Ada satu tempat yang tak pernah membuatku takut untuk bercerita: kepada Allah.
Dalam setiap munajat, tak pernah sekali pun Dia menyela. Seolah seluruh waktu memang disediakan hanya untuk mendengarkan hamba-Nya.
Aku datang membawa resah, kecewa, lelah, dan segala hal yang bahkan sulit kujelaskan dengan kata-kata. Tak ada rasa takut dihakimi, tak ada khawatir disalahpahami. Di hadapan Allah, aku tak perlu berpura-pura kuat.
Aku bisa menangis sepuasnya. Membiarkan air mata mengalir tanpa malu, tanpa harus menjelaskan alasan di balik setiap tetesnya. Sebab air mata yang tak dipahami manusia, selalu dimengerti dengan sempurna oleh Allah.
Tak ada penolakan. Tak ada pengabaian. Yang ada hanyalah kasih sayang-Nya yang lembut, menenangkan hati yang gelisah dan menguatkan jiwa yang hampir menyerah.
Aku terus berbicara, dan Allah tak pernah menyuruhku diam. Karena Dia adalah sebaik-baik Pendengar. Dia bukan hanya mendengar setiap doa, tetapi juga memahami isi hati yang bahkan tak mampu terucap oleh lisan.
Saat dunia terasa begitu bising, ketika manusia tak lagi mampu menjadi tempat bersandar, Allah selalu membuka pintu-Nya. Di hadapan-Nya, hati yang semula kacau perlahan kembali tenang. Luka yang terasa begitu dalam pun menemukan harapan untuk sembuh.
Sebab dalam genggaman Allah, tak ada hidup yang terlalu berantakan untuk diperbaiki, tak ada hati yang terlalu hancur untuk dipulihkan, dan tak ada doa yang terlalu pelan untuk didengar.
Maka, jika hari ini hatimu terasa sesak, jangan lelah untuk kembali bersujud. Bisa jadi, ketenangan yang selama ini kau cari bukan berasal dari dunia, melainkan dari percakapan paling indah antara seorang hamba dengan Rabb-nya.
0 comments :
Post a Comment