Friday, March 29, 2013

Di mana makam Dampu Awang ?

Dampu Awang adalah nama yang tidak lepas dari sejarah Rembang.
Berikut ini letak makam Dampu Awang yang saya baca dari buku Dinasti Cina Muslim di Nusantara berdasarkan Kronik Berita Cina Kelenteng Sam Po Kong yang disusun oleh Dosen UNPAD Widyonugrahanto.

Kebiasaan lama Dinasti Yuan yang menerapkan diplomasi kerajaan melalui jalan darat ke negara-negara lain telah diubah pada masa Kaisar Yung Lo dari dinasti Ming yang berkuasa di daratan Cina pada 1400-1437, menjadi melalui jalan laut ke kepulauan yang terletak di samudera sebelah timur Cina.

Kelenteng Sam Po Kong sebelum renovasi

Oleh karena itu, Yung Lo mengirim armada besar ke berbagai wilayah untuk melaksanakan diplomasi kerajaan. Armada tersebut berjumlah 62 kapal besar dengan 27.550 orang sebagai awaknya termasuk di dalamnya perwira, astronom, politisi, ahli geografi, ahli bahasa, tabib, dan juru tulis. Kesemuanyaq dipimpin oleh seorang Laksamana bernama Cheng Ho dengan wakilnya Laksamana Muda Heo Shien (Husein). Sekretaris dari armada tersebut adalah Ma Huan dan Wakil sekretarisnya Fei Shin (Qurtuby 2003:84).

Laksamana Haji Sam Po Bo dan Sam Po Tay adalah gelar yang diberikan orang Cina untuk menghormati Cheng Ho.

Cheng Ho mengarungi samudera dalam ekspedisi besar yang dikirim Yung Lo pada awal abad ke 15 Armadanya mengunjungi banyak daerah dan membangun beberapa komunitas di tempat-tempat yang mereka anggap strategis. Salah satu tempat yang mereka anggap strategis adalah Campa di kawasan Nanyang (Asia Tenggara). Mereka membangun komunitas Cina di tempat tersebut.

Sejarah Berdirinya kelenteng Sam Po Kong memiliki hubungan yang erat dengan tokoh Cheng Ho.
Suatu saat pada tahun 1413 armada Cheng Ho berlayar ke arah timur dari Muarajati (sekarang Cirebon). Tiba-tiba beberapa kapal mereka rusak. Kemudian salah seorang nahkoda kapal utama mereka yang bernama Ong King Hong terjangkit suatu penyakit (diperkirakan malaria). Hal ini menyebabkan mereka berhenti sejenak (beberapa hari) di lepas pantai utara pulau jawa. Saat berhenti tersebut Cheng Ho dengan ditemani beberapa anggota armadanya mencari tempat berteduh di darat dengan menyusuri sebuah sungai menuju ke pedalaman Pulau Jawa. (Sungai tersebut hingga kini masih ada letaknya di dekat Kelenteng Sam Po Kong, tetai telah mengalami pengurangan debit air yang besar sehingga memperkecil lebar sungai tersebut).

Akhirnya mereka menemukan sebuah goa (sekarang letaknya di Simongan Semarang), dan kemudian berisirahat di dalam Goa tersebut. Goa tempat peristirahatan Cheng Ho dan anak Buah awak kapalnya tersebut ternyata menyisakan kenangan yang berharga bagi sang nahkoda yang sedang sakit hingga akhirnya sang nahkoda memilih menetap di sekitar goa tersebut. Sang nahkoda tersebut terkenal dengan sebutan Dampu Awang. Dampu Awang membangun pemukiman beserta sebuah masjid di sekitar goa tersebut. Masjid itulah yang bertahun-tahun kemudian berubah menjadi Kelenteng Sam Po Kong setelah putusnya hubungan palayaran dengan daratan Cina.
Kelenteng Sam Po Kong setelah renovasi

Goa tempat Cheng Ho beristirahat tersebut kini terletak di dalam areal Kelenteng Sam Po Kong di daerah Simongan Gedung Baru Kota Semarang. Begitu juga dengan makam Dampu Awang yang kini terletak di halaman Kelenteng Sam Po Kong. dengan demikian pemukiman yang dibangun Dampu Awang dan Cheng Ho tersebut adalah Cikal-bakal Kota Semarang.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng_Sam_Po_Kong
- Buku Dinasti Cina Muslim di Nusantara berdasarkan Kronik Berita Cina Kelenteng Sam Po Kong yang disusun oleh Dosen UNPAD Widyo Nugrahanto


2 comments :

Post a Comment