Mengapa Anda Dilarang "Menyebut Nama" Penyakit Anda Sendiri?
Pernahkah Anda menyadari bahwa hal pertama yang kita lakukan saat sakit adalah mencari tahu namanya? Kita googling gejalanya, mendiagnosis diri sendiri, lalu terus-menerus menceritakannya kepada siapa saja: "Aduh, asam lambungku kumat," atau "Migrainku datang lagi."
Kita mengira dengan mengenali namanya, kita bisa mengendalikannya. Namun, bagaimana jika hukum pikiran bekerja sebaliknya? Bagaimana jika menyebut nama penyakit Anda justru memberinya nyawa?
Ada sebuah kisah luar biasa tentang seorang psikolog klinis. Suatu hari, hasil rontgen (sinar-X) membawa kabar buruk untuknya: salah satu paru-parunya terinfeksi Tuberkulosis (TB) yang cukup parah.
Sebagai orang medis, ia tahu persis seberapa menakutkan penyakit itu. Namun, alih-alih panik atau mengeluhkan nasibnya, ia melakukan sebuah "Pembedahan Mental".
Setiap malam, tepat di detik-detik saat ia merasa kantuk mulai datang dan matanya terpejam, ia dengan sangat tenang membisikkan kalimat ini berulang-ulang: "Setiap sel, saraf, jaringan, dan otot di paru-paruku kini menjadi utuh, murni, dan sempurna. Seluruh tubuhku sedang dipulihkan menuju kesehatan dan harmoni yang sejati."
Satu bulan kemudian, ia kembali ke rumah sakit. Hasil rontgen terbarunya membuat dokter tertegun: paru-parunya bersih, pulih sempurna.
Ketika ditanya apa rahasia di balik keajaiban itu, sang psikolog membagikan dua aturan emas yang sering dilupakan manusia modern:
Aturan Pertama: Manfaatkan "Shift Malam"
Pikiran Anda
Pikiran bawah sadar kita memiliki sifat kinetik—ia terus bergerak dan bekerja, bahkan (dan terutama) saat kita tertidur pulas. Jika sebelum tidur Anda memikirkan rasa sakit, kecemasan, atau ketakutan, Anda sedang memberikan "Tugas Buruk" untuk dikerjakan pikiran bawah sadar Anda semalaman suntuk. Sebaliknya, jika Anda memberikan afirmasi kesembuhan sebelum tidur, pikiran bawah sadar akan memproses "Tugas Baik" itu untuk memperbaiki sel-sel tubuh Anda hingga pagi tiba.
Aturan Kedua: Jadilah "Ahli Bedah Mental"
Perhatikan baik-baik afirmasinya. Selama proses penyembuhan, psikolog ini tidak pernah satu kali pun menyebut kata "Tuberkulosis". Kenapa? 👉 Karena di mana ada perhatian, di situ energi mengalir. Mengeluhkan penyakit dan terus menyebut namanya sama dengan mentransfer energi kehidupan Anda kepada penyakit tersebut.
Jadilah seorang Ahli Bedah Mental. Potong masalah Anda seperti memangkas ranting mati dari pohon. Berhenti memberinya makan berupa ketakutan dan perhatian. Fokuslah pada cetak biru "Kesehatan", bukan pada cetak biru "Penyakit". Apa yang terus Anda imajinasikan, itulah yang akan bermanifestasi menjadi realitas fisik Anda.
Sebuah Catatan Kecil untuk Anda...
Kisah nyata di atas bukanlah fiksi atau kebetulan medis. Ini adalah cara kerja mutlak dari hukum pikiran manusia. Kisah ini adalah salah satu dari ratusan studi kasus menakjubkan yang ditulis oleh Dr. Joseph Murphy dalam karya monumentalnya, The Power of Your Subconscious Mind.
Selama puluhan tahun, kita diajarkan untuk merawat tubuh fisik kita, namun jarang ada yang mengajari kita cara merawat, memprogram, dan "meng- hack" pikiran bawah sadar kita sendiri. Padahal, 95% realitas hidup kita—mulai dari kesehatan, keuangan, hingga keharmonisan hubungan—dikendalikan oleh software bawah sadar ini.
Jika satu kisah pendek tentang "Ahli Bedah Mental" di atas saja bisa meruntuhkan cara pandang lama Anda tentang penyakit, bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda memegang "buku manual"-nya secara utuh.
Mungkin, jawaban dari kelelahan mental, masalah finansial, atau penyakit fisik yang selama ini Anda cari tidak berada di luar sana. Semuanya sudah ada di dalam diri Anda, menunggu Anda untuk memberikan perintah yang tepat.
Sudah waktunya Anda mengambil alih kemudi pikiran Anda. Buku The Power of Your Subconscious Mind mungkin adalah investasi terbaik yang pernah Anda lakukan untuk diri Anda sendiri.
Anda bisa menemukan buku ini di toko buku terdekat atau memesannya sekarang juga di WhatsApp +62 859-2034-1457.
Keterangan buku ada di komentar
Malam ini, perintah apa yang akan Anda berikan pada pikiran bawah sadar Anda sebelum tidur?
0 comments :
Post a Comment