This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, September 26, 2015

TIPS UNTUK DAPAT MERASAKAN KENIKMATAN DAN KELEZATAN QIYAMUL-LAIL (SHOLAT TAHAJUD)

Bismillah...
Dengan qiyamul-lail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamul-lail, Allah.   mengabulkan doa. Dengan qiyamul-lail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa dan menangkal penyakit. Dengan qiyamul-lail, dapat semakin mendekatkan kepada Allah.

Dengan qiyamul-lail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan qiyamul-lail, Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamul-lail, Allah akan memasukkan ke surga-Nya. Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Qiyamul-lail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya.

Kalau Allah swt. mencintai seorang hamba, maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba, baik aktivitas di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya, diampuni dosanya, dihormati oleh sesama, dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.

Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia, amalkanlah qiyamul-lail secara kontinu. Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, “Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi saw. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.’”

Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur, diganjar dengan masuk surga. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw., beliau bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.”

Seorang tabi’in berkata, “Sungguh jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini”. Mereka benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat dengan Tuhannya. Namun mengapa kita belum bisa merasakannya?

Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kita pun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan mujahadah (kesungguhan) melawan kantuk dan dinginnya malam. Namun, berkali-kali juga kita mengalami futur (lalai), tidak dapat lagi melaksanakan qiyamul-lail.

Maklumat dan pemahaman perihal keutamaan Qiyamul-Lail sudah sama-sama mafhum. Jika belum silakan googling saja dengan keyword “qiyamul lail”, atau mampir toko buku maka akan kita jumpai puluhan buku tentang keutamaan qiyamul-lail. Namun mengapa demikian berat untuk taf’il (melaksanakan) Qiyamul Lail tersebut?

Menurut saya, sebabnya adalah karena kita belum dapat menikmatinya. Sehingga pikiran bawah sadar kita masih merasakan bahwa qiyamul-lail itu beban yang berat.

Waktu sepertiga malam, saat dimana bumi mengeluarkan gelombang kekhusyu’an (alfa), sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (Al-Muzammil 6). Seharusnya, saat-saat inilah dzikir dan bacaan Al-Quran kita lebih berkesan, hati lebih mudah bergetar ketika Asma Allah disebut. Jiwa kita lebih bening sebening embun pagi di dedaunan. Air mata lebih mudah meleleh bahkan tertumpah dan tak kuasa kita hentikan. Hati menjadi halus dan lembut, sehingga hijab kita dengan Allah semakin transparan. Pendeknya inilah surga dunia yang telah dinikmati oleh para sahabat, tabi’in dan salafus saleh.

Maukah kita memperolehnya?
 Mengapa kita belum bisa menikmati Qiyamul Lail? Mungkin karena kita kurang “Mujahadah” (memaksakan diri). Ya, betul… Namun bukan itu maksud saya. Bisa jadi pada waktu-waktu yang lalu kita sudah mujahadah, namun lagi-lagi giliran futur itu datang. Kita sulit qiyamul-lail dan hati kita mati karena kita masih melakukan banyak maksiat dan dosa. Bukankah maksiat dan dosa akan menimbulkan noktah hitam di hati hingga hati kita menjadi kasat dan mati. Doa yang kita panjatkan tidak di istijabah oleh Allah SWT. Ya, betul sekali, sangat tepat…! Tapi saya ingin berangkat dari perspektif lain.

Perspektif lain itu adalah, kita tidak dapat menikmati qiyamul-lail, dan masih banyak melakukan maksiat adalah karena “kita belum mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT”. Hati kita masih diisi oleh selain Allah, masih jauh dari Allah. Mari pertama-tama kita niatkan dan azzamkan diri kita bahwa kita sangat ingin untuk taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah bersabda, ‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka.

Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.

Waktu-waktu di keseharian kita, masih sunyi dari dzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu di situ ia tak berdzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan” (HR Abu Dawud).
 Dalam keseharian kita, di ketika mandi, di perjalanan kantor, istirahat, hati dan pikiran kita tidak dzikir kepada Allah dan lantas diisi oleh selainnya. Bahkan! bangun tidur kita lupa berdoa, masuk dan keluar kamar mandi lupa berdzikir, selesai makan lupa memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Astaghfirullah … beristighfarlah berulang kali saudaraku. Rasakanlah penyesalan dan biarkan air matamu meleleh.

