This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, September 19, 2020

DAHSYATNYA MENCIUM TANGAN SUAMI

 Tahukah Anda...

Kenapa lelaki mesti mencium kening istri & istri mesti mencium tangan suaminya?

Bahwa semangat & ketenangan lelaki itu terletak pada kening istrinya.

Lalu sumber ketenangan & kekuatan perempuan itu ada di punggung tangan suaminya.

Mengecup kening istri atau mencium tangan suami, hakikatnya sebuah simbol dr satu hal paling mahal dlm hubungan suami isteri.

“Apa itu?”

“Saling percaya”.

Jangan menilai bahwa yang mendorong suami mengecup kening istrinya itu karena birahi.

Seorang suami mengecup kening istri adalah cara dirinya mendpt ketenangan.

Dan perempuan mencium tangan lelaki bukan semata tentang siapa yang lebih tinggi derajatnya, tapi itu adalah tanda bahwa keikhlasan yang menuntunnya. Karena perempuan juga tahu, di tangan suaminya ada ridha Rabbnya.

Kenapa mesti kening atau tangan?

Kening perempuan adalah sumber ketenangan & semangat bagi suami, karena kening adalah saksi dari ketaatan pada Allah.

Keninglah, perantaraan tunduk makhluk pada Penciptanya.

Keninglah bagian tubuh pertama yang mengaku, bahwa Allah adalah Maha Tinggi, sementara diri adalah rendah.

Keninglah yang bersujud.

Kening berada paling bawah, sebagai simbol bahwa tiada yang lebih tinggi daripada Allah.

Padahal kening adalah bagian tubuh kita yang paling tinggi.

Maka pada kening perempuanlah Tuhan hembuskan sumber ketenangan.

Maka tak heran jika suami bisa merasakan ketenangan setelah mengecup kening istrinya.

Lalu, apakah sama kondisinya dengan tangan suami yang dicium istri?

Perempuan mencium tangan suami bukan semata menempelkan bibirnya.

Ada doa yang ia panjatkan di tangan suami, semata meletakkan doa disana, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja untuk orang-orang yang dicintai & disayanginya.

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang memohon pada Rabbnya, agar menjaga tangan suaminya dari hal-hal yang dibenci oleh-NYA.

Melalui ciuman yang diletakkan di tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Allah menjaga tangan suami untuk menjaga kasih sayangnya & tak mengambil yang bukan haknya.

HADITS TENTANG BERZIARAH

 


كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً⁣


“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR. Hakim)

RUTINKAN PAGI DAN PETANG SETIAP HARI


اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.⠀⁣⁣

Allahumma ‘Aafinii fii badanii, Allahumma Aafinii fii sam’i, Allahumma aafiini fii basharii, laailaha ilaa Anta, Allahumma inii a’udzubika minal kufri wal faqri, wa audzubika min adzabil qabri, laa ilaaha ila Anta. (Dibaca 3x)⠀⁣⁣

“Ya Allah! Selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau." (Dibaca 3x.)⠀⁣⁣

(HR. Abu Dawud,HR. Ahmad)⠀⁣⁣

SEGENGGAM GARAM

Sa’di Syirazi, penyair dan sastrawan terkemuka dari Persia, bercerita : Raja Anusyirwan yang adil itu, diiringi para pembantunya, suatu hari pergi berburu rusa di sebuah hutan. Ketika rusa diperoleh, ia meminta para punggawa menyembelih dan nyate.

Bumbu-bumbu kemudian disiapkan. Tetapi ada satu yang ketinggalan : garam. Raja meminta salah seorang di antara mereka mencari segenggam garam di rumah penduduk desa terdekat. Sebelum dia berangkat, Raja berkata : “Belilah garam rakyat itu sesuai harganya. Kamu jangan membiasakan diri mengambil milik orang lain di kampungmu, mentang-mentang kamu pejabat kerajaan/negara. Jika kamu melakukannya, maka kampung/desa itu akan bangkrut dan miskin”. Si punggawa heran : “tuan raja, apakah yang salah bila aku ambil segenggam garam itu, seberapalah harga barang yang remeh temeh itu?”. Dengan tenang Raja menjawab : “Kezaliman dan petaka di dunia ini dimulai dari sesuatu yang kecil. Tetapi orang-orang yang datang kemudian akan mengambil lebih besar dari pendahulunya. Dan begitu seterusnya.

Jika Raja mengambil hanya segenggam garam, maka para pejabat akan merampas tanah satu hektar.

Jika Raja mengambil sebiji apel dari kebun milik orang/rakyat, para pejabat akan mencabut pohon itu seakar-akarnya.

Jika Raja membolehkan mengambil lima butir telor. Maka seribu ekor ayam akan menyusul dipanggang si pejabat.

Orang zalim memang tak ada yang kekal. Tapi kutukan atas kezaliman akan abadi”.

Friday, September 18, 2020

MEMAAFKAN

Suatu pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits Jabir bin Sulaim adalah perintah untuk mudah memaafkan orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim,

"Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Dawud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722)

Sulit dan amat berat bagi hati jika ada yang berbuat salah pada kita, lantas tidak dibalas. Pasti kita punya keinginan untuk membalasnya.

Kalau kita dipermalukan, pasti ingin pula mempermalukannya.

Kalau kita dicela, pasti ingin pula membalas dengan celaan.

Hampir watak setiap orang yang disakiti dan didzolimi seperti itu.

Namun lihatlah betapa mulianya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika kita dipermalukan dan dihina, maka kita tidak perlu balas dengan menghina dan/atau mencela orang tersebut walau kita tahu kekurangan yang ada pada dirinya dan bisa menjatuhkannya. Biarlah akibat jelek dari mencela dan menjatuhkan itu, akan ditanggung di akhirat.

Wednesday, September 16, 2020

SEBAB TERCEGAHNYA RIZKI

Bila seseorang enggan beramal shalih, atau bahkan malah berbuat kemaksiatan, maka yang ia petik juga kebalikan dari apa yang telah disebutkan di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya seseorang dapat saja tercegah dari rizkinya akibat dari dosa yang ia kerjakan” [HR Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dll]

Kunci melapangkan rezeki adalah dengan memperbanyak Istighfar. Sesuai Apa yang disebutkan Allah Subhana wa Ta’ala tentang Nuh alaihis salam yang berkata kepada kaumnya.

“Artinya : Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. (Nuh : 10-12)

JANGAN LANGSUNG TIDUR SETELAH MAKAN

Banyak orang yang terbiasa langsung tidur setelah makan. Jika memiliki kebiasaan tersebut, sebaiknya segera dihentikan. Pasalnya, kebiasaan tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit.

Setelah makan, tubuh akan mencerna makanan yang dikonsumsi agar nutrisinya dapat diserap. Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh akan melepaskan hormon-hormon tertentu agar pencernaan berjalan lancar, dan ini merupakan hal yang normal terjadi.

Akan tetapi, pelepasan hormon tersebut kadang dapat menimbulkan rasa kantuk, sehingga muncul dorongan untuk tidur setelah makan. Jika hanya sesekali, langsung tidur setelah makan sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, jika ini dibiasakan, dapat muncul beragam gangguan kesehatan.

Adapun tidur setelah makan yang telah menjadi suatu kebiasaan berisiko menyebabkan beberapa masalah kesehatan:

1. Obesitas;

Hal ini diduga akibat lambatnya metabolisme tubuh dan kurangnya aktivitas untuk membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, lama-kelamaan bisa menyebabkan obesitas.

2. Meningkatkan risiko penyakit asam lambung;

Langsung tidur setelah makan kenyang akan menyebabkan tekanan di dalam lambung meningkat, sehingga makanan dan cairan lambung dapat naik kembali ke kerongkongan. Jika ini terjadi terus-menerus, dapat menimbulkan penyakit asam lambung (GERD).

3. Meningkatkan risiko insomnia;

Tidur setelah makan di siang atau sore hari bisa membuat sulit tidur di malam hari. Jika terus dibiasakan, lambat laun bisa terkena gangguan tidur atau insomnia.