Sunday, September 6, 2015

Logo

Melihat sepintas logo, apabila kita berusaha memaknai sebuah logo seperti kita membaca sebuah puisi karya pujangga tekenal. Semakin kita sulit memaknai esensi puisi tersebut semakin kita menyalahkan diri sendiri, dan bisa jadi kita bergumam "ternyata saya yang ilmunya belum seberapa untuk bisa memaknai puisi ini ...", jarang kita menyalahkan si empunya pembuat puisi, karena penyusun puisi tahu akan isi dan tujuan puisi tersebut. Tapi apabila sudah tahu makna sebuah logo maka bisa menjadi affirmasi bagi yang melihat untuk lebih dekat, mengena di hati dan teringat terus.

Disamping makna terdapat fungsi logo tersebut sangat besar sebagai wakil dari perusahaan atau organisasi untuk menunjukkan prifesionalitas dirinya. Disini bisa jadi filosofi sebuah logo terkesan kurang ditonjolkan karena tujuannya hanya agar eye catching sehingga bisa menarik perhatian mata agar berusaha melirik atau melihat sebuah logo.

Dalam proses pembuatan sebuah logo ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena mengandung spirit, filosofi, visi, misi dari sebuah organisasi atau perusahaan, dan diharapkan dengan melihat logo tersebut sudah bisa mewakili keberadaan suatu perusahaan atau organisasi, dan menjadi kekuatan dan panduan anggota atau karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dalam proses pembuatan logo, tidak jarang sang pembuat logo mencurahkan fikirannya agar logo yang dibuatnya bisa mengadopsi semua esensi dan spirirt sebuah perusahaan atau organisasi.

Logo juga menjadi merk atau brand suatu perusahaan atau organisasi. Dimana dengan hanya melihat sepintas saja sebuah logo tersebut, maka kita sudah bisa mendeskripsikan logo siapa, produknya apa saja, atau organisasi bergerak dibidang apa, walaupun maknanya kita tidak/belum tahu.

Hal tesebut digunakan untuk para marketer sebagai strategi memasarkan produknya dan membangun citra produknya kepada konsumen, yaitu dengan memasang logo produknya di setiap iklan, baik media cetak, maupun media elektronik, dipasang dimana- mana agar pembeli tertanam dibenaknya dan menjadi sebuah affirmasi, misalkan pembeli ingin pasta gigi tanpa pikir panjang pasti tertuju pada satu merk, sebelum mengingat merk lainnya, seperti mesin pencari internet maka benak anda akan tertuju pada satu perusahaan sebelum perusahaaan yang lain ...(th)

0 comments :

Post a Comment