 27)


Sehingga dia bisa menjawab: Rabku Allah, agamaku islam, Nabiku Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.


Tiba-tiba ada suara dari atas, "Hambaku benar, bentangkan untuknya surga, beri pakaian surga, bukakan pintu surga untuknya." Diapun mendapatkan angin surga dan wanginya surga, dan kuburannya diluaskan sejauh mata memandang.


Kemudian datanglah orang yang wajahnya sangat bagus, pakaiannya bagus, baunya wangi. Dia mengatakan, 'Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkanmu. Kabar gembira dengan ridha Allah dan surga nan penuh kenikmatan abadi. Inilah hari yang dulu kamu dijanjikan.' Si mayit dengan keheranan bertanya, 'Semoga Allah juga memberi kabar gembira untuk anda. Siapa anda, wajah anda mendatangkan kebaikan?' Orang yang berwajah bagus ini menjawab, 'Saya amal sholehmu.' [suhnahallah.., amal shaleh yang menemani kita di kesepian, menemani kita di kuburan]


Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan pintu neraka. Ketika melihat ke neraka, disampaikan kepadanya: 'Itulah tempatmu jika kamu bermaksiat kepada Allah. Dan Allah gantikan kamu dengan tempat yang itu.' Kemudian si mayit menoleh ke arah surga.


Melihat janji surga, si mayit berdoa: 'Wahai Rabku, segerakanlah kiamat, agar aku bisa berjumpa kembali ke keluarga dan hartaku.' Lalu disampaikan kepadanya: 'Tenanglah.'


Sementara hamba yang kafir, ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah para malaikat dari langit, yang bengis dan keras, wajahnya hitam, mereka membawa Masuh (kain yang tidak nyaman digunakan) dari neraka. Mereka duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut, dan duduk di samping kepalanya. Dia memanggil, 'Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju murka Allah.'


Ruhnya ketakutan, dan terpencar ke suluruh ujung tubuhnya. Lalu malaikat maut menariknya, sebagaimana gancu bercabang banyak ditarik dari wol yang basah. Sehingga membuat putus pembuluh darah dan ruang tulang. Dan langsung dipegang malaikat maut. Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut. Kemudian diberi masuh yang mereka bawa. Ruh ini keluar dengan membawa bau yang sangat busuk, seperti busuknya bau bangkai yang pernah ada di muka bumi. Merekapun naik membawa ruh ini. Setiap kali mereka melewati malaikat, malaikat itupun bertanya, 'Ruh siapah yang buruk ini?' Mereka menjawab, 'Fulan bin Fulan.' – dengan nama yang paling buruk yang pernah dia gunakan ketika di dunia – hingga mereka sampai di langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan, namun tidak dibukakan. Ketika itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah,


لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ


(Orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya), tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. (QS. Al-A'raf: 40)


Kemudian Allah berfirman, 'Tulis catatan amal hamba-Ku di Sijjin, di bumi yang paling dasar.' Kemudian dikatakan, 'Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena Aku telah menjanjikan bahwa dari bumi Aku ciptakan mereka, ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk kedua kalinya.' Kemudian ruhnya dilempar hingga jatuh di jasadnya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah,


وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ


Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. Al-Haj: 31)


Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sehingga dia mendengar suara sandal orang mengiringi jenazahnya ketika pulang meninggalkan kuburan. Kemudian datanglah dua malaikat, gertakannya keras. Merekapun menggertak si mayit dan mendudukkannya. Mereka bertanya: 'Siapa Rabmu?' Si kafir menjawab, 'hah..hah.. saya gak tahu.' 'Apa agamamu?', tanya malaikat. 'hah..hah.. saya gak tahu,' jawab si kafir. 'Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?' Si kafir tidak kuasa menyebut namannya. Lalu dia digertak: "Namanya Muhammad!!", si kafir hanya bisa mengatakan, 'hah..hah.. saya gak tahu.


Saya cuma mendengar orang-orang bilang seperti itu.' Diapun digertak lagi: "Kamu tidak tahu dan tidak mau tahu." Tiba-tiba ada suara dari atas, "Hambaku dusta, bentangkan untuknya neraka, bukakan pintu neraka untuknya.”