Mulai detik ini isilah setiap relung hati dan celah pikiran dengan dzikir kepada Allah. Di setiap waktu dalam 24 jam hidup kita isilah dengan dzikir. Jika kita melakukannya, bahkan dalam tidur pun kita tetap bermimpi berdzikir dan bershalawat.
 Banyak dzikir-dzikir singkat, seperti dua kalimat yang paling berat di sisi Allah, yaitu, “SubhanaLlahi wabihamdihi… SubhanaLlahil-azhiem…”. Atau dengan beristighfar, “Astaghfirullah… astaghfirullah…”, bertasbih, “Subahanallahi… subhanallahi”.
Bahkan cukup dengan menyebut asma Allah, “Allah… Allah… atau Yaa Allah.. Ya Allah”. Lakukanlah di manapun, dan kapan pun, bahkan multitasking sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari. Jika ada waktu senggang, dzikir yang paling utama adalah Al-Quran. Membaca Al-Quran, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang hafalan atau bahkan sekadar mendengarkan kaset murattal Al-Qur’an sambil kita mengendarai kendaraan.

Dzikir ini akan mengikis dosa dan kotoran jiwa, seperti mengikis karat hingga kemilau emas muncul kembali. Dengan sendirinya, dzikir akan mencegah kita berbuat dosa dan maksiat lagi. Ketika kita akan berbuat sesuatu yang dilarang Allah, hati yang telah dipenuhi Asma Allah akan otomatis menolaknya.

Dzikir akan semakin menghaluskan hati kita. Semakin memudahkan kita menangis dalam berbagai kondisi. Semakin memahami hakikat dan semakin ma’rifat kepada Allah. Suatu ketika ada sekelompok sahabat yang telah mengalami kehausan karena kehabisan minuman dalam perjalanan safar berhari-hari. Ketika mereka menemukan sebuah sumber air, segera mereka minum dan membasahi muka sepuas-puasnya. Namun ada seorang sahabat yang justru ketika ia akan mengambil air ia menangis sesenggukan. Sahabat lain pun bertanya, “Mengapa engkau menangis padahal Allah memberikanmu minuman pada saat kehausan?”.

Sahabat tersebut berkata, “Ketika aku membaca doa “Allahumma bariklana fii maa razaqtana waqina adzabannaar”, terbayang olehku penduduk neraka yang lebih haus dariku namun diharamkan padanya meminum air sedikit pun.

Firman Allah: “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Al-A’raaf: 50).

Subhanallah, sahabat tersebut mampu menangkap hakikat kalimat “waqina adzabannar” dalam doa mau makan dan minum, karena ia selalu berdzikir mengingat Allah. Jika dalam setiap tarikan nafas kita selalu berdzikir, dalam setiap langkah kita diikuti dengan dzikir, maka akan muncul banyak keajaiban dalam hidup kita. Allah akan mengaruniai limpahan kenikmatan yang menisbikan kenikmatan dunia. Barulah kita bisa memahami kisah dalam hadits berikut :

Diriwayatkan bahwa Haritsah RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Pagi ini, saya menjadi mukmin yang sebenarnya”. Beliau berkata kepadanya, “Seorang Mukmin yang benar itu memiliki hakikat. Lantas apa hakikat dari keimananmu?” Ia menjawab, “Saya jauhkan diriku dari dunia, hingga di mataku BATU dan PERMATA terlihat sama….”
Subhanallah… batu dan permata terlihat sama. Espass dan Alphard terlihat sama!

Kita lanjutkan haditsnya:
“… Saya seakan-akan melihat singgasana Tuhanku tampak nyata. Saya seakan-akan melihat penduduk surga bersenang-senang di dalam surga dan penduduk neraka disiksa di dalam neraka.” Beliau SAW berkata, “Hai Haritsah, kamu telah mengetahuinya. Karena itu, istiqomahlah”. Inilah mungkin yang dalam tasawuf disebut “Kasyaf”.

Saudaraku, mari hidupkan hati, lembutkan jiwa dengan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Barulah kita bisa menikmati indahnya dan nikmatnya Qiyamul Lail. Berikutnya kita akan merasakan berbagai kenikmatan spiritual dan ayat-ayat keajaiban Allah dalam hidup kita.

