This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, November 21, 2018

Tanpa

visi tanpa aksi = mimpi
aksi tanpa visi = mimpi buruk

Menjadi pemimpin berarti mendapatkan mandat untuk melayani rakyat. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kesuksesan seorang pemimpin tidak terletak pada kemampuannya duduk di singgasana kepemimpinan, tetapi pada kemampuannya duduk di hati orang yang dipimpinnya. Hal itu terwujud dalam kemampuannya melayani rakyat yang dipimpinnya.

Sehingga, antara yang memimpin dan yang dipimpin akan saling mencintai karena Allah SWT. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, Sebaik-baiknya pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Sedangkan, seburuk- buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian." Lalu, Auf berkata, "Ya Rasulullah, bolehkah kita memberontak kepada mereka?"Rasulullah SAW bersabda, Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah kalian. (HR Muslim).

Salah satu indikasi pemimpin dicintai oleh rakyatnya adalah dapat mengayomi rakyatnya, melayani, menyayangi, membela, dan tidak berbuat zalim kepada rakyat. Sabda Nabi SAW, Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi (teraniaya) karena doa tersebut tidak ada hijab (penghalang) di antara dia dengan Allah.(HR Bukhari dan Muslim).

Pemimpin yang mampu melayani adalah pemimpin yang memiliki kriteria sebagaimana disebutkan dalam surah Yusuf [12] ayat 55, yaitu hafidzun(pandai menjaga hablum minallah dan hablum minannas) dan 'alimun (berpengetahuan luas).

Dalam ayat tersebut, Nabi Yusuf hendak menjadikan kepemimpinan sebagai sarana untuk ibadah, dengan memberikan manfaat yang lebih luas untuk kepentingan umat (masyarakat) dan menegakkan keadilan.

Dr Aidh al-Qarni dalam kitabnya, Tafsir Muyassar, memberikan penjelasan, ayat tersebut mengandung pesan bahwa meminta kedudukan itu diperbolehkan bagi orang yang memiliki kemampuan, tidak dipengaruhi nafsu, dipercaya, memiliki ilmu, teliti, dan bertanggung jawab.

Berarti, mengampanyekan diri agar dipilih sangat dianjurkan, bahkan sebuah keharusan selama memenuhi kriteria seperti yang disebutkan al-Qarni. Jika tidak, peluang orang lain yang tidak memiliki kemampuan dan tidak berpihak kepada rakyat akan memimpin.

Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin sejati dalam kepemimpinannya, meniatkan diri (orientasinya) untuk ibadah dan memberikan manfaatkan seluas- luasnya untuk kemaslahatan rakyat (umat).

Ukuran kebermanfaatan hidup itu, bukan seberapa lama kita menjabat, tapi seberapa besar perubahan yang hadir saat kita sedang menjabat" (RK)

Jangan

Jangan menciptakan kegelisahan karena mengkhawatrkan masa depan

Jangan menghidupkan kesedihan karena mengenang masa lalu

Nikmati sekarang yang ada di tanganmu

3 Hal Terbentuknya Karakter

1. Figur yang dia lihat.
2. Kejadian besar yg tidak terlupakan.
3. Kata-kata yang sering didengar.

Stupid but Spirit

plonga-plongo ora eroh ndandeh, anggere semangat, gelem melok nyinaoni, mergawe sing tuemen, suwene-suwe ndara enjoh dewe leh ...

aku Al Faqiir Ilaa Rabbih

Islam adalah Solusi

Dengan panduan Al-Quran dan tuntunan Hadits, Islam adalah solutif..
Hanya saja nafsu kita dibiasakan pandir untuk tidak mau menggunakan solusi tersebut

Pandir ialah perpaduan antara kebodohan dan kebebalan, antara jumawa dan keras kepala. Mereka menolak kebenaran, meremehkan yang lainnya.

#introspeksidiri
#madrasahalamsemesta
#universitaskehidupan

Saturday, November 18, 2017

Pentingnya Bermadzhab


Para alim yang hidup ratusan tahun yang lalu sekaliber seperti Imam al-Bukhari, al-Hakim, al-Daraquthni, al-Baihaqi, al-Nawawi, Ibn Hajar hingga para salafussoleh tanah Jawa adalah para alim yang tidak kita ragukan lagi keilmuan dan jasa jasa nya dalam khasanah peradaban Islam.

Beliau memilih bermadzhab karena ketawadhu'an dan merasa rendah keilmuannya.

Para alim salafussoleh memilih bermadzhab pada Imam Hanafi, Maliki, Hambali dan Imam syafi'i bukan karena kedangkalan ilmunya tapi justru karena ketinggian ilmunya dan kebersihan hatinya.

Para Imam ini adalah seperti gerbong kereta ketiga atau keempat setelah khulafaurrosidin, para sahabat dan tabiin yang Berlokomotif kan Kanjeng nabi Muhammad SAW.

Sedangkan para ulama yang sekarang masih bersama kita adalah ibarat gerbong kereta yang ke sebelas atau bahkan 12 yang berlokomotifkan Kanjeng Nabi.

Namun akhir akhir ini banyak lahir para generasi "kementhus" dan tinggi hati yang langsung bersikap menjadi gerbong ke satu persis dibawah sang Lokomotif dengan jargon : "KALO BISA LANGSUNG AL QURAN DAN HADITS KENAPA HARUS BERMADZHAB?"

Mereka lupa tentang kedangkalan ilmunya, mereka lupa betapa beratnya syarat menjadi mujtahid, mereka lupa bahwa cara berfikir mereka terkotori oleh kesombongan seakan mereka sejajar keilmuannya dengan para Imam dan salafussoleh.

Generasi terebut tak ambil pusing sanad dari ilmu yang disampaikan guru gurunya, dari gerbong keberapa sumber dari ilmu yang diajarkan gurunya, dan ini masih mending, bahkan ada yang hanya mengandalkan IMAM GOOGELIYYAH untuk bisa mengahalal haramkan bahkan mengkafir kafir Kan pihak yang tak sesuai dengan pengetahuan sempitnya.

Sementara dipesantren jelas siapa kyainya berguru kepada siapa dan gurunya guru terebut berguru pada siapa hingga sambung pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Mereka lupa Al-Quran dan Al-Hadits tak akan sampai di telinga kita tanpa perjuangan para Imam dan salafussoleh atas izin Alloh SWT.

BERAGAMA TAK SESIMPEL KEMAMPUAN PIKIRAN KITA

BERAGAMA DIPERLUKAN KELUASAN CAKRAWALA PANDANG KITA

BERAGAMA MEMERLUKAN KELEMBUTAN DAN KEDALAMAN HATI KITA.

Copas : Gus Hans

Tuesday, June 13, 2017

Mengejutkan Sistem Marketing Langit dipakai oleh Penjual di Pasar Rembang

Waktu antar belanja istri di pasar, di los langganan penjual bumbu, istri membeli cabe, tomat, lengkuas dan jahe, tiba-tiba oleh penjual cabe diselipkan di kantong keresek belanjaan yaitu telur satu kilo, sambil ibu penjual cabe bilang "ini saya kasih telor satu kilo gratis dan tomatnya gratis, udah cabe lengkuas dan jahe ibu bayar 14 ribu saja", Alhamdulillah ....

Begitu juga saat pindah ke penjual daging ayam -karena mau masak opor- oleh penjual daging ayam di kasih minyak 1 liter gratis. Alhamdulillah ...

Saya menduga ini ibu-ibu penjual di pasar ini sudah menerapkan sistem Pemasaran Langit untuk mem-Boost penjualannya dan menambah berkah usahanya.

Pemasaran Langit inilah yang sering kita ketahui memberikan nilai tambah bahkan mengelabui terhadap sistem Pemasaran ala Bumi sebagaimana teori-teorinya tertulis dalam buku-buku manajemen pemasaran.