Diapun mendapatkan panasnya neraka dan racun neraka. Kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya berserakan. Lalu datanglah orang yang wajahnya sangat buruk, berbaju jelek, baunya seperti bangkai. Dia mengatakan: 'Kabar buruk untukmu, inilah hari dimana dulu kau dijanjikan.' Si mayit kafirpun menjawab, 'Kabar buruk juga untukmu, siapa kamu? Wajahmu mendatangkan keburukan.' Orang ini menjawab, 'Saya amalmu yang buruk.' – Allahul musta'an, amal buruk itu semakin menyesakkan pelakunya di lahatnya – kemudian dia diserahkan kepada makhluk yang buta, tuli, dan bisu. Dia membawa pentungan! Andaikan dipukulkan ke gunung, niscaya akan jadi debu. Kemudian benda itu dipukulkan ke mayit kafir, dan dia menjadi debu. Lalu Allah kembalikan seperti semula, dan diapun memukulnya lagi. Dia berteriak sangat keras, bisa didengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia. Lalu dibukakan untuknya neraka dan disiampkan tempatnya di neraka. Diapun memohon: 'Ya RABB, jangan Engkau tegakkan kiamat.' (HR.Ahmad 18543, Abu Daud 4753)


WaLLAAHUa'lam

Friday, January 20, 2023

SYAFA'AT RASULULLAAH SAW BUAT JAHANNAMIYYIN

Hadits berikut menunjukkan ada penduduk neraka yang dapat syafa'at sehingga diangkat ke surga.


Dari Abu Sa:id radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


أَمَّا أَهْلُ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهَا فَإِنَّهُمْ لَا يَمُوتُونَ فِيهَا وَلَا يَحْيَوْنَ وَلَكِنْ نَاسٌ أَصَابَتْهُمُ النَّارُ بِذُنُوبِهِمْ أَوْ قَالَ بِخَطَايَاهُمْ فَأَمَاتَهُمْ إِمَاتَةً حَتَّى إِذَا كَانُوا فَحْمًا أُذِنَ بِالشَّفَاعَةِ فَجِيءَ بِهِمْ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ فَبُثُّوا عَلَى أَنْهَارِ الْجَنَّةِ ثُمَّ قِيلَ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ أَفِيضُوا عَلَيْهِمْ فَيَنْبُتُونَ نَبَاتَ الْحِبَّةِ تَكُونُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ


“Adapun penduduk neraka yang mereka merupakan penduduknya, maka sesungguhnya mereka tidak akan mati di dalam neraka dan tidak akan hidup. Tetapi orang-orang yang dibakar oleh neraka dengan sebab dosa-dosa mereka, maka Allah akan mematikan mereka. Sehingga apabila mereka telah menjadi arang, diizinkan mendapatkan syafa'at. Maka mereka didatangkan dalam keadaan kelompok-kelompok yang berserakan. Lalu mereka dimasukkan dalam sungai-sungai di surga, kemudian dikatakan, "Wahai penduduk surga tuangkan (air) kepada mereka!” Maka mereka pun tumbuh sebagaimana tumbuhnya bijian yang ada pada sisa-sisa banjir." (HR. Muslim, no. 185)


Dan memang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan memberikan syafa'at bagi pelaku dosa besar dari umat beliau. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


شَفَاعَتِى لأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِى


“Syafa'atku bagi pelaku dosa besar dari umatku." (HR. Abu Daud, no. 4739; Tirmidzi, no. 2435; Ibnu Majah, no. 4310; Ahmad, 3: 213)


Orang yang masuk neraka (Jahannamiyyin) akan dimasukkan dalam surga dengan syafa'at Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dari 'Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم – فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، يُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيِّينَ


“Ada suatu kaum keluar dari neraka dengan Syafa'at Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam-, lalu ia memasuki surga. Mereka disebut dengan Jahannamiyyin." (HR. Bukhari, no. 6566)


Ayo mari perbanyak bershalawat kepada RasuluLLAAH SAW, agar kita mendapatkan syafa'at beliau di Akhirat kelak.


WaLLAAHUa'lam