Pernahkah kamu bertemu seseorang yang tetap tenang ketika diuji, namun tidak larut dalam euforia saat diberi nikmat?
Saat dihina, ia memilih bersabar. Saat dipuji, ia tidak terbang tinggi. Ketika kehilangan, ia tetap berbaik sangka. Ketika memiliki, ia tidak lupa diri.
Saat menjadi pemimpin, ia tetap rendah hati. Saat menjadi bawahan, ia tetap bekerja sepenuh hati. Ia nyaman duduk di restoran mewah, tetapi juga bersyukur menikmati makan di warung sederhana. Naik mobil mewah tidak membuatnya sombong, sementara naik kendaraan umum tidak membuatnya merasa rendah.
Jika Allah melapangkan rezekinya, ia tidak menjadi rakus. Jika Allah menyempitkannya, ia tidak sibuk mengeluh. Baginya, pakaian, makanan, harta, dan berbagai fasilitas hanyalah sarana untuk dimanfaatkan, bukan alat untuk mencari pengakuan. Matanya tidak lagi silau oleh kemewahan, karena hatinya telah menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: esensi, bukan sensasi.
Ia memilih teman karena akhlaknya, bukan karena jabatan, gelar, atau status sosialnya. Nilai seseorang di matanya bukan ditentukan oleh apa yang dimiliki, tetapi oleh apa yang ada di dalam hatinya.
Orang-orang seperti inilah yang bisa dikatakan telah selesai dengan dirinya sendiri.
Kakinya tetap berpijak di bumi, menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Namun jiwanya telah terikat kepada akhirat. Egonya telah tunduk, dan keinginannya tidak lagi menjadi pusat dari segala hal.
Ia menyadari bahwa dunia hanyalah tempat singgah. Semua peran—kaya atau miskin, dipuji atau dicela, memimpin atau dipimpin—hanyalah amanah yang Allah titipkan untuk sementara.
Mungkin mereka tidak selalu menjadi pusat perhatian. Mereka tidak ramai mencari panggung, tidak sibuk membangun citra, dan tidak haus validasi.
Namun justru orang-orang seperti itulah yang layak kita dekati.
Carilah mereka.
Bersahabatlah dengan mereka.
Karena bersama orang-orang yang hatinya dekat kepada Allah, kita akan belajar bahwa ketenangan bukan berasal dari apa yang kita miliki, melainkan dari hati yang telah ridha kepada setiap ketetapan-Nya.
0 comments :
Post a Comment