This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, May 13, 2019

NASIHAT RAMADAN BUAT A. MUSTOFA BISRI

Mustofa, 
Jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadan Bulan Ampunan apakah hanya menirukan Nabi atau dosa-dosamu dan harapanmu yg berlebihanlah yg menggerakkan lidahmu begitu.
Mustofa, 
Ramadan adlh bulan antara dirimu dan Tuhanmu.
Darimu hanya untukNya dan Ia sendiri tak ada yg tahu apa yg akan dianugerahkanNya kepadamu. Semua yg khusus untukNya khusus untukmu.
Mustofa, 
Ramadan adalah bulanNya yang Ia serahkan padamu dan bulanmu serahkanlah semata-mata padaNya. Bersucilah untukNya.
Bersalatlah untukNya
Berpuasalah untukNya
Berjuanglah melawan dirimu sendiri untukNya.
Sucikan kelaminmu. Berpuasalah. Sucikan tanganmu. Berpuasalah. Sucikan mulutmu. Berpuasalah. Sucikan hidungmu. Berpuasalah. Sucikan wajahmu. Berpuasalah. Sucikan matamu. Berpuasalah. Sucikan telingamu. Berpuasalah. Sucikan rambutmu. Berpuasalah. Sucikan kalimu. Berpuasalah. Sucikan tubuhmu. Berpuasalah. Sucikan hatimu. Berpuasalah. Sucikan pikiranmu. Berpuasalah. 
Sucikan dirimu.
Mustofa,
Bukan perut yg lapar 
Bukan tenggorokan yg kering yg mengingatkan kedaifan & melembutkan rasa.
...............
Puasakan kelaminmu
untuk memuasi Ridha
Puasakan tanganmu
untuk menerima Kurnia
Puasakan mulutmu
untuk merasai Firman
Puasakan hidungmu
untuk menghirup Wangi
Puasakan wajahmu
untuk menghadap Keelokan
Puasakan matamu
untuk menatap Cahaya
Puasakan telinganu
untuk menangkap Merdu
Puasakan rambutmu
untuk menyerap Belai
Puasakan kepalamu
untuk menekan Sujud
Puasakan kakimu
untuk menapak Sirath
Puasakan tubuhmu
untuk meresapi Rahmat
Puasakan hatimu
untuk menikmati Hakikat
Puasakan pikiranmu
untuk meyakini Kebenaran
Puasakan dirimu
untuk menghayati Hidup.
Tidak.Puasakan hasratmu
hanya utk HadhiratNya.
Mustofa,
Ramadan bulan suci katamu,
kau menirukan ucapan Nabi atau kau telah merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu.
Tapi bukankah kau masih selalu menunda2 menyingkirkan kedengkian keserakahan ujub riya takabur & sampah2 lainnya yg mampat dari comberan hatimu.
Mustofa inilah bulan baik saat baik utk kerja bakti membersihkan hati.
...
Atau akan kau lewatkan lagi kesempatan ini seperti ramadan2 yg lalu. #gusmusquotes

Friday, April 12, 2019

ada apa ini?



Saya tidak tau apa yang sedang dan akan terjadi, karena tidak punya kemampuan dan ilmu untuk memahami hal tersebut.

Tapi tidak bisa dipungkiri, mata ini melihat, hati ini merasakan dan nurani ini berbisik "ada apa ini?".

Mengapa Allah gerakkan para ulama itu untuk turun gunung?, turun dari bilik tempatnya munajat, dan turun dari tempat mengajar santri nya?

Mengapa para Auliyaussholih yang hanief itu merasa harus turun tangan dan merasa bertanggungjawab serta ambil bagian untuk turut serta mengurai dan menyelesaiakan permasalahan tersebut?

Fenomena ini membuat diri ini bertanya, "ada apa ini?".

Apakah ada sesuatu yang genting, sesuatu yang akan atau tengah terjadi?

Ahh ... sungguh hamba yang Faqir ini sulit untuk memahami hal tersebut, oleh sebab itu diri ini merasa perlu untuk "sami'na wa ato'na" kepada dhawuh nya para 'ulama auliyaussholih. Kami dengar dan kami laksanakan apa yang di katakan dan dikabarkan oleh para 'ulama.


Sunday, April 7, 2019

Janji Allah itu Pasti jangan Ragukan itu

Jangan sekali kali takut dengan kekurangan rejeki, apalagi sampai terucap 'kalau saya tidak melakukan ini ..... besok anak istri mau makan apa?'
.
Sadar atau tidak, itu tandanya meremehkan kuasa Allah, menyepelekan Allah, tidak percaya dengan janji Allah..
.
Bahkan, bisa juga adalah bentuk dari kesyirikan, karena kita lebih menggantungkan sesuatu sebagai 'sumber rejeki' kita, dan bukannya Allah Ta'alaa..

Subhanallah..

Rejeki kita sudah diatur dan sudah ditentukan. Kita tetap berikhtiar, pastinya dengan cara yang tidak melanggar syariat.

Namun tetap ketentuan rezeki kita sudah ada yang mengatur. Jadi, tidak perlu khawatir akan rezeki.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

firman Allah Ta’ala,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
 “Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6)

Ibnul Qayyim berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Jangan sampai kita gagalfokus.
Lebih mengkhawatirkan rejeki yang jelas2 sudah dijamin, dan tidak mengkhawatirkan surga yang belum tentu kita bisa ada di dalamnya.

Friday, April 5, 2019

Berfikir Positif Agar Otak Sehat

Monday, February 25, 2019

Mbah Pon, Ph.D



Namanya mbah Pon ( saya tambahkan Ph.D di belakang nama beliau, karena semakin tinggi ilmu seseorang semakin sederhana pemikirannya, simple perkataanya tapi bermakna luas, semakin mengenal arti hidup dan kehidupan dan semakin mengenal Allah)

Penjual gudeg dipojokan pasar Beringharjo Jogja.
Mempunyai 5 anak yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI, mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.
Siang itu mbah Pon duduk didepan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon.
Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada jawaban dari mbah Pon yang bisa memuaskan peserta.
Misalkan, ketika ada pertanyaan, kiat mendidik anak, jawabannya hanya, "nggih biasa mawon, nek nakal nggih dikandani"
Pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya dijawab mbah Pon.. "Pas kedah bayar sekolah nggih dibayar"
Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari mbah Pon.
Hingga seorang peserta bertanya, " mbah Pon, napa njenengan mboten nate wonten masalah?"
Dengan wajah bingung mbah Pon balik bertanya, " masalah niku napa tho? Masalah niku sing kados pundi?"
Peserta itu mencontohkan "Niku lho mbah, misalke pas badhe mbayar sekolah pas mboten wonten arthone"
Dengan tersenyum mbah Pon menjawab, " oh..niku tho, nggih gampil mawon, dereng wonten artho nggih kula nyuwun Gusti Allah, lha ndilalah mbenjang e gudeg e wonten ingkang mborong"
Jawaban mbah Pon menampar para peserta seminar yang notabene adalah orang-orang pintar terpelajar.
Orang-orang yang paham tentang ilmu energi dan bagaimana hukum energi bekerja, Energi selalu menarik energi yang bersifat sama.
Mbah Pon tidak tahu apa itu masalah, sehingga tidak pernah menganggap hidupnya ada masalah.
Bagaimana mungkin masalah datang dalam kehidupannya..??
Ojo kesel bersyukur
Pie? isik sambat wae?
Isik nglentruk bae uripem? 😂
#dagelansantri
Posted by : Hanny Mancung


Sunday, February 10, 2019

Kimi sahabat Kami

Awal ketemu Kimi adalah saat membaca status WA teman SMA ku, tertulis "barangkali ada yang mau adopsi kucing silahkan ambil ke rumah". Diupload dua gambar kucing yang masih kecil, satu warnanya Kuning cowo (kami kasih nama Kimi) dan satu lagi warna abu gelap cewe (kami kasih nama Kimo). Saya coba WA ke temanku "kalau boleh saya mau mengadopsi mbak Ana".
Kimi 
Kimo

Diperbolehkan dan saya ambil ke rumahnya. Untungnya dua kucing itu sudah tidak menyusu sama induknya.

Akhirnya Kimi dan Kimo jadi extend family di rumah kami.

Sejalan dengan waktu kimi tumbuh makin besar. Kimi dan kimo sengaja tidak kami kandang, walaupun kami ada kandang second, dua tingkat pemberian tetangga.


Mereka berdua teratur dalam hal BAB dan BAK kami sediakan tempat tersendiri di sudut rumah. Disitu mereka BAB dan BAK tidak di sembarang tempat.

Mereka berdua akur kadang saling bersihkan bulu-bulu nya. Tapi yang anehnya Kimo tidak mau di kawin sama Kimi. Tidak tau ada faktor apa. Justru Kimo punya 3 anak malah sama kucing tetangga.

Bagi kami, Kimi dan kimo berjasa, karena sebagai teman istri di rumah. Kadang menemani istri di meja setrikaan, menemani ketika di dapur. Dan polah tingkah mereka berdua sering bikin kita senyum bahkan tertawa. Banyak lucunya daripada ngeselinnya.


Bebagai cara Allah bangunkan malam kami diantaranya melalui Kimi

Kesukaan Kimi adalah rutin setiap sekitar jam 3 dini hari, selalu lompat ke kasur kemudian naik ke dada saya atau istri, dengan wajahnya menghadap ke wajah kami, ditungguin sampai bangun. Setelah kami bangun giliran dia lanjutin tidur lagi, atau minta keluar rumah dengan mengeong di depan pintu utama. Kalau kami sudah bangun sebelum jam 3 (duluin Kimi), dia tidak ribut lompat ke kasur, paling minta keluar rumah. Kalau pintu kamar kami tutup, dia garuk-garuk itu pintu pakai Kuku nya (pintu kamar kami dari triplex jadi suaranya keras kalau digaruk kuku Kimi). Kalau kucing kami satunya yang kimo tidak pernah demikian.

Kesukaan Kimi dan Kimo lainnya adalah naik ke rumah tetangga yang kebetulan tidak ditempati, tapi dihuni burung sriti. Disitu Kimi dan Kimo sering bawa ke rumah hasil buruannya yaitu burung sriti. Sepertinya mereka berdua berada di posisi dimana jadi pintu keluar masuk burung sriti. Kami menduga mereka ulurkan kaki depannya di jalur keluar masuk burung jadi salah satu ada yg tertangkap. Tidak dimakan, hanya dipakai mainan, kadang sampai mati, atau kalau ketahun kami, itu burung kalau masih hidup kami pisahkan dari kimi kimo agar tidak mati.

Untuk makan mereka berdua tidak pilih-pilih, kadang kami belikan makanan pelet di toko, tidak jarang malah berbagi dengan kami. Kalau istri saya beli ikan (pindang/japuh) di pasar beli mentah kemudian di masak presto. Jadi kalau mengoreng ya sebagian untuk mereka dan sebagian untuk kami makan sekeluarga.

Untuk kimi kimo, oleh istri pindang disuwir kecil-kecil kemudian dicampur nasi untuk makan kimi kimo.

Untuk makan kami sekeluarga, ikan pindang biasa dimasak balado, atau dioseng dengan irisan cabe.
Bisa jadi karena itu, biarpun ada makanan di atas meja makan, kadang kita lupa menutup tudung saji, mereka tidak berani ambil.

Kami pernah baca dari sesama pecinta kucing. Sebetulnya kucing ketika kita kasih tulang dan dimakan, itu bukan karena kucing suka tulang. Dia makan tulang karena tidak ada pilihan lain. Disitulah kami berusaha berbagi dengan mereka. Karena kami percaya Allah menjamin rizki kepada semua ciptaanya.

Akhir-akhir ini ada yang aneh dengan Kimi, karena biasanya jam 3 sudah lompat ke kasur, ini sudah 3 malam tidak ada yang lompat ke kasur atau garuk pintu kamar pake kuku.
Awalnya ga ngeh, setelah 2 hari ga lompat ke kasur, saya tanya ke istri, kenapa Kimi ga bangunin, dari pengamatan istri, Kimi kesulitan pipis karena biasa disudut rumah tempat dia BAB BAK, diperhatikan mengejan lama tidak beranjak. Setelah dia geser dan dilihat hanya sedikit pipisnya. Kemudian tampak tidak semangat seperti hari biasanya.

Pada hari ketiga sakitnya, sore hari sekitar jam 16.00 an, kami putuskan membawa ke dokter hewan tidak jauh dari rumah.
Dokter menyimpulkan Kimi menderita Feline lower urinary tract disease (FLUTD) yaitu infeksi saluran kencing bagian bawah, jadi sulit kencing akhirnya kencingnya terserap ke darah dan meracuni darah.
Oleh dokter diberikan obat untuk diminumkan. Sampai rumah istri coba minumkan pakai spet / alat suntik tanpa jarum di teteskan ke mulutnya.

Malam itu Sabtu malam, saya sedang kebagian Jaga Kamling di pos Ronda RT. Sekitar jam 23.25 istri WA saya "Abi, ini Kimi nya mati, ini dipeluk umi, tadinya Kimi merintih mengeog, terus umi peluk, eh malah mati Kimi nya". aku istri saya nge WA saya sambil nangis pastinya, demikian juga dengan kedua putri kami mereka menangis sejadinya, karena bagi kami kimi bukan hanya peliharaan tapi mereka adalah keluarga yang saling mengisi kekurangan dan saling membagi kebahagian. Yah begitulah cinta kami terjalin dengan indahnya antar makhluk ciptaan Allah yang berbeda spesies.
Akhirnya minggu paginya kami kubur disamping rumah.

Kisah nyata ini bisa jadi terkesan lebay, cara kami perlakukan kucing, tapi ya begitulah kami.
Selamat jalan Kimi ...terimakasih telah hadir di tengah keluarga kami. Memberi kebahagian dan ke ceriaan. Maafkan kami bila ada kekurangan dalam memberi perlindungan dan makanan. Selamat jalan. Kami akan selau mencintai mu Kimi.



Kadang gelut sama sepatu ... hehe ..

Tidur di mesin jahit
Kimi dan Kimo






Monday, January 14, 2019

SECANGKIR ILMU PAHAM

Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah "paham".
Ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya.

Tingkat ke dua terbawah adalah "kurang paham".
Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham ..., dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul2 pemahaman yang benar ...!

Naik setingkat lagi adalah mereka yang "salah paham". Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan, sehingga dia tidak sempat berfikir jernih. Dan ketika mereka akhirnya paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamannya. Jika tidak, dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu.

Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah "gagal paham". Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan.

Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain.
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dll ), atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja ..., bukan ilmu yg disampaikan, tapi siapa yang menyampaikan ...?

Tertutup hatinya.
Tertutup akal pikirannya.
Tertutup pendengarannya.
Tertutup logikanya.

Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri.

Parahnya lagi ...,

Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu, menjadi bahan tertawaan orang yang paham.

Dia tetap dengan dirinya,
dan dia bangga dengan
ke-gagal paham-annya ...

"Kok paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi ? Apa tidak terbalik ?"

"Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk, merendah."

Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu, bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dia merasa se-akan2 dia tidak tahu apa-apa ...

Dia terus mau menerima ilmu, darimana-pun ilmu itu datangnya.

Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat ..., apa yang disampaikan ...!

Dia paham ...,

ilmu itu seperti air, dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi.

dia seperti balon gas yang berada di atas awan.

Dia terbang tinggi dengan kesombongannya ...,
Memandang rendah ke-ilmuan lain yang tak sepaham dengannya,

Dan merasa akulah kebenaran ... !!!

Masalahnya ..., dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin, tanpa mampu menolak.
Sering berubah arah, tanpa kejelasan yang pasti.

Akhirnya dia terbawa ke-mana2 sampai terlupa jalan pulang ..., dia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya ...

Dia akan mengakui ke-gagal paham-annya ..., dengan penyesalan yang amat sangat dalam.

"Jadi yang perlu diingat ...,
akal akan berfungsi dengan benar, ketika hatimu merendah ...
Ketika hatimu meninggi.., maka ilmu juga-lah yang akan membutakan si pemilik akal ..."

Ternyata di situlah kuncinya.

"Lidah orang bijaksana, berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya ..., tetapi hati orang dungu, berada di belakang lidahnya, selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar ... !!!"

"Ilmu itu open ending" Makin digali makin terasa dangkal.
Jadi kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa...!!

Tulisan BAGUS ini kiriman seseorang yang tak ada nama penulisnya ( semoga Allah memuliakan beliau )