This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, January 9, 2023

KISAH IJAZAH ABAH HABIB LUTHFI AGAR RIZKI LANCAR

“Abah, sejak saya menikah saya belum memiliki pekerjaan tetap, umpama berdagang maka hanya laku di awal awal, umpama melamar kerja di PT tidak pernah dipanggil, umpama ikut orang saja alasannya tidak bisa lama.


Saya masih ngontrak pindah-pindah terus, penghasilan belum bisa mencukupi, apalagi putra saya banyak.. Mohon petunjuk Abah..”


“Kamu amalkan surat Annas 100x dibuka dengan sholawat 100x lalu ditutup dengan sholawat 100x juga.”


“Baik Abah..”


Ijazah tersebut didapatkan oleh saudara Ahmad Fajari Ash-Shadhili ketika sowan bertemu dengan Habib Luthfi bin Yahya


Ijazah di atas bersifat umum. Jika ada yang mau mengamalkan amalan tersebut dari Abah Habib Luthfi di atas dengan hati yang yakin dan juga mencintai beliau dengan tulus, sudah banyak yang membuktikan amalan tersebut dan apa yang terjadi banyak sekali keberkahan dalam hidup dan sangat dimudahkan Allah ﷻ dalam urusan rezeki, hal ini semua berkat barokah dan doa dari Abah Habib Luthfi bin yahya


Saturday, January 7, 2023

AMALAN YANG DISUKAI SHOHIBUL MAQBARAH KETIKA DIZIARAHI

1. Kyai Hamid Pasuruan: Sholawat jibril 1000x & fatihah 100x

2. Syekh Abu Syamsuddin Bujuk Lattong Batu Ampar: Hatam Qur'an 3x/7x/(1x dalam 1 majlis)

3. Syakh Muzakki Bujuk Batu Kolong Kolong Kolak Sukolilo Bangkalan: Surat Al Ikhlas 3333x

4. Saikhona Kholil Bangkalan: Surat Al Ikhlas 3333X

5. Kanjeng Sunan Ampel: Al fatihah 1000/500/Yasin 3X

6. Bujuk Jimat Syekh Husain Banyu Sangkah: Asma'ul khusna + jalla jalaluh

7. Pager Kyai Mas'ud Wojo Sidoarjo : Sholawat jibril 1000X + Burdah

8. Kanjeng Sunan Giri : Surat al ikhlas 1000x

9. Sunan Muria : Hasbunalloh wani'mal waqil 450x

10. Sunan Kalijogo : Sholawat fatih 1000x

11. Sunan Bonang : Allohumma Solli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad 313x

Sumber : FB Sambel Trasi (Gus Ahsani Fathurohman Singosari Malang)


Friday, January 6, 2023

DO'A REZEKI BERKAH

Setiap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do'a berikut,


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا


Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'a, wa rizqon thoyyibaa, wa 'amalan mutaqobbalaa.


Artinya:


“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)." (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322)

Thursday, January 5, 2023

Cara mendidik anak

Dikutip dari kitab : منظومة رياضة الصبيان

‏و ليلتزم فعل الكرام الأوليا * 
المتقين الصالحين الأتقيا

و يعتمد ْجلوسه بينهمُ *
حتى يوافق طبعُه طبعَهمُ

Hendaknya sejak dini, kita sudah mengajarkan anak-anak kita untuk mengikuti jejak orang-orang mulia para wali, para sholihin, para kekasih Allah..

Kita juga harus membiasakan anak-anak kita untuk duduk bersama mereka, agar tabiat anak-anak kita bisa serasi dan "mencocoki" tabiat mereka "

–tarjim by Lora Ismail al-Kholili, rahasia ngalim Gus Baha'

Wednesday, January 4, 2023

Ayat Yang Dibaca RasuluLLAAH SAW Setelah Alfatihah

Kata Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Manhajus Salikin,


وَيَقْرَأُ مَعَهَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُوْلَيَيْنِ مِنَ الرُّبَاعِيَّةِ وَالثُّلاَثِيَّةِ سُوْرَةً ، تَكُوْنُ فِي الفَجْرِ مِنْ طِوَالِ المُفَصَّلِ ، وَفِي المَغْرِبِ مِنْ قِصَارِهِ ، وَفِي البَاقِي مِنْ أَوْسَاطِهِ


“Kemudian membaca setelah Al-Fatihah, satu surah lainnya di dua rakaat pertama dari shalat tiga dan empat rakaat. Surah yang dituntunkan untuk dibaca:


a- Shalat Shubuh dengan surah thiwalil mufashshal.


b- Shalat Maghrib dengan surah qisharil mufashshal.


c- Shalat wajib lainnya dengan surah awsathil mufashshal.


Panjang dan Pendeknya Surah yang Dibaca


Surah thiwalil mufashshal adalah mulai dari surah Qaaf hingga surah Al-Mursalaat. Surah qisharil mufashshal adalah mulai dari surah Adh-Dhuha hingga akhir Al-Quran. Sedangkan surah awsathil mufashshal adalah mulai dari surah An-Naba' hingga surah Al-Lail.