Mari penuhi hidup kita dengan dzikir, dan perhatikan apa yang akan terjadi.

Subhanallah....
 Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah.

Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin

Wednesday, September 23, 2015

Renungan ...

Waktu sedang "Jaya" kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu sedang "Berkuasa" kita percaya diri melakukan apa saja.

Waktu sedang "Tak Berdaya" barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.

Waktu sedang "Jatuh" kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.

Waktu sedang "Sakit" kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Manakala "Miskin" kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi / menderma & saling membantu.

Masuk "Usia Tua" kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Saat "di Ambang Ajal" kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama,
Sudah saatnya kita bersama-sama membuat
HIDUP LEBIH BERHARGA:
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung.

Jadilah teman setia tanpa syarat ...
Jangan saling memotong & menggunting sesama teman...

Tunjukkanlah bahwa anda masih mempunyai Hati Nurani yang tulus. Jauhkan niat jahat untuk mencelakai atau memfitnah.

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita.

Apa yang ditabur itulah yang akan dituai
Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.

Tapi ketahuilah bahwa Tuhan selalu memberi pelangi di setiap badai,
senyum disetiap air mata,
Rahmat & berkat di setiap cobaan,
dan jawaban di setiap doa......

Jangan pernah menyerah ,
terus berjuanglah,
Life is so beautiful....

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita,
namun berapa banyak orang yang bahagia mengenal kita...

Monday, September 21, 2015

Anak umur 11 tahun ini memberi banyak pelajaran

Setiap selesai shalat Jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku–buku Islam, diantaranya buku at-thariq ilal jannah (jalan menuju surga).

Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.

Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.
Sang anak pun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya:
"Wahai ayahku, aku telah siap," Ayahnya menjawab: "Siap untuk apa?" Ia berkata: "Untuk membagikan buku (seperti biasanya)." Sang ayahpun berucap: "Suhu sangat dingin di luar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur." Sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan: "Akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka di luar sana dibawah guyuran hujan."
Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: "Namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini." Akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin.

Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: "Terimakasih wahai ayahku."

Di bawah guyuran hujan yang cukup deras, ditemani rasa dingin yang menggigit, anak itu membawa buku-buku itu yang telah dibungkusnya dengan sekantong plastik ukuran sedang agar tidak basah terkena air hujan, lalu ia membagikan buku kepada setiap orang yang ditemui. Tidak hanya itu, beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya buku tersebut.

Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku di tangannya. Namun sudah tidak ada orang yang lewat di lorong tersebut (untuk ia beri). Akhirnya ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah di seberang jalan untuk menyerahkan buku terakhir tersebut.

Sesampainya di depan rumah, ia pun memencet bel. Ternyata tidak ada respon. Ia ulangi beberapa kali, hasilnya tetap sama, belum ada respon juga. Ketika hendak beranjak seperti ada yang menahan langkahnya, dan ia coba memencet bel sekali lagi ditambah ketukan tangan kecilnya. Sebenarnya ia juga tidak mengerti kenapa ia begitu penasaran dengan rumah tersebut.
Pintu pun terbuka perlahan, disertai munculnya sesosok nenek yang tampak sangat sedih. Nenek berkata: "Ada yang bisa saya bantu nak?"

Si anak berkata (dengan mata berkilau dan senyuman yang menerangi dunia): "Saya minta maaf jika mengganggu, akan tetapi saya ingin menyampaikan bahwa Allah sangat mencintai dan memperhatikan nyonya. Kemudian saya ingin menghadiahkan buku ini kepada nyonya, di dalamnya dijelaskan tentang Allah Ta'ala, kewajiban seorang hamba, dan beberapa cara agar dapat memperoleh keridhaan-Nya."

Satu pekan berlalu, seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilahkan jama'ah untuk berkonsultasi. Terdengar sayup-sayup dari shaf perempuan seorang perempuan tua berkata: "Tidak ada seorangpun yang mengenal saya disini, dan belum ada yang mengunjungiku sebelumnya. Satu pekan yang lalu saya bukanlah seorang Muslim, bahkan tidak pernah terbetik dalam pikiranku hal tersebut sedikitpun. Suamiku telah meninggal dan dia meninggalkanku sebatang kara di bumi ini."

Dan iapun memulai ceritanya bertemu anak itu.

"Ketika itu cuaca sangat dingin disertai hujan lebat, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Kesedihanku sangat mendalam, dan tidak ada seorangpun yang peduli padaku. Maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup. Akupun naik ke atas kursi dan mengalungkan leherku dengan seutas tali yang sudah kutambatkan sebelumnya. Ketika hendak melompat, terdengar olehku suara bel. Aku terdiam sejenak dan berpikir: "Paling sebentar lagi juga pergi."
Namun suara bel dan ketukan pintu semakin kuat. Aku berkata dalam hati: "Siapa gerangan yang sudi mengunjungiku, tidak akan ada yang mengetuk pintu rumahku."
Kulepaskan tali yang sudah siap membantuku mengakhiri nyawaku, dan bergegas ke pintu. Ketika pintu kubuka, aku melihat sesosok anak kecil dengan pandangan dan senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian.
Perkataan lembutnya telah mengetuk hatiku yang mati hingga bangkit kembali. Ia berkata: "Nyonya, saya datang untuk menyampaikan bahwa Allah Ta'ala sangat menyayangi dan memperhatikan nyonya." Lalu dia memberikan buku ini (buku jalan menuju surga) kepadaku.
Malaikat kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba, dan menghilang dibalik guyuran hujan hari itu juga secara tiba-tiba. Setelah menutup pintu aku langsung membaca buku dari malaikat kecilku itu sampai selesai. Seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.

Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat. Hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka."

Air mata semua orang mengalir tanpa terbendung, masjid bergemuruh dengan isak tangis dan pekikan takbir. Allahu akbar!

Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat di mana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan pecah tak terbendung di hadapan para jamaah.
Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayah pun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.

Judul asli: قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة
Penerjemah: Shiddiq Al-Bonjowi

Nasehat Mbah Moen [Agar Rizqi Melimpah Ruah ]

Syaikhina KH. Maimoen Zubair sering menyampaikan sebuah nasehat, “Mbesok nek wes omah-omah, ojo lali, angger mlebu omah moco Qulhu ping pisan”. (Besok jika sudah berumah tangga, setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al Ikhlas walaupun cuma sekali.) Ternyata nasehat beliau ini bukan sembarang nasihat, karena hal itu telah disabdakan oleh Junjungan Kita,
Nabi Besar Muhammad SAW, : ﺪﻌﺳ ﻦﺑ ﻞﻬﺳ ﻦﻋ » ﻞﺟﺭ ﺀﺎﺟ
ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻟﺇ
ﺮﻘﻔﻟﺍ ﻪﻴﻟﺇ ﺎﻜﺷﻭ ﻢﻠﺳﻭ
ﻚﺘﻴﺑ ﺖﻠﺧﺩ ﺍﺫﺇ : ﻝﺎﻘﻓ
ﻥﺇﻭ ﺪﺣﺃ ﻪﻴﻓ ﻥﺎﻛ ﻥﺇ ﻢﻠﺴﻓ
ﻰﻠﻋ ﻢﻠﺴﻓ ﺪﺣﺃ ﻪﻴﻓ ﻦﻜﻳ ﻢﻟ ﻪﻠﻟﺍ ﻮﻫ ﻞﻗ ﺃﺮﻗﺍﻭ ، ﻚﺴﻔﻧ
ﻞﻌﻔﻓ ﺓﺪﺣﺍﻭ ﺓﺮﻣ ﺪﺣﺃ
ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﺭﺩﺄﻓ ﻞﺟﺮﻟﺍ
ﻰﻠﻋ ﺽﺎﻓﺃ ﻰﺘﺣ ًﺎﻗﺯﺭ
ﻪﻧﺍﺮﻴﺟ » Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengadukan kefakiran yang menimpanya. Lalu beliau bersabda: “Apabila kamu telah masuk dalammasuk ke rumahmu, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Dan jika tidak ada orang di dalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacalah Qul huwallaahu ahad satu kali.” Lalu laki-laki tersebut melakukannya. Maka Allah melimpah ruahkan rizki orang tersebut sehingga mengalir kepada tetanga-tetangganya.” (Al-Imam Fakhruddin al-Razi, al-Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib, Surah al-Ikhlash).

___
Shared; NU [dot]com

Saturday, September 19, 2015

SAYA MENCINTAI HARTA SAYA .... SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA...

Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau. Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.

Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.

“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”

“Wah,” sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”

“Lho?”...

“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je.”

“Lho?”..

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. TITIP pada Masjid, TITIP pada anak yatim, TITIP pada madrasah, TITIP pada pesantren, TITIP pada pejuang fii sabilillah. Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI. Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.”

Semoga bermanfaat.

Thursday, September 17, 2015

Anak SMA ini jadi perhatian Obama, serta jadi rebutan google, facebook dan twitter.

Ahmed Mohammed (14 tahun) adalah siswa muslim asal Sudan yang bersekolah SMA di MacArthur High School di Texas. Dia membuat sendiri jam digital hasil penelitiannya dan membawa perangkat jamnya ke sekolah dengan tujuan ditunjukkan pada gurunya agar bisa masuk klub robotik.

Namun karena jam ciptaannya bentuknya seperti bom, sang guru malah curiga kemudian lapor pada polisi setempat dan sempat memborgolnya, tapi akhirnya dilepaskan.

Ini dukungan, apresiasi, dan ajakan tokoh-tokoh top dunia yang ditujukan kepada Ahmed Mohammed.

Sumber : internet, google, facebook, twitter

Tuesday, September 15, 2015

Quotes dari universitaskehidupan















Saturday, September 12, 2015

Anak Cucuku, beginilah Proses Allah menciptakan manusia


BERGURU 33 TAHUN "HANYA" DAPAT 8 HAL

Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya yang bernama
Hatim Al Ashom :

Imam syaqiq : "Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?".

"Sudah 33 tahun", jawab Hatim.

"Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?", tanya Imam Syaqiq.

"Hanya 8 hal ", jawab Hatim.

" Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun !
Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu,
namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?", Ucap Imam Syaqiq heran.

"Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal saja,
aku tidak mau mendustai anda", jawab Hatim.

"Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari itu ! ". pinta Imam Syaqiq.

Hatim Al Ashom pun berkata :

Pertama :
"Kulihat setiap manusia memiliki seorang kekasih.
Ketika dia mati, kekasihnya ikut mengantarkannya hingga ke kuburan, lalu meninggalkannya sendirian di sana.

Maka,
Aku lebih memilih amal kebajikan sebagai kekasihku, Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur, amalku akan ikut bersamaku".

Kedua :
"Aku merenungkan Wahyu Alloh SWT :
"Dan Adapun orang2 yang takut kepada Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya".
(QS. An Naazi'aat,79:40-41).

Aku sadar,
Bahwa Firman Alloh pasti lah benar, Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada Alloh SWT ".

Ketiga :
"Ku perhatikan manusia selalu memulyakan dan menyimpan harta benda berharga yang mereka miliki, lalu Kupelajari Firman Alloh swt :
"Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Alloh akan kekal". (QS. An Nahl,16:96).

Maka setiap kali Aku memperoleh sesuatu yg berharga, Aku pun menyedekahkannya dijalan Alloh swt, agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya".

Keempat :
"Aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemulyaan nasab.
Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata semua itu tidak ada apa2nya, saat Aku membaca Wahyu Alloh swt :
"Sesungguhnya, orang yg paling mulia disisi Alloh, adalah orang yg paling bertaqwa (kepada Alloh) di antara kalian".
(QS. Al Hujuroot,49:13).

Karena itulah,
Aku pun beramal utk mewujudkan Taqwa, agar Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi Alloh SWT.

Kelima :
"Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad (kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu Alloh SWT :
"Kami telah membagikan utk penghidupan mereka di alam dunia".
(QS. Az Zukhruf,43:32).

Akupun sadar,
Bahwa semuanya telah dibagi oleh Alloh swt.
Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), kujauhi manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan seorang pun".

Keenam :
"Kulihat manusia saling menganiaya dan saling membunuh, padahal Alloh SWT berfirman :
"Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)".
(QS. Al Fathir,35:6).

Oleh sebab itu,  Kutinggalkan permusuhan dengan manusia dan Kujadikan Syeitan sebagai satu2nya musuhku.
Aku selalu mewaspadainya dengsn sekuat tenaga, sebab Alloh swt sendiri yg telah menjadikan Syeitan sebagai musuhku".

Ketujuh :
"Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka sendiri dengan melakukan hal2 yg diharamkan oleh Alloh swt. Lalu kuperhatikan Firman Alloh SWT :
"Dan tiada satupun binatang melata dibumi, melainkan Alloh telah menanggung rezeki nya".
(QS. Hud,11:6).

Aku sadar, Bahwa diriku adalah salah satu dari yang melata itu, dan Alloh swt telah menjamin Rezeki ku.
Oleh karena itu, kusibukkan diriku untuk menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh Alloh swt dan aku tidak pernah merisaukan sesuatu yang telah dijamin oleh Alloh swt untukku".

Kedelapan :
"Aku melihat semua org bergantung kepada Makhluq Alloh swt.
Ada yg bergantung kepada ladangnya, bergantung kepada perniagaannya, bergantung kepada pekerjaannya, dan bergantung kepada kesehatan jasmaninya.
Akupun kembali kepada Firman Alloh :
"Dan barang siapa yg bertawakkal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupkan (segala keperluan) nya". (QS. Ath Tholaaq,65:3).

Oleh karena itulah,
Aku pun bertawakkal (bergantung) kepada Alloh swt yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan Alloh swt pun mencukupi semua kebutuhanku".

Mendengar jawaban dari Hatim Al Ashom,
Imam Syaqiq Al Balkhi berkata :
"Wahai Hatim, semoga Alloh memberimu Taufiq.
Aku telah mempelajari Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur'an.
Dan kutemukan bahwa semua jenis kebaikan dan ajaran Agama, berkisar pada 8 hal yang tadi telah kau sampaikan.
Barang siapa mengamalkan 8 hal tersebut.
Maka berarti, dia telah mengamalkan isi dari 4 kitab suci".

LALU........
- Berapa lama kita menuntut ilmu?
- Apa yang kita dapatkan?
- Adakah pelajaran penting yang meresap kedalam hati kita dan selalu kita amalkan?
- Atau semua itu hanya sekedar penghibur telinga kita?

Semoga Alloh SWT, memberi kita Taufiq dan Hidayah,
Sehingga kita dapat mengamalkan apa yang kita dengar, kita lihat dan kita baca.......

Aamiin

Friday, September 11, 2015

Hartamu bagai Air, jika ditahan akan mencari jalan keluar sendiri


Uang/harta itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagian nya untuk membantu sesama, dhuafa, fakir miskin, yg sedang sakit & terlebih gak punya asuransi/bpjs ditambah gak punya ongkos buat ke rumah sakit. Kirim buat orang tua, buat ganti karpet mushola sama mukena dan kain sarungnya, dsb
Uang/harta itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya.

Uang/harta itu bagaikan air jika ditahan dia berubah warna, kotor, berbau dan menjadi sarang penyakit. Ada pun jika kita melepasnya, maka ia akan bersih.
Uang/harta itu bagaikan air, jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri, karenanya Rasulullah Saw berujar "Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut", ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "anak/keluarga kita yang sakit sehingga harus ke dokter, diopname, handphone kita yang hilang, kecopetan, mobil kita yang rusak, rugi dalam berdagang/usaha, ketipu, dan lain-lain yang menguras harta kita.

Uang/harta itu seperti udara, ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan cara-Nya mengisi kehampaan itu.....semoga bermanfaat.....

Kyai Rahmat Abdullah

Wednesday, September 9, 2015

JANGAN KHAWATIRKAN REZEKIMU.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Alhamdulillahirobbil'alamiin.
Shollallahu'alaa muhammad.

JANGAN KHAWATIRKAN REZEKIMU.

Simaklah dengan seksama uraian indah Ibnul Qayyim -rahimahullah- berikut ini:

"Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu.

Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang.
Jika Allah dengan hikmah-Nya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmat-Nya membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain (yakni dua puting susu ibunya), dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman.
Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah subhanahu wa ta'ala membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- delapan jalan rezeki, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Rabb subhanahu wa ta'ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhal dan lebih bermanfaat baginya.
Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga."

[Kitab Al-Fawaid, hal: 57].

Monday, September 7, 2015

Wasiat Alqamah kepada putranya sebelum beliau wafat.

"Anakku, jika engkau perlu berteman dengan orang, maka bertemanlah dengan orang yang apabila engkau melayaninya ia pun melindungimu dan apabila bertemu dengannya ia menghiasimu. Apabila engkau berbuat baik kepadanya ia pun membalasmu, jika engkau berbuat dosa ia pun mencegahmu, jika engkau DIAM ia pun menyapamu, apabila engkau mengalami musibah ia pun menolongmu".

Sunday, September 6, 2015

Logo

Melihat sepintas logo, apabila kita berusaha memaknai sebuah logo seperti kita membaca sebuah puisi karya pujangga tekenal. Semakin kita sulit memaknai esensi puisi tersebut semakin kita menyalahkan diri sendiri, dan bisa jadi kita bergumam "ternyata saya yang ilmunya belum seberapa untuk bisa memaknai puisi ini ...", jarang kita menyalahkan si empunya pembuat puisi, karena penyusun puisi tahu akan isi dan tujuan puisi tersebut. Tapi apabila sudah tahu makna sebuah logo maka bisa menjadi affirmasi bagi yang melihat untuk lebih dekat, mengena di hati dan teringat terus.

Disamping makna terdapat fungsi logo tersebut sangat besar sebagai wakil dari perusahaan atau organisasi untuk menunjukkan prifesionalitas dirinya. Disini bisa jadi filosofi sebuah logo terkesan kurang ditonjolkan karena tujuannya hanya agar eye catching sehingga bisa menarik perhatian mata agar berusaha melirik atau melihat sebuah logo.

Dalam proses pembuatan sebuah logo ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena mengandung spirit, filosofi, visi, misi dari sebuah organisasi atau perusahaan, dan diharapkan dengan melihat logo tersebut sudah bisa mewakili keberadaan suatu perusahaan atau organisasi, dan menjadi kekuatan dan panduan anggota atau karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dalam proses pembuatan logo, tidak jarang sang pembuat logo mencurahkan fikirannya agar logo yang dibuatnya bisa mengadopsi semua esensi dan spirirt sebuah perusahaan atau organisasi.

Logo juga menjadi merk atau brand suatu perusahaan atau organisasi. Dimana dengan hanya melihat sepintas saja sebuah logo tersebut, maka kita sudah bisa mendeskripsikan logo siapa, produknya apa saja, atau organisasi bergerak dibidang apa, walaupun maknanya kita tidak/belum tahu.

Hal tesebut digunakan untuk para marketer sebagai strategi memasarkan produknya dan membangun citra produknya kepada konsumen, yaitu dengan memasang logo produknya di setiap iklan, baik media cetak, maupun media elektronik, dipasang dimana- mana agar pembeli tertanam dibenaknya dan menjadi sebuah affirmasi, misalkan pembeli ingin pasta gigi tanpa pikir panjang pasti tertuju pada satu merk, sebelum mengingat merk lainnya, seperti mesin pencari internet maka benak anda akan tertuju pada satu perusahaan sebelum perusahaaan yang lain ...(th)

Thursday, September 3, 2015

Tazkirah yang indah...

As'salamulaikum wr wb sahabat semua ini sebuah
Tazkirah yang indah...  

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena seseorang yang hampir membunuh Rasul pun kini terbaring disebelah makam beliau iaitu Saidina Umar Al Khattab..    

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah(saifullah) iaitu Saidina Khalid Ibnu Walid.  

Jangan menilai orang dari rupanya. Karena Rasulullah saw melihat si pendek tak menawan iaitu sahabat beliau Saidina Julaybib r.a dikejar - kejar oleh para bidadari syurga.    

Jangan memandang orang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas fir'aun pun berada di neraka, sedangkan sandal lusuh Saidina Bilal bin Rabah kedengaran langkahnya di syurga

Subhanallah....
     
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi dengan rahmat Allah.          Amiinnn..

Ingatkan untuk diri ku yang sentiasa lupa.

Dipetik dari grup whatapps, untuk renungan kita bersama. Pengajaran yang bernilai. Salam untuk sahabat-sahabat semua.

"JAGA-JAGA, TERGELINCIR"❗

Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah rahimahullah, atau terkenal disebut Imam Hanafi, pernah berjalan bertentang arah dengan seorang budak kecil yang berjalan mengenakan terompah kayu.

Sang imam berkata : "Jaga-jaga, Nak dengan terompah kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir".

Budak ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?" tanya si budak kecil itu tadi.

"Nu'man namaku", jawab sang imam.

"O.. jadi, tuankah yang selama ini terkenal dengan gelaran Al-Imam Al-A'dhom (Imam agung) itu..??", tanya si budak.

"Bukan aku yang memberi gelaran itu, Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku", jawab sang Imam.

"Wahai sang Imam, berhati - hatilah dengan gelaranmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu. Terompah kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tetapi gelaranmu itu dapat menjerumuskan kamu ke dalam api yang kekal JIKA KESOMBONGAN dan KEANGKUHAN menyertainya..."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis menerima nasihat 'tajam' dari seorang budak kecil...

Imam Abu Hanifah rahimahullah (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan yang begitu dalam maknanya, justru datang dari lidah seorang budak...

Saudaraku tercinta...
Betapa banyak manusia yang tertipu kerana PANGKAT, tertipu kerana KEDUDUKAN, tertipu kerana GELARAN atau TITLE, tertipu karena POSISI YG 'DIMULIAKAN', tertipu kerana STATUS SOSIAL, tertipu kerana sebutan gelar HAJI/HAJJAH, USTADZ, AL MUKARROM, SYAIKH) dan sebagainya...

Mari berhati-hati dan TERUS SALING MENGINGATKAN..
Agar jangan sampai kita tergelincir...
Jangan sampai kita menjadi angkuh dan sombong kerana gelaran,pangkat, status sosial dan kebesaran di dunia...

Ingatlah...

"Sepasang tangan yang menarik kita takkala terjatuh lebih  kita percayai daripada seribu tangan yg menyambut kita takkala tiba di puncak kejayaan.."
Mari kita hubungi sahabat-sahabat kita...
Kerana sahabat yang baik adalah pelita/lentera di kegelapan..
Kadang cahayanya baru terasa ketika dunia terasa gelap...

Ketahuilah...
"TIDAK AKAN MASUK SYURGA orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi"
(Hadits Riwayat Muslim).

JANGAN MEREMEHKAN NASEHAT, WALAUPUN DATANGNYA DR SEORANG 'BUDAK INGUSAN'.

"Undhur maa qaala wa laa tandhur man qaala" - "Perhatikan APA yang disampaikan dan jangan melihat SIAPA yang menyampaikan"

Semoga bermanfa'at.

Tuesday, September 1, 2015

Dahsyatnya Afirmasi (Doa)

Sebelum menjadi seorang bintang film terkenal, Bruce Lee pernah menuliskan sebuah surat untuk dirinya. Surat ini ditulis pada tanggal 9 januari 1970 dan dicap “Rahasia”.

Bruce menulis, “Di tahun 1980 aku akan sudah menjadi bintang film Mandarin paling terkenal di Amerika Serikat dan akan sudah memiliki $10juta… Dan sebagai balasannya aku akan berakting sebaik mungkin setiap kali ada di depan kamera dan aku akan hidup damai sentosa”.

Bruce berhasil membuat 3 film dan kemudian pada tahun 1973 membuat film Enterthe Dragon, yg dirilis di tahun yang sama setelah kematiannya pd usia 33 tahun.Film itu sukses besar dan membuat Bruce Lee tenar.

Sekitar tahun 1990, ketika Jim Carrey masih seorang pelawak muda Canada yangsedang berjuang meniti karir di Los Angeles, ia mengendarai Toyota tuanya keMulholand Drive.

Saat duduk di sana sambil menatap kota di bawahnya dan memimpikan masadepannya, ia menulis selembar cek untuk dirinya sendiri senilai $10 juta,mencantumkan tanggal Thanksgiving 1995, dan isinya adalah “untuk jasabermain film”, dan sejak hari itu ia selalu membawa cek itu kemana-manadalam dompet.

Akhirnya, optimisme dan tekad Carrey berbuah dan pada tahun 1995, setelah besardgn film AceVentura, The Mask, Dumb&Dumber, honor main filmnya telahmelesat menjadi $20juta per film.

Bruce Lee & Jim Carrey begitu yakin dengan masa depannya. Bahkan, dia sudah merasakan masa depannya jauh hari sebelum ia mencapainya. Bagaimana denganAnda? Semoga Bermanfaat!