Syaikh 'Abdullah bin 'Abdurrahman Al-Jibrin rahimahullah berkata, "Surah yang dibaca setelah Al-Fatihah adalah bisa satu surah utuh atau sebagiannya saja dari awal, pertengahan atau akhir, itu pun sah.")


Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selesai dari membaca Al-Fatihah, beliau membaca surah lainnya. Kadang beliau baca bacaan yang panjang. Kadang beliau memperingannya karena maksud safar atau hajat lainnya. Kadang pula beliau membaca bacaan yang pertengahan (tidak terlalu panjang, tidak terlalu pendek). Yang terakhir inilah yang umumnya beliau lakukan."


Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu :anhu, ia berkata, "Seusai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat Ashar, salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya yang terletak di pinggir kota Madinah dan saat itu matahari masih sangat panas terik. Beliau suka mengakhirkan shalat Isya, tidak menyukai tidur sebelumnya dan berbincang-bincang setelahnya. Beliau pulang dari shalat Shubuh saat seseorang dapat mengenali siapa yang duduk di sampingnya.


وَيَقْرَأُ بِالسِّتِّينَ إِلَى اَلْمِائَةِ


Beliau membaca sekitar 60 hingga 100 ayat Al-Qur'an pada shalat Shubuh." (HR. Bukhari, no. 547, 640)


Adapun dalil membaca surah yang panjang dan pendek seperti yang disebutkan tadi,


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَحَدٍ أَشْبَهَ صَلاَةً بِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ فُلاَنٍ. فَصَلَّيْنَا وَرَاءَ ذَلِكَ الإِنْسَانِ وَكَانَ يُطِيلُ الأُولَيَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ وَيُخَفِّفُ فِى الأُخْرَيَيْنِ وَيُخَفِّفُ فِى الْعَصْرِ وَيَقْرَأُ فِى الْمَغْرِبِ بِقِصَارِ الْمُفَصَّلِ وَيَقْرَأُ فِى الْعِشَاءِ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَأَشْبَاهِهَا وَيَقْرَأُ فِى الصُّبْحِ بِسُورَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Aku pernah shalat di belakang seseorang yang shalatnya mirip dengan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam daripada yang lainnya. Kami shalat di belakangnya dan ia memanjangkan dua rakaat pertama dari shalat Zhuhur dan memperingan dua rakaat terakhirnya. Sedangkan shalat Ashar lebih diperingan dari shalat Zhuhur. Adapun shalat Maghrib dibacakan surah qishorul mufasshol. Pada shalat Isya dibacakan surah Asy-Syams dan yang semisal dengannya. Adapun shalat Shubuh dibacakan dua surah yang panjang." (HR. An-Nasa'i, no. 983.)


WaLLAAHUa'lam

CINTA HARTA

Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


قَلْبُ الشَّيْخِ شَابٌّ عَلَى حُبِّ اثْنَتَيْنِ حُبِّ الْعَيْشِ وَالْمَالِ


"Masih ada yang sudah berumur memiliki hati seperti anak muda yaitu mencintai dua hal: cinta berumur panjang (panjang angan-angan) dan cinta harta." (HR. Muslim no. 1046)


Dalam riwayat lain disebutkan,


يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَتَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ

“Ada yang sudah tua dari usia, namun masih bernafsu seperti anak muda yaitu dalam dua hal: tamak pada harta dan terus panjang angan-angan (ingin terus hidup lama).”


Hadits di atas menunjukkan bahwa orang yang sudah sepuh masih punya hasrat dan ambisi yang besar pada harta. Keadaan ia ketika sudah dimakan usia sama seperti hasratnya anak muda. Sedangkan hal kedua yang digandrungi adalah ia sangat berharap terus diberi umur panjang dan lupa akan maut yang sewaktu-waktu bisa menjemputnya.


Namun tabiat cinta akan harta dan berharap umur panjang asalnya tidak tercela selama tidak melanggar syari'at Allah.


Yang disebutkan dalam hadits adalah majaz dan maksudnya adalah orang yang sudah berumur sangat cinta pada harta. Keadaannya dalam mencintai harta adalah seperti keadaan anak muda.”


WaLLAAHUa'lam

MAKAN BERKAH

Dari Jabir bin 'Abdillah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ


“Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan.


Lanjutan dari hadits Jabir diatas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


وَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فِى أَىِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ


“Janganlah dia sapu tangannya dengan serbet sebelum dia jilati jarinya. Karena dia tidak tahu makanan mana yang membawa berkah." (HR. Muslim no.2033)


Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, "Menjilat jari (seusai makan) adalah sesuatu yang disyari'atkan (dianjurkan). Alasannya sebagaimana yang disebutkan di akhir hadits, yaitu karena orang yang makan tidak mengetahui di manakah barokah yang ada pada makanannya. Makanan yang disajikan pada orang yang makan benar-benar ada barokahnya. Namun tidak diketahui apakah barokahnya ada pada makanan yang dimakan, atau pada makanan yang tersisa pada jari atau pada mangkoknya, atau pada suapan yang terjatuh. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seseorang memperhatikan ajaran ini agar ketika makan pun bisa meraih barokah. Pengertian barokah pada asalnya adalah bertambahnya dan tetapnya kebaikan serta mendapatkan kesenangan dengannya.”


WaLLAAHUa'